<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832</id><updated>2011-12-21T08:05:21.612-08:00</updated><category term='16 Agus 2009'/><category term='pada konven &apos;Pangula na gok tingki&apos; distrik 8 Ja-Kal'/><category term='12 September 2010'/><category term='14 Peb 2010'/><category term='bincang-bincang.'/><category term='09 Agustus 2009'/><category term='25 Oktober 2009'/><category term='07 Maret 2010'/><category term='Partangiangan Kelompok'/><category term='26 Sept 2010'/><category term='09 Mei 2010'/><category term='Khotbah Minggu. 26 Desember 2010'/><category term='Khotbah.'/><category term='14 Maret 2010'/><category term='17 Okt 2010'/><category term='refleksi sosial'/><category term='28 Peb 2010'/><category term='30 Januari 2011'/><category term='Khotbah untuk Pemua/i TIROSH'/><category term='13 Feb 2011'/><category term='22 Des 2009'/><category term='Bona Taon Punguan Ina Hanna HKBP Depok I.'/><category term='24 April 2011 di Parheheon Ina HKBP Depok I'/><category term='Renungan Kotbah Minggu'/><category term='Khotbah Minggu. 6 September 09'/><category term='20 Februari 2010'/><category term='08 Nop &apos;09'/><category term='1Nop &apos;09'/><category term='Humor'/><category term='Jumat Agung'/><category term='28 Nop 2010 (advent I'/><category term='10 jan 2010'/><category term='teologia sosial'/><category term='Im Memorial'/><category term='sosio-budaya'/><category term='Kotbah Minggu'/><category term='14 Nop 2010'/><category term='24 januari 2010'/><category term='17 januari 2010'/><category term='Khotbah'/><category term='Khotbah Minggu. 20 Desember 09'/><category term='Refleksi'/><category term='teologia'/><category term='Khotbah Minggu'/><category term='Bincang-bincang'/><category term='06 Feb 2011'/><category term='10 April 2011 HKBP Depok I'/><category term='21 Peb 2010'/><category term='27 Maret 2011 di HKBP Depok I'/><category term='Khotbah Jumat Agung'/><category term='2 April 2010'/><category term='15 Nopember 2009'/><category term='29 Agustus 2010'/><category term='19 Desember 2010 (advent ke-4)'/><category term='kesaksian'/><category term='Khotbah Minggu. 13 Desember 09'/><category term='Im Memoriam'/><category term='teologi sosial'/><category term='23 Agustus 2009'/><category term='Khotbah Minggu. 27 Desember 09'/><category term='22 Mei 2011'/><category term='23 jan 2010.'/><category term='31 Jan 2010'/><category term='29 Nop 2009: Advent I'/><category term='epistel minggu letare untuk 2011'/><category term='6 Maret 2011'/><category term='13 September 2009'/><category term='30 Agustus 2009'/><category term='22 April 2011 HKBP Depok I'/><category term='Khotbah Minggu. 6 Desember 09'/><category term='16 Jan 2011'/><category term='Paskah'/><category term='09 Januari 2011'/><category term='(Natal 2)'/><title type='text'>PARTUNGKOAN</title><subtitle type='html'>Sarana membangun spritual umat</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>147</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-1322921314453595682</id><published>2011-12-21T06:50:00.000-08:00</published><updated>2011-12-21T08:05:21.638-08:00</updated><title type='text'>Filipi 2, 2</title><content type='html'>Karena itu, sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: Hendaklah kamu sehati spikir, dalam satu kasih, satu jiwa satu tujuan (Fil. 2,2)&lt;br /&gt;                                    &lt;br /&gt;                               "Sehati-Sepikir di dalam Tuhan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Charlie MacAthur almarhum berkata pada Helen hayes ketika berjumpa di satu pesta sambil memberikan segenggam kacang ke tangan, dia berkata "Saya berharap, ini adalah batu-batu zamrud". Setelah melewati tahun-tahun bahagia pernikahan meraka dia memberi segenggam zamrud pada Hayes, sambil berkata :"Saya berharap, ini adalah kacang".Ada banyak cara manusia untuk menyampaikan isi hatinya kepada yang dicintainya, melamar seseorang untuk menjadi istrinya.Athur memberi kacang, yang memberi cincin,kalung, baju sebagai tanda mata. &lt;br /&gt;2. Tradisi lamaran sudah sangat dikenal di berbagai tempat di belahan bumi ini, khususnya di berbagai suku di negara kita ini. Bahkan dalam perjanjian Lama sudah mencatat kisah hamba Abraham ketika mencari perempuan untuk menjadi istri Ishak, anak tuannya, (Kejaian 24). di mana Abraham mengutus hambanya ke kampug halamannya, dan Tuhan menunjukkan seorang perempuan yag baik hati kepada orang asing, lalu hamba Abraham memberi dia tanda mata kalung dan gelang. Abraham ingin perempuan itu di bawa ke tanah yang sudah ditunjukkan Tuhan baginya, bukan Ishak yang pergi ke tanah leluhurnya, kenapa? Abraham ingin membentuk satu keluarga yang sahati-sepikir dalam Tuhan, yaitu menyembah Allah israel yang membawa dia keluar dari tanah nenek moyagnya. &lt;br /&gt;3. Tujuan dari melamar seseorang bukan sekedar menyatu dua hati, tetapi mencari kesesuaian sampai tiba pada pernikahan yang disepakati.Lamaran merupakan prosesi menuju pernikahan, di mana dibutuhkan kesesuaian dari keluarga besar untuk mempersatukan putra-putri mereka. Hari ini kita sedang menerima kedatangan keluarga pihak laki-laki untuk melamar putri di rumah ini menjadi calon mempelai bagi putra mereka. Perlu adanya kesesuaian dari dua keluarga, di mana kedua keluarga ini datang dari dua suku yang berbeda, budaya yang berbeda dan pola pendidikan yang berbeda. Tentu jika masing-masing menonjolkan diri, kesesuai tidak akan tercapai. Ibarat penarik tambang, untuk memenangkan tarik tambang, masing-masing anggota kelompok tidak bisa menonjolkan kekuatannya, tidak bisa saling berebutan, tapi mencari kesepakatan, keserentakkan menarik ujung tambang agar bisa memenangkan kompetisi.&lt;br /&gt;4. Rasul Paulus sangat tahu pentingnya kerjasama dalam membangun kerajaan Allah. Ketika di jemaat Filipi ada dua orang perempuan (Euodia dan Sintikhe)yang suka bertengkar, karena adanya perbedaan-perbedaan mereka, Paulus mendorong kedua perempuan itu untuk berdama, sehati-sepikir (Fil 4,2. Paulus memakai kedua perempuan ini sebagai contoh untuk membicarakan tentang damai sejahtera dengan cara mencari kesesuai di berbagai perbedaan.&lt;br /&gt;5. Dalam dua keluarga besar ini ada perbedaan-perbedaan karena latar belakang suku, itu bisa saja menjadi ajang pertengkaran, jika masing-masing menonjolkan kelebihan dan mencari kekurangan yang lainnya, tapi melalui nats ini juga kita disorong untuk sehati sepikir. Sehati sepikir, tidak harus sama dalam segala hal. Nyanyian menjadi bagus bukan karena sama nada, tapi berbeda dan dinyanyikan secara harmoni. Keindahan nyanyian nampak dari kesesuaian antar suara. keindahan keluarga ketika perbedaan bisa disesuaikan dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan yaitu perkawinan yang kudus dalam ikatan jiwa yang dikasihi Kristus. istilah sehati-sepikir dipakai Rasul paulus mengesankan mengenai kesesuaian.&lt;br /&gt;6. Bagaimanakah mencapai kesesuaian dan tujuan yang sama? Dalam nats ini ada empat K,yang diperluka, yaitu :&lt;br /&gt;- Kesamaan tujuan : Setiap kelompok hendaklah mencari apa kesamaannya dengan kelompok lain dalam mencapai tujuan, jangan mencari perbedaan. Contoh, Kedua calon mempelai pernah menjadi ketua PaDus di gerejanya. Akan lebih menarik membicarakan itu untuk menyesuaikan pertemanan daripada mencari apa yang membuat mereka berbeda. Jangan membicarakan bola saat menonton konser musik, bisa terusik pendengar. Teman saya selalu mencari perbedaannya dengan sauminya, maka mereka akan mengakhiri pertemuan dengan pertengkaran.&lt;br /&gt;- Komunikasi : Komunikasi sangat dibutuhkan dalam mencapai kesesuaian. Ada Lagu Batak dengan judul "Di Tao ni Ajibata" si A mendapat cincin sebagai tanda mata dari si B, oleh suatu hal Si B menikah dengan orang lain, si A marah dan membuang cincin itu. Komunikasi verbal menyatakan ketidak sesuaian. Tap ada juga cerita dari samudra Atlantik, ketika suami sedang bermain ski, jari manisnya mengecil, dan cincin terjatuh tanpa dia sadari. Waktu istrinya melihat jari suaminya dia berteriak kaget menanyakan cincin suaminya. Sang suami juga kaget, lalu dia berkata :'comotkan cincinmu dan lemparkalah ke samudra sana!' istrinya menolak, dia berkata bahwa mereka sanga butuh uang, bagaimana mungkin di situasi yang sulit ini, dia membuang cincin mas? Tapi si suami berkata, "lemparkanlah supaya cincin kita tetap bersatu di dasar samudra itu!' dan istrinyapun melemparkan cincinnya. Ada banyak pasangan yang tidak mengkomunkasikan apa yag ada di hatinya, sehingga tidak tercapai kesesuaian. maka komunikasi adalah cara mencari persamaan dan menyesuaikan perbedaan.&lt;br /&gt;-Kerjasama : Kelompok yang baik dan menghasilkan nilai baik jika mau kerjasama, bukan bekerja bersama-sama. Jika Istri mencuci piring, supaya cepat selesai kerja, suami akan membantu mencuci kain atau sebaliknya dengan bekerja sama, penarik tambang akan dapat memenangkan kompetisi.&lt;br /&gt;Komitmen : Keutuhan suatu hubungan jika masing-masing berkomitmen saling mengasihi, saling menolong, saling merendahkan hati dan saling mendukung. Komitmen membuat seseorang bertekad berjuang melamapaui kesulitan. Putra saya Jerry yang punya kebiasaan isap jempol berkomitmen untuk tidak lagi mengisap jempolnya pada usia 7 tahu, waktu dia sudah kelas dua dan sabuk hijau pada kelompok taekwendoo nya. Waktu baru masuk kelas 2, saya memintanya menepati komitmennya, tapi dia berkata, bahwa dia belum 7 tahun dan masih sabuk hijau streep. Ketika dia berusia 7 tahun dan dinyatakan lulus ujian untuk masuk sabuk hijau tanpa saya minta dia menghentikan kebiasaannya. Komitmennya membuat dia mampu tidur nyenyak walau tidak mengisap jempolnya dulu seperti biasa. Artinya jika dua anak manusia hendak mencari kesesuaian, dan masing=masing berkomitmen saling menghormati, apapun perbedaan tidak akan menghalangi tujuan karena, setiap perbedaan akan diterima dan disesuaikan.&lt;br /&gt;7. Bagi paulus, sukacita itu akan sempurna jika anak-anaknya hidup dengan baik, sehati sepikir dalam perbedaan. Sebagai orang-orang percaya kepada kristus, kita kerap menghadapi tantangan dan hambatan. Bisa saja pendidikan perempuan yang lebih tinggi di masyarakat kita yang menganggap harus laki-laki lebih tinggi, menjadi sesuatu hambatan. Maka pada acara lamaran ini, perlu belajar bagaimana cara agar dapat 'menarik' bersama-sama, yaitu untuk tetap sehati-sepikir di dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan. Paulus memohon agar mereka menarik bersama-sama dan bekerja sama untuk menghormati sang Tuan. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-1322921314453595682?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/1322921314453595682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/12/filipi-2-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/1322921314453595682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/1322921314453595682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/12/filipi-2-2.html' title='Filipi 2, 2'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-3907488699329646817</id><published>2011-05-20T19:19:00.000-07:00</published><updated>2011-05-20T19:20:16.541-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='22 Mei 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Matius 21, 14-22</title><content type='html'>“Nyanyikanlah Nyanyian Baru bagi Tuhan”&lt;br /&gt;1. Peristiwa ini sesuai dengan nubuatan Nabi Yesaya dan Zakaria bahwa Mesias akan masuk ke Yerusalem untuk terakhir kalinya untuk menunjukkan ke Mesiasa Nya pada para pemimpin Israel, sekaligus menyatakan bahwa Sion adalah kotaNya. Dia juga membuat dua peristiwa yang luar biasa di Bait Suci Yerusalem dan Betania, yang mencengangkan bagi pemimpin Israel, supaya setiap pujian tertuju hanya kepada Yesus, Mesias yang dijanji, yaitu : penyembuhan terhadap orang buta dan lumpuh. Dua kelompok masyarakat yang cacat fisik ini, tidak diperkenankan secara aktif dalam kegiatan ibadah di Bait suci (bnd. 2 Sam 5,8), tetapi kuasa Yesus memungkinkan mereka ikut aktif dalam pelayanan di rumah ibadah (Kis 3,2). Dampak dari penyembuhan itu adalah respon yang menakjubkan dari anak-anak dan rasa jengkel dari dari imam-imam. &lt;br /&gt;2. Di salah satu perayaan Paskah remaja, saya diundang berkhotbah. Dari awal hingga selesai ibadah, saya tidak disapa pemimpin jemaat itu, yang sudah senior, saya tidak tahu alasannya, tapi saya melihat respon penolakan terhadap pengkhotbah lain di tempat itu. Dua hari lalu, saya berkotba untuk lansia di salah satu gereja non Batak, sungguh luar biasa sambutan pendeta setempat, padahal dia masih muda, tapi dia merespon kehadiran saya dengan kehangatan dan merespon baik khotbah saya. Dia tidak merasa tersaingin dengan kehadiran pengkhotbah lain, karena dia punya tujuan dalam mengarahkan pujian pelayanan. Saya langsung dapat memaknai respon orang yang di Yerusalem kepada Yesus ketika itu dengan pengalaman saya ini. &lt;br /&gt;3. Anak-anak yang cenderung polos, belum nampak daya saing melihat mujizat penyembuhan yang dilakukan Yesus dengan takjub, mereka mengelu-elukan Yesus, memusatkan setiap pujian atas kuasa Yesus. Sulit mencari karakter seperti anak-anak yang bangga dengan keberhasilan orang lain, bahkan terkadang kita mengajar anak lewat sikap kita untuk tidak mau memuji keberhasilan sesamanya, tapi teriakan “Hosana” adalah bukti kemuliaan Tuhan telah nyata di dunia, pemulihan telah terjadi, bahwa Mesias, Anak Daud telah hadir di kotaNya membawa kesembuhan bagi dunia. Hal ini juga menyatakan keilahian-Nya sejak&lt;br /&gt;Yesus menerima pujian semua hanya diperuntukkan bagi Allah. Selain itu memperkuat kebenaran bahwa rendah hati dan sikap kekanak-kanakan sering melihat kebenaran rohani lebih jelas dan canggih, meskipun mereka seringkali tidak menyadari penuh signifikansi dari pujian itu. &lt;br /&gt;4. Para Imam (orang dewasa) yang sudah mapan dengan keberhasilannya di masa lalu, sulit menerima ketika ada kuasa yang melebihi kuasa mereka, sehingga pujian pihak lain pun menjadi menjengkelkan karena merasa berkurang kepopulerannya. Inilah yang sering kita jumpai di tengah kehidupan kita, bahkan di gereja, ada yang merasa tersaingin, ada yang menolak kelebihan orang lain, sebab selalu memusatkan diri sebagai focus dari semua pujian, sehingga untuk Tuhan tidak ada yang tersisa. &lt;br /&gt;5. Maka sebagai pihak berwenang mereka mempertanyakan otoritasNya, apa hakNya membuat mujizat di di bait suci, di wilayah kekuasaan mereka? Padahal tindakan Yesus sangat menunjukkan signifikansi mesianik. Oleh karena itulah, untuk mempertegaskan kemesiasanNya dalam ay 16 Yesus berkata, "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?" (bnd. Mzm 8,2). Itu berarti bahwa tidak ada yang bisa menghempang pemujian pada Tuhan, tidak juga kuasa di dunia. &lt;br /&gt;6. Kalau ada di dunia ini merasa berkuasa menghempang pemberitaan Injil, menghempang tempat peribadahan pada Tuhan, menghempang mulut memuji Tuhan, tetapi Yesus mampu menerobos benteng apapun yang menghempang, termasuk penyakit fisik, bisa diatas, sehingga mereka boleh beribadah secara aktif memuji Tuhan.&lt;br /&gt;7. Yesus sangat menghendaki bahwa bait suci adalah tempat pemujian pada Tuhan bukan pada manusia, itu juga sebabnya Dia mengadakan penyucian bait suci sebelum melakukan ibadah penyembuhan dari pihak yang mencari untung di bait suci, dari pihak yang melakukan transaksi bisnis di rumahNya, dari pihak yang mengotori kekudusanNya baitNya yang kudus. Artinya secara internal, sebagai pihak yang ada di dalam gereja kita perlu menyatakan kemuliaan Tuhan, tanpa merasa tersaingi.&lt;br /&gt;8. Janganlah respon populer untuk tindakan Yesus kita anggap memperburuk keadaan kita sebagai pelayan dan umat Tuhan, seperti imam kepala dan&lt;br /&gt;guru hukum ketika itu, baiklah kita bersukacita dengan respon yang baik, respon yang memuliakan Tuhan. &lt;br /&gt;9. Kuasa kedua terjadi di pagi hari di Betania yang mengutuk pohon ara. Yesus diikuti para murid masuk ke Betania, mereka melewati pohon ara di suatu tempat antara Betania dan Yerusalem. Daunnya lebat. Kelebatan daun hijau adalah gambaran bahwa pohon itu pasti menhghasilkan buat yang sedikitnya bisa dikonsumsi orang yang lewat.  Karena peristiwa ini terjadi pada bulan April, seminggu sebelum paskah, di mana waktu itu adalah musim buah, tentu Yesus berpikir di sana ada buah yang boleh memberi kelegaan, disamping daun biasanya menunjukkan prospek buah, walaupun tidak sepenuhnya matang. Namun pohon itu tidak memberi buah, dia bertumbuh terus namun tidak menghasilakn apapun. Yesus mengutuk pohon itu dan kering sampai ke akar-akarnya. Yesus mengutuk setiap pertumbuhan yang tidak berbuah. Mungkin itu jugalah alasan mengapa Yesus pernah berkata: Tidak semua orang yang mengatakan Tuhan…Tuhan… masuk ke dalam kerajaan surga’ artinya tidak semua orang yang tekun, setia dalam ibadah bisa menjadi pewaris jika tidak menghasilkan buah iman yang memberi kelegaan bagi sekitar. &lt;br /&gt;10. Peristiwa pohon ara juga hendak menegaskan bagi kita bahwa luar bait suci pun harus terdengar pujian bagi Tuhan. di mana pun orang Kristen tinggal akan menunjukkan pujiannya hanya pada Tuhan, tidak menjadi berbeda ketika berkotbah dan tidak berkotbah, ketika di dalam gereja dan di luar gereja. Di dalam atau di luar harus terus bersinar cahaya Kristus lewat sikap hidup yang benar, yang beriman hanya kepada Yesus. &lt;br /&gt;11. Daun-daun di pohon ini menyarankan agar setiap pohon memberi buah, tapi dari pihak Yesus ini menjadi kesempatan mengajar murid-murid-Nya suatu kebenaran penting dengan menggunakan pohon ini sebagai pelajaran. Dia mengutuk pohon itu, bukan karena gagal menghasilkan buah, tapi karena penolakan untuk bertobat, untuk memuliakan Tuhan. Inti dari kutukan itu adalah gambaran dari penolakan orang Israel terhadap Mesias, maka setiap penolakan memuji Tuhan akan dikutuk. &lt;br /&gt;12. pohon ara menggambarkan segmen orang Yahudi dalam generasi Yesus, yaitu&lt;br /&gt;kemunafikan, berpuara-pura sebaagi bangsa Allah, tapi tidak berbuah! Mereka amndul secara rohani. Pengutukan ini berkaitan dengan penyucian Bait Allah  dari pedagang Bait Allah dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat tetapi tidak&lt;br /&gt;dengan anak-anak, orang buta dan lumpuh. Yesus mengutuk seluruh&lt;br /&gt;pohon bahkan akar-akarnya, bukan hanya bagian-bagian yang terbukti tidak berbuah. Tapi secara menyeluruh. Dalam kutukan pohon ara ini meningatkan kita tentang penghakiman atas ketidakpercayaan. Dia menggunakan keajaiban untuk mengajar mereka tentang kekuatan doa dalam iman. &lt;br /&gt;13. Dengan iman doa semua boleh nyata bahkan, tidak hanya mengutuk pohon ara, Yesus bahkan memberi kuasa untuk membuat tindakan hiperbol, membuat gunung beranjak ke laut hanya dengan iman!&lt;br /&gt;14. Marilah bernyanyi, memuji Tuhan secara baru lewat sikap hidup yang berkarakter sebagai pewaris kerajaan Allah, supaya setiap yang kita pinta boleh nyata di bumi dalam doa dan kebenaran amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-3907488699329646817?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/3907488699329646817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/05/matius-21-14-22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/3907488699329646817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/3907488699329646817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/05/matius-21-14-22.html' title='Matius 21, 14-22'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-6639037260778191646</id><published>2011-04-22T23:15:00.000-07:00</published><updated>2011-04-22T23:16:58.941-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='24 April 2011 di Parheheon Ina HKBP Depok I'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Paskah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Johanes 20,1-10</title><content type='html'>“Kebangkitan Yesus:&lt;br /&gt;                               Perjumpaan Injil dan Perempuan” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pada hari minggu seperti ini, biasanya para perempuan menghias gereja dengan merangkai bunga krisan warna putih dan kuning; warna kebangkitan, warna yang menunjukkan makna kehidupan seperti warna pakaian seksi perempuan pada ibadah ‘parheheon’ seksi perempuan Depok I hari ini, dengan harapan supaya semakin bangkit dari keterpurukan, bangkit dalam pelayanan, walau menurut seorang penulis mengenai seruan dan tanggung jawab Kristen mengatakan :”kadang saya berpikir bahwa perempuan lebih banyak di surga dibanding laki-laki’ mengingat lebih banyaknya perempuan yang aktif di ibadah, pelayanan dan pekerjaan social. Pernyataan ini banyak disangkal para laki-laki, seorang pendeta laki-laki bahkan berkata, ‘itu hanya kwantitas belum tentu kwalitas’. &lt;br /&gt;2. Tapi saya hendak mengatakan bahwa kebangkitan Kristus membawa warna baru bagi perempuan yang secara tradisi tidak bisa memberitaka atau menjadi saksi untuk sesuatu kejadian, tapi dalam kebangkitan Kristus, Maria Magdalena tampil sebagai saksi, sebagai pemberita pertama tentang kubur yang terbuka, tentang Yesus yang tidak lagi di tempat. Memang Maria tidak masuk ke kubur itu, tapi dari mulut kubur dia melihat peristiwa kosongnya kubur, dan itu menjadi informasi penting yang membuat dia berlari menyatakan kepada orang bertemu dengannya, kepada Petrus dan murid lainnya bahwa kubur kosong!&lt;br /&gt;3. Berita yang disampaikan Maria menjadi berita yang menggemparkan bagi para murid, sehingga berlomba-lomba mereka untuk lebih dulu sampai di kubur Yesus. Tulisan Yohanes tentang kebangkitan Yesus bukan hanya sekedar biografi, tetapi pemaknaan bahwa Yesus yang mati sudah bangkit dan itu membawa pembaharuan bagi umat manusia, termasuk bagi para perempuan sehingga menjadi diterima sebagai pemberita inijil, menjadi saksi kebangkitan Yesus. Yohanes tidak kebetulan saja menulis bahwa Yesus harus bangkit dari antara orang mati. Dia menulis  dengan kata harus hidup, karena demikian kehendak Allah yang berkedaulatan. Tema ini sering muncul dalam Injil Yohanes. IA HARUS BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI (ay. 9)&lt;br /&gt;4. Yohanes hendak memberitakan; kebangkitan itu bukti bahwa Yesus tidak seperti manusia lain, bahwa Dia sungguh-sungguh Anak Allah. Dalam kebangkitan itu ada peninggianNya sebagai Putra Bapa, karena dalam kebangkitan itulah terlihat makna sesungguhnya dari kematianNya. Kebangkitan itulah dasar iman kekristenan  untuk memasuki kekekalan.&lt;br /&gt;5. Berita kebangkitan Yesus telah diberitahukan Yesus kepada para murid sebelum Dia mati di kayu salib, namun kecenderungan manusia memakai dengan logika, bukan iman, menyebabkan murid tidak begitu memperhatikan maksud kebangkitan itu, sehingga hari minggu pertama, setelah kematianNya, sebagaimana tradisi Yahudi, Maria Magdalena pergi ke kubur untuk meminyaki jenazah Yesus. Yohanes tidak menjelaskan proses kebangkitan sebagaimana kitab Matius 28,1-2, tetapi langsung pada Yesus bangkit dan Maria Magdalena melihat batu penutup kubur terbuka, dengan asumsi bahwa mayat Yesus dicuri.&lt;br /&gt;6. Maria Magdalena, seorang perempuan yang pertama sekali melihat kejadian itu, bersama temannya yang tidak disebut siapa namanya (ay. 2: bnd. Kata kami), dan melihat kubur terbuka (Yun. Blepei). Terbukanya kubur membuatnya berlari memberitakan bahwa Tuhan diambil orang, dia tidak masuk, tapi ‘terbuka kubur’ langsung diasosiasikan hilangnya mayat Yesus. Memang pada masa itu perampok kubur tidak jarang terjadi ketika itu di sekitar Yerusalem, maka Maria mengasumsikan bahwa beberapa musuh Yesus telah mencuriNya..&lt;br /&gt;7. Mendengar berita Maria, Petrus dan murid lain segera pergi ke makam, namun petrus didahului murid lain, yang lebih dahulu dari dia, melihat (blepei) ke dalam tapi tidak masuk, sehingga hanya melihat kain kafan terletak di tanah. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus tidak mungkin dicuri, jikalau Dia dicuri pasti kain kafan yang menutup tubuhNya akan dibawa serta, karena harga kain itu sangat mahal. Murid pertama yang melihat (blepei), dari mulut kubur, tapi tidak masuk, sehingga tidak tahu persis apa yang terjadi, disamping mungkin mereka tidak mau mengotori  kesucian diri dengan melanggar ritual Yahudi masuk ke dalam makam. Ketika Petrus tiba di makam, ia menerobos masuk. Peturs memang seorang yang emosional, maka mendengar kubur kosong di berlari masuk dan menerobos ke dalam. Dia hendak mengetahui persis apa yang terjadi mengenai tubuh Yesus. Dia juga melihat (YUn. theopei : melihat dengan saksama) pakaian linen pemakaman (Yun. &lt;br /&gt;ta othonia) tapi juga kain yang menutupi kepala Yesus '(Yun. soudarion, bnd. 11:44). Terlipat baik.&lt;br /&gt;8. Petrus menyadari bahwa Yesus bangkit, karena tidak mungkin ada kesempatan bagi pencuri untuk merapikan kain penutup kepala Yesus jika mayat itu dicuri. Didorong oleh keberanian Petrus, murid lain yang diduga adalah Yohanes datang dan melanjutkan ke dalam kubur, ia melihat (Yun. eiden, melihat dengan cara cerdas). Ini menjadi bukti baginya bahwa Yesus telah bangkit dari kematianNya. Kebangkitan Yesuslah yang membuka penutup kubur itu. &lt;br /&gt;9. Meskipun dia belum tahu isi kitab suci, namun dia percaya akan kebangkitan Yesus, sebagaimana tertulis bahwa DIA HARUS BANGKIT (9). Dalam iman, ia kembali bersama Petrus ke rumah. Tidak dijelaskan apakah Petrus percaya, tetapi kepada murid lainnya (Yohanes) dikatakan bahwa dia menjadi percaya; itulah yang dikatakan oleh Yesus: ‘berbahagialah orang yang percaya walau tidak melihat’. Murid itu tidak memerlukan pembuktian, dia tidak berlogika, tapi dorongan imannya menunjukkan bahwa imannya telah melangkah maju. Penemuan Maria Magdalena menjadi awal pemberitaan kebangkitan Yesus. Dengan pemberitaan itu, ada orang yang percaya meski tidak melihat.&lt;br /&gt;10. Pada pesta ‘parheheon’ hari ini, para perempuan juga dipanggil untuk selalu menjadi pemberita injil, memberitakan tentang Yesus sudah bangkit, kubur terbuka sebab Dia tidak mati. &lt;br /&gt;11. Ada penelitian mengatakan bahwa perempuan sangat suka bicara, membicarakan apa saja. Ketika suami tidak mau diajak biasa para perempuan pergi cari teman untuk ngobrol, kalau cerita inti habis maka para perempuan itu akan membicarakan apa saja, bahkan bisa ngegosip yang bisa berdampak negative, maka saya selalu usulkan supaya mengisi waktu itu dengan berbicara yang baik, kalau membicarakan kekurangan orang itu menjadi intropksi diri sekaligus menjadi cerminan supaya tidak bertidak seperti orang yang tidak kita sukai. &lt;br /&gt;12. Maria Magdalena menjadi sangat penting pada peristiwa kebangkitan Yesus karena dia tidak menggosip bahwa ada pencuri, tapi yang dia  katakana kubur kosong, kalau kemudian dia terlalu banyak terikat secara emosional, sehingga lama mengetahui bahwa Yesus sudah bangkit oleh air matanya, itu karena sifat perempuan yang sensitive dalam hal kepemilikan. Tapi yang perlu kita ikuti dari Maria Magdalena jadi perempuan yang aktif dan yang pertama menceritakan kebenaran, kebaikan bukan hal-hal buruk dan negative.&lt;br /&gt;13. Selamat paskah, selamat menjadi perempuan yang di terima Kristus menjadi alat pemberita injil!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-6639037260778191646?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/6639037260778191646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/04/johanes-201-10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/6639037260778191646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/6639037260778191646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/04/johanes-201-10.html' title='Johanes 20,1-10'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-771128779477060181</id><published>2011-04-21T06:22:00.000-07:00</published><updated>2011-04-21T06:24:38.891-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Jumat Agung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='22 April 2011 HKBP Depok I'/><title type='text'>Yeaya 52,13-53,12</title><content type='html'>“Menderita untuk Memberi Hidup”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. ‘The beast and the beauty’ merupakan dongeng yang dimnati anak-anak dulu hingga kini, yang membuat anak-anak di seluruh dunia tercengang, bahkan di zaman tekhnologi ini, karena si buruk rupa yang tidak menarik perhatian orang, karena tidak menyerupai manusia, tiba-tiba menjadi pria tampan oleh bisiskan cinta perempuan cantik. Ketercengan anak-anak terjadi saat si buruk rupa yang tidak masuk hitungan manusia berubah menjadi pusat perhatian karena ketampanannya.&lt;br /&gt;   2. Demikian Nyanyian Hamba Tuhan yang keempat ini (52,13-15), dalam kitab Yesaya, di mana semua bangsa bahkan raja-raja tercengang ketika hamba Tuhan yang tidak menyerupai manusia itu, yang tidak pernah menarik perhatian orang lain, tiba-tiba menjadi pusat perhatian semua bangsa karena tindakan cintaNya yang luar biasa, di mana tubuh lemah, fisik yang tak mungkin menolong, memberi diri menjadi tumbal dosa, sehingga bisa menjalani keselamatan orang-orang yang harusnya berdosa.&lt;br /&gt;   3. Nyanyian hamba ini, dimulai dengan keberhasilanNya, di mana Dia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan oleh seluruh bangsa. Pengulangan kata yang bermaksa sama dalam bahasa Ibrani, seperti ditinggikan, disanjung dan dimuliakan, hendak menunjukkan bahwa Dia sungguh-sungguh berhasil, bahwa tindakan cinta, dengan kerendahan hatiNya turun dari kemuliaan menjadi rupa hamba mendapat nilai baik sehingga dimuliakan, ditinggikan dari orang yang tidak berarti menjadi sangat berarti.&lt;br /&gt;   4. Hamba yang awalnya tidak dipedulikan, dihina bahkan dianggap tidak punya arti apa-apa karena keburukan fisikNya, boleh menerima pemuliaan karena sikap dan tindakanNya yang membuat semua bangsa menjadi hidup, dipulihkan dan diangkat dari jurang maut (53,4).&lt;br /&gt;   5. Nyanyian ini lebih jauh membicarakan penderitaan yang dialami Hamba Tuhan (bnd Mzm 22), karena usaha penyelamatan yang dilakukanNya. Dengan sabar, Dia menanggung banyak penganiayaan, disiksa, ditindas (53,7), namun tidak melakukan perlawanan, tidak membuka mulut untuk membantah ketidakbenaran yang dibebankan padaNya. Hal ini membuat mereka yang menyaksikan menjadi tercengang dan tertegun, (52,14-15; 53, 2-3; 7-9). Keburukan rupa yang tidak seperti manusia tapi sanggup memberi kehidupan bagi manusia, dipandang sangat luar biasa. Penganiayaan yang dialami merupakan tindakan penghapusan dosa dunia, (53,4,6,10-12) Sikap yang membuat Dia menjadi berhasil dihadapan Allah.&lt;br /&gt;   6. Gambaran penderitaan hamba Tuhan yang dinubuatkan nabi Yesaya adalah penderitaan dan kematian Tuhan Yesus. Penderitaan ini merupakan hal penting dalam kehidupan orang Kristen. Tuhan Yesus menjelang disalibkan mengamanatkan pada murid-murid-Nya agar mengingat penderitaan-Nya melalui Perjamuan Kudus. Dengan perjamuan kudus yang nanti akan kita lakukan, kita akan mengingat bahwa Yesus menderita, disiksa bahkan disalib dan mati untuk menghapus dosa dunia. Dengan mengingat itu, kita tahu bahwa dosa kita telah disucikan dengan darahNya, maka adalah wajar jika kita pun siap mengampuni orang yang bersalah terhadap kita.&lt;br /&gt;   7. Sentralitas penderitaan Tuhan Yesus tidak hanya terjadi dalam pemberitaan Perjanjian Baru, tapi juga telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Sekalipun lebih jelasnya kita tahu dari Perjanjian Baru. Perikope kotbah ini (Yesaya 52:13-53:12), merupakan indikasi mengenai penderitaan Tuhan Yesus. Yang digambarkan dengan figur penderitaan seorang Hamba Tuhan. Penderitaan ini, hendak mbandingkan detail pengalaman Tuhan Yesus yang melalui jalan salib (via dolorosa). Dari dua pengalaman ini, kita dapat menemukan kesamaan yang mengejutkan dan jauh dari kebetulan. Pararel ini mendorong kita untuk menyimpulkan bahwa hanya Tuhan Yesus, dan Dialah yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya dalam figur Hamba yang menderita.&lt;br /&gt;   8. Ada beberapa bagian yang saling terjalin satu dengan yang lain dalam perikope ini untuk memudahkan kita memahami berita tentang Tuhan Yesus yang turun dari kemuliaanNya menjadi rupa manusia, mencemarkan diri menjadi rupa hamba demi keselamatan umat manusia, yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Hamba Tuhan mengalami penderitaan, dihina, tidak dipedulikan, bahkan kesalahan yang dilakukan orang lain dibebankan padaNya. Dia tidak dipandang karena fisikNya yang buruk, Dialah Yesus Kristus yang turun ke dunia, menjadi rupa hamba mengambil alih dosa manusia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Sang Hamba yang tunduk pada AllahNya, rela merendahkan diri menerima penghargaan dengan menjadi orang yang dipermuliakan. Dia diangkat dari kerendahanNya, dari rupa Hamba menjadi rupa Allah. Kerendahan hatiNya membuat Dia berhasil sehingga ditinggikan, disanjung dan dipermuliakan. Ini catatan bagi setiap kita, bila kita tetap rendah hati pada kehendak Tuhan, maka kita akan diangkat menjadi pewaris kerajaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          Sebagaimana orang tidak peduli padaNya oleh keburukan rupa, demikianlah Dia menjadi pusat perhatian semua bangsa, bahkan raja-raja tercengan, mengatubkan mulut melihat keberhasilanNya. Dia yang dipandang rendah berubah menjadi sangat diagungkan. Demikianlah Tuhan Yesus, banyak orang tidak percaya, menolak dan menghina kasihNya melalui salib, tapi sebagaimana keyakinan Rasul Paulus bahwa semua lutut akan bertelut, semua mulut akan berseru Yesus Kristus, Raja, dampak dari kasihNya yang mengampuni dan tidak memperhitungkan dosa dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ketiga ayat dalam Pasal 52 ini merupakan ringkasan dari pasal 53. Ay 13. merupakan dampak dari ay 4, di mana disebutkan penderitaan yang dialami bukan karena dosaNya, tapi karena orang lain. Kerelaan berkorban dari Hamba Tuhan membuat Dia menjadi berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ayat 14 dan 15, suatu pernyataan yang tidak terpisahkan, di mana terjadi perbandingan antara ketercengangan manusia karena kuburukan rupaNya (14), tetapi berbalik tercengang (15) karena perbuatan penyelamatanNya, suatu tanggapan yang mencengangkan bangsa-bangsa atas keberhasilanNya mengambil alih dosa dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Jika kita perhatikan pasal 53:1-4 mengenai penderitaan sang Hamba, terlihat suatu penderitaan yang begitu dasyat. Ada orang menafsirkan ini bahwa penderitaan itu dialamiNya tentulah karena dosaNya, sehingga Tuhan menghukumNya. Dia menanggung dosa yang serius, sehingga Dia menderita, namun ay. 4 sangat jelas menegaskan, bukan karena dosaNya, tapi Dia memikul dosa dunia, dosa orang lain. Penegasan ay 4, ini membuat orang tercengan, mengatupkan mulutNya, tidak sanggup mengatakan tentang keajaiban kasih hamba Tuhan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Apa yang disaksikan pada diri sang Hamba adalah hak yang belum pernah mereka lihat atau dengar sebelumnya. Pengalaman sang Hamba mengubah secara total konsep mereka mengenai penderitaan dan berkat. Sang Hamba melalui penderitaan-Nya, ditinggikan jauh melampaui kemuliaan pada raja, sehingga "Rajaraja mengatupkan mulut" dalam keheranan mereka. Gambaran ini menunjukkan bahwa mereka begitu tercengang, sehingga mereka bagaikan orang bisu, yaitu mereka tidak dapat mengungkapkan apa yang mereka saksikan dan dengar dengan kata-kata. Apa yang terjadi pada diri sang Hamba melampaui segala pengertian mereka. Suatu tindakan di luar logika manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Dia yang lemah, yang tidak memperjuangkan hakNya, supaya bebas dari hukuman, yang dipandang hina oleh bangsa, tampil menjadi hamba yang kuat, yang tidak membantah, tidak membuka mulut atas hak, karena untuk menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Demi keselamatan manusia, apapun perlakuan buruk manusia yang dibebankan padaNya, Dia terima, yang bukan hukumanNya, Dia tanggung; semua demi cintaNya akan dunia ini, Dia menghendaki keselamatan umat ciptaanNya, supaya semua beroleh kemuliaan. Selayaknya, kita yang hilang (ay 6), karena menempuh jalan yang salah, tapi Dia bertindak menjadi Juru mudi kita, menuntun dan mengarahkan jalan menuju terang, supaya kita tahu ke arah mana jalan kekekalan. Karena cintaNya, Dia dikenakan hukuman yang seharusnya, kita tanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Tidak melawan, bukan karena tidak mampu. Dia diam 1000 basa, bukan karena Dia tidak punya bahasa, tapi semua kevakuman itu terjadi hingga Dia disesah karena ingin menyelamatkan dunia. Dia memberi diri menjadi tumbal dosa, sebagai kurban perdamaian supaya kita masuk pada kemuliaan Bapa di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.Sikap rendah hati dan ketundukan pada yang mengutusNya, menjadi alasan mengapa Dia ditinggikan. Lalu, apakah respon kita sebagai orang yang menerima kehidupan di balik kematian Tuhan Yesus? Rasul Paulus memusatkan seluruh kotbahnya setelah mengenal keselamatan dalam Yesus dan menghidupinya, untuk selalau melakukan kebaikan dalam kerendahan hati, tidak membalas kejahatan yang dibuat orang pada kita dengan kejahatan, sebaliknya mengasihi mereka, sebab Kristus yang ikuti imani itu pun mati untuk keselamatan kita, tidak membalas kejahatan kita dengan menghukum tapi mengangkat kita menjadi anak-anak Tuhan, adik-adik dari Yesus Kristus. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat merayakan jumat agung, merayakan penyelamatan Yesus Kristus atas hidup kita!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-771128779477060181?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/771128779477060181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/04/yeaya-5213-5312.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/771128779477060181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/771128779477060181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/04/yeaya-5213-5312.html' title='Yeaya 52,13-53,12'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-8565458344769420359</id><published>2011-04-09T03:28:00.000-07:00</published><updated>2011-04-09T03:30:15.398-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='10 April 2011 HKBP Depok I'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Kejadian 22, 1-13</title><content type='html'>“Mempersembahkan dengan Iman”&lt;br /&gt;1. Anak adalah bagian terpenting, melebihi harta benda bagi keluarga Yahudi, khususnya anak laki-laki, karena dalam diri anak tersirat jati diri keluarga dan kesinambungan garis keturunan. Tanpa anak, keluarga dianggap kurang sempurna, bahkan tidak diakui dalam masyarakat, sehingga tanpa anak, seorang laki-laki Yahudi boleh menikah, atau mengambil selir untuk mendapatkan anak. Abraham termasuk salah seorang tokoh Alkitab yang mengambil Hagar sebagai gundik untuk mendapat anak, sebelum Sarah memberinya. &lt;br /&gt;2. Begitu berharganya anak dalam keluarga Yahudi, tentu hal mustahil bagi mereka memberi anaknya bahkan untuk dirawat orang lain pun, apalagi untuk dipersembahkan sebagau kurban bakaran. Kalau persembahan sebagai nazar seperti Samuel oleh Hanna, mungkin banyak orang bisa melakukannya, namum untuk dibakar? Secara logika, tidak mungkin ada orang tua yang dengan rela mempersembahkan anaknya menjadi kurban bakaran, kecuali dia seorang yang ‘gila’&lt;br /&gt;3. Namun, bagaiamanakah Abraham yang sudah lama menanti kelahiran anak tunggalnya merespon Firman Tuhan yang berkata :"Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."? Dalam ay 1 memang dikatakan Allah mencoba Abraham, artinya  Tuhan membawa Abraham pada situasi untuk membuktikan imannya kepada Tuhan. Apakah dia akan menimbang-nimbang, berpikir dulu atau mencari alasan? Dia tidak melakukan itu, sebab sesungguhnya, Tuhan tidak pernah mencobai (Yak 1, 13). Memang Pemazmur pernah meminta supaya Allah mencobai atau mengujiya, untuk mengetahui sejauh mana kesetiannya pada Allah. Dari beberapa bagian Alkitab tersebut, kita mengetahui bahwa Allah sebagai subjek dan perencana pengujian. Pencobaan atau pengujian Allah tersebut tidak punya konotasi buruk.&lt;br /&gt;4. Dengan pemahaman di atas, Abraham memberi respon diluar perhitungan manusia. Dalam ay. 3, ditunjukkan bahwa Abraham, pada pagi hari berbenah untuk melaksanakan tugas itu, membawa Ishak ke Tanah Moria (Artinya penyebahan atau pembrontakan. Dari kata (“Yah/Jah” = nama Tuhan dan “Mir’eh” atau “môreh” = guru). Dari asal kata ini boleh juga diartikan bahwa Moria = adalah “Tuhan menunjukan”, seperti seorang pengajar /guru kepada muridnya. Dari tanah inilah Tuhan menunjukkan pada Abraham ke gunung mana mereka hendak pergi memberi kurban bakaran pada Tuhan.&lt;br /&gt;5. Abraham membawa Ishak untuk dipersembahkan. Tidak ada diskusi, tidak ada perdebatan, begitu dia mendengar Firman Tuhan, di bangkit berdiri dan melaksanakan tugas itu sebagaimana ketika Tuhan memanggilnya untuk keluar dari Ur-kasdim, menuju suatu tempat yang dia belum tahu ke mana arahnya, tapi percaya bahwa Tuhan pasti tuntun dan jamin masa depannya.&lt;br /&gt;6. Pengalaman Abraham saat dipanggil, di usia ke 75, dengan mengandalkan iman, bukan pikirannya, membuat dia percaya bahwa Tuhan yang mengutus Dia masuk ke tanah kanaan pada usia, adalah yang berjanji di usianya ke 86 tahun akan mendapat anak, itu Tuhan yang mengetahui secara pasti apa yang diperlukannya sebagai seorang ayah dalam keluarga. Karena sikapnya 'takutnya akan Allah', memercayai bahwa Allah itu baik dan benar dalam setiap keinginan-Nya, ujung-ujungnya kalau toh putranya harus mati sebagai korban bakaran; Abraham beriman bahwa "Allah berkuasa membangkitkan manusia sekalipun dari antara orang mati" (Ibrani 11:19), maka Abraham menuruti apa yang menjadi kemauan Allah nya. Mau mempersembahkan Ishak, putranya itu sebagai korban bakaran.&lt;br /&gt;7. Keyakinan itu yang membawa dia dan putranya ke Moria bersama dua bujang yang mengawalnya, namun tidak melibatkan hamba-hamba itu ikut dalam penyerahan persembahan, sebab dia menyuruh mereka tinggal, dia dan Ishak yang  memandang gunung tempat ke mana dia harus pergi dan mendirikan mezbah. &lt;br /&gt;8. Ishak memikul sendiri kayu bakar yang diperlukan dalam penyerahan kurban itu. Artinya, tindakan Abraham memberi kayu ke pundak Ishak merupakan tindakan Tuhan yang memberi tugas bagi Yesus memikul salibNya sendiri, sebab hidupNya adalah kurban pendamaian demi keselamatan dunia ini.&lt;br /&gt;9. Sebagaimana Abraham tidak membantah firmanNya, demikianlah Ishak tidak membantah perintah ayahnya, dia tunduk dan mengikuti ayahnya. Sikap dan iman Abraham yang setia pada Tuhan, ternyata menjadi panutan bagi anaknya. Seorang ayah beriman, setia, akan menularkan sikapnya pada anak dan sekitarnya. Sikap yang baik, tanpa dikatakan pun dapat mempengaruhi orang disekitar kita. Perbedaaan Abraham dan Ishak adalah Ishak bertanya pada sang ayah: “dimanakah anak domba itu?” dan Abraham tidak membuat pertanyaan apapun!&lt;br /&gt;10. Dalam perikope ini, ada 2 hal kekuatan iman Abraham  yg terungkap dari jawaban-jawaban Abraham, yaitu :  - Dalam ay. 5 ketika dia meninggalkan bujangnya, dengan berkata: : "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.". Sadar atau tidak, dia yakin bahwa dia tidak akan kehilangan apapun jika percaya kepada Tuhan, hal ini berkaitan dengan apa yang pernah dikatakan Tuhan Yesus, “barangsiapa takut kehilangan nyawanya, dia akan kehilangan tapi barangsiapa yang tidak menyanyangkan nyawanya dia akan memperolehnya’&lt;br /&gt;- Dalam ay. 8, dia menunjukkan imannya ketika menjawab pertanyaan anaknya, saat dikatakannya "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku."&lt;br /&gt;11. Pengenalan yang baik akan Tuhan membuat manusia menjadi tentaram dalam menjalani hidupnya, tidak gusar, tidak bimbang dan juga tidak memelukan jawaban yang logis atas apa yang dikehendaki Tuhan dari kita, sebagaimana Abaraham, dia mengenal Tuhan, dia mengimani tindakanNya, dia yakin Tuhan tidak berbuat yang melukai hatinya, maka ketika Tuhan meminta Ishak, dia memberi. Dia sadar bahwa Ishak adalah anak yang ditunggu, tapi juga adalah anak anugerah, yang dia peroleh di masa tuanya, yang secara medis tidak mungkin ia terima melalui proses alamiah untuk sebuah kelahiran. Kesadaran itu membuatnya menjadi tunduk dan siap menyerahkan apa yang menjadi hak Allah.&lt;br /&gt;12. Demikianlah kita sebagai umat Tuhan, jika suatu saat Tuhan menghendaki sesuatu yang harus kita persembahkan padaNya, mari memberi dengan sukacita, tanpa banyak debat dan diskusi, berilah dengan iman, sebab Tuhan tidak mengambil lebih dari apa yang kita miliki, tidak memberi beban lebih dari kemampuan kita. Dia tahu apa yang perlu bagi kita dan selalu keputusanNya baik untuk kita, bukan untuk mencelakan, hal ini nampak saat Abraham membuktikan imannya, Tuhan melarang Abraham membunuh anak itu, sebaliknya menggantikannya dengan seekor keledai.&lt;br /&gt;13. Demikianlah hendak setiap kita mempercayai rencana Allah, meski sulit dan di luar logika apa yang diminta Tuhan dari kita,  namun jika kita beriman dan percaya bahwa Tuhan pasti mengenal dan tahu keperluan kita, maka mari kita tunduk dan melakukan kehendakNya,. Hal ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi sekitar kita, bagi anak-anak kita,  bagaimana orang beriman dalam mengikut Tuhan, bahwa selalu menunjukkan kesetiannya, menunjukkan imannya dengan perbuatan, sebab Iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak 2, 17). Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-8565458344769420359?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/8565458344769420359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/04/kejadian-22-1-13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8565458344769420359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8565458344769420359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/04/kejadian-22-1-13.html' title='Kejadian 22, 1-13'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-7389378578118281719</id><published>2011-03-26T02:45:00.000-07:00</published><updated>2011-03-26T02:47:19.853-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='27 Maret 2011 di HKBP Depok I'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Markus 12, 41-44</title><content type='html'>"Memberi semua Nafkahnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kisah janda miskin yang seharusnya mendapat santunan dari bait Allah menjadi luar biasa bagi Yesus ketika dia memberi semua nafkahnya sebagai persembahan. Kisah seperti ini pernah terjadi di  GKJW Jemaat Sukolilo, Mbah Kahar -seorang kakek warga jemaat setiap bulan mendapatkan bantuan uang dari gereja untuk meringankan beban hidupnya sehari-hari. Pada bulan april 2004, ia meninggal dunia. Hal yang membuat semua warga jemaat terharu adalah ia membuat “wasiat” yang isinya adalah pesan agar sebuah amplop yang isinya Rp 10.000; (sepuluh ribu rupiah) diserahkan ke gereja untuk persembahan. Ditengah kemiskinan, ia memiliki jiwa mempersembahkan yang ada padanya. Ia mempersembahkan jauh lebih besar daripada sepersepuluh yang ia miliki. &lt;br /&gt;2. Saya pernah berbincang-bincang dengan seorang jemaat yang taat memberi perpuluhan. Ketika itu, dia berkata: ‘Pada saat pendapatan (gaji) saya 10 juta, saya tidak masalah dalam memberi perpuluhan. Saya beri dengan sungguh-sungguh dan tanpa beban. Namun ketika pendapatan saya sudah mencapai 50jt, baru saya agak ragu dan berat hati untuk memberi 10%, karena saya pikir itu terlalu banyak!’&lt;br /&gt;3. Persembahan memang sering menjadi perdebatan di dalam gereja. Ada yang meberi dengan sukacita, ada yang bersungut-sungut. Ada yang memberi dari semua yang dia miliki seperti seorang janda miskin di perikope kita minggu ini, tapi ada juga yang memberi sisa dari yang dia miliki. Ada juga yang menganggap bahwa persembahan yang diberi adalah untuk pelayan yang ada di gereja, sehingga ketika dia tidak suka pada si pelayan, dia mengurangi persembahannya, atau sebaliknya. Bila persembahan dianggap untuk manusia, maka ada orang yang tidak merasa malu memberi persembahan yang terkecil dan terjelek. Saya teringat dengan cerita dari lawak batak. Ketika itu ada uang seribu yang robek di buang seseorang. Lalu seorang bapak mengambil, ketika ada yang menegur bahwa uang itu dibuang karena robek, sang bapak berkata, ‘Tidak apa-apa, bisa dipakai buat persembahan pada hari minggu di Gereja’. Benar atau tidak cerita itu, saya mau bertanya, ‘Mengapa orang tersebut berani mengatakan demikian?’&lt;br /&gt;4. Banyak diantara umat Kristen yang tidak memahami arti dari persembahan. Suatu waktu, pasca rekonsiliasi HKBP sekitar tahun 1999, ada jemaat dari Jawa ini datang ke kantor pusat HKBP, meminta pendapat Ephorus ketika itu, supaya diberi jalan keluar menyelesaikan persoalan yang masih membekas di Gereja mereka. Di dalam percakapan yang semakin memanas, salah seorang ibu berkata dengan keras, supaya para Pendeta itu tegas, supaya jemaat itu tidak lari, karena  jemaat yang menggaji pendeta! Salah seorang Pendeta berkata pada rombongan tersebut, :‘ingat, bukan jemaat yang menggaji pendeta, tetapi Tuhan, karena pendeta adalah hamba Tuhan! Kita boleh bandingkan Elia yang dikejar-kejar hingga bersembunyi di gua adulam. Dia diberi burung makan, bukan oleh manusia. &lt;br /&gt;5. Cenderung jemaat menganggap bahwa persembahan, ucapan syukur, perpuluhan mereka adalah untuk pelayan-pelayan di Gereja. Maka sering kita mendengar warga jemaat yang mengatakan, ‘kan banyak uang gereja?’ Seolah-olah uang itu milik manusia, boleh dipakai semuanya tanpa merasa bahwa uang itu milik Tuhan. Jika pemikiran itu ada dalam diri seseorang, tentu akan muncul pendapat seperti ibu tadi, bahwa mereka yang menggaji hamba Tuhan. &lt;br /&gt;6. Firman Tuhan hendak menjelaskan pada kita bahwa persembahan yang kita beri bukan untuk manusia, tetapi untuk Tuhan. Jemaat yang menerima kasih karunia mengucap syukur dengan memberi semua hidupnya kepada Tuhan, mempersembahkan semua yang dimilikinya (BE no. 204). Tuhan melalui pekerja Gereja memakai persembahan itu untuk pekerjaanNya, termasuk menggaji para hambaNya.&lt;br /&gt;7. Maka ketika Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Dia melihat, banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Tapi, juga ada seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka Yesus memanggil murid – muridNya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Mengapa Yesus mengatakan demikian? Bukankah orang kaya itu telah memberi dengan banyak. &lt;br /&gt;8. Ternyata pemberian tidak soal besar dan kecil, tetapi soal bagaimana memberi dengan hati yang beriman. Itu sebabnya, Yesus meneruskan percakapanNya dengan berkata, ‘Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” &lt;br /&gt;9. Menurut kamus bahasa Indonesia, kata nafkah berarti, gaji, pendapatan, uang belanja untuk kehidupan sehari-hari. Saat Yesus berkata ‘seluruh nafkahnya’, itu berarti janda itu memeberi hidupnya. Nafkah itu akan melanjutkan makan minumnya, tapi itu yang diberikan. Tidak memperhitungkan apa yang akan dia  makan besok, sebab janda itu ingin menyerahkan bahkan nyawanya untuk kemuliaan Tuhan. &lt;br /&gt;10. Sementara orang kaya itu, meskipun dia memberi banyak, depositonya, tabungannya, biaya hidupnya dan biaya sekolah anak-anaknya, tidak terganggu. Tidak ada yang terusik, karena dia memberi dari kelimpahannya, dari sisa-sisa kebutuhannya. Dia tidak mempertaruhkan apapun dalam memuliakan Tuhan! &lt;br /&gt;11. Saya teringat dengan seorang jemaat yang hendak dipilih menjadi calon penatua gereja. Ketika itu, beliau menjawab, ‘tidak ada waktu, tunggu aku pensiun dulu’ Sering sekali terjadi dalam mengikut Tuhan kita hanya memberi sisa belanja kita, sisa waktu kita, sisa tenaga kita. Tidak sungguh-sungguh memberi diri untuk mengikut Tuhan. Tidak sungguh-sunguh memberi waktu, tenaga, hidup dan uang kita sebagai persembahan pada Tuhan. Maka ketika ada kebutuhan gereja dan diadakan penggalangan dana, akan ada suara yang mengatakan, tidak ada anggran untuk itu. Janda miskin itu tidak memperhitungkan untuk dirinya, dia mengambil semua miliknya, bahkan nafkahnya untuk dipersembahkan pada Tuhan. &lt;br /&gt;12. Melalui cara orang kaya dan janda miskin ini kita diperbaharui dalam memaknai persembahan, yaitu:&lt;br /&gt;- Pemberian yang sesungguhnya haruslah merupakan pengurbanan. Bukan soal besar kecilnya yang kita persembahkan, tapi kerelaan berkurban untuk memuliakan pemberi berkat.&lt;br /&gt;- Pemberian yang sesungguhnya adalah ‘kenekatan’. Logika kita akan berkata bahwa janda itu seharusnya menyimpan uangnya untuk kebutuhan kesehariannya, tapi dia ‘nekad’ mempersembahkan uangnya yang hanya dua peser. Mengapa? karena bukan dirinya yang ada dalam persembahan itu, tapi Tuhan sebagai pusat pandangnya (okuli). Jumlah persembahan janda itu, tidak berpengaruh diberi atau tidak untuk kebutuhan bait Allah, tapi memotivasi orang lain untuk ‘nekad’ berbuat baik.&lt;br /&gt;- Memberi sedikit dicatat dan disebut Yesus sebagai kemurahan hati, karena janda itu memberi semua yang ada padanya dengan hati yang berkurban maka kemurahan hati adalah pengurbanan, seperti Kristus yang bermurah hati untuk dunia dengan memberi diriNya menjadi kurban untuk pengampunan dosa dunia.&lt;br /&gt;- Di balik persembahan ada syalom (perdamaian), pengampunan dan keadilan. Jika seseorang memberi persembahan, maka dia harus menciptakan perdamaian, tidak balas dendam dan berlaku adil di bait Allah atau di luar bait Allah, jika tidak Tuhan membenci persembahan itu. (bnd. Amos 5; Hosea 6).&lt;br /&gt;13. Disamping memberi semua nafkahnya, janda itupun melampaui ikatan budaya karena ‘kenekadannya’ memberi persembahan bagi Tuhan. dalam tradisi Yahudi, “Janda” seseorang yang seharusnya bungkam tanpa boleh membuka mulut. Dia tidak dapat mengatakan tentang dirinya sendiri karena telah kehilangan suami atau kekuataannya, di mana dalam budaya di Timur Tengah manusia dibagi berdasarkan gender atau jenis kelamin. Lelaki adalah makhluk publik, jenis manusia yang boleh berada di tempat umum, sedangkan perempuan harus berada di rumah bersama kelompok anak-anak. Lelaki yang punya hak dan tugas sosial, menjabat tugas kepemerintahan, sedangkan perempuan tak mempunyai hak sedikitpun. Itu berarti janda itu telah keluar dari ikatan tradisi memberi yang hanya tugas dan hak laki-laki. Dari sisi ini, Yesus mengkritisi tokoh agama, masyarakat dan orang kaya yang punya kesempatan memberi tapi tidak dilakukannya, sementara janda yang tidak punya hak untuk itu, keluar dari tradisi yang mengekannya untuk memberi persembahan di tempat umum. Bisa saja janda ini kena hokum karena telah melanggar tradisi, tapi itupun dilaluinya, sebab persembahan adalah pengurbanan. Salah satu ciri pemimpin yang hilang dewasa ini adalah tidak mau berkorban untuk orang lain. Tidak ada yang memberi hidupnya demi kemuliaan Tuhan. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-7389378578118281719?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/7389378578118281719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/03/markus-12-41-44.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/7389378578118281719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/7389378578118281719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/03/markus-12-41-44.html' title='Markus 12, 41-44'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-2633380161930209944</id><published>2011-03-04T21:41:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T21:42:21.785-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='6 Maret 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Lukas 10, 38-42</title><content type='html'>“Yang Terbaik dan Terutama dalam Kesibukan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seorang penulis perempuan pernah berkata: “Ketika saya membaca perikope ini, saya teringat dengan kunjungan seorang pengkhotbah besar ke Gereja kami. Saat Beliau berbincang-bincang dengan beberapa majelis Gereja, saya asyik mempersiapkan menu makan siang untuk sang tamu. Suami saya beberapa kali memanggil saya saat lewat dari kelompok diskusi itu, supaya saya ikut mendengar percakapan itu, sebab belum tentu saya bisa mendengar percakapan-percakapan yang begitu indah membangun iman saya. Tapi oleh kesibukan di dapur saya tidak menghiraukan ajakan suami saya. Hasilnya, masakan saya laur biasa lezatnya, gelas-gelas saya cemerlang, tapi hati saya kosong, seolah ada yang tidak terisi’&lt;br /&gt;2. Sering dalam kehidupan kita, berbagai hal yang tidak terlalu penting membatalkan hal-hal yang terpenting, sehingga memperlambat pencapaian untuk hal yang utama, hanya karena soal makan dan minum. Marta keberatan bila Maria sepertinya tidak peduli akan dirinya yang sudah pontang panting mempersiapkan makanan bersama mereka, justru Maria asyik mendengarkan Tuhan Yesus. Marta dengan blak-blakan mengingatkan Tuhan Yesus, untuk menegur Maria. Ternyata apa yang dilakuan Maria adalah juga hal yang baik. Artinya, kita dihimbau dengan perkataan Tuhan Yesus, supaya jika terjadi seperti yang dilakukan Maria, jangan bersungut-sungut atau mengajak mereka undur dalam dengar-dengar akan firman Tuhan, mari kita memperkenankan siapa melakukan yang demikian. Dalam kehidupan juga sering kita mlakukan bebagai hal yang menyibukkan diri, sampai melupakan yang utama yakni kebersamaan dengan TUHAN kita, ketergantungan kepada FirmanNya. Bukankah diminta untuk mencari Kerajaan Allah dan kebenaranNya, lalu semuanya ditambahkan (Mat 6,33)?&lt;br /&gt;3. Dua bersaudari Marta dan Maria, berbeda memberi respon akan kehadiran Tuhan, yang satu benar-benar menerobos kebiasaan adat Timur untuk memperoleh bahagian yang terbaik dalam hidupnya. Sedangkan Marta dalam kesibukannya yang luar biasa, sebagai perempuan Timur yang baik, tidak dapat berlama-lama duduk mendengar Yesus, tanpa diberi suguhan untuk tamu (Tuhan). &lt;br /&gt;4. Dalam hidup kita sering diperhadapkan situasi demikian. Beberapa ibu, sering gusar karena anak perempuan mereka ‘terlalu’ banyak menghabiskan waktu dengan kesibukan gereja atau pelayanan di gereja, bahkan ada yang berkata bahwa itu adalah tambahan, yang utama adalah study mereka. Itu sebabnya orang-orang Kristen dengan situasi mereka mengharapakan supaya Yesus memaklumi situasi mereka, karena ‘karier lagi naik, harap maklum Tuhan kalau tidak bisa mengikuti sermon, latihan koor, PA, dll., sebab peluang tidak datang dua kali”. Dia sebentar menyapa Tuhan, memberikan senyum, tetapi untuk memberi waktu yang berkwalitas buat Tuhan, ah.. tidak sempat, nantilah setelah pensiun. Yang sangat mengharukan, orang sibuk sudah melihat kebersamaan dengan Tuhan menjadi hal yang sia-sia, memboroskan waktu (makanya sering diminta khotbahnya, doanya, jangan panjang, lebih senang ibadah singkat, renungan singkat, doa singkat).&lt;br /&gt;5. Karakter Marta lebih mendominasi hidup kita. Yesus bukan menyalahkan Marta dengan kesibukannya, yang kurang tepat adalah ketika dia meminta Yesus mengingatkan Maria agar ambil bagian dalam kesibukannya, bukan malah ‘bersenang-senang’ bersama Yesus. Marta tidak tahu, bahwa Maria mengisi jiwanya, memperbaiki karakternya dalam percakapan dengan Yesus, dan mencemerlangkan imannya, bukan memilih mencemerlangakan gelas dan piring. Anehnya, bagi orang berkarakter Marta akan melihat sikap Maria suatu keganjilan, karena itu Yesus berkata : "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." (ay 41-42).&lt;br /&gt;6. Yesus bukan hendak mengatakan supaya kita meninggalkan pekerjaan kita, seperti yang terjadi di beberapa aliran  Kristen, yang cabut dari jabatannya untuk menjadi penginjil, tapi Yesus menhendaki keseimbangan, di mana umatNya terlebih dahulu mencari yang terpenting, terbaik dan terutama, mengisi hidupnya agar berkarakter, berintegritas dalam menjalankan tugas di tengah dunia. Ketika Marta mengutamakan makanan dan minuman, maka dia menjadi perempuan yang bersungut-sungut, tidak termotivasi menyenangkan orang yang menikmati hasil kerjanya, sebab baginya kerja menjadi beban, karena hatinya belum dipulihkan oleh Firman Tuhan. itu sebabnya seorang manta Presiden Amerika pernah berkata: Jika pagi hari saya tidak megisi hidup saya dengan firman Tuhan, maka hidup saya sepanjang hari itu menjadi sia-sia.&lt;br /&gt;7. Apa yang hendak disampaikan sang presiden tersebut? Segala yang kita kerjakan akan berakhir sia-sia jika tidak diisi firman Tuhan. Saya sering melihat pemandu lagu, anggota koor, setelah mereka selesai bernyanyi, waktu pemberitaan firman keluar dari gedung gereja, ada yang ngerumpi, merokok, minum kopi, dll. Tidak berapa lama kita dengar berita, gr sm menikah ke agama lain, conduntor hamil sebelum menikah. Mengapa? Karena oleh kesibukan membuat mereka kehilangan yang terbaik dan terutama.&lt;br /&gt;8. Meskipun Marta kerja keras, dan pekerjaan itu untuk menjamu/memberi sukacita bagi sesamanya, namun tanpa didahului makanan rohani, tentu iblis akan memasuki hatinya, sehingga muda terkontaminasi. Dia tidak kehilangan kesabaran melihat Maria, maka menjadi sia-sia kebaikannya. Dia cemburu Maria tidak menolongnya, membuat Yesus tidak bersimpati dengan jerih payahnya. &lt;br /&gt;9. Pilihlah yang terbaik dan terutama dalam kesibukanmu, sebagai pekerja, pelayan, ibu rumah tangga atau apapun aktivitas kita, supaya kita dicerdaskan secara iman menjalani kehidupan, mengelola hati, pikiran dalam bersekutu dengan sesame. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-2633380161930209944?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/2633380161930209944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/03/lukas-10-38-42.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/2633380161930209944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/2633380161930209944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/03/lukas-10-38-42.html' title='Lukas 10, 38-42'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-5360572330727634413</id><published>2011-02-19T08:47:00.000-08:00</published><updated>2011-02-19T08:48:53.627-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='20 Februari 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Lukas 17, 7-10</title><content type='html'>“Hati yang Meng-hamba”&lt;br /&gt;1. Katherina Von Bora, istri Martin Luther oleh karena kekurangan sejahteraan keluarganya, pernah suatu waktu berkata: “Herr Luther, mengapa engkau tidak meminta upah dari artikel-artikel Kristen yang kau tulis, atau upah alkitab yang kau terjemahkan, seperti yang dilakukan teman-temanmu?’ Luther menjawab istrinya dengan lembut: ‘Itu tidak usah kita lakukan, sebab firman Tuhan tidak ternilai harganya dan tidak bisa dibeli. Keselamatan yang di bawa Yesus ke dunia ini tidak pernah kita bayar, mengapa untuk memberitakan keselamatan itu harus dibayar? Biarlah mereka melakukan itu, tapi kita tidak perlu seperti mereka.’&lt;br /&gt;2. Pernyataan Marthin Luther ini pernah menjadi perdebatan alot di kalangan pekerja Gereja, karena berdampak tidak baik atas hasil kerja. Para pekerja tidak setuju, jika pelayanannya, usahanya tidak dihargai atau tidak mendapat terima kasih. Tetapi akan sangat indah jika para Hamba Tuhan, &lt;br /&gt;3. Bagi pekerja di luar gereja, baik itu pemerintahan. Perusahaan bahkan PRT sekalipun jika mereka melakukan tugasnya dengan baik tentu dberi reward sebagai ucapan terimakasih atas kerja keras dan hasil yang diusahakan secara maksimal, sebaliknya jika tidak mengerjakan tugas dengan baik tidak mendapat penghargaan, sebaliknya diberi peringatan atau hukuman.&lt;br /&gt;4. Bagi hamba Tuhan sangatlah indah jika mengetahui dan menyadari tugas dan tujuan pemanggilan yang diterimanya, di mana, hamba itu penuh ketekunan dan rendah hati melakukan tugasnya. Kalau kemudian, dia mendapat pujian seperti perwira yang peduli pada hambanya itu bukan karena ucapan terima kasih atas iman yang sejati, tapi sebagai anugerah Tuhan. artinya, hamba Tuhan perlu secara jelas melakukan tugasnya dengan baik tanpa balas jasa.&lt;br /&gt;5. Melayani adalah kata yang akrab dalam hidup seorang pelayan, sebagaimana yang dikatakan Yesus bahwa “Aku datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani’. Melayani selalu berkaitan dengan tindakan memberi, (waktu, pikiran, tenaga, uang, dll). Disamping itu juga, melayani perlu ada komitmen untuk setia melakukan tugas pelayan, sehingga selalu didorong oleh motivasi hendak berbuat bagi orang lain, (atau tuannya dalam konteks ini). Menjadi pelayan perlu disertai semangat seorang pelayan, atau hati yang menghamba : Memberi tanpa syarat, tidak mengharapkan jasa dan setia pada yang mengutus.&lt;br /&gt;6. Hubungan tuan dan hamba dalam konteks perumpaan ini, adalah hubungan yang dingin dan kaku pada zaman itu, di mana seorang hamba diarapkan mematuhi apapun yang diperintahkan tuannya untuk dikerjakan. Hal itu kelihatan dalam perumpaan ini, di mana si hamba membajak sawah seharian, begitu pulang rumah, dia juga diperintahkan mempersiapkan makan minum sang tuan. Artinya, dia konsisten dengan tugasnya dan tidak menerima ucapan ‘terima kasih’, karena ucapan terima kasih bukan hal yang wajar, tapi melakukan tugas dengan baik adalah kewajaran.&lt;br /&gt;7. Yesus memakai perumpaan ini dan disampaikan pada muridNya, supaya meninggalkan semua yang mengikat murid dengan dunia ini untuk mengikut Yesus. Artinya, pemanggilan Tuhan membutuhkan ketulusan dan kesetiaan untuk ikut dan melayani. Yesus mengajarkan muridNya agar mereka yang terpanggil melakukan pelayanan supaya tidak mengharapkan upah, karena bekerja di kerajaan Allah bukan untuk upah. Bahkan ada yang mengatakan pelayan Tuhan bukan profesi, tapi harus bekerja secara professional dalam bidang keagamaan dengan hasil yang makasimal. Maka ketika seorang hamba tidak menerima upah, dia tidak akan mengatakan bahwa ‘Tuhan berhutang’ padanya.&lt;br /&gt;8. Demikian jugalah harapan kebanyakan orang untuk pelayan Tuhan di gereja masa kini, untuk tidak mengharapkan upah atas pelayanannya. Namun, hal ini akan menjadi perdebatan panjang bahkan di kalangan pekerja itu sendiri, karena banyak yang memotivasi orang bekerja di gereja. Seperti Yohanes dan Yakobus dalam Markus 10,37, yang meminta supaya mereka ditempatkan di sebelah kanan dan kiri Yesus. Maka ketika ada yang bekerja di luar dari motivasi memuliakan Tuhan, akan terjadi pelayanan yang mengharapkan imbalan. Bahkan di beberapa gereja saat ini, sudah semakin berkurang pengabdian, karena untuk tugas apapun pelayanan di gereja sudah harus diganti dengan istilah ‘transportasi’, bahkan sebagai kolektan pun sudah harus menerima pengganti ‘transport’.&lt;br /&gt;9. Yesus memberi gambaran tentang jatidiri seorang hamba, yaitu rajin, setia, tidak bersungut-sungut dan tidak mengharapkan imbalan. Makanya dalam nats ini ada pengajaran bagi kita, bahwa kita adalah hamba. Jika Tuhan mengutus kita, maka adalah wajib tunduk pada pengutusan itu, melakukan apa yang diperintahkan dan akan berkata setelah melakukan semua yang diperintahkan :’ Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."&lt;br /&gt;10. Yesus menceritakan perumpamaan ini kepada murid-muridNya, untuk mencerdaskan pemahaman murid (dan kita) tentang perspektif seorang hamba, di mana Yesus menginginkan kita untuk dan melayani Allah dengan hati seorang hamba, yang setia, rendah hati, tunduk dan siap dalam segala waktu dan tempat. Jika tuan di dunia berhak melakukan apa saja bagi hambanya untuk keuntungan dan kesenangannya, atas waktu dan tenaganya, maka Yesus mengisyaratkan bahwa akan melebihi itulah ketundukan kita sebagai hamba Tuhan.&lt;br /&gt;11. Dalam melayani, kita perlu rajin, setia, rendah hati, tanpa memperhitungkan seberapa banyak yang sudah kita lakukan untuk Tuhan, dan tidak akan bermegah, sebaliknya berkata ‘kami adalah hamba yang tidak berguna’.&lt;br /&gt;12. Tentu perumpamaan ini tidak ditujukan hanya kepada pekerja dalam gerejaNya, tapi mencakup semua orang percaya, bahwa kita adalah hamba yangwajib melakukan kebaikan tanpa mengharap imbalan, sebab hidup kita adalah anugerah. Tuhan tidah harus berterima kasih atas kebaikan kita, tapi kalau kita suatu waktu bertemu dengan situasi yang menyenangkan, itu adalah anugerah, sebab hidup kita hanyalah karena anugerah semata.&lt;br /&gt;13. Marilah kita menjadi hamba yang berbuat tanpa memegahkan apa yang sudah kita kerjakan. Bila ada pembagian tugas, di tengah gereja dan dunia ini, sebahagian sebagai pejabat, sebahagian menjadi bawahan, bukan untuk memegahkan jabatan yang diterima, sebaliknya supaya pekerjaan itu tersusun dan tidak saling berebut, tetapi tercipta keteraturan dan terolah dengan baik. Selamat melakukan tugas dengan hati yang menghamba, menjadi yang setia dan tunduk pada yang mengutus. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-5360572330727634413?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/5360572330727634413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/02/lukas-17-7-10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/5360572330727634413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/5360572330727634413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/02/lukas-17-7-10.html' title='Lukas 17, 7-10'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-3077133283945040106</id><published>2011-02-16T02:15:00.001-08:00</published><updated>2011-02-16T02:19:49.687-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Partangiangan Kelompok'/><title type='text'>2 Tim 4, 6-10</title><content type='html'>"Konsistensi ni Haporseaon"&lt;br /&gt;1. Di sada parsiaduon/lari marathon, adong sahalak peserta sian  Tanzania tartuktuk jala hansit simanjojakna, nunga disuru dokter ibana asa unang pola ditorushon parlumbaan I, alai ndang olo ibana so, ditorushon do marlojong, jala nunga adong na monang sian Negara na asing, alai hot do ibana marlojongi sahat tu inganan parpudi (finish). &lt;br /&gt;2. Disungkun wartawan do ibana, boasa ditorushon parlojongon i, hape ndang na monang be ibana? Didok do alusna, ndang holan mamulai partandingan ahu dipaborhat negarangku, dohot do mangujungisa. Hira songon I do hita didok ditingki on, boha do hita diparsuruon di ulaon na pinasahat ni Tuhan I tu hita sian mulana sahat tu ujungna, konsisten hita, so muba-uba ala panosak ni angka na masa.&lt;br /&gt;3.  Dipabotohon Apostel Paulus do, ia dirina dipasahat do gabe pelean, ai na dapot ne ma tingki haluluanna/kematiannya. Jala molo taingot sian mulai ditangkup Tuhan ibana, nunga dipasahat dirina tu Tuhan I, parbinotoanna, hinadonganna dna. Jala di ragam ni hamaolon na niadopanna tongtong do marsihohot so mubauba ibana, sahat tu na manjonokhon hamatenna.&lt;br /&gt;4. Secara harafiah didok: aku telah dicurahkan sebagai korban curahan. Baik dalam korban orang Yahudi maupun dalam korban bangsa-bangsa lain, air anggur, air atau minyak dicurahkan ke atas bahan korban yang dipersembahkan, bdk Kel 29:40; Bil 28:7.&lt;br /&gt;5. jala naeng sonang nama muse ngoluna marhite hamatean I, ai di parngoluon on do patuduon konsistensita, molo mangadopi ragam parungkilon siala Barita na uli&lt;br /&gt;6. pasidung Paraloan on ma na mansai denggan, sonang ma panghilalaan (isara di partandingan ndang soal monang talu, alai sonang ma roha/puas molo tangkas parsitutuon I denggan martanding)&lt;br /&gt;7. Di Ay.7 adong tolu hal na ringkot botoonta: 1) Diida apostel ido, ia ngolu ni hakristenon tar hira ahalak na marporang do, sada perjuangan na tama. Nunga marporang ibana mangalo sibolis (Ef 6:12), haburuhon ni halak Jahudi dohot sipelebegu (2Tim 3:1-5; Rom 1:21-32; Gal 5:19-21), Yudaisme (Kis 14:19; 20:19; Gal 5:1-6), antinomisme dan kebejatan dalam gereja (2Tim 3:5; 2Tim 4:3; Rom 6:1-23; 1Kor 5:1; 6:9-10; 2Kor 12:20-21), guru-guru palsu (ayat 2Tim 4:3-5; Kis 20:28-31; Rom 16:17-18), pemutarbalikan Injil (Gal 1:6-12), keduniawian (Rom 12:2) dohot dosa (Rom 6:1-23; Rom 8:13; 1Kor 9:24-27).&lt;br /&gt;8. 2) Nunga dipasidung paraloan i marhite angka parungkilo na niadopanna. Hot do ibana satia nang pe godang na mangago. (bd. 2Tim 2:12; Ibr 10:23; 11:1-40; 12:1-2).&lt;br /&gt;9. 3) Ramot do dibahen Paulus haporseaonna di tingki borat parungkilanna. Nang pe ro angka guru palsu, dang madabu ibana, ala tangkas do ramot dibahen haporseaonna i, jala ido na pamonang ibana pasaehon paraloan i. (2Tim 1:13-14; 2:2; 3:14-16; 1Tim 6:12).&lt;br /&gt;10. Dipaujung parlojongon denggan jala ramot haporseaon, on ma pangalaho na pasonanghon, ala marsihohot dibagasan angka ulaon na sinuru ni Tuhan I hangoluhononna.&lt;br /&gt;11. Jaloonna ma tumpal na mambahen las roha, molo diparsiaduon na monang dijalo ma tumpal hatigoran songon silehonlehon ni Tuhan I (mahkota bunga. Mat 19:27-29; 2Kor 5:10).  tu si manjujungna songon tanda ni hamonanganna, hira songon I ma sijaloon ni si Paulus naung monang di pardalanan ni ngoluna, songoni ma muse huhut jambar ni angka na asing, na mangihut na satia mangoloi Tuhan i.&lt;br /&gt;12. Dipangido do asa hatop ro tibu si Timoteus ala si Demas, ndang satia ala rumingkot di ibana ulaon na asing sian ulaon na sinuru ni Tuhan I ulahononna, jadi mansai ringkot adong na mangula, songoni parbagianan inganan ni pangulaon pe mansai ringkot.&lt;br /&gt;13. Di ulaonta/parlojongon na pasti mangadopi ragam hamaolon, naeng ma marsihohot so mubauba jala gabe pelan ma I di Tuhan i. Unang holan dimulana denggan, tingki dung sidung malua, sidung tardidi, sidung gabe pangula, alai manongtong sahat ro di ujung. (kata orang bijak,.. yang membuat hidup kita berbeda dengan orang lain, bukanlah peristiwa-peristiwa yang kita alami, tetapi reaksi kita atas peristiwa yang kita alami). Jadi dibereng si Paulus do songon “parporangan paralon”pardalanan ni ngolu on, naeng ma monang, satia tu Tuhan i.&lt;br /&gt;14. Jala mansai ringkot do hape pasahaton ulaon tu sundut na umposo marhite pambahenan, nang parsuruon.(generasi ke generasi). Sai hira dohonon ma sonang ma panghilalaon, ala adong manorushon ulaon na pinasahat ni Tuhan I tu hita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-3077133283945040106?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/3077133283945040106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/02/2-tim-4-6-10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/3077133283945040106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/3077133283945040106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/02/2-tim-4-6-10.html' title='2 Tim 4, 6-10'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-2976771526602951533</id><published>2011-02-15T00:39:00.000-08:00</published><updated>2011-02-15T00:43:11.032-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pada konven &apos;Pangula na gok tingki&apos; distrik 8 Ja-Kal'/><title type='text'>Yohanes 8,26</title><content type='html'>“Sudut Pandang dan Cara Memaknai Hidup”&lt;br /&gt;1. Tradisi ‘kwe pang’ di China adalah tradisi penolakan anak. Jika orang tua merasa seorang anak yang dilahirkannya tidak berjodoh dengannya, maka anak itu bisa ditolak, dianggap tidak anak, dibuang. Bila anak itu tinggal bersama mereka, anak itu diajar untuk tidak memanggil orang tuanya sebagai papa/mama. Tradisi ini dianggap suatu kebenaran dalam membahagiakan anak, sebab dengan ditolak, anak itu hidupnya dijamin lebih baik. Seorang anak yang pernah di ‘kwe pang’ menganggap tradisi itu sebagai penolakan terhadap anugerah Tuhan dan bertentangan dengan kebenaran Allah. &lt;br /&gt;2. Ada banyak perbedaan dalam diri manusia memaknai kebenaran dalam hidup yang dijalaninya, tergantung dari sudut pandang mana dia melihat. &lt;br /&gt;3. Kebenaran menjadi topik yang menarik bagi manusia. Sejak manusia yang diwakili Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat, manusia pertama yang hanya mengenal kebenaran dari apa yang dikatakan Tuhan saja, mengalami perubahan. Pengenalan kebenaran menjadi aneka ragam yakni mengenal kebenaran Tuhan Pencipta, kebenaran yang disodorkan ular dan kemudian kebenaran yang lahir dari konsep pemikiran manusia, seperti saling menyalahkan. Kejadian 3:11-13.&lt;br /&gt;4. Demikian juga orang banyak, imam bahkan ahli Taurat memaknai kehadiran Yesus, sebagai ketidakbenaran, sehingga segala nubuatan tentang Dia, tidak diimani, segala pengajaranNya hendak ditolak, hal ini nampak, ketika mereka mempertanyakan Yesus dalam ay. 25 dengan berkata: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu’&lt;br /&gt;5. Dalam ayat harian ini Yesus menunjukkan ke-siapa-anNya ketika mengatakan: Ada banyak hal yang mau dikatakan dan dihakimi dalam sikap hidup manusia, sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Namun Yesus tidak melakukan itu, karena Dia datang ke dunia untuk mengatakan kebenaran, bukan untuk menghakimi (KRINÔ memiliki arti yang amat luas. Dari kata ini terdapat macam-macam bentuk, misalnya ada "ανακρινω - anakrinô", memeriksa, menilai, menyelidiki, mengkritik, menghakimi, διακρινω - diakrinô", memisahkan, membuat perbedaan (membedakan, berselisih pendapat, menganggap (asumsi), menguji. Dan "εγκρινω - egkrinô" baca: "eng-krii-no", arti : Membuat perhitungan, secara konseptual berarti menghakimi kelayakan seseorang untuk bergabung dalam suatu kelompok. Ada juga "κατακρινω - katakrinô", menghukum, menjatuhi hukuman, menghakimi, menyalahkan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;6. Yesus datang dalam ketundukan pada pengutusan Bapa. Dia tidak memakai kuasa yang ada padaNya untuk menghakimi pengkhianatan manusia, Dia tidak menghakimi kesalahan mereka, tidak diperhitungkan dosa mereka (dang dijujur), tapi mengatakan kebenaran, yaitu perdamaian, sukacita dan cinta kasih dalam rangka penyelamatan dunia.&lt;br /&gt;7. Dari ayat 26 ini, ada dua hal yang perlu kita maknai, yaitu  :&lt;br /&gt;- Yesus sudah melihat dan menyaksikan sendiri karakter manusia pada zaman itu, ada banyak kesempatan bagi Dia menghakimi mereka, namun Dia tidak memakai kuasa yang ada padaNya untuk menindak manusia, juga tidak menghakimi Dunia karena tujuan kedatanganNya adalah menyelamatkan dunia (Yoh 3,16).&lt;br /&gt;- Yesus diutus oleh BapaNya, itu berarti Dia tunduk dan setia melakukan apa yang dikehendaki oleh BapaNya. Dia tidak memakai kuasaNya menindas orang meskipun sudah terbukti salah, tapi Dia menuruti pengutusan yang Dia terima, dengan tugas pentingNya, yaitu mengatakan kebenaran ke dunia ini, sebagaimana yang diajarkan kepadaNya, yaitu hal yang benar, menyelamatkan orang berdosa, membawa pulang yang hilang membebaskan yang ditawan (bnd. Luk 4,18-19). &lt;br /&gt;8. dari kedua hal di atas kita memaknai, bahwa Yesus konsisten dan fokus pada tugas yang Dia terima. Yesus tahu persis tujuanNya datang ke dunia ini, dan Dia fokus untuk tujuan itu. Kegagalan orang menjalankan tugasnya adalah ketika mereka tidak fokus dengan tujuan mereka. Tidak tahu apa arti kehadirannya di suatu tugas yang di emban. Tapi Yesus tidak nekop-neko dengan pengutusan yang Dia terima, Dia konsisten, sehingga tidak lari dari jalur pengutusan yang di terima.&lt;br /&gt;9. Dari sikap Yesus dalam memaknai kehadiranNya di dunia, menimbulkan pertanyaan bagi kita, sebagai Pelayan di GerejaNya, bagaimanakah kita memaknai pengutusan yang kita terima, termasuk ketika kita ditolak sebagai pemimpin sekaligus sebagai pelayan di GerejaNya (dunia ini)?&lt;br /&gt;10. Apakah kita konsisten mengatakan kebenaran? Atau justru kita lebih banyak mengatakan kesalahan orang, menghakimi? Cenderung kemanusiaan kita lebih suka menghakimi, memperhitungkan kesalahan orang dan membeberkan apa yang telah kita perbuat, maka di gereja pun kita tidak punya sasaran yang jelas. Istilah Ayub Yahya dalam tulisannya tentang natal: kita merayakan Yesus yang lahir, tapi tidak ada gambar Yesus. Yang menjadi pusat ada pada perayaan dan Yesus yang dirayakan menjadi hilang. &lt;br /&gt;11. Kebenaran Tuhan menjadi hilang dari tengah gareja, karena para pekerja hanya membicarakan kebenaran &amp; pekerjaannya sendiri. Sikap seperti ini biasa akan menjadikan kita menghakimi orang lain, karena hanya melihat kebenaran kita dan menyalahkan orang lain. Panggilan untuk kita, khususnya para pekerja gereja, hendaklah melakukan kebenaran yang bersumber dari Tuhan, meski banyak kekuarangan yang terjadi, mari kita membenahi, bukan menjadi menghakimi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-2976771526602951533?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/2976771526602951533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/02/yohanes-826.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/2976771526602951533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/2976771526602951533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/02/yohanes-826.html' title='Yohanes 8,26'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-4694885075444497115</id><published>2011-02-12T05:47:00.000-08:00</published><updated>2011-02-12T05:50:06.339-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='13 Feb 2011'/><title type='text'>Markus 1, 9-15</title><content type='html'>“Hidup yang Diperkenankan”&lt;br /&gt;1. Seorang perempuan non-kristen, memperkenalkan laki-laki Kristen yang hendak menikahinya kepada ayahnya. Sang ayah marah dan berkata: ‘kau tidak kenal.siapa dia, apa pekerjaannya, dan dari mana dia datang’. Dengan tenang, perempuan itu menjawab ayahnya, ‘saya memang tidak mengenal dia, tidak tahu dari mana dia. Tapi saya tahu apa tujuan dia dan ke mana dia hendak pergi!’. Percakapan berdurasi satu menit ini adalah suatu titik awal dalam menentukan masa depan. Dalam pengambilan keputusan yang menentukan ini menunjukkan kesiapaannya. Kehidupan tanpa tujuan tidak akan pernah menjadi kehidupan yang berbahagia. &lt;br /&gt;2. Dalam setiap kehidupan ada saat-saat mengambil keputusan, menerima atau menolak, ya atau tidak. Kehidupan yang tidak berani mengambil keputusan akan menjadi kehidupan yang sia-sia. Yesus selama 30 tahun melakukan tugas kemanusiaanNya, sebagai anggota keluarga dan anggota masyarakat. Dia menjalani hidupNya sebagai manusia, maka pada saat Yohanes pembaptis tampil, inilah saat bagi Yesus untuk mengambil keputusan, yaitu menjawab panggilan dan pengutusan Allah. Meskipun Nazareth kota yang damai dan Dia tinggal dengan keluarga yang menyenangkan, tapi Dia harus mengambil keputusan, karena tujuan Dia bukanlah di bumi ini. Pembatisan Yesus merupakan titik awal keberangkatanNya pada tugas via dolorosa, tugas penyataan kemuliaan Allah untuk mengangkat manusia ke dalam kemuliaan itu. &lt;br /&gt;3. Meskipun baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan, tapi Yesus mengikuti prosesi itu sebagai saat pengambilan keputusan dalam menjalankan tugas penyelamatan di dunia, sebagai saat kembalinya Dia pada Allah yang mengutus Dia. Baptisan Yesus bukan sebagai penghapusan dosa atau pertobatan, suatu gerakan umat agar kembali kepada Allah, maka dengan baptisan, Yesus mengindetifikasikan diriNya.&lt;br /&gt;4. Dengan baptisan, Allah menyatakan diri pada manusia memasuki persekutuan kudus menuju kekekalan. Yesus mengawali tugas pelantikanNya dengan kerendahan hati, meminta dibaptis oleh Yohanes pendahuluNya, yang  pernah mengatakan bahwa yang akan datang lebih besar daripadaku, membuka tali kasutnya pun aku tidak patut.&lt;br /&gt;5. Sikap dan kerendahan hati Yesus, membuat Dia melihat kemuliaan besar, langit terkoyak, Roh turun atasNya, dan terdengar penyataan Allah ynag mengatakan : "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."&lt;br /&gt;6. Bagaimana menjadi orang yang berkenan di hadapan Tuhan? Kamapanan membuat seseorang merasa sudah pasti, sehingga sulit menerima yang membuat perubahan. Ketika kita menikmati sesuatu yang kita anggap sesuatu itu bisa menjamin hidupnya, maka dia tidak mau lagi diubah. Yesus tinggal di kota Nazareth yang aman, dengan keluarga yang baik, namun ketka panggilan itu dikembalikan padaNya, dia meninggalkan kemapanan itu untu mengikuti kehendak Tuhan.&lt;br /&gt;7. Kerendahan hati, kesetiaanNya pada yang mengutus Dia membuat Allah melihatNya sebagai bentuk kesetiaan, maka Allah mengatakan bahwa Dia Anak yang dikasihi, Yang kepadaNya Tuhan berkenan. Diperkenankan, berarti Tuhan suka, Tuhan menyertai dan Tuhan memberkati. Namun apakah diperkenankan menjadikan manusia bebas dari persoalan hidup? Ternyata tudak dalam ayat 12, Yesus di pimpin Roh ke padang gurun, Dia tinggal selama 40 hari, 40 malam, dan dicobai iblis. &lt;br /&gt;8. Ketika suatu hari seorang ibu mengalami duka karena anak tunggalnya meninggal, orang lan melhatnya dari sisi kutuk. Orang sering melihat penderitaan sebagai kutukan atau hukuman Tuhan. Yesus yang dipimpin Roh ke padang Gurun, hendak menunjukkan bahwa walaupun Yesus menyertai kita, tapi penderitaan tetap bisa terjadi. Bersama Yesus bukan berarti hidup kita mulus, aman dan tenang, tapi sebaliknya, terkadang ada ujian, ada godaan dan cobaan. Apakah yang menjadi istimewa dari orang percaya ketika mengalami penderitaan? Tidak lain hanya, dia kuat, tidak jatuh atau stress karena persoalan itu. Yesus yang dilayani malaikat-malaikatNya, tidak jatuh ke berbagai percobaan. Dia tetap konsisten dengan imanNya, Dia berpegang teguh pada pengutusan yang dia terima, karena Dia lebih cinta pada Tuhan daripada apapun yang di dunia ini.&lt;br /&gt;9. Hal ini mengingatkan kita agar anugerah yang kita terima tidak membuat kita menjadi sombong, arogan dan tidak peduli. Jabatan, kuasa yang kita sandang bukanlah hasil kekuatan kita, tapi anugerah Tuhan. untuk menjadi berkenan di hadapan Tuhan dibutuhkan kerendahan hati, kesetiaan dalam pencobaan dan konsisten mengikut salib.&lt;br /&gt;10. Hal yang luar biasa yang kita lihat dari konsistensi Yesus bahwa dalam pencobaan sekalipun, bahkan di Padang gurun dalam kondisi puasa, Dia menyuarakan pertobatan, supaya injil terus diberitakan. Penderitaan tidak menghalanginya mengingatkan keburukan orang walaupun maut di depan kita, sebab tujuan pengutusan Tuhan bagi umat adalah mewartakan kabar baik. &lt;br /&gt;11. Harta, jabatan dan makanan kita perlukan, tapi janganlah semua itu membuat kita menjadi memilih iblis, sebab orang yang telah dibabtis harus mampu bertahan pada kesatuanNya dengan Allah. Marilah memaknai semua yang ada pada kita sebagai pemberian Tuhan, supaya tidak terjadi arogansi, ketidakpedulian dan kesomongan pada sesame. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-4694885075444497115?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/4694885075444497115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/02/markus-1-9-15.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4694885075444497115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4694885075444497115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/02/markus-1-9-15.html' title='Markus 1, 9-15'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-3171413867326971313</id><published>2011-02-05T03:47:00.000-08:00</published><updated>2011-02-05T03:49:18.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='06 Feb 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Matius 8, 5-13</title><content type='html'>“Yesus yang Terbuka dan Iman yang Sejati’&lt;br /&gt;1. Sebuah buku berjudul ‘Gereja impian’ memberi pemahaman bagi kita untuk lebih terbuka ke dunia luar, terbuka secara luas tanpa dibatasi tembok-tembok gereja, sehingga mau memberi diri melayani di luar diri gereja, yang saat ini hampir 90% program dan anggaran gereja hanya untuk dirinya sendiri atau jemaatnya sendiri. Dengan keterbukaan ini akan membuat gereja menjadi gereja yang berpengaruh di sekitar, sebagaiman gereja Bali yang membuka diri ke bidang bisnis dengan mendirikan hotel di suatu daerah. Setelah daerah itu menikmati fungsi gereja melalui hotel yang didirikan, akhirnya gereja itu di terima dan diperbolehkan mendirikan gereja di tempat itu.&lt;br /&gt;2. Demikianlah Yesus masuk ke Kapernaum, di sebuah tempat di Israel yang disebut Kapernaum, di bagian utara Danau Galilea.  suatu kota besar yang penduduknya sebagian dari bangsa kafir seorang perwira Roma yang memimpin 100 prajurit (centurion yang berarti komandan 100 prajurit,). Keterbukaan Yesus dengan memulai memasuki daerah lain membuat sang perwira menunjukkan imannya kepada Yesus Raja orang Yahudi itu. Dengan keberanian Yesus keluar dari diri, dari bangsanya, membuat bangsa kafir yang dinubuatkan Nabi Yesaya sebagai bangsa yang diterangi sinar besar merenspon  dengan baik pelayanan Yesus, melalui iman seorang perwira, yang diyakini bahwa Yesus sanggup memberi kesembuhan, walaupun hanya dengan kata. Iman perwira itu membuktikan bahwa Firman Yesus mempunyai kuasa.&lt;br /&gt;3. Ada dua hal penting yang boleh kita gumuli dari peristiwa ini, yaitu: &lt;br /&gt;- Sikap Yesus : Fokus pada Pelayanan.&lt;br /&gt;Yesus memasuki Kapernaum untuk memberitakan Kerejaan Tuhan yang sudah hadir di dunia. Dia melakukan itu dengan pelayanan internal dan eksternal. Dengan menyadari arti ke hadiranNya ke dunia membawa keselamatan dan damai sejahtera, maka Dia terus berkarya memberi pengaruh dan makna bagi hidup manusia. Dia melayani di Galilea, tapi juga Ia keluar dari dari Yahudi supaya semua beoleh damai dan sukacita. Pada saat ini, banyaknya program di tengah gereja membuat tidak focus dengan tugas mereka, tapi Yesus konsisten dengan tujuanNya, membawa kabar baik, bukan mencari prestasi, popularitas, jabatan dan penghormatan. Saya mengenal seorang Pendeta yang relative masih baik dan bagus dalam pelayanannya. Dia focus melayani, tidak ambisi dan tidak perduli dengan jabatan. Ketika orang mengenal karakternya, semua heran dan menganggapnya sebagai orang bodoh yang tidak punya daya juang. Gambaran ini sebagai cerminan bagi kita melalui sikap Yesus yang konsisten dengan tugas pelayananNya, sehingga terbuka kepada semua orang yang mau berbuat baik bahkan kepada yang tidak baik. &lt;br /&gt;- Sikap Perwira: Iman Sejati. &lt;br /&gt;Kita diberitahu tentang Perwira atau centurion adalah orang yang sangat penting di dalam angkatan perang Roma; mereka adalah tulang punggung pasukan Roma. Perwira itu seorang yang punya jabatan dan anak buah. Dia dihormati dan dapat memerintahkan ajudannya melakukan apapun yang dikehendakinya. Namun ketika dia berhadapan dengan Yesus, dia menyadari bahwa apapun yang dia miliki, termasuk jabatan, tidak apa-apa dibanding dengan kuasa Tuhan. maka ketika dia menginginkan kesembuhan salah seorang hambaNya yang sakit lumpuh, dia hanya minta Yesus berfirman saja untuk kesembuhan itu. Meski Yesus memberi peluang untuk mendatangi si sakit, tapi dia sadar bahwa tidak mungkin yang Maha Kuasa ‘direpotkan’ dengan seorang yang menurut dia tidak apa-apa. Imannya itu memberi kesembuhan bagi hambaNya.&lt;br /&gt;4. Yesus heran melihat iman dan kerendahan hati sang perwira. Yesus berkata belum pernah bertemu dengan iman seperti itu di Israel. Nubutan Yesus mulai nyata, di mana dari bangsa kafir yang disinari terang besar telah muncul pengakuan tentang ke-Maha Kuasa- an Tuhan. Yesus mulai membandingkan sikap dan karakter orang yang lahir di dalam Tuhan namun tidak berakar, timbuh dan berbuah di dalam iman, sebaliknya dia yang datang dari kegelapan menyambut terang itu, dan mewujudkan penerimaannya dengan beriman, percaya pada kuasa firman Tuhan. &lt;br /&gt;5. Iman yang sejati membuat seseorang manjadi rendah hati dan peduli. Secara duniawi karakter seorang pejabat adalah sombong, tidak peduli. Kebalikan itulah yang ada dalam diri perwira itu. Dia yang langsung menjumpai Yesus, tidak memerintahkan ajudannya menyuruh memanggil ‘dokter’. Itu artinya bahwa ketulusannya menolong hambanya,membuatnya berusaha bertemu langsung dengan ‘tabib agung’, dia tidak mau perantara, tapi menunjukkan sikap peduli pada hambanya. Dia memberi kehidupan bagi orang yang tidak berpengharapan, sebab hamba itu lumpuh dan tidak bisa bergerak.Tidak banyak orang yang mau berkorban untuk kepentingan orang lain, apalagi untuk seorang hamba yang pada masa itu hamba dianggap seperti benda/hewan, tidak berharga sama sekali. Disa menunjukkan iman pada dunia dengan bersikap yang baik, meninggalkan seluruh atribut jabatan untuk menolong yang lemah. &lt;br /&gt;6. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berani mengambil resiko dan siap berkorban untuk bawahannya. Dia tidak beromantisme dengan kehebatan yang dimiliki, dia tidak memakai kuasa menindas orang lain, sebab imannya membuat rendah hati memahami bahwa jabatannya bersumber yang ilahi. Iman itu jugalah yang memberi kehidupan bagi hambanya (ay. 13), sehingga mendapat pujian dari Yesus, karena kwalitas iman seperti itu belum pernah ditemui Yesus dari orang Israel.&lt;br /&gt;7. Bila pelayanan dilihat sebagai kesuksesan dan popularitas pribadi, akan membuat gereja tidak berpengaruh ke lingkungan. Kita melihat kecenderungan Gereja lebih suka memberi bantuan kalau di ekspos melalui media cetak dan elektronik, sehingga kuasa dari pemberian itu tidak mempengaruhi penerima, bahkan ada pengkhotbah entertainment, berkarkater badut hanya untuk mencari popularitas, bukan membangun iman pendengar supaya meyakini kekuatan Firman itu mengubah, memulihkan dan merendahkan hati. Sudah banyak orang mencari jabatan di gereja bukan lagi pelayanan, sehingga menjadi gereja yang memerintah, dan tuduk pada garis komando.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-3171413867326971313?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/3171413867326971313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/02/matius-8-5-13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/3171413867326971313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/3171413867326971313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/02/matius-8-5-13.html' title='Matius 8, 5-13'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-6476948763606219631</id><published>2011-01-28T22:23:00.000-08:00</published><updated>2011-01-28T22:37:08.055-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='30 Januari 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Yohanes 2, 1-12</title><content type='html'>“Penyaluran Berkat”&lt;br /&gt;1. Peristiwa pesta Kana menjadi cerita favorit bagi banyak kalangan, karena di sana terjadi mujizat, terjadi sebuah peristiwa yang tidak biasa, air menjadi anggur, dan pengharapan kehidupan Rumah tangga yang langgeng, karena Tuhan ambil bagian dalam kekurangan mereka yang disempurnakan, ke Tuhan an Yesus dinyatakan, kepedulian Maria terhadap sesama diperagakan, sehingga pesta perkawinan Kana menjadi kesohor. Banyak orang Kristen yang berjiarah ke Yeerusalem, juga mengunjungi kota Kana, melaksanakan peneguhan perkawinan, di tempat pesta perkawinan itu yang telah dipugar menjadi gedung gereja.&lt;br /&gt;2. Dalam kotbah saya hari ini saya mau memaknainya perikope ini secara ayat demi ayat, untuk mengambil makna terdalam dalam menjalani kehidupan bersama Tuhan, serta mencatat, apa yang boleh kita hidupi dari perikope dan peristiwa besar ini? Mari kita menyimak dan mengimaninya:&lt;br /&gt;3. Ay 1-2. Bagi orang Yahudi kekerabatan sangat dipegang teguh. Ketika ada perkawinan dari sanak keluarga maka Maria diundang ke pesta itu, termasuk juga Yesus ‘Putra’ Maria. Yesus pergi diikuti murid-muridNya, ikut menghadiri sebuah perkawinan untuk menunjukkan bahwa Yesus sebagai suku Yahudi ikut serta dalam perayaan pesta perkawinan dari kerabat, sekaligus, menunjukkan perlunya memupuk hubungan kekerabatan. &lt;br /&gt;4. Ay. 3. Anggur merupakan sajian penting dalam perkawinan Yahudi, namun dalam peristiwa perkawinan Kana, justru sajian pokok kurang. Ketika saya pernah menghadiri sebuah pesta perkawinan, semua orang yang tidak mendapat makan memukul piring kosongnya dengan sendok, membentuk sebuah musik yang tidak beraturan dan tanpa harmoni untuk menunjukkan kekecewaan bagi yang melaksanakan pesta. Pada tahun berikutnya, ketika mereka mengawinkan anak kembali, banyak orang tidak mau hadir ke pesta itu, walaupun mereka telah menyiapkan makanan yang banyak, karena masyarakat melihat mereka sebagai orang yang tidak terpercaya dalam melaksanakan upacara perkawinan. Hal inilah yang menjadi ketakutan Maria, ketika anggur kurang di pesta itu. Maria sebagai ibu, tapi sekaligus sebagai umat menunjukkan kekhawatirannya pada Sang Putra, dengan berkata ‘"Mereka kehabisan anggur." Sebagai seorang perempuan, Maria sangat peka terhadap peristiwa yang buruk jika para tamu tidak mendapat pelayanan yang selayakannya di sebuah pesta, maka Maria bertindak untuk menyatakan imannya akan ‘keIlahian’ Yesus, supaya kekhawatirannya, dijawab oleh Yesus.&lt;br /&gt;5. Tapi dalam ay 4. ini Yesus, tidak mau mendahului waktu yang ditentukan oleh Bapa yang mengutus Dia ke bumi, sehingga mencoba menyela keinginan ‘ibu’Nya, bahwa belum waktuNya Dia menyatakan diri. Seorang ibu yang bijaksana akan memaknai penolakan itu sebagai tindakan yang benar, tidakan yang tidak memaksakan. Namun persoalan sering sebaliknya, ibu memaksakan kehendak untuk anak-anakNya, memakai kuasa untuk memaksa anak melakukan yang tidak dikehendaki anak, sehingga walau tidak mampu anak harus kerja keras demi menyenangkan hati ibunya. Kemarin, ketika saya sedang duduk di tempat tunggu sekolah anak saya, seorang ibu mencubit anak perempuannya, yang ingin bermain setelah bubar sekolah. Ibu itu memaksa putrinya harus ikut les tambahan. Anak kelas satu SD itu menangis menyatakan ketidaksetujuan atas sikap ibunya, tetapi ibunya semakin marah terhadap sang anak, dan memaksa pulang. Sering sekali kita memakai kuasa yang ada pada diri kita, untuk menyenangkan diri kita tanpa peduli terhadap kepentingan pihak lain, sehingga sering terjadi penyelewengan kekuasaan, termasuk di Negara dan Gereja.  Penyelewengan kekuasaan itulah yang mau dihentikan Yesus, ketika Dia berkata pada Maria, "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." &lt;br /&gt;6. Meskipun Yesus menyela Sikap Maria, dalam ay 5. Maria menunjukkan Sensifitasnya sebagai seorang ibu. Dia tidak memakai otoritasnya sebagai ibu memaksa kehendak terhadap putranya, tapi mengenal dengan jelas siapa “Putra’nya. Dia tahu Yesus datang dari yang Maha kuasa, Dia kenal Yesus penuh belas kasih dan tidak akan membiarkan orang lain dipermalakukan. Pengenalan yang begitu baik membuat Maria yakin, bahwa Yesus tidak mungkin membiarkan pesta itu amburadul, sehingga berkata kepada pelayan pesta itu, "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!". Maria memiliki iman yang sungguh-sungguh yakin akan kepedulian Yesus. Hal ini sangat dibutuhkan seorang ibu (orang tua) dalam memahami anak-anaknya, supaya tidak terjadi pemaksaaan kehendak. Saya mengenal seorang anak yang sangat unggul di bidang musik, ketika dia hendak melanjutkan studi ke institute musik, ayahnya menolak, karena tidak jelas masa depan di sana. Anak itu dipaksa masuk ke PT dengan jurusan kesukaan ayahnya. Hasilnya, di semester delapan anak itu, keluar dan memulai kuliah di intitut musik. Dia  menghabiskan waktu empat tahun tanpa hasil karena tindak pemaksaan. Hal kedua yang boleh kita lihat dari sikap Maria ialah keyakianannya akan doanya. Yang sering terjadi, kita berdoa, memohon pada Tuhan, tapi kita tidak yakin dengan permohonan kita. Kita meminta untuk dijagai dalam tidur kita, tapi kita tidak bisa tidur karena berpikir jangan-jangan ada rampok yang akan merampok rumah saya. Kelebihan Maria, ketika dia menyatakan kekhawatirannya pada Tuhan, Dia percaya doanya pasti dijawab. Tidak persoalan waktunya, tapi imannya menunjukkan keyakinannya pada Tuhan. kadang kita tidak ingat apa yang sudah kita pinta pada Tuhan, tetapi ketika doa sudah kita panjatkan, Tuhan pasti kasi jawab. Kita bisa lupa dengan doa kita, tetapi begitu doa kita sudah connect, Tuhan pasti tidak akan melupakan. &lt;br /&gt;7. Melalui ay 6 ini perlu kita ketahui, bahwa dalam diri manusia ada sesuatu yang diberi Tuhan untuk dipakai bagi kebaikannya. Ketika sesorang mengalami sakit, saya selalu katakana bahwa dalam dirinya ada obat yang diberi Tuhan, yaitu semangat. Semangat dan keinginan hidup dalam diri manusia 50 % membantu kesembuhan. Di pesta ini juga ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Tempayan yang biasa sebagai alat pembasuhan justru menjadi cara Tuhan menjawab keyakinan Maria, di mana dalam ay 7, Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. &lt;br /&gt;8. Ay. 7. Yesus juga mengajar manusia untuk bekerja keras dalam meraih anugerah Tuhan. Tidak cukup hanya iman Maria, tapi juga usaha dan kerja manusia, sebab kerja adalah panggilan untuk umat. Maka untuk merealisasikan doa-doa kita, kita juga perlu bekerja, sehingga Martin Luther berkata, ‘bekerja sambil berdoa’. Yakobus mengistilahkannya, bahwa doa tanpa perbuatan adalah mati. Kita bekeja, mengusahakan kebaikan, maka Yesus yang sudah menerima doa dan kekhawatiran kita akan menjawabNya, sebagaimana tertulis dalam ay 8, air itu di bawa kepada pemimpin pesta, air itu telah siap diuji kwalitasnya.&lt;br /&gt;9. Ay. 9. Pemimpin pesta itu mengalami kebingungan sehingga memangggil pengantin laki-lakinya. Serig sekali kita gagal memahami cara kerja Tuhan. kita berpikir secara manusiawi, bahwa menu pesta habis, maka tidak ada lagi yang bisa dikonsumsi secepat itu. Maka setiap kali kita kekurangan, kita menjadi banyak khawatir. Setiap kali di luar pikiran kita terjadi, kita penuh pertanyaan, seolah-olah hidup kita tidak didampingi Tuhan. itu pula yang dialami pemimpin pesta itu, sehingga menjadi ragu yang dia terima dari para pelayan itu. Dia curiga dengan pikirannya, dia curiga dengan kemampuan pemilik pesta untuk membuat yang lebih baik.&lt;br /&gt;10. Ay 10. Ketika anggur itu disuguhkan, semua juga berpikir dengan kemampuan kemanusiaan, sehingga ketika anggur yang baik disuguhkan terakhir, itu dianggap suatu yang aneh. Artinya, di zaman kita ini sering kita melihat keanehan akan seseorang yang melakukan kebaikan di tengah banyaknya ketidakbaikan. Saya selalu kasi contoh, karena perempuan itu identik dengan dandanan, maka ketika saya tampil tanpa make –up, semua memandang saya sebagai orang aneh. Kebaikan itu juga demikian, banyak orang mencurigainya sebagai suatu yang aneh. Tapi Yesus berani dan selalu tampil beda, Dia selalu menyuguhkan yang terbaik bagi semua. Tuhan memberi berkat terbaik bagi semua, tapi kita sulit untuk memberi yang terbaik bagi sesame, karena kita sulit membagi anggur-anggur yang kita terima dari Tuhan untuk dinikmati orang lain. Kita menerima banyak, tapi sulit memberi.&lt;br /&gt;11.  Ay.11 Mujizat sering menjadi awal kepercayaan kita. Saat Tuhan menyatakan kemuliaanNya dengan membuat tanda mujizat, murid-muridNya menjadi percaya padaNya. Tapi akan lebih indah perjumpaan kita dengan Tuhan, ketika kita mengimaniNya dari karya penyelamatan yang dinyatakan ke dunia ini, tidak sekedar karena perubahan air menjadi anggur, tapi karena kita sungguh merasakan hidup kita telah diselamatkanNya.&lt;br /&gt;12.  Ay. 12 Pekerjaan yang baik tidak hanya berhenti di suatu tempat, tapi mengalir ke semua tempat, itu juga alasan Yesus meneruskan perjalananNya bersama murid-murid dan ibuNya ke kapernaum, supaya kabar baik terdengar ke semua tempah, supaya Yesus dikenal semua bangsa sebagai Tuhan dan Juruslamat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-6476948763606219631?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/6476948763606219631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/01/yohanes-2-1-12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/6476948763606219631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/6476948763606219631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/01/yohanes-2-1-12.html' title='Yohanes 2, 1-12'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-6838791975155944307</id><published>2011-01-26T00:00:00.000-08:00</published><updated>2011-01-26T00:01:21.298-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah'/><title type='text'>Poda 3, 5-6 : Kotbah Bona Taon Seksi Parompuan HKBP Depok I</title><content type='html'>“Marhaposan tu Jahowa”&lt;br /&gt;1. Hea do sahalak pangkail dengke marsolu tingki kabut. Di lugahon ma soluna on sian sada inganan tu inganan na asing mangalului dengke. alai dang nanggo sada dengke, bahkan dais tu umpan ni kail on pe dang adong. Alani, marsangkap ma ibana mulak, di luga ma soluna on hira-hra sajam lelengna, sahat tu sada mulut teluk na metmet, hape diingot ibana, teluk on berseberangan dohot tempat na menginap, alani diputar ma haluan, dilugahon ma torus, lurus, hape mulak muse ibana tu baba ni teluki. Bingung ma ibana, ai dang diboan kompas, didok ma di rohana, dang boi hape marpangunsandeaan tu tu feeling dohot pangantusion sandiri mangalului dalan di situasi na holom ala kabut sisongonon, ninna rohana. Gabe huingot ma hata ni bibel na mandok, ‘unang marpangunsandean tu dirim sandiri’ (Poda 3, 5). Alai ingkon marpangunsadean ma hita tu panuturion ni Tondi.&lt;br /&gt;2. Di pardalananta pe olo do ro alogo, kabut dohot angka galumbang na maol ta adopi, apalagi di na mamuhai taon hita, na godang dang haantusan hita diperekonomian, keamanan beribadah dohot keamanan tinggal di negara ta on. Boi do lilu hita, jala mulakhulak so tontu tujuan, alani, songon poda on didok do, nang malo hita, nang parbisuk hita ninna rohanta, unang tahaposi pingkiranta, alai Tatiop ma Jahowa, jala tahaposi di angka dalanta, asa malua hita. Ido asa didok, di ay 6, unang dirinta alai Ibana ma tatanda di nasa dalanta.&lt;br /&gt;3. Terbatas do pangantusionta, dang mampu hita mangalangka salangka na ture ia so didongani jala diuluhon Jahowa di pardalanan naso jelas dope di ari na naeng ro.&lt;br /&gt;4. Hea do adong na manungkun, na asing do haporseaon dohot pangantusion, naso adong do hadomuan ni i? Na so boi do halak na porsea malo? Na ateis do angka na malo, jala halak kristen angka na oto do i, na so marlogika, naso mamangke pangatusion dohot akal? Dang i naeng dohonon ni turpuk on, alai jotjot do hita gumodang mangasahon/mamaengke pingkiran sandiri sian manghaporseai Debata di pardalanan ni ngolunta, ala hira na so mungkin tahilala masa i molo di luar ni logika.&lt;br /&gt;5. Ido hea sahalak dosen, tingki dipangido gabe dosen pengganti mangganti donganna ibana, dang olo ala dirimpu sian dirina ilmu nai, jala sude na adong diibanan diparetonghon marhite untung rugi. Parbinotoanna i gabe hepeng do diida, dang be pasupasu jala talenta na ingkon dikembangkan laho pasangap na mangalehon hamaloon i, jala mangurupi donganna. Dang diantusi kerja sebagai iabdah apalagi di zaman materialisme nuaeng. &lt;br /&gt;6. Jotjot dang mandok mauliate hita di denggan basa naung tajalo ala marpangunsandean hita tu pingkiran dohot gogonta sandiri. Di gareja pe nga jumpa hita angka na mamereng talenta gabe hepeng, dang pelayanan be. Ido asa hea didok sahalak naposo parende pub, boasa ingkon bayaron asa olo organis manang song leader? Ba nanggo tu cafe ibana marende songon au molo ingkon bayaraon, ninna. Alani aha? Ala dirimpu hamaloonna i sian dirina.&lt;br /&gt;7. Tingki huajari angka dakdanakon marlange, dang olo nasida paluahon tanganna sian ahu, gomos jala torus ditiop, nang nga hulean pelampung pangkeonna, dang porsea ibana, ala tergantung ibana tu pangatusionna, bahwa dia tidak bisa, dan itu membuatnya akan tenggelam. Dang disadari ibana, na holong rohangku tu ibana, jala dang mungkin pasombuonku ibana maup. Dung pe hupalua tanganna sian bahungku, jala terapung ibana, asa olo mengkel. Dang diyakini ise na manghaholongi ibana, ala pingkiranna dihaposi.&lt;br /&gt;8. Hita pe jotjot dang yakin tu holong ni roha ni Tuhan i tu hita, ala sai tapingkiri Tuhan i songon hita. Alani taingot ma, tung tangkas do asi ni roha ni Jahowa mangaramoti, mamasumasu hita jala mangalehon bisuk di hita melewati tahun 2010 na salpu, Ibana do paluahon hita jala manondangi dalanta, unang ma dirinta tahaposi, Tuhan i, ai Ibana siboan haluaon i  na manariparhon hita mandalani taon 2011 na so haantusan hita dope rumangna. Pos ma rohanta tu Tuhan i, ala dao humolong rohaNa tu hita, sian hita manghaholongi dirinta.&lt;br /&gt;9. Molo sai tapangke pingkiranta, olo do gabe loja hita di ngolu on. Adong hea cerita ni sahalak na mardalan tingki borngin. Golap, dang adong nanggo saotik cahaya. Lunsur ma patna, jala gaung di dangka ni hau. Martangiang ibana, mangido pangurupion asa dipalua. Tingki martangian dope, dibege ibana ma adong soara mandok, ‘timbunghon ma...timbunghon ma...’ alai dang yakin ibana tu suara i, dang olo ibana manimbung. Jadi saborngin i, gaung-ganung ma ibana di dangka ni hau i. Dung manogot na, nga binsar mata ni ari, di ida ma tu toru, hape holan satonga meter do patna na gaung i di atas ni tano. &lt;br /&gt;10. Ima molo sai tapangke pingkiranta, dang tangi hita di soara ni tondi i, boi ma hita gaung-gaung dang jelas pardalananta. Alani, tung diantusi parpoda do situasi ni ngolu ni jolma na sai olo marhaposan tu pingkiranna, gabe dipodahon ma, unang marpangusandean, unang marhaposan tu pingkiranta sandiri hita.&lt;br /&gt;11. Taida ma si Abraham na satia jala marhaposan tu sangkap ni Jahowa, ngoluna torus tigor, ala ditanda Tuhan di nasa dalanna, dang dirina, pingkiranna di pangke. Dipangido si Ishak gabe pelean situtungon, dang manjua ibana, tu sangkap ni jahowa, jala dipalua Debata do si Ishak, ala porsea si Abraham tu Ibana. Tangkas do ditanda Abraham Debata, na denggan di jolma do dipatupa. Ido asa, Ganup halak na marpangunsandean tu dirina, boi dang jelas arahna, alai na manghaposi Jahowa, di nasa dalanna, Ibana ma patigoronna ma dalanna. &lt;br /&gt;12. Songoni ma hita na laho mandalani taon 2011 on, boi masa naso haantusan hita. Sahit, persaingan dohot lan angka na asing. Godang halak na lam stress ala so mampu mangadopi angka galumbang ni ngolu, alai halak na marhaposan tu Jahowa, na mananda Ibana di sude dalanna, paluaonna do Ibana, jala patigor angka dalanna.&lt;br /&gt;13. Halak na porsea mardalan doi secara pasti ala Jahowa patigor langkana. Tuhan merancang masa depan na denggan di angka na manghaposi Ibana (Jes 29,11).&lt;br /&gt;14. Porsea ma hita tu Ibana, tapasahat dirinta jala marsigantung tu Ibana ma hita, ai satia jala haposan do Ibana mamboan hangoluan na saleleng ni lelengna tu hita na tinompaNa Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-6838791975155944307?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/6838791975155944307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/01/poda-3-5-6-kotbah-bona-taon-seksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/6838791975155944307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/6838791975155944307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/01/poda-3-5-6-kotbah-bona-taon-seksi.html' title='Poda 3, 5-6 : Kotbah Bona Taon Seksi Parompuan HKBP Depok I'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-8117626631156974494</id><published>2011-01-24T22:36:00.000-08:00</published><updated>2011-01-24T22:38:17.967-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bona Taon Punguan Ina Hanna HKBP Depok I.'/><title type='text'>Josua 1,8</title><content type='html'>"Unang meret Patik ni Debata sian Pamanganmu'&lt;br /&gt;1. Manghamauliatehon denggan basa dohot pangaramotion ni Jahowa I do bagian ni karakter ni halak na porsea. Jadi molo marpungu hita dison, marbona taon, manghamauliatehon pandonganion ni Tuhan manipat sataon bolon na salpu bolas hita tu taon na imbaru on, I ma tanda ni haporseaonta tu Debata, jala pangokuonta, holan asi ni rohaNa sambing do pangurupi di ngolunta.&lt;br /&gt;2. Pesta taon baru pesta na balga do on di portibi on, ala adong harapan di roha ni jolma terjadi pembaharuan, terjadi kegembiraan di tahun na baru. Di New york, molo tingki pertukaran tahun masa do disi pelepasan kembang api. di tengah udara dingin, marribu halak jongjong di Times Square, New York. Ndang adong pertandingan olahraga manang konser musik, holan . kembang api raksasa na sejauh lima meter di atas sebuah bangunan. Beberapa detik, dang tarida be apina, dang adong hal na istimewa, alai dihalojahon jolma do marsompit-somppit, melewati jalan macet asa boi mamereng peristiwa sekejab i.  Alani aha? Ala dihirim ro haimbaruon songon sinondang na berkilau sial kembang api raksasa i.&lt;br /&gt;3. Molo di taon baru ni Cina, biasana, dibagi-bagi na untua ma angpau (amplop kecil berwarna merah berisi uang) tu sundut na umposo. Tingki dilean natoras angpau on, manghirim jala martangiang do natoras, asa makmur jala sukses angka ianakhonna. Alai panghirimon dang cukup holan di tangian, dipaingot ma angka anakhonna asa ringgas marsingkola, ai parsingkolaan do dalan mandapot hasukseson. Ido asa didok Nomensen tu halak Batak: naeng mamora ho, tuhori parbinotoan! &lt;br /&gt;4. Tama do nang hit ape manghirim angka na denggan di taon 2011 on jaloonta sian Tuhan I, songon na nihirim ni bangso di portibi on molo marganti taon, marganti ma nang parngoluon tu na lam denggan. Ido tangiang nang jamita na tabege, asa adong hamubaon tu na dumenggan di hita di parganti ni taon. Alai molo masa na bernit, na maol di luar ni pingkiranta, tontu dang pola humordit hita disi, dang gabe tahutan hita, ai didok Debata do tu si Josua, adorang so ay 8 on, asa unang mabiar mandalani dalan sidalanan, ala Debata do mandongani, mamargogoihon dohot na papir tondina.&lt;br /&gt;5. Olo do tahirim sehat, hape sahit na ro. Minggu na salpu ido didok sahalak ina, huparade do denggan persiapan natalnami, bahkan hadiah natal untuk saudara-saudara, lean ku topet di tanggal 25 I, hape tgl 23, hagoran bagasnami on. &lt;br /&gt;6. Hea do didok Bishop J.C. Ryle di renungan tahun baru,  didok: rade do hita molo sega usahanta di taon on. Molo marsahit hita, molo adong na monding sian na tahaholongi, molo gabe dang songon na tahirimi anakhonta?&lt;br /&gt;7. Di Josua 1, 8 didok Debata do tu si Josua, maruntung ho di angka dalanmu, jala marmulia parulaonmu molo so meret patik ni jahowa sian pamangan nasida. Paruntungan  terjadi tingki dihaburjuhon nasida mangulahon patik i. &lt;br /&gt;8. Tahirim do na denggan masa di taon 2011, pemulihan perekonomian mikro, Sae ma angka bencana di Negara on, dao ma angka sahit sian pamatang, din a lam bahat sahit na so haantusan ala ni kotor ni udara dohot makanan na so sehat, songoni nang partondion ala ni godang ni ancaman, bujukan dohot tahitahi ni portibi na mambahen hita gabe lalap so mangoloi patik ni Debata. &lt;br /&gt;9. Aha do na bolas mamboan paruntungan di hita di ragam ni ancaman na taadopi? Holan pangoloion, haunduhon di patik ni Debata, asa unang manimbil tu siamun manang tu habirang, alai memfokuskan pandang tu silang ni Jesus, mangikuton bogas ni pat ni Jesus. Dang dirina be dipangeahon. &lt;br /&gt;10. Jadi dipaborhat ma hita di partingkian on tu taon 2011, taon jobel di HKBP, tahun pembebasan, asa malua angka na ginosa-gosa, malua ruas nang parhaladona sian ‘perbudakan’ kuasa, jabatan, hepeng nang egoisme. Dohot ma hita marolopolop rap dohot sude bangso ala naung ditobus hita sian hamatean, diboan tu hatiuron gabe sinondang ma hita tu humaliang paluanhon angka na ginosagosa. (Luk 4,18).&lt;br /&gt;11. Halak na porsea di partikian on naeng mangolu hombar tu lomo ni roha ni Debata asa dapotan paruntungan di pardalananna. Songon si Josua na maniop padan ni Debata gabe maruntung ibana masuk tu kanaan, tano na binaga-bagahon ni Jahowa tu ompunasida. &lt;br /&gt;12. Di ay. 8 on didok do : ‘sai pingkirpingkiri ma i arian dohot borngin,’  “renungkanlah itu siang dan malam”. Di Hata Heber didok Hàgâ; “mengulang-ulang dengan suara pelan.” LXX memake hata meletâó, na marlapatan  suatu tindakan merenungkan sambil bermeditasi dan latihan yang bisa didengar dari para orator. Habaranion, panghirimon dapotan hamonangan dohot bisuk ni si Josua laho masuk tu tano Kanaan terletak di hasatiaonna na torus mamingkiri, mangulahon jala manghajongjongkon patik ni Debata. (tôrã, “perintah, pengajaran”).&lt;br /&gt;13. Boha pe maol ni dalan na taadopi, molo nunga Debata mandongani hita margogo do hita manalpuhon I asal ma hot haporseaonta tu Jesus Kristus, satia hita mangulahon patikNa, amen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-8117626631156974494?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/8117626631156974494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/01/josua-18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8117626631156974494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8117626631156974494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/01/josua-18.html' title='Josua 1,8'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-8981868178596469145</id><published>2011-01-22T15:25:00.000-08:00</published><updated>2011-01-22T15:39:13.290-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Kotbah Minggu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='23 jan 2010.'/><title type='text'>Matius 2, 1-12</title><content type='html'>"Memaknai Penyataan Yesus"&lt;br /&gt;1. Setiap kali penyataan Tuhan dalam diri Yesus Kristus ke dunia dimaknai dari sudut pandang manusia, maka penyataan itu bisa menjadi bahan perdebatan. Kelahiran Yesus juga dijadikan bahan perdebatan antara penguasa, cendikia dan tokoh agama. Ada yang memaknai dari sudut keserakahan sehingga jatuh pada keingianan membunuh, ada yang hanya menafsir tentang kelahiranNya, sehingga berhenti pada pengetahuan belaka, namun ada juga yang setia mengikuti petunjuk mencari dan menemukan Yesus. &lt;br /&gt;2. Bagaimana sikap orang-orang dalam perikope ini?&lt;br /&gt;- Herodes sebagai penguasa memaknai penyataan Yesus sebagai pengganggu kekuasaan, merusaka kemapanan, sehingga ketika berita itu terdengar, dia mengatakan 'jika sudaj bertemu, beritahu kepadaku. Dia ingin bertemu dengan tujuan memusnahkan setiap orang yang mengganggu kenyamanannya. Keserakahan membuat manusia ingin bertemu dan memusnahkan. &lt;br /&gt;- Tokoh agama, sudah mendengar bahwa ada Mesias yang dinubuatkan. Mereka asyik dengan tafsiran-tafsiran tentang kriteria dan bagaimana figur sang Mesias. Mereka berhenti pada pengetahuan mereka sehingga tidak bertemu dengan Yesus. tafsiran membuat manusia sibuk dengan pikirannya dan tidak pernah bertemua dengan Juru Slamat dunia.&lt;br /&gt;- Orang Majus: Mereka adalah cendikiawan yang tidak kenal dengan tradisi agama Yahudi. Tapi sebagai ahli nujum, mereka ingin mengtahui berita apa di balik bintang timur yang bersinar cemerlang. Mereka mengikuti bintang itu. Mereka tidak menoleh ke kiri atau ke kanan, walaupun di tengah perjalanan mereka berpikir tentang kuasa, istana dan jabatan, sehingga mereka 'seinggah' dan bertanya pada Herodes. Ketika kekuasaan tidak menjawab pertanyaan mereka, mereka mengalihkan pandang mereka untuk fokus pada bintang timur yang membawa mereka sampai ke kandang, sehingga mereka berhenti di kandang dan melihat apa yang terjadi di balik bintang itu. Ilmu pengetahuan dan ketundukan pada yang supra natural membuat seseorang bertemu dengan Tuhan. &lt;br /&gt;3. Perjumpaan dengan Tuhan Yesus membuat seseorang berubah ke arah yang baik, seperti orang Majus. Mereka berhenti di kadang, membuka hartanya memberi persembahan pada yesus dan tunduk pada kebenaran nubuatan para nabi bahwa Dia adalah Mesias yang dijanji, yang patut disembah. &lt;br /&gt;Bagaimanakah pertemuan kita dengan Yesus? Apakah kita menjadi ragu ketika kita melihat kandang domba. apakah kita meninggalkan kandang itu dan mencari istana? Orang Majus mencerdaskan kita untuk memaknai penyataanNya dengan bersikap tunduk pada petunjuk bintang. bahwa dibalik kandang itu, ada kemuliaan Allah, ada kuasa yang mengubah dunia, ada sukacita surgawi. Karena itu, jangan melihat setiap kejadian buruk sebagai malapetaka, sebab di balik kandang domba ada kemuliaan yang hendak dinyatakan pada kita.&lt;br /&gt;4. Tugas kita sebagai orang yang beroleh kemuliaan; mari membuka hati dan memberi diri menjadi pesembahan bagi yang Maha Kudus.  Selamat hari minggu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-8981868178596469145?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/8981868178596469145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/01/matius-2-1-12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8981868178596469145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8981868178596469145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/01/matius-2-1-12.html' title='Matius 2, 1-12'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-6296430165166396135</id><published>2011-01-17T21:37:00.000-08:00</published><updated>2011-01-17T21:37:40.466-08:00</updated><title type='text'>Demis Roussos - Goodbye my love goodbye</title><content type='html'>&lt;iframe width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/embed/7nZKMm-nOsc?fs=1" frameborder="0"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-6296430165166396135?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/6296430165166396135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/01/demis-roussos-goodbye-my-love-goodbye.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/6296430165166396135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/6296430165166396135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/01/demis-roussos-goodbye-my-love-goodbye.html' title='Demis Roussos - Goodbye my love goodbye'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/7nZKMm-nOsc/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-1538481459786016872</id><published>2011-01-16T01:50:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T01:54:04.699-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='16 Jan 2011'/><title type='text'>Yohanes 1, 43-51</title><content type='html'>" Mengikut Yesus"&lt;br /&gt;1. Seorang ahli teologia pernah berkata, ‘satu obor menyala, akan menyalakan obor-obor yang lain. Satu orang mendengar injil, maka akan tersiar ke semua penjuru. Demikian Filipus yang mendengar panggilan Yesus, untuk mengikutNya. Panggilan itu mempengaruhi dirinya, sehingga meresponnya dengan menyebarkan panggilan itu kepada Natanael.&lt;br /&gt;2. Murid-murid Yesus berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.  Karakter atau kepribadian mereka pun sangat beragam.  Perjumpaan mereka masing-masing dengan Yesus pun terjadi secara unik.  Jika murid-murid yang pertama diperkenalkan oleh Yohanes Pembaptis, maka murid-murid berikutnya mendapat panggilan langsung ketika mereka bertemu dengan Yesus.  Dari perikop kita hari ini kita dapat melihat bagaimana Filipus dan Natanael bergabung menjadi murid-murid Yesus.&lt;br /&gt;3. Filipus bertemu dengan Yesus, ketika Yesus meninggalkan arah Selatan menuju ke arah Utara; berangkat ke Galilea (kemungkinan di kota Kana, yoh 21,1). Perjumpaan Yesus dengan Filipus membawa perubahan, di mana Ia merasakan jamahanNya dan meninggalkan kehidupannya untuk mengikut Yesus. Jamahan itu mendorong dia untuk menceritakan pada Natanael (God has given) bahwa dia telah bertemu dengan Yesus, seperti yang tertulis dalam kitab Taurat sebagaimana diberitahukan Musa dan para Nabi. Dia datang dari Nazareth. &lt;br /&gt;4. Filipus tidak seperti orang kebanyakan yang bersaksi tentang kemurahan Tuhan padaNya, lantas menyaksikan keberhasilan dirinya. Tapi Filipus fokus pada Yesus Kristus, Putra Allah, Mesias yang dijanjikan. Dia tidak menceritakan dirinya yang mendapat kemurahan, tapi menceritakan Yesus yang dilihat, dan Dia lah Mesias yang datang dari Nazareth. &lt;br /&gt;5. Ketika Natanael mendengar, dia mempertanyakan kebenaran keilahian Yesus karena Dia berasal dari Nazareth. Nazaret adalah sebuah kota yang mempunyai reputasi buruk, khususnya dalam hal moral.  Maka sangat tidak mungkin menurut logika Natanael sebagai terpelajar dan mengerti Hukum Taurat bahwa Mesias yang dijanjikan dan diceritakan Musa dalam kitab Taurat berasal dari Nazaret. Logika manusia selalu mengkotakkan Tuhan sesuai dengan perspektif manusia. Maka ketika Nasareth menjadi asal Yesus, logika itu akan menolak keMesiasanNya. Bagi manusia, tidak mungkin hal yang buruk menjadi asal yang Maha kudus. &lt;br /&gt;6. Ada dua catatan tentang perkembangan injil, yaitu - Sikap skeptis dalam diri manusia akan mendatangkan kecurigaan bahkan bisa berdampak pada kekerasan. Itu sebabnya ketika injil di bawa ke tanah Batak, penginjil itu ditolak, bahkan ada yang dibunuh. Tapi satu hal bahwa kebenaran Tuhan tidak bisa dihentikan, karena ketika pngijil di bunuh di lobu, di Jerman telah lahir seorang putra yang dipersiapkan menjadi rasul orang Batak, hingga injil oleh HKBP boleh menyebar ke berbagai penjuru sampai 150 tahun pada 2011 ini.&lt;br /&gt;- Dalam kenyataannya di dunia ini, ternyata tidak banyak orang masuk Kristen karena perdebatan dan adu argument. Tidak ada yang tunduk di bawah salib kalau bukan melihat langsung dengan imannya peristiwa Yesus yang menderita untuk kemuliaan umat. Maka logika dan pengetahuan tidak dapat memperkenalkan Yesus secara benar. &lt;br /&gt;7. Filipus gagal memperkenalkan Yesus sebagai Mesias. Natanael curiga dan memperdebatkan tentang asal-usuk Mesias. Dia memang bukan seorang yang mudah percaya.  Natanael tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias karena keluarga-Nya berasal dari Nazaret. Oleh karena itu, Filipus membawa Natanael langsung bertemu dengan Yesus. Jadi perjumpaan dengan Tuhan adalah standart tertinggi dari sebuah pertobatan.&lt;br /&gt;8. Yesus pun melayani Natanael dan langsung menjelaskan karakter Natanael sebagai Israel sejati, yang tidak ada kepalsuaan dalam dirinya. Yesus dengan sabar dan penuh kasih menjelaskan kesiapaan Natanael.  Bertolak belakang dengan sikap Natanael yang melihat keburukan asal-usul Yesus, Yesus justru memunculkan kebaikan-kebaikan yang ada dalam diri Natanael.  Seperti memuji ketulusan hatinya sebagai Israel sejati, menghargai ketekunan Natanael mempelajari dan merenungkan hukum Taurat, sehingga mengatakan bahwa Yeuss melihat Natanael di bawah pohon ara.  Ini adalah sebuah ungkapan yang berarti bahwa Yesus melihat Natanael sedang bersungguh-sungguh mempelajari Taurat.  Menyadari bahwa Yesus sedemikian dalam mengenalnya, hati Natanael tersentuh.  Dia disadarkan oleh jamahan kasih Tuhan, sehingga hati bertobat; percaya dan mengaku bahwa Yesus adalah Mesias.&lt;br /&gt;9. Penginjilan bukan sekedar kita mampu menjelaskan semua isi kitab suci, memperdebatkannya dan menghafal semua kitab suci, tapi bagaimana kita bisa membawa seseorang bertemu dengan Yesus, mengenal Yesus, sehingga timbul iman dan pengakuan bahwa Yesus adalah mesias yang menyatakan diri ke dunia ini untuk membawa keselamatan. Artinya, tidak untuk diperdebatkan. Banyak orang belajar kitab suci, dia banyak tahu, tapi menjadi alat kesombongan dalam pengenalannya akan Tuhan, namun Yesus mengkoreksi Natanael, bahwa yang kerajianannya di hargai, tapi jangan pengetahuan itu membuat dia tidak melihat surga&lt;br /&gt;10. Beberapa hari yang lewat seorang pemudi jemaat meng sms saya dan bertanya, siapakah penulis Alkitab? Bagaimana mungkin Musa bisa menulis sejarah Adam dan Hawa sebagai manusia pertama padahal Musa tidak mengenalnya, tidak melihat peristiwa penciptaan? Ketika saya mencoba menjelaskan teori penulisan alkitab, khususnya kitab Taurat, mereka tidak menerima bahwa ada papirus, asa potongan-potongan tulisan tentang kejadian dunia ini. Bahkan ketika saya jelaskan penulisan itu dengan bantuan pengwahyuan dari Tuhan terhadap penulis. Logika manusia sangat sulit menerimaNya. Demikianlah Natanael memahami kehadiran Yesus sebagai Anak Allah. Tidak mungkin yang baik datang dari tempat yang baik.&lt;br /&gt;11. Tidak semua orang tahan berhadapan dengan orang-orang seperti Natanael yang kritis, tidak mudah percaya, bahkan cenderung berprasangka buruk.  Kita memilih untuk menjauhi orang-orang semacam ini karena kita takut disakiti oleh sifat-sifatnya yang buruk.  Tapi Yesus Tidak demikian, Dia melayani dengan penuh kasih.  Dia mampu melayani dengan baik karena melihat hal-hal yang baik dalam diri Natanael.Yesus juga menjelaskan hanya Dia yang beriman, percaya pada Yesus yang akan melihat langit terbuka, melihat malaikat-malaikat Allah, naik turun kepada Anak manusia. &lt;br /&gt;12. Tuhan hendak menegaskan siapa yang percaya beroleh sukacita dalam kerajaan surga dan dipermuliakan, tapi yang menolak Tuhan tidak akan melihat kerajaan surga. Maka ketika Tuhan menyatakan diri kepada kita, jangan tanya dari mana asalNya, bagaimana cara kerja, tapi buka hati, dengan panggilanNya ketika dikatakanNya, ‘ ikutlah Aku...’ dan ikatkab kakimu ke kaki Yesus, supaya sempurnalah jalanmu menuju kekekalan. Sebab hanya orang yang mengikut Tuhan yang bisa melihta surga. &lt;br /&gt;13. Bagaimanakah sikap orang yang mengikut Yesus? Paus Paulus Yohanes II menghabiskan 19 jam / hari berdoa, belajar dan melayani dan memberi perdamaian bagi dunia. Mother Theresia 20 jam/ hari bekerja untuk orang miskin dan melayani mereka. Tidak banyak berkotbah, tapi sikap dan tindakan mereka membawa orang lain melihat dan mengenal Yesus, Mesias yang datang dari Nazareth. Bagaiamana cara hidup kita sebagai pengikut Yesus? Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-1538481459786016872?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/1538481459786016872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/01/yohanes-1-43-51.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/1538481459786016872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/1538481459786016872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/01/yohanes-1-43-51.html' title='Yohanes 1, 43-51'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-1767936548614631982</id><published>2011-01-07T22:54:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T22:57:18.626-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='09 Januari 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Matius 4, 12-17</title><content type='html'>"Terang Terbit di Negeri Maut"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seseorang yang tidak bertanggung jawab, akan membebankan kesalahannya pada yang lain. Wajahnya yang buruk, cermin yang dipecahkan, Herodes yang dinasihati Yohanes karena memperistri iparnya dan mengusir istri pertamanya, Yohanes yang ditangkap, di penjarakan di bawah tanah, dan yang membawa pada kematiannya (bnd Yoh 14, 3-12). Pada peristiwa pengalihan kesalahan inilah, untuk kedua kalinya, setelah Yusuf membawanya menghindar dari rencana jahat Herodes ke Mesir, dalam ay. 12, Yesus juga menyingkir ke Galilea. &lt;br /&gt;2. Banyak orang yang bertanya mengapa Yesus menyingkir? Bukankah Dia Maha Kuasa dan sanggup mengalahkan kekuatan musuh? Benar! Namun dua hal yang perlu kita cermati mengapa Yesus menyingkir, yaitu; &lt;br /&gt;- Bahwa Yesus adalah symbol kelamahlembutan, di mana Dia tidak akan membalas kejahatan dengan kejahatan, sebaliknya, lebih memilih menyingkir, karena memang Yesus sebagai Raja tidak mengandalkan kereta perang dalam memimpin dan melayani, tetapi mengandalkan Tuhan dan tunduk pada kehendakNya (Mzm 20,8) &lt;br /&gt;- Sebagai penggenapan yang disampaikan Nabi Yesaya, (9,1), membawa terang pada kegelapan, di mana Dia keluar dari Nazareth, masuk ke kota Kapernaum, sekalius permulaan pelayananNya, di dunia yang belum disinari sinar kemuliaan Tuhan. Peristiwa ini merupakan symbol dari kehadiran Yesus ke dunia, meninggalkan rumahNya dan tidak kembali untuk tugas kemanusiaan. Dia menjalani hidup di tengah kekerasan dan kejahatan, tetapi tetap setia pada tuntunan Roh. Tidak melawan kekerasan dengan kekerasan. Tapi Yesus menutup pintu kejahatan, kekerasan dan ketidak-adilan, serta membuka pintu masa depan yang penuh perjuangan untuk tujuan kekekalan, yaitu hidup benar, taat dan bersikap baik, adil dan setia.&lt;br /&gt;3. Dari peristiwa penyingkiran Yesus, umat manusia juga diingatkan bahwa hidup menjadi anak Tuhan, tidak otomatis menjadi sukses, senang dan mulus mencapai tujuan, tetapi di depan, belakang dan samping kita ada banyak kuasa iblis yang senantiasa siap menyerang kita. Oleh karena itu, orang percaya perlu taat kepada Allah sebagaimana Yesus yang meninggalkan kemuliaanNya demi ketaatanNya pada Bapak yang mengutus Dia, sehingga bisa terhindar dari marabahaya.&lt;br /&gt;4. Matius mencantumkan perikop “Yesus tampil di Galilea“, (Mat. 4:12-17) merupakan konsep dasar bagi pelayanan Yesus di dunia, di mana Dia memulai dari Galilea, suatu bentuk keterbukaan terhadap seluruh umat (bnd. Luks 4,18-20), sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan Yesus bukan seperti kerajaan dunia yang butuh prestise dan prestasi, tapi pelayananNya, adalah panggilan, penderitaan dan kotbah bagi dunia. Matius mau menunjukkan bahwa pelayanan Yesus dimulai dari Galilea karena Matius ingin supaya pembacanya melihat mulainya pelayanan Yesus, kemudian kita melihat bagaimana Tuhan Yesus melangkah selangkah demi selangkah memulai misi-Nya hingga berakhir di Yerusalem. Matius melihat Tuhan memanggil secara progresif, dan pembaca dapat melihat pimpinan Tuhan selangkah demi selangkah. Artinya, setiap anak Tuhan dalam menata hidupnya menjadi seorang manusia sesuai dengan gambar dan rupa Allah harus menjadikan Yesus sebagai prototype dalam melayani di tengah dunia. Kita seringkali mendengar bahwa hidup anak Tuhan pasti dipimpin Roh Kudus namun orang salah menginterpretasikan kata “dipimpin“. Orang menganggap bahwa kalau dipimpin berarti hidup kita akan sukses dan kita dapat melakukan berbagai mujizat dan tanda-tanda ajaib lain. Tidak! Roh Kudus memimpin orang untuk masuk dalam kehidupan rohani, yaitu hidup beribadah pada Tuhan. &lt;br /&gt;5. Dalam Perikope ini jelaslah bahwa Tuhan datang ke dunia bukan untuk membungkus orang percaya supaya tidak terkontaminasi dengan dunia ini, sebaliknya, Dia datang ke tengah dunia, ke dalam hidup yang penuh kegelapan, supaya mereka yang belum beroleh keselamatan mendapatkanNya (Yoh 3,16). Yesaya sudah menubuatkannya bahwa bintang akan bersinar di dunia kegelapan, artinya Yesus dari kemuliaan turun ke dunia, dari kota Nazareth  masuk ke kota Kapernaum, dari tempat kudus masuk ke dunia kafir dalam kerangka supaya semua mata melihat kemuliaan Allah, semua hati merasakan kasihNya, semua lutut bertelut padaNya.&lt;br /&gt;6. Apakah yang hendak Tuhan sampaikan ke dunia ini? Matius dalam ay 17 menuliskan seruan Yesus, supaya manusia meninggalkan (syuf : berbalik) dunia yang gelap, masuk ke dunia yang diterangi cahaya kasih yang di bawa Yesus. Yesus hendak menyatakan dalam seruannya, tujuan hidup kita bukan dunia ini, karena itu tinggalkanlah segala hidup yang mengikatmu pada dunia ini, bertobatlah, tujuan akhir kita adalah surga, dan waktu pencapaian sudah dekat. &lt;br /&gt;7. Dalam acara harijadi ke 52 Fariz RM menyaksikan bagaimana Tuhan mengundang dia bernyanyi di Pesta Natal 25 Des 2010 di GKI Maulana Yusuf, Bandung. Dia mengatakan masa kecilku adalah seorang katolik, dan selalu menikmati natal yang indah dalam ibadah natal bersama ibuku, namun ketika ibuku mualaf, aku juga ikut, tapi tidak menjadi seorang muslim yang aktif. Sampai aku diundang bernyanyi. Aku tidak menolak, tapi aku bersuka-cita, aku menikmati natal dan kotbah pdt, hatiku bergetar dan merasakan sentuhan kasihNya. Dan sejak itu aku muslim yang taat, aku tahu, Tuhan datang untukku, dan mengubah aku untuk meninggalkan kebiasaan duniaku. Meski penyakit kanker belum keluar dari tubuh tapi aku percaya, bahwa Tuhan menyelamatkanku.&lt;br /&gt;8. Pertobatan bukan soal perubahan agama, tapi perubahan hati untuk mengarahakan tujuan ke surga, tempat di mana Yesus menjamin hidup kekal kita. Pertobatan di mana telinga bisa mendengar undangan Tuhan dan hati merasakan kasihNya, serta turut pada pimpinan Roh Tuhan melakukan kehendakNya. &lt;br /&gt;9. Hari-hari kita cepat berlalu, tidak terasa kita sudah masuk hari ke-9 di tahun 2011, sebentar, tanpa terasa oleh karena berbagai kebutuhan yang mendesak, kita tidak tahu bahwa waktu sudah habis oleh kesibukan kita di dunia ini. Karena waktu kita singkat dan tidak dapat berulang, maka kita perlu membenahi diri, siap sedia menanti waktu Tuhan yang semakin dekat di hadapan kita. Jangan lalai oleh karena kesibukan yang tidak jelas tapi berubah oleh pembaharuan budi, berubah ke arah yang semakin baik, berubah supaya kasih karunia tidak berlalu meninggalkan kita. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-1767936548614631982?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/1767936548614631982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/01/matius-4-12-17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/1767936548614631982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/1767936548614631982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2011/01/matius-4-12-17.html' title='Matius 4, 12-17'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-8987829371441996011</id><published>2010-12-25T08:01:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T08:03:11.673-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='(Natal 2)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu. 26 Desember 2010'/><title type='text'>Matius 2, 13-18</title><content type='html'>"Ktundukan pada Kemauan Tuhan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ada suatu kekuatan dalam diri manusia mempertahan secara kuat apa yang dia miliki, seperti jabatan, kekuasaan dan kekayaan. Sikap ini disebut sikap posesif. Maka ketika ada yang menggeser kekuasaannya, kebengisan, murka dan kemarahan akan meluap dari dirinya, bahkan siap membunuh dan menumpahkan darah. Hal ini yang terjadi pada Raja Herodes saat didengarnya dari orang majus bahwa telah lahir seorang Raja.&lt;br /&gt;2. Mengapakah Herodes begitu posesif untuk seorang bayi? Seandaianya berita itu benar, bukankah dia sudah tua dan jangan-jangan bayi untuk mencapai takhta itu Herodes telah mati? Bukan hal yang tidak wajar kemurkaan muncul hanya karena kelahiran seorang Bayi di Yehuda? Apakah alasan Herodes murka?&lt;br /&gt;3. Menurut ahli bahwa orang majus yang disebut suku magi adalah sekelompok cendikiawan Timur yang juga punya keahlian menafsir, dan menyihir. Kelompok ini tidak akan pernah menerima dan menyembah seorang raja jika tidak berasal dari kelompok/suku mereka. Hal ini tentu menunjukkan bahwa Raja yang datang itu, bukan hanya Raja untuk Yehuda, tapi sangat besar kuasa, terbukti suku eksklusif dan tidak mau terbuka, seperti orang majus datang dari untuk melihat dan menyebah bayi tersebut. Hal ini yang mengejutkan Herodes hingga memunculkan sikap posesif yang berlebihan, sikap yang tak terkendali sebab setelah orang majus itu pergi untuk meneruskan perjalanan , mencari Yesus, sementara Herodes membunuh setiap batita laki-laki yang ada Bethlehem dan sekitarnya.&lt;br /&gt;4. Ada dua respon manusia dalam menyambut kedatangan Yesus, yaitu yang pertama: orang majus menyembah dan memberi persembahan, para malak bernyanyi dan gembala memuji. Kedua respon manusia duniawi, yaitu dengan meminimalkan berita kelahiran Yesus, di mana Herodes membunuh setiap bayi laki-laki berumur 2 tahun ke bawah. Sikap posesif hanya karena ingin mempertahankan kekuaasaannya.&lt;br /&gt;5. Tapi apakah rencana jahat Herodes tercapai? Ketika Allah merencanakan suatu kebaikan untuk dunia, maka yang terjadi adalah kebaikan itu. Tidak ada kekuatan apapun di atas bumi ini yang sanggup merusak rencana Allah bahkan Herodes, yang memiliki wilayah kekuasan yang luas di seluruh Yudea. Kebusukan motivasi Herodes sudah Tuhan ketahui, sehingga Ia menyuruh para orang majus untuk tidak kembali kepada Herodes (ay. 12) dan memang benar Herodes memang bermotivasi busuk ingin menyingkirkan Mesias, karena kehadiran Mesias bisa menganggu otoritasnya sebagai raja Yudea. Demi mencapai tujuannya, ia memerintahkan membunuh semua anak di bawah umur 2 tahun di Betlehem (ay. 16-18).Sebelum rencana Herodes terlaksana, malaikat Tuhan datang ke mimpi Yusuf, supaya bangun dan membawa Yesus serta ibunya menyingkir ke Mesir. Allah mengutus malak surga menyampaikan berita bahwa keselamatan dunia harus terjadi, dengan bangunnya Yusus dan membawa anak itu bersama ibunya ke mesir.&lt;br /&gt;6. Mengapa ke Mesir? pemenuhan akan apa yang sudah lama direncanakan oleh Tuhan, seperti: 'dari Mesir Kupanggil AnakKu', sebab Dia Tuhan bukan saja pernah memanggil Anak kesayanganNya dari Mesir, Dia pun pernah memanggil anak-anak Israel pulang kembali dari Mesir menuju tanah terjanji; Semuanya bukan terjadi secara kebetulan, melainkan memang rencana Tuhan yang dikenakan pada sejarah manusia. &lt;br /&gt;7. Mendengar permintaan 'bangunlah dan ambilah Anak serta ibuNya', 'bangunlah Yusuf, diambilnya Anak itu serta ibuNya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana sampai Herodes mati'. Memang tidak disebutkan berapa lama mereka dalam pengungsian Mesir, yang jelas memang sampai 'mereka yang hendak membunuh Anak itu,  mati'. &lt;br /&gt;8. Semenjak lahir dan masa kecilNya memang Yesus tidak ditampakkan kemegahan dan keagunganNya, Dia hanya di-palung-kan di sebuah kandang, dan kini Dia malahan dikejar-kejar, dimasukan dalam DPO (Daftar Pencarian Orang), dijadikan buron!   Penyelesaiannya: Dia harus diungsikan!  Dia Yesus harus diungsikan, guna memenuhi kemauan Tuhan Allah dan bukan kemauan dan tuntutan manusia.&lt;br /&gt;9. Secara psikologis, orang yang bertumbuh di pengungsian akan mengalami ketidak stabilan jiwa, rasa khawatir dan takut yang berlebihan, takut diusir, takut tidak diberi makan dan takut diberlakukan dengan tidak adil, maka biasanya orang yang pernah di pengungsian, dia ingin memiliki kenyamanan. Itu sebab pernah ada kesaksian seorang anak yang tinggal di camp pengungsian. Dia telah makan, tapi dia tidak bisa tidur pada malam harinya, setelah ditanya dia mengatakan ingin memegang sepotong roti di tangan. Setelah roti itu dipegang, dia baru bisa tidur nyenyak, ternyata, dengan sepotong roti dia merasa aman, bahwa besok dia pasti makan. Dia tidak dapat menjamin hari esok tanpa sepotong roti.&lt;br /&gt;10. Orang baru pulang dari pengungsian sangat membutuhkan psikolog untuk menenangkan jiwanya, bahwa dia terjamin, bahwa dia akan merasa nyaman kembali ke daerahnya. Itu sebabnya, banyak orang Poso, ambon dan Timtim yang mengalami penyakit traumatik, mereka tidak mau pulang ke kampung halaman, karena kampung halaman adalah perang, ketidak adilan, lapar dan rasa takut, maka rasa takut yang berlebihan membuat mereka menjadi lebih aman di rantau walaupun rumah mereka, pekerjaan mereka di sana. Yesus mengisi masa kecilnya dengan hidup di pengunsian. Dia bertumbuh pada masa kanak-kanak di pengungsian Mesir, dan berakhir setelah Herodes Agung, orang yang berencana membunuhNya, mati. Dia tidak mengalami traumatik, jika kita membaca ayat berikutnya dia bersama ibunya dibawa Yusuf kembali ke Mesir.  Artinya, setiap kali kita mengikuti kemauan Tuhan, pasti ada jalan keluar untuk persoalan yang kita hadapai, sebaliknya jika kita tunduk kepada kemauan manusia, kita mengalami kemuduran, sebab murka dan kemarahan menguasai hidup kita, sebagaimana yang terjadi pada Herodes, yang membunuh anak-anak 2 tahun ke bawah setelah mendengar berita kelahiran Yesus. Dia mati rasa, walau ratap para ibu atas putra mereka bergema di setiap sudut kota Bethlehem dan sekitarnya. Dia tidak perduli tentang hati ibu. Sehingga terpenuhilah firman Tuhan yang berkata: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.’ (Yeremia 31,15). ). &lt;br /&gt;11. Tindakan raja Herodes Agung yang ingin membunuh bayi Yesus dan juga pembunuhan terhadap bayi-bayi di Betlehem mengingatkan kita kepada tindakan Firaun yang ingin memusnahkan bayi laki-laki Israel. Para bidan Mesir diperintahkan oleh Firaun untuk membunuh semua anak bayi laki-laki yang baru saja dilahirkan oleh wanita Israel (Kel. 1:16). Sehingga ketika Musa lahir oleh orang-tuanya yaitu Amran dan Yekhobed dari suku Lewi segera disembunyikan agar dapat terhindar dari pembunuhan dari Firaun (Kel. 2:1-2). Dalam kisah di kitab Keluaran dan Injil Matius pada hakikatnya mau menunjukkan bahwa terdapat persamaan antara Herodes Agung dengan Firaun. Mereka berdua merupakan representasi dari kuasa kegelapan yang ingin menghancurkan kehidupan dan karya keselamatan Allah.&lt;br /&gt;12. Terkadang kita berpikir, bahwa kita telah mengikut Yesus dan menerima Dia yang lahir sebagai Tuhan dan Juruslamat kita. Namun ada banyak pergumulan yang kita alami, palungan, pengungsian, kadang domba. Apakah keluarga kudus, pribadi kudus harus selalu menderita, sebagaimana pengalaman Yusuf dan Maria dengan kelahiran Yesus yang di kandung dari Roh Kudus? &lt;br /&gt;13. Mungkin kita punya banyak persoalan hidup, namun jangan kita terlalu curiga menjalani hidup, sehingga menjadi posesif, curiga bahwa apa yang kita miliki direbut atas digeser. Jangan kita menghalalkan segala cara hanya karena ingin mempertahankan apa yang bisa binasa, tapi baiklah kita menjadi orang majus, yang merendahkan hati, merendahkan kecendikiawanannya, bahkan eksklusifisme mereka karena melihat bintang Allah, bintang petunjuk membawa mereka ke kandang domba bahwa Raja dunia telah lahir di sana. &lt;br /&gt;14. Mari pada natal ini kita tunduk pada kemauan Tuhan, seperti Yusuf membawa Yesus dan ibunya mengungsi, bukan kepada kemauan manusia, yang bisa menghancurkan dan merugikan orang lain. Bayangkan, seorang perempuan yang baru melahirkan, yang membutuhkan pemulihan, yang rentan dengan pendarahan harus berjalan ke Mesir untuk menuruti kemauan Allah. Maria tidak memikirkan kepentingan dirinya, karena percaya kepada petunjuk Malaikat Allah yang menyuruh mereka pergi ke luar dari Bethlehem. Dengan kondisi yang sangat lemah Maria, bayi Yesus dan Yusuf harus segera melarikan diri malam itu juga mengungsi ke Mesir. Mereka harus melakukan perjalanan jauh yang sangat sulit dan berat karena mereka harus melewati padang gurun yang di waktu malam sangat dingin, siang hari sangat terik. Mereka melarikan dari bahaya penangkapan dan pembunuhan dari raja Herodes, tapi dalam pelarian ke Mesir mereka juga harus menghadapi bahaya kematian yang sangat mengerikan khususnya saat mereka harus melewati padang gurun.&lt;br /&gt;15. Natal mengingatkan kita agar tidak mengorbankan orang lain demi kepentingan diri sendiri, jangan membunuh hidup, karier dan karakter orang lain supaya kita bertahan untuk hal yang duniawi. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-8987829371441996011?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/8987829371441996011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/12/matius-2-13-18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8987829371441996011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8987829371441996011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/12/matius-2-13-18.html' title='Matius 2, 13-18'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-4809230726132111049</id><published>2010-12-18T00:29:00.000-08:00</published><updated>2010-12-18T00:31:21.917-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='19 Desember 2010 (advent ke-4)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Zefania 3, 9-13</title><content type='html'>“Hari Rahmat Tuhan Telah Tiba”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penghukuman yang telah dinyatakan akan menimpa manusia, akan berakhir dengan datangnya rahmat Tuhan. Zefania datang ke tengah bangsa mengummkan bahwa berkat besar akan meliputi seluruh bangsa. Bangsa yang harusnya di hukum akan menerima kasih Tuhan dengan perubahan yang besar; perubahan karakter umat yang akan akan terjadi. Lidah yang biasa menghujat akan menyerukan nama Tuhan. Allah akan memberi rahmatNya, bukan saja untuk Yahudi tapi melebar sampai pada bangsa-bangsa dunia. Inilah rencana Allah atas dunia yang dinyatakan Zefania, di mana Tuhan datang pada umat, dan umat mematuhi Allah. Penyataan ini memberi harapan bagi umat yang memotivasi semua bangsa untuk semakin taat dan mendorong para hambaNya menyuarakan kebenaran agar semua bangsa mematuhi firmanNya, setia menanti janjiNya.&lt;br /&gt;2. Allah adalah setia pada janjiNya, maka kita juga setia menaati firmanNya. Janji Allah akan memulihkan kehidupan umatNya. Dia akan datang membawa rahmat besar, maka sebelum janji itu nyata; Allah membuat pemurnian. Suatu sinyal perubahan besar dalam waktu yang ditentukan akan terjadi. Zefania memfokuskan nubuatnya pada perubahan bangsa-bangsa, di mana janji Allah akan terjadi; kesengsaraan diubah menjadi sukacita/kegembiraan; Allah berjanji memberikan bibir bangsa di dunia akan berbicara tentang kebenaran dan rahmat daripada kebohongan dan hal-hal najis (ay 9, lih. Yes 6:5-7.). Bibir bangsa tidak hanya alat mengatakan bahasa tapi sudah melampaui fungsi bibir untuk berbicara, yaitu bibir yang mampu menggambarkan dan melibatkan kemurnian hati. Artinya, Tuhan akan mempengaruhi hati manusia untuk berubah, sehingga organ tubuhpun menggambarkan sikap yang memuliakan Tuhan serta melibatkan iman dalam setiap sikap. Suatu perubahan yang membawa semua manusia menyembah Tuhan, sebagai Tuhan dan juruslamat. (Kej 4,26); melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh, sehingga tercipta ‘keluarga Allah’ (family of GOD). Pada awal perjanjian ini semua bangsa di bumi akan percaya pada Tuhan dalam diri Yesus Kristus (bnd Mat 25,31-46). &lt;br /&gt;3. Permunian Israel akan mempengaruhi bangsa-bangsa dari berbagai penjuru (ay. 10-13). Umat Tuhan yang menyebar akan membawa hati yang tulus dan persembahan syukur bagi Dia yang mengubah penderitaan menjadi sukacita. Bangsa-bangsa dari berbagai penjuru akan menghias ibadah dengan pujian dan ucapan syukur, umat dari berbagai sudut bumi akan dipersatukan di kota Allah. Di pusat pemujian itu, semua lidah mengaku, Yesus adalah Tuhan dan Raja. Peristiwa ini adalah implikasi orang Yahusi datang ke Yerusalem, di kota Tuhan itu, Dia akan tinggal bersama umatNya, (ul 30,1-10; Yes 66,18+20). Pada hari itu (ay. 11), menjadi hari berkat, di mana rahmat Tuhan meliputi bangsa, penghukuman tidak menimpa bangsa oleh kasih setia Tuhan yang besar. &lt;br /&gt;4. Ay. 11 menekankan bahwa pendengar nubuatan Zefanya tidak lagi merasa malu lagi atas pembrontakan mereka pada masa yang lewat, sebab nubuatan itu telah mengarahkan mereka menerima pengampun Tuhan, di mana akan datang rahmatNya meliputi mereka. Mereka tidak akan dihukum lagi, karena Tuhan telah menghapus semua pelanggaran mereka (Yeh 20,34-38; mat 25, 1-13). Dengan demikian bangsa yang telah menerima pengampunan tidak akan sombong lagi, bibir mereka tidak akan mengatakan hal-hal najis, tapi berubah ucapan menjadi memuliakan Tuhan. Di gunungNya yang kudus, akan terdengar sorak-sorai orang yang dibenarkan Tuhan. Kesadaran telah tiba oleh kasih setiaNya, sekaligus menyadarkan mereka untuk malu berbuat dosa dan hidup dengan rendah hati.&lt;br /&gt;5. Bangsa yang diselamatkan Tuhan akan merendahkan hatinya (ay.12), dengan terus menerus mencari Tuhan sebagai pelindung mereka. Karakter terbalik terjadi, kesombongan diubah oleh kasih Tuhan menjadi rendah hati. Maka orang yang menerima keselamatan dan menanti (beradvent) janji Tuhan akan rahmatNya, tidak akan mengandalkan diri dan menganggap diri lebih baik dari orang. Kesadaran bertumbuh, bahwa cinta kasih Tuhan mengarahkan hati manusia untuk bersikap tulus dan rela menaati Tuhan dan mengimplikasikannya melalui sikap yang saling menerima, terbuka dan mengampuni.&lt;br /&gt;6. Kerendahan hati juga akan membuat manusia tidak lagi menyembah berhala, tapi sungguh-sungguh menyadari bahwa Tuhan lah sumber berkat dan karunia dalam hidup umatNya. Dengan mencari Tuhan suatu indikasi kerendahan hati, tidak menunjukkan diri sebagai kekuatan dan kebenaran. Mencari Tuhan, akan menghilangkan kebohongan, penipuan dan praktek kejahatan lainnya dari diri manusia. Mereka yang diselamatkan akan menyerupai kawanan domba di rumput perdamaian dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggu mereka (cf. Ps 23;.. Mic 4:4).&lt;br /&gt;7. Pada advent ke-4 ini kita juga sedang menantikan janji keselamatan dan rahmat Tuhan yang akan meliputi umatNya. Tidak ada lagi penghukuman oleh kesetiaan Tuhan, tapi sekaligus mendorong kita untuk menaati firmanNya, tunduk pada kehendakNya dan bertekun mengikutiNya. Janji Tuhan mengubah kita dari sengsara masuk ke dalam sukacita di dalam Kristus, mengubah kita dari angkuh, sombong menjadi rendah hati, sehingga bibir kita tidak lagi memuliakan diri, tetapi memuliakan Nama Tuhan, sehingga semua lutut datang menyembah Tuhan dengan penyembahan yang sungguh-sungguh, dari hati yang tulus untuk berbakti kepada Tuhan. Aktivitas gereja kita murni melayani dan menyembah Tuhan, bukan mencari keuntungan diri, memakai gereja sebagai alat kemuliaan pribadi. Akhirnya, di advent ke – 4 ini mari kita menanti Tuhan yang kedua kalinya sambil tekun melakukan kebaikan yang terpancar dari bibir yang mengucapkan perdamaian, sukacita dan kabar baik. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-4809230726132111049?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/4809230726132111049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/12/zefania-3-9-13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4809230726132111049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4809230726132111049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/12/zefania-3-9-13.html' title='Zefania 3, 9-13'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-133003570291035176</id><published>2010-12-14T17:19:00.000-08:00</published><updated>2010-12-14T17:43:00.233-08:00</updated><title type='text'>Tta</title><content type='html'>Tata Ibadah Akhir Tahun &lt;br /&gt;                              HKBP DEPOK I, Resort Depok&lt;br /&gt;                               Jumat, 31 Desember 2010&lt;br /&gt;01. Kata Pembukaan&lt;br /&gt;Hari ini kita telah memasuki akhir tahun 2010. Kita patut bersyukur atas semua campur tangan dan perbuatan Tuhan menghantar kita sampai akhir tahun ini, dengan pengharapan akan memasuki tahun 2011. selama tahun 2010, melimpah berkat Tuhan pada kita, walau tidak dapat kita pungkiri, bahwa banyak pengalaman pahit juga menyertai perjalanan kita, seperti bencana alam yang silih berganti, kekerasan di tengah masyarakat, Gereja dan rumah Tangga, krisis ekonomi yang berkesinambungan, bahkan krisis kepercayaan kepada pemimpin bangsa dan gereja. Hari ini kita melihat dan merasakan bahwa Tuhan menyatakan kasih setiaNya pada kita, khususnya jemaat HKBP Depok I, dengan perjalanan Gereja yang penuh damai sejahterah, diberi kesehatan, rejeki dan anak-cucu yang baik. Untuk itu, mari kita persiapkan hati dan pikiran kita, memasuki ibadah akhir tahun dengan berdoa dalam hati masing-masing.&lt;br /&gt;- Saat Teduh – diiringin Musik KJ No. 326&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02. Bernyanyi KJ No. 3,1-2&lt;br /&gt;1). Kami Puji dengan riang, dikau Allah yang besar; bagai bunga t’rima siang, hati kamipun mekar. Kabut dosa dan derita, kebimbangan, t’lah lenyap. Sumber suka yang abad, b’ri sinarMu menyerap&lt;br /&gt;-Jemaat berdiri-&lt;br /&gt;2). Kau memb’ri, Kau mengampuni, Kau limpahkan rahmatMu. Sumber air, hidup ria, lautan kasih dan restu. Yang mau hidup dalam kasih. Kau jadikan milikMu. Agar kami menyanyangi, meneladan kasihMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03. Votum Introitus&lt;br /&gt;L : Di dalam Nama Allah Bapa yang menciptakan langit dan bumi, Dan Nama Yesus Kristus, yang menebus dosa dunia, serta Roh kudus yang memelihara kehidupan.&lt;br /&gt;J : Amin.&lt;br /&gt;L : Hari-hari sudah berlalu, dan tahun kita telah berakhir, tapi hari Tuhan terus berjalan, sampai maranatha yang kedua, sebab itu berjaga-jalalah, peliharalah imanmu, sebab ujian akan imanmu itu akan menghasilkan ketekunan.&lt;br /&gt;J : Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. L : Ya Tuhan, Engkaulah Allah kami, sejak awal sampai akhir, Allah alpha dan omega. Allah yang mengawali dan mengakhiri, Allah hari ini dan yang akan datang, penguasa atas langit dan bumi, Allah yang perkasa, Haleluya&lt;br /&gt;J : Haleluya... haleluya...haleluya...&lt;br /&gt;P : Kita berdoa: Ya Tuhan, Maha Pengasih, sumber kemuliaan dan sukacita kami. Kami bersyukur atas kasih setiaMu, menyertai langkah kami sepanjang tahun 2010 ini.&lt;br /&gt;J : Pada akhir tahun ini, kami datang bersembah sujud ke hadiratMu yang kudus, mengingat kasih setiaMu yang besar dalam memelihara hidup kami.&lt;br /&gt;L : Engkau menyertai kami dalam pekerjaan, memberi kesehatan, mencukupkan kebutuhan, dan menuntun arah langkah kami, sehingga selamat sampai saat ini.&lt;br /&gt; J : Kasihani kami ya Tuhan, layakkan kami juga memasuki tahun yang akan datang, tahun jubileum HKBP, tahun yang hanya beberapa jam lagi di hadapan kami. &lt;br /&gt; L : Kami sering mendukakan hatiMu ya, Tuhan, dengan sikap, perkataan dan perbuatan kami yang melukai hatiMu di sepanjang tahun ini. &lt;br /&gt; J : Kasihani kami ya, Tuhan. Jangan tebang pohon yang belum berbuah ini, jangan buang kami dari hadapanMu, jika belum ada buah yang benar kami persembahkan padaMu.&lt;br /&gt; L : Syukur kepadaMu, Tuhan sebab kasih setiaMu melampaui kesalahan kami, cintaMu, menutupi dosa kami, sehingga kami layak berseru:&lt;br /&gt; Semua  : Mengandalkan kasihMu, kami layak berharap memasuki tahun 2011, serta mengimani, penyertaanMu, sebagaimana yang sudah kami terima sepanjang tahun 2010 ini,  &lt;br /&gt; L : Kami berdoa dalam satu Nama yang Kudus, Nama Yesus Kristus, Penjamin hidup kami, &lt;br /&gt; L+J : A m i n&lt;br /&gt;      - duduk -&lt;br /&gt;04. Bernyanyi KJ No 440,1-2&lt;br /&gt;1). Di badai topan dunia, Tuhanlah perlindunganmu; kendati goncang dunia, Tuhanlah perlindunganMu. &lt;br /&gt;Reff: Ya, Yesus gunung batu di dunia, di dunia, di dunia. Ya Yesus gunung batu di dunia, tempat berlindung yang teguh.&lt;br /&gt;2). Baik siang maupun malam g’lap, Tuhanlah perlindunganmu; niscaya takutmu lenyap, Tuhanlah perlindunganmu!&lt;br /&gt;Reff: Ya Yesus, gunung batu di dunia.....&lt;br /&gt;05. Epistel : Wahyu 2, 1-7&lt;br /&gt;L :"Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. &lt;br /&gt;J : Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. &lt;br /&gt;P : Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. &lt;br /&gt;J : Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. &lt;br /&gt;P : Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. &lt;br /&gt;J : Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci. &lt;br /&gt;Semua  : Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah." &lt;br /&gt;L : Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan, serta melakukannya,&lt;br /&gt;J : Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06. Koor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07. Bernyanyi KJ No. 446,1+4&lt;br /&gt;1). Setialah... kepada Tuhanmu, hai kawan yang penat. Setialah... sokonganNya tentu di jalan yang berat. Kan datang Raja yang berjaya, menolong orang yang percaya,.. setialah!&lt;br /&gt;-Jemaat Berdiri-&lt;br /&gt;4). Setialah... kepada yang menang, meski maut kau tempuh. Setialah... sehabis berperang terima upahmu! Mahkota hidup diberiNya; kau masuk dalam t’rang ceria. Setialah! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08. Renungan dan Janji Akhir Tahun&lt;br /&gt;L : Tahun 2010, HKBP menetapkan sebagai tahun penatalayanan, menata struktur, sistim, administrasi, keuangan dan invetaris jemaat, dari tingkat jemaat hingga pusat, supaya menjadi gereja yang ‘rapi dan tersusun’. Kita mencatat, pada tahun penatalayanan ini, semakin meningkat kemampuan  masyarakat dalam ilmu pengetahuan, tekhnologi informatika, serta adanya, persaingan yang semakin ketat, maka HKBP perlu membenahi diri menjadi jemaat yang visoner dan bermisi mengembangkan kerajaan Allah secara rapi dan tersusun menyambut tahun jubileum, tahun di mana semua warga HKBP boleh bersorak-sorai merayakan kebaikan Tuhan atas perjalanan HKBP selama 150 tahun, setelah membangun persekutuan, bersaksi ke dunia, dan mensejahterakan dunia dan jemaat.&lt;br /&gt;J : Tuhan pada tahun ini, kami mengalami duka, baik secara personal, maupun seluruh bangsa, dengan banjir bandang di Wasior, Papua Barat,  Tsunami di Mentawai, sumatera Barat dan letusan Gunung Merapi, di Magelang, Jawa Tengah. Banyaknya orang-orang yang menganggap diri lebih baik dari yang lain, sehingga menganggu dan menggusur ibadah kami kepadaMu, seperti di HKBP Sosa, Tapanuli Selatan, HKBP Ciketing, Bekasi Timur, HKBP Rancaekek, Bandung, dan di berbagai tempat di Negara kami. Kami gagal mewujudkan kebenaran, di mana banyak terlibat umat kristen dalam ketidakbenaran hukum, ekonomi, sosial dan pengrusakan alam. HKBP semakin lemah memperjuangkan kebebasannya sebagai umat pilihanMu, di tengah negara yang semakin menekan hak beribadah umatMu.&lt;br /&gt;L  : Jemaat yang dikasihi Yesus! Kesusahan dan kesulitan akan datang silih berganti, mengancam hidup orang percaya. Tapi Kristus yang sudah mengangkatmu, dari jurang maut, takkan melepaskanmu, sendiri dan tak berdaya, Dia setia memelihara, menjaga hidup umatNya. Dia yang berkata: ‘Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu &lt;br /&gt; J : Syukur kepada Tuhan, yang sudah melawat umatNya, yang memberi kelegaan saat letih dan berbeban, yang menjamin masa depan umatNya, dengan anugerahNya. Aku akan mengasihi Tuhan, dengan segenap hati, kekuatan, pikiran dan jiwaku, Hosianna...&lt;br /&gt; L : Walau berbagai kesusahan menghadang kami tahun 2010 ini, kami tidak takut dan gentar, sebab Tuhan menyertai kami. Kami merasakan bahwa anugerah Tuhan lebih besar dari persoalan hidup yang kami alami. Maka saat, menjelang tahun 2011, kami berjanji kepadaMu :&lt;br /&gt; J : Bernyanyi KJ No.369a, 1: Ya, Yesus, kuberjanji, setia padaMu; kupinta Kau selalu, dekat ya Tuhanku! Di kancah pergumulan, jalanku tersesat, kar’na Engkau temanku, pemimpin terdekat. &lt;br /&gt; L : Tahun 2011, HKBP akan merayakan jubileum 150 tahun. Seluruh jemaat HKBP akan ber tahun jobel, tahun pembebasan, tahun sorak-sorai. Itu semua karena kebaikan Tuhan, maka saat ini kami berjanji: &lt;br /&gt;J : "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." &lt;br /&gt;L : Tuhan: kami serahkan hidup kami pada pemeliharaan Tuhan, supaya kami boleh berjalan sesuai dengan kehendakMu dan firman kebenaranMu.&lt;br /&gt;J : (Menyanyikan KJ No 369a, 2): Dekaplah aku, Tuhan, di ribut dunia, penuh kilauan hampa dan ribut dunia. Di dalam dan di luar si jahat mendesak. Perisai lawan dosa, ya Tuhan, Kau tetap.&lt;br /&gt;09. Koor &lt;br /&gt;10. Bernyanyi KJ No. 300, 3 (jemaat berdiri)&lt;br /&gt;3). Aku sadari, bahwa aku ini, makhluk terhina yang telah Kau pilih. Itu semua, murahMu belaka, yang tak tertara.&lt;br /&gt;11. Pengakuan Iman Rasuli&lt;br /&gt;L : Marilah kita bersama-sama mengaku Iman percaya kita, sebagaimana teman-teman seiman di seluruh dunia, kita bersama-sama, mengucapkannya:&lt;br /&gt;J : Aku percaya... dst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Koor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Bernyanyi KJ no. 370, 1-2&lt;br /&gt;1). ‘Ku mau berjalan dengan jurus’lamatku, di lembah berbunga dan berair sejuk. Ya, kemana juga aku mau mengikutNya, sampai aku tiba di neg’ri baka.&lt;br /&gt;Reff: Ikut..ikut...ikut Tuhan Yesus, ‘kutetap mendengar dan mengikutNya. Ikut... ikut...ikut Tuhan Yesus, ya, kemana juga ‘ku mengikutNya.&lt;br /&gt;2). ‘Ku mau berjalan dengan jurus’lamatku, di lembah gelap, di badai yang menderu. Aku takkan takut di bahaya apapun, bila ku dibimbing tangan Tuhanku. Reff: Ikut...ikut... dst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Berich ( Berita ‘jujur taon’) 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Bernyanyi KJ No.263, 1&lt;br /&gt;1). Yang t'lah menang disambut di firdaus; dan makan buah pohon alhayat. Tak lagi ingat dukaatau maut; Kristus yang hidup Tuhannya tetap. Ia alami nikmat sorgawi dan merasai kasih kekal dan merasai kasih kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Laporan Keuangan/Inventaris Jemaat 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Bernyanyi KJ No. 332, 1&lt;br /&gt;1). Kekuatan serta penghiburan, diberikan Tuhan padaku. Tiap hari aku dibimbingNya, tiap jam dihibur hatiku. Dan sesuai dengan hikmat Tuhan, ‘ku dibrikan apa yang perlu. Suka dan derita bergantian, memperkuat imanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Kata-kata sambutan mewakili Jemaat dan Parhalado&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Bernyanyi KJ No. 441, 1&lt;br /&gt;1). ‘Kuingin menyerahkan... seluruh hidupku. Sekalipun tak layak, kepada Tuhanku. Kubunuh keinginan, dan hasrat hatiku. Supaya hanya Tuhan, mengisi hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Doa Syafaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.Bernyanyi KJ No. 289, 1... (Persembahan 1 a+b)&lt;br /&gt;1). Tuhan pencipta semesta, Kaulah yang Maha mulia; sungguh besar karunia, yang Kau beri.&lt;br /&gt;-Musik...-&lt;br /&gt;2). KasihMu nyata terjelma, di sinar surya yang cerah, di sawah dan tuaiannya, yang Kau beri.&lt;br /&gt;- Musik...-&lt;br /&gt;3) Puji syukur terimalah, atas berkat anugerah, di rumah yang sejahtera, yang Kau beri.&lt;br /&gt;-Musik...-&lt;br /&gt;4). Kau merelakan PutraMu, supaya dunia di tebus; dengannya kurnia penuh, t’lah Kau beri.&lt;br /&gt;-Musik...-&lt;br /&gt;5). Kau mencurahkan Roh kudus, dengan segala yang perlu; hidup, kuasa, kasihMu, Engkau beri.&lt;br /&gt;-Musik...-&lt;br /&gt;6). Tidak terbatas kurnia, ampunan dosa dunia; dan pengharapan yang baka, yang Kau beri.&lt;br /&gt;-Musik...-&lt;br /&gt;7). Hilangkan harta yang fana, yang kami cari hanyalah, harta sorgawi yang baka, yang Kau beri.&lt;br /&gt;-Musik...-&lt;br /&gt;8). Pemb’rian kami selamanya, dari tanganMu, asalnya; yang Kau terima itulah, yang Kau beri.&lt;br /&gt;-Musik...-&lt;br /&gt;9). Terima hormat dan sembah, terima hidup dan kerja; serta sekalian benda, yang Kau beri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Khotbah : Ulangan 8, 11-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Bernyanyi KJ No. 346, 1... (Persembahan 2 untuk Dana Pensiun HKBP).&lt;br /&gt;1). Tuhan Allah beserta engkau sampai bertemu kembali; kasih Kristus mengawali, Tuhan Allah beserta engkau.&lt;br /&gt;Reff: Sampai bertemu... bertemu..., sampai lagi kita bertemu. sampai bertemu,... bertemu..., Tuhan Allah beserta engkau.&lt;br /&gt;                                      -Musik-&lt;br /&gt;2). Tuhan Allah beserta engkau, sayapNya pernaunganmu. sabda Kristus santapanMu, Tuhan Allah beserta engkau. Reff...&lt;br /&gt;`                                     -Musik-&lt;br /&gt;3). Tuhan Allah beserta engkau, dalam susah dan keluhmu. rangkulanNya menghiburmu, Tuhan Allah beserta engkau. Reff...&lt;br /&gt;                                      -Musik-&lt;br /&gt;4)Tuhan Allah beserta engkau! Panji Kasiih peganganmu. maut pun kalah di depanmu, Tuhan Allah beserta engkau!.&lt;br /&gt;                                     -Musik-&lt;br /&gt;24. Pengutusan :&lt;br /&gt;L : Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa;&lt;br /&gt;J : janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.&lt;br /&gt;L : Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.&lt;br /&gt;J : Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi." L :Doa Penutup dan berkat : Lihat Agenda HKBP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Akhir tahun 2010 dan menjelang tahun 2011&lt;br /&gt;Tuhan Yesus memberkati!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-133003570291035176?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/133003570291035176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/12/tta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/133003570291035176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/133003570291035176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/12/tta.html' title='Tta'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-8734634682374462231</id><published>2010-11-27T13:48:00.000-08:00</published><updated>2010-11-27T13:54:20.419-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='28 Nop 2010 (advent I'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Yesaya 32,1-8</title><content type='html'>“Pemulihan Batin : Datangnya Raja Syalom”&lt;br /&gt;1. Tiga hari lalu ada anggota jemaat yang baru menjalani operasi kandungan. Sehari setelah operasi, sayamenanyakan kondisinya. Dia menjawab bahwa operasinya berjalan baik. Dia tertidur selama lima jam. Walau badanya masih sakit dan pegal tapi dengan tidur membuatnya merasih pulih. Dipulihkan (Ibrani syub = dibayar lunas hutang, disembuhkan, memperoleh kesegaran kembali) membuat kita merasa nyaman, damai dan gembira. &lt;br /&gt;2. Demikianlah situasi Israel pada perikope ini setelah memperoleh pemulihan dari Tuhan. Hidup yang dulunya menanti penghukuman (Psl 28-35), namun menjadi segar, teduh dan nyaman karena pemulihan terjadi pada mereka dengan kedatanang raja yang adil, dan pemimpin-pomimpin yang benar. Pemulihan juga, mengutuhkan hubungan umat dengan khalik.&lt;br /&gt;3. Perjumpaan seseorang dengan Tuhan merupakan standart tertinggi dari pertobatan, maka ketika seseorang berjumpa dengan Tuhan, dalam dirinya terjadi transformasi spiritual, di mana orang bebal tidak akan membenarkan diri dan menganggap kebebalannya sebagai sebuah kebenaran. Orang yang menolak dan menghujat Tuhan akan menerimaNya sebagai Tuhan dan Jurus’lamat. Yang mementingkan diri menjadi punya kepedulian. Kata ini dalam kel.35,5dipakai untuk orang yang memberi dengan sukarela.&lt;br /&gt;4. Perikope ini merupakan masa pemulihan, masa di mana orang mengalami perubahan fisik, rohani dan pandangan hidup mengenai keadilan dan kebenaran. Mengapa terjadi perubahan? Karena Tuhan memulihkan umatNya, memulihkan pemimpin bangsa.&lt;br /&gt;5. Teori kepemimpinan berpendapat bahwa ikan yang busuk di mulai dari kepala kemudian menjalar ke tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa rusaknya sebuah organisasi ditentukan oleh kepala (pemimpin). Jika pemimpin baik, maka anggotanya akan baik. Dalam teologia pastoral diakui, jika ‘jemaat mengetahui bahwa mereka dikasihi oleh pasrturnya’, maka akan terjadi kedamaian dalam sebuah komunitas.&lt;br /&gt;6. Pengalaman bangsa Israel menunjukkan bahwa kepemimpinan di Yehuda mengalami kemerostoan (psl. 28-35). Yesaya hendak memperhadapkan suatu realita masyarakat yang mengalami kepanikan, oleh situasi kacau yang dihadapi bangsa Israel, dengan para pemimpin Yehuda yang tidak benar, yang menganjurkan aliansi dengan Mesir (lih 29, 15-16; 30, 1-2). Di tengah ketiakpastian mereka, Yesaya menyatakan bahwa masa-masa sulit yang dialami bangsa Israel akan berakhir dengan kedatangan Raja syalom, yang meneduhkan hati yang gersang, menyegarkan jiwa kering, bagaikan air yang mengaliri tanah kering dan tandus, sebagai pelindung dalam suasana yang menankutkan (2). Masing-masing Raja dan pemimpin itu mempunyai integritas dan terpercaya, menjadi sumber kanyamanan dan kesegaran dalam menjalani hidup yang sulit. Memberi keuntungan dan pemeliharaan bagi umat Allah. Bila di dunia ini kita banyak mendengar berita buruk, tapi Yesaya menubuatkan berita keselamatan, berita pemulihan, di mana akan tiba waktunya, pemimpin yang adil dan benar hadir di tengah-tengah kita.&lt;br /&gt;7. Dalam perjalanan hidup kita, mungkin kita pernah bertemu dengan orang yang belum mengenal kebenaran, belum mengalami pemulihan dari Allah, sehingga memungkinkan kita bisa bertemu dengan pemimpin yang tidak benar, apakah itu di dalam rumah, di tempat kerja, di Negara bahkan di gereja, yang membuat kita tidak nyaman, panic dan tidak mempunyai kepastian mengenai makna kebenaran. &lt;br /&gt;8. Salah satu ciri dari masyarakat post modern, adanya kecenderungan masyarakat kehilangan kepastian terhadap kebenaran, di mana makna kebenaran dan keselamatan tidak lagi dihayati berasal dari satu keyakinan/kepercayaan tertentu; tetapi kebenaran atau keselamatan terbentuk dari hubungan, interaksi dan ketergantungan terhadap setiap bidang yang ada ada di sekelilingnya. Itu sebabnya dalam pemikiran “post-mo” tidak boleh ada “klaim” kebenaran oleh suatu agama. survey menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Amerika menolak kebenaran mutlak. Manusia cenderung lebih kompromistis dengan situasi lingkungan di mana dia tinggal. Maka sering orang Kristen, dalam acara nasional lebih setuju mengatakan Tuhan Yang Maha Esa, demi untuk diterima oleh pihak lain yang tidak seiman dengan kita. Akibatnya dia memandang dan memperlakukan keyakinan iman Kristen menjadi serba relatif. Kebenaran menjadi rancu oleh berbagai ketidak-pastian yang dipunyai oleh banyak orang bahkan para pemimpin. &lt;br /&gt;9. Pada zaman ini orang menjadi tergantung pada semua ajaran, dan tidak menganut satu kebenaran yang pasti untuk diikuti, sehingga menyebabkan ketidak-nyamanan. Tidak ada kepercayaan pada keselamatan, tapi penolakan-penolakan pada makna kebenaran dan keslamatan. &lt;br /&gt;10. Yesaya muncul dengan sebuah perubahan, di mana dalam perikope ini, dibicarakan tentang pemimpin dalam artian yang luas, dari orang-orang yang menjabat (ay.1) sampai orang yang berbudi luhur, sehingga menunjukkan kepemimpinan moral/rohani dalam masyarakat. Tentu, harapannya bahwa raja dan penjabat-penjabat yang lain akan memiliki karakter itu juga, tetapi harapannya tidak terbatas pada kelompok itu.&lt;br /&gt;11. Tentang pemimpin yang menjabat, dalam ay.2 disampaikan empat gambaran mengenai kenyaman oleh kepemimpinan yang baik. Ay..3-4 berbicara tentang pemulihan batin, di mana mata, telinga, hati dan lidah orang akan berfungsi sebagaimana semestinya. Mata semestinya sanggup melihat hal-hal yang tidak beres (seperti dalam ay.5-7), tetapi tidak sanggup karena hati yang terburu nafsu. Telinga semestinya sanggup mendengar hal-hal yang melanda hidup manusia seperti keluhan orang miskin, yang tertindas (baik secara rohani, maupun secara ekonomi, ay.6-7) namun ‘gagap” menyampaikan keluhannya (ay.4).&lt;br /&gt;12. Pada minggu advent I ini, saat kita menanti sebuah kebenaran, kita sering diragukan berbagai persoalan yang kita alami. Kita mengisi penantian dengan kebenaran dunia, sehingga bisa menyebabkan kekacauan, namun Yesaya melihat jauh ke depan bahwa saat yang dinanti akan tiba, di mana akan datang Raja dan pemimpin masa depan yang tegas, tidak membuat kepanikan warga dengan berbagai situasi yang menggoncang. Tidak ragu akan bencana, risis ekonomi, kepercayaa oleh perubahan peradaban yang makin kacau, sebab akan muncul seorang pemimpin yang membawa pemulihan, Raja syalom, pembawa kedamaian, keadilan dan kebenaran (ay 9). Penglihatan Yesaya merujuk pada Mesias yang dijanjikan, yang datang membawa keselamatan dunia, mewujudkan kebenaran di tengah banyaknya ketidakbenaran, Dia Raja yang perkasa, pemimpin yang adil dan benar.&lt;br /&gt;13. Pada saat yang dinanti itulah, akan terjadi penyempurnaan atas segala kekurangan manusia; yang buta melihat; yang tuli mendengar. Totalitas dari diri manusia akan diubah Tuhan, fisik, tapi terutama rohaninya. Transformasi dalam pandangan hidup. Orang akan melihat, menerima, memahami, dan berkomunikasi tentang kebenaran karena mereka telah diperbaharui, disempurnakan dari setiap kekurangannya. (3-4). Karakter amoral dan jahat, juga mengalami tarnsformasi (ay.5).Hasil dari pemulihan batin adalah pengakuan tentang orang-orang yang berbudi luhur. Memang jika mata tertutup dan telinga tidak menengar, orang bebal bisa saja mengklaim dirinya benar, tetapi perubahan yang diturunkan Roh, mengubah manusia untuk jujur dan berlaku benar, tidak membenarkan diri dan tidak menutup mata untuk persoalan yang dialami sesamanya.&lt;br /&gt;14. Ay 6-8 hendak menjelaskan lebih lanjut bahwa pada masa itu akan terjadi perubahan-perubahan dalam diri umat Allah. Karakteristik yang ada dalam diri mereka dan telah menyatu dapat diubah oleh karena kepemimpinan yang menyejukkan, yang dapat mengubah hati jahat mau meninggalkan kejahatannya. Orang jahat sekalipun, jika dia tahu bahwa dia dikasihi, dia akan berubah karena merasakan bahwa dia dihargai. Raja dan pemimpin yang akan datang, Mesian yang dijanji adalah pemimpin yang mencerahkan masa depan umat manusia, di mana manusia mengetahui bahwa hidupnya berharga, bahwa keberadaannya dikasihi, walaupun penuh dosa dan nista. Menyadari kepedulian dan cinta kasih dari yang memimpinnya membuat hatinya tersentuh dan mau diubah oleh kebaikan yang menedukan jiwanya.&lt;br /&gt;15. Yesaya melihat suatu waktu di mana kebebalan, kejahatan, kebodohan dan segala bentuk yang menantang moral dan memikirkan yang  menyesatkan Allah, diubah spritualitasnya oleh keadilan dan kebenaran yang dibawa oleh Raja yang akan datang.&lt;br /&gt;16. Tujuan Yesaya menggambarkan masa depan yang penuh harapan adalah untuk memanggil bangsa Israel kembali kepada kebenaran, meninggalkan sikap yang hanya mementingkan diri dan membiarkan orang lain lapar, supaya masuk ke jalan Allah. (bnd 31,6). Firman ini menekankan pentingnya setiap orang bertobat, meninggal tabiat buruk dan menjadi umat yang memberi dengan sukarela; bertobat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-8734634682374462231?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/8734634682374462231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/11/yesaya-321-8.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8734634682374462231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8734634682374462231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/11/yesaya-321-8.html' title='Yesaya 32,1-8'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-2400598068937007996</id><published>2010-11-13T04:02:00.000-08:00</published><updated>2010-11-13T18:00:10.037-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='14 Nop 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Pengkhotbah 11, 1-10</title><content type='html'>‘Bekerja , sebagai Tanggung Jawab dan Ketulusan”&lt;br /&gt;1. Panggilan hidup manusia adalah bekerja secara bertanggung jawab. Maka ketika Tuhan menciptkan manusia, pada mereka diberi mandat untuk mengelola bumi (bnd Kej 2,15: TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu). Mengapa, sebab Tuhan juga bekerja selama 6 hari dan sampai sekarang pun Tuhan masih bekerja (Yohanes 5 : 17 “Bapaku bekerja sampai sekarang, maka akupun bekerja juga”.)&lt;br /&gt;2.  Bekerja sebagai panggilan harus dilihat dari anugerah Tuhan. Maka etika profesional kerja mengatakan bahwa kerja adalah anugerah. Bila kerja adalah anugerah, maka tidak ada kesempatan bagi manusia untuk bermalas-malasan, bahkan lebih kalau menurut Rsul Paulus, yang tidak bekerja boleh makan. Artinya, hidup harus diisi dengan bekerja, sebab bila bekerja berarti kita mensyukuri hari-hari/kesempatan yang diberi Tuhan. &lt;br /&gt;3. Seorang bijaksana pernah mengatakan, kepuasan hidup terdapat pada saat kita bekerja dan menerima hasil dari apa yang kita kerjakan. Kita tidak dapat melihat semua rencana Allah, dan tidak ada di dunia ini yang bisa kita bangun untuk menemukan makna yang memuaskan, namun sebagai ciptaan kita harus memenuhi tujuan Allah dengan menerima banyak dalam hidup kita sehari-hari&lt;br /&gt;4. Dalam perikope ini manusia diajarkan untuk mengisi hidup dengan bekerja. Dalam ay 1. lemparkan rotimu... ayat 1 ini dipahami dalam berbagai pengertian, ada yang mengatakan transaksi jual beli melalui transportasi kapal, ada juga mengatakan orang menjalankan uang tanpa buka kepada orang di luar dirinya, tapi ada juga mengartikan, Roti berarti benih-benih yang ditaburkan di tanah yang tergenang air, kelihatannya benih itu seperti hilang terbawa arus air, tetapi pada akhirnya lama setelah di tabur, tanah basah itu akan menghasilkan pertumbuhan dari benih yang ditabur. Ada yang mengatakan ay 1 ini tindakan amal, di mana seseorang memberi roti atau berbagi pada sesama, maka suatu hari akan mendapat imbalan dari yang diperbuatnya, tetapi pengkhotbah hendak menunjukkan bahwa hidup kita harus diisi dengan bekerja secara bertanggung jawab dan penuh ketulusan. Tugas kita menabur, tanah bisa memberi hasil, bisa tidak tapi tidak mengurangi semangat kerja jika belum langsung kelihatan hasilnya. Itu sebabnya dalam ay 2 dikatakan, jika kita punya kesempatan bekerja dan berusaha jangan merasa cukup atau puas dengan satu perkerjaan atau satu usaha saja. Dengan beberapa pekerjaan dan usaha yang dikerjakan selain berguna untuk diri sendiri tetapi juga berguna bagi orang lain. Artinya dengan kerja dan usaha kita, akan tercipta lapangan kerja baru dan pendapatan kita dan untuk orang lain juga, lebih tajam lagi dalam ay. 6 dikatakan bekerja tidak bisa berhenti hanya siang hari, tapi malam juga, siapa tahu yang suatu waktu berhasil dan satu waktu lain tidak, atau kedua-duanya bisa berhasil baik. Yang pasti kita terpanggil bekerja dan memberi keuntungan bagi sekitar kita namun hasil tunduk pada ketentuan Tuhan. &lt;br /&gt;5. Kegagalan orang bekerja, jika kita meramal hasil dari kerja dan menunggu semua situasi baik. Tunggu aman dulu baru saya mau jadi pengurus, demikian kira-kira yang sering kita dengar. Padahal justru kerja kita dituntut di situasi sulit, supaya kita dengan semangat dan tanggung jawab yang tulus menghasilkan yang baik.  Dalam ay. 3-4 dijelaskan jangan menunggu kondisi sampai sempurna. Kita bekerja secara rajin walaupun kondisi belum sempurna benar, karena tugas kita adalah melakukan pekerjaan. Petani yang baik tidak perlu melihat cuaca mendukung atau tidak, pedangang tidak menunggu pembeli datang baru membuka toko/usahanya, tetapi pagi hari dia akan mulai aktivitas tanpa ditentukan oleh kondisi. Tuhan akan bertindak dengan kondisi itu, sehingga pekerja keras tidak sia-sia dalam melakukan tugasnya. &lt;br /&gt;6. Cenderung orang berharap bahwa apa yang dikerjakan akan berhasil secara maksimal, maka orang yang bekerja secara optimal bahkan sampai lembur karena berharap bahwa upah diterimanya akan berlipat ganda. Tapi pengkhotbah hendak menekankan, bukan upah tujuan pekerjaan, tapi melakukan tanggung jawab dan membangun ketulusan, maka sering kita melihat tidak semua yang bekerja harus kaya, karena banyak yang bekerja keras tetap miskin, tapi melalui perikope ini dijelaskan, apa yang kita kerjakan tidak pernah sia-sia jika kita mengandalkan ketulusan dan tanggung jawab memenuhi tugas kita sebagai orang diberi mandat mengusahakan bumi.&lt;br /&gt;7. Jarang orang tahu bagaimana jalannya angin atau "Hanya sedikit orangtua memahami persis bagaimana bayi terbentuk, tapi kebanyakan mengikuti aturan akal sehat untuk kesejahteraan ibu dan anak yang akan lahir.’ Artinya, manusia tidak tahu cara kerja Allah memberkati benih yang kita taburkan, kita tidak tahu bagaimana Tuhan membuat kondisi buruk bisa menghasilkan buah yang baik, tapi Tuhan punya cara yang harus diimani manusia dan diterima bahwa tidak ada jerih payah yang sia-sia. Ay. 5 ini juga mengingatkan kita, meski kadang kita tidak tahu bagaimana semua bisa terjadi dengan kondisi kita yang kurang sempurna, tapi satu hal harus yakini Tuhan ada di semua pekerjaan yang kita lakukan. Oleh karena itu kerja bukan soal besar atau kecil, tapi bagaimana kita komit dengan kerja yang kita terima dan kita lakukan secara bertanggung jawab. Istilah Tuhan Yesus dalam Lukas 16,10-13, terpercaya dalam hal kecil maka akan dipromosikan ke hal besar. Terpercaya mengelola harta dunia, maka akan diberi kesempatan menjadi pewaris harta sorgawi. Maka perikope ini mengajarkan kita agar mengisi  hari-hari pemberian Tuhan dengan bekerja, kapan saja selagi ada kesempatan, kita tidak tahu mana yang berhasil, tetapi harus kita yakini bahwa tidak ada pekerjaan yang sia-sia.&lt;br /&gt;8. Akibat seringnya kita berlogika dalam bekerja, maka sering kita bekerja untuk upah. Jika tidak menguntungkan kerja itu diabaikan. Kita tidak lagi mau bekerja jika hasilnya tidak jelas. Kita sering mendengar RS tidak mau mengambil tindakan kalau pasien tidak ada yang menanggung jawabi biaya pengobatan. Ada anak yang putus sekolah karena tidak mampu membayar uang sekolah tepat waktu. Ada anak jenius, tapi harus menerima apa adanya tanpa bisa bersaing ke dunia pendidikan yang lebih tinggi karena tidak ada jaminan sosial yang mendukung mereka, karena cenderung instansi akan memutuskan sesuatu itu bisa atau tidak jika sudah jelas hasil akhir dari kerjanya, maka seorang ahli berkata 90 % aktivitas kita berkaitan dengan uang. Semua dikaitkan ke uang sampai lupa pada ketulusan melakukan kerja. Itu sebabnya Dr Fritz dari Jerman pernah berkata di RS HKBP, bahwa RS di Jerman, selalu menyisikan dana sosial, siapa tahu ada pasien yang tidak mampu berobat karena miskin, maka mereka dapat dibati dari dana sosial yang sudah disisikan. Artinya janganlah karena hasil yang tidak jelas kita menjadi tidak bertindak. Kalau kita hanya memperhatikan arah angin, maka kita tidak akan pernah menabur. &lt;br /&gt;9. Dunia kerja saat ini perlu adanya ruang moralitas, sebagai energi positif dalam bekerja. Jika ditarik benang merah, menelusuri asal-usul etos kerja, pengejaran keuntungan ekonomi, asal dikerjakan dengan kesungguhan dan kerja keras maka tidak pernah orang yang bekerja keras tidak mendapat hasil. &lt;br /&gt;10. Semangat bekerja pun, dalam kearifan budaya mengakui bahwa bekerja untuk survive tidak melanggar kodrat. Perspektif Kristen bekerja didorong oleh panggilan jiwa. Dalam pelayanan semua orang harus bekerja keras untuk mendapatkan kebutuhan dan pelayanan sebagai tanggung jawab manusia. Tidak ada kesuksesan tanpa keringat, dan tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. &lt;br /&gt;11.  Secara singkat tema dari ay 1-6 ini : kita harus menggunakan kebijaksanaan &lt;br /&gt;berani dan hati-hati, namun rendah hati. Seorang pengamat mengatakan kekuatan seorang pemimpin adalah ketika dia berani mengatakan sesuatu walaupun itu bertentangan dengan situasi yang akhirnya dia akan menanggung resiko. Dan Obama memikiliki itu. Dan itu lah yang kurang pada pemimpin kita.&lt;br /&gt;12. Bagaimana sikap hidup orang yang bekerja? Ada dua alasan kegembiraan hidup manusia, yang dicatat pengkhotbah, yaitu :&lt;br /&gt;- Ay 7-8: Alasan pertama kita harus menikmati hidup sekarang karena kita tidak dapat melakukannya setelah kita mati. Sebagai orang Kristen, kita menyadari bahwa kehidupan setelah kematian akan jauh lebih baik untuk orang percaya dari kehidupan sekarang di bumi ini. Karena hidup kita sigkat, maka baiklah kita menikmati, karena setelah mati, kita bisa lagi menikmati hidup ini dan tidak akan kembali lagi. Meskipun orang percaya yakin, bahwa kita memiliki masa depan yang cerah, tapi kita harus akui, hasil kerja relatif memberi jaminan hidup dari pekerjaan kita. Artinya dengan kerja tidak ada kepastian masa depan di yang menyenangkan di bumi, karena itu bijaknsanalah dengan hari-harimu, bijakasana dengan kerja kerasmu, nikmati kerjamu tanpa kehilangan kepercayaan pada pemberi hidup.&lt;br /&gt;- Ay 9-10: Alasan kedua untuk menikmati hidup agar pemuda menikmati masa mudanya. Banyak orang muda menjadi penopang keluarga, sehingga tidak sempat menikmati masa mudanya. Pengkhotbah menyarankan pemuda bersukaria, menikmati masa mudanya, menuruti kata hati dan pandangan mata, tapi jangan menjadi kehilangan iman. Mengapa? Karena Allah akan menghakimi semua orang pada akhirnya. Artinya, masa muda boleh mengisi kemudaan dengan sukacita, tapi tidak menyia-nyiakan waktu bermalas-malas, merusak tubuh dengan narkoba, minum-minum keras, namun baiklah pemuda yang bersukaria tidak kehilangan waktu untuk berjuang, kerja keras, belajar dan hidup dalam iman pada Yesus Kristus.  "Untuk orang tua mungkin tampaknya terlalu riskan untuk menyarankan agar orang muda berjalan di jalan yang sesuai dengan panggilan  hati dan penglihatan matanya. Namun saran itu digabungkan dengan mengingatkan tanggung jawab di hadapan Allah. Ini bukan cara untuk mengambil dengan satu &lt;br /&gt;tangan apa yang diberikan dan  dengan tangan  yang lain tanpa rasa &lt;br /&gt;tanggung jawab menyia-nyiakan milik dan kesempatannya.” &lt;br /&gt;13. Manusia hidup tidak sekedar supaya bisa makan, tapi tujuan hidup manusia menuruti panggilan hidup yaitu bkerja keras dan membangun kesejahteraan hidup dengan sesama, karena itu lakukan segala yang baik dan Tuhan bertindak memberkati setiap usahamu yang membangun kesejahteraan. Tuhan ada dalam setiap harimu, maka isilah hidup dan harimu dengan kerja keras dalam iman yang teguh. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-2400598068937007996?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/2400598068937007996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/11/pengkhotbah-11-1-10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/2400598068937007996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/2400598068937007996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/11/pengkhotbah-11-1-10.html' title='Pengkhotbah 11, 1-10'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-1397887730138410084</id><published>2010-10-28T21:10:00.000-07:00</published><updated>2010-10-28T21:15:50.513-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='epistel minggu letare untuk 2011'/><title type='text'>Yesaya 66, 10-14</title><content type='html'>“Pengasihan Tuhan menumbuhkan sukacita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang mengalami dukacita atau dirundung berbagai penderitaan oleh berbagai persoalan hidup, maka manusia berusaha atau mencari cara untuk menghibur dirinya; Ada yang berpesiar ke berbagai tempat untuk menenangkan diri, ada yang  mengkonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan dalam kerangka melupakan kesusahan hidup atau ada juga mencari dengan merusak diri. Tetapi apakah hal itu sudah memberi sukacita baginya ? Atau hanya hiburan temporer yang memberikan pertolongan sesaat dalam dirinya. Bagi yang suka makan dalam menghadapi persoalan akhirnya terjadi obesitas, kelebihan berat badan,  atau yang suka mengkonsumsi sesuatu, sering menjadi mabuk,  menjadi tergantung kepada sesuatu yang membuatnya bisa melupakan sementara atas berbagai persoalan. Ternyata, sering jalan keluar yang dibuat manusia  mengatasi persoalannya, justru menambah beban dari persoalan hidup. Bila datang situasi yang menyesakkan, atau persoalan-persoalan yang sangat menekan, janganlah segera mengatasinya  dengan cara instant namun beracun, biarlah kita tetap tinggal bersama Tuhan, menjadi orang yang berhikmat untuk mencari penyelesaian. Namun ketika persoalan itu berkepanjangan, serta di tambah dengan masalah-masalah yang  bertubi-tubi hadir, ingatlah TUHAN yang pasti selalu mendengar mereka yang berteriak kepadaNya.&lt;br /&gt;Saat ini, pada minggu sukacita (letare) kita memperoleh hikmat, memperoleh pencerahan bahwa kita memperoleh penghiburan Tuhan, sebagai sumber sukacita kita, ketika menghadapi berbagai persoalan hidup, Dia sumber sukacita yang setia menyertai dan menghibur kita. Penghiburan dapat kita terima bila kita tunduk dan mengimani perbuatan Tuhan yang penuh kebaikan, sehingga berbagai  keadaan dan situasi sulit dalam kehidupan dapat dimaknai dan lampaui dengan hati tegar, apa adanya dan siap pada proses pemulihan yang diberi Roh Kudus. Bersukacita bukan berarti kita bebas dari segala pergumulan, penderitaaan. Justru menurut Kitab Ayub dalam hidup ini banyak kesulitan yang akan kita hadapi. Tetapi yang membuat kita bersukacita, adalah ketika kesadaran kita terbuka, di mana, saat kita didera persoalan yang menyesakkan, TUHAN senantiasa tetap memperhatikan, mendampingi dan menguatkan kita. Inilah sukacita setiap orang percaya, dia tidak pernah dibiarkan menyendiri dalam persoalan-peroslan berat yang dihadapinya.&lt;br /&gt;Bersukacita, dan bersoraksorak bagi yang berkabung, adalah satu momentum yang membuat keadaan berubah..Bagaimana mungkin mereka yang berkabung boleh berubah secara drastis. Hal ini bisa terjadi lewat orang yang menyapa, menghibur dan berbicara padanya dengan kuat kuasa yang luar biasa, yang bersumber dari Roh penghibur, sehingga memberi perubahan secara mental spiritual. Ternyata Tuhanlah yang menjanjikan berkat  melimpah, sekaligus  penghiburan. Janji dari Tuhan menjadi sesuatu yang menggembirakan, sebab Dia adalah Allah yang selalu setia memenuhi apa yang dijanjikanNya.  &lt;br /&gt;Ketika Tuhan bertindak, hamba-hambaNya akan memperoleh hati yang girang, dan dukacita bagi musuh-musuhNya yang akan memperoleh amarah. Maka  persekutuan yang indah diantara Umat dengan TUHAN, menjadi awal sukacita bagi setiap ciptaan. Dia memberi pengharapan sebagai kekuatan menghadapi kesusahan dan kesulitan. &lt;br /&gt;Sering kita mendengar orang stress dengan berbagai masalah yang dihadapi. Tapi Firman Tuhan menjanjikan; bila kabut, hujan datang, sampai rumah kita kebanjiran, jalan macet, seolah kita tidak bisa bergerak; jangan panik seperti menghadapi akhir zaman, karena masih ada hari esok di mana Tuhan ada di hari esok kita, Tuhan yang menjanjikan bahwa matahari akan bersinar esok dan sukacita memenuhi rumah kembali  memperoleh hari yang cerah.. Yang sering menjadi keraguan orang yang menderita, bagaimana bila keadaan kita justru semakin buruk ? Alkitab mencatat, dalam hidup yang menderita, supaya kita tetap berani menghadapi persoalan tersebut, jangan gelisah atau tawar hati, (Yosua 1, 7), karena penderitaan yang kita alami sekarang adalah permulaan (Yoh 24,8). Meskipun penderitaan itu datang, kita akan tetap mampu karena dimampukan bersukacita oleh  Tuhan yang ada bersama dengan kita (Immanuel).&lt;br /&gt;Umat Israel pada masa pembuangan merasakan derita yang sangat menekan, karena terbuang dan terasing, mereka sangat membutuhkan penghiburan untuk memulihkan jiwa mereka yang tertindas. Trito Yesaya dalam perikope khotbah kita ini, memberikan penghiburan bagi umat  Tuhan. Mereka diingatkan bahwa kasih Tuhan ada di tengah-tengah mereka, sehingga dapat merasakan perhatian dan kasih Tuhan, seperti seorang anak yang merasakan kasih ibunya ketika di gendong dan dibelai dalam pangkuanNya. Demikianlah Tuhan bertindak seperti seorang ibu pada anaknya. Inilah suatu perbuatan Tuhan yang indah perbuatan dan ajaib bagi orang yang dikasihinya. Saat kita memahami Tuhan sebagai TUHAN yang tegas, dengan menindak umatNya yang memberontak sehingga  terbuang di negeri asing, Dia juga harus ita pahami, bahwa Dia juga adalah TUHAN Yang Maha kasih, yang bertindak secara feminim, sebagai seorang ibu yang rahimi dan penuh kelembutan  dalam kerangka  menyatakan kasih sayangNya bagi umat. Bila seseorang sedang mengalami kesusahan, secara spontan akan memanggil ibunya (mama), karena membutuhkan perlindungan dari ibu bagi jiwanya yang menderita, karena dalam ibu ada sesuatu  yang memberi rasa nyaman dan tenteram baginya, bagaikan seseorang yang meringkuk dalam rahim. Artinya, saat nabi Trito Yesaya menceritakan kasih Allah, sebagai kasih seorang ibu, hal ini akan menentramkan  kehidupan umat yang sedang gundah-gulana.&lt;br /&gt;Sukacita Umat Tuhan yang termuat dalam kasihNya adalah bahwa umatNya tidak hanya menerima hukuman karena kesalahan-kesalahannya, namun ada waktunya juga Allah mengalirkan keselamatan bagi mereka, bagaikan aliran sungai yang terus menerus memberikan kesegaran (berkatnya). Yerusalem juga menjadi saluran berkat tersebut.. Maka ada sesuatu pelajaran yang diberikan TUHAN bagi manusia, bahwa menghukum selalu didalam kasih, maka orang terhukum tidak dibiarkan dalam penderitaanNya. Ketika umat hukuman semakin lemah, semakin kehilangan semangat, TUHAN segera mengingatkan mereka untuk setia kepada TUHAN, dan segera akan memperoleh kebebasan.&lt;br /&gt;  Allah  terus-menerus berkarya dan berbuat, bagi umat-Nya di manapun mereka berada Maka harus selalu di ingat Allah yang menghukum umatNya, sekaligus juga yang mengasihi, menghibur serta memelihara (dalam sikap sebagai  seorang ibu memberi air susu, menjadi kehidupan serta kekuatan)&lt;br /&gt;Yerusalem akan memiliki damai sejahtera dan menjadi penghibur bagi semua orang yang mengasihi Allah, termasuk bangsa-bangsa yang datang kepadaNya. Kesetiaan umat kepadaNya merupakan respon aktif terhadap keselamatan yang telah diberikan olehNya. Firman ini dengan tegas menyatakan bahwa berita keselamatan berlaku bagi umat yang setia kepadaNya. Keselamatan bukanlah untuk didiamkan saja, sangat perlu respon aktif dari  si penerima keselamatan.Keselamatan yang diberikan menjadi kekuatan kita berharap terus menerus pada pertolongan TUHAN. A m i n.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-1397887730138410084?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/1397887730138410084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/10/yesaya-66-10-14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/1397887730138410084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/1397887730138410084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/10/yesaya-66-10-14.html' title='Yesaya 66, 10-14'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-4040337987224099634</id><published>2010-10-15T20:31:00.000-07:00</published><updated>2010-10-15T21:03:50.552-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 Okt 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Filipi 3, 17-21</title><content type='html'>"Menjadi Teladan"&lt;br /&gt;1. Ketika Sebastian Pinera, Presiden Cile mengambil tindakan dengan biaya yang sangat besar menyelamatkan 33 orang pekerja tambang, setelah 69 hari terjebak hampir 700 meter di bawah permukaan tanah, Cile bangga atas operasi penyelamatan yang heroik ini. Dunia bergetar melihat tindakan heroik ini, di mana presiden yang baru terpilih beberapa bulan ini dan menunda kunjungannya ke Eropah hanya untuk menyaksikan tindakan penyelamatan ini datang ke lokasi pertambangan tanpa pengawalan. Banyak suara yang mengatakan tindakan yang perlu diteladani. Tidak menutupi masalah sebagaimana bencana di Wasior, Papua Barat yang disebut murni bencana bukan karena pengrusakan alam.&lt;br /&gt;2. Sangat sulit menemukan orang yang bisa menjadi teladan dalam perbuatan. Tidak sedikit orang yang berani mengatakan sebagaimana yang dikatakan Paulus dalam perikope ini, di mana ia mengajak orang untuk meneladaninya. Terjemahan J.B. Lightfoot untuk ay. 1 ini dikatakan, ‘bersainglah satu dengan yang lain untuk meniru aku’. Ephorus (em) Pdt DR Justin Sihombing dalam ‘poda parjamitaon’ mengatakan: Jamitahon ma ngolumi, ngolumi ma gabe jamita (Hidupmu adalah khotbahmu, khotbahkanlah hidupmu!). Artinya, dibutuhkan keberanian untuk mengedalikan diri dari nafsu dunia untuk berani mengatakan kata-kata Paulus ini. &lt;br /&gt;3. Menjadi teladan dalam kata-kata sangat banyak, tapi dalam perbuatan itu sangat sulit ditemukan. Saya mengenal seorang ayah yang selalu membangunkan anak-anaknya setiap jam 5 pagi pada hari minggu, supaya pergi ke Gereja, namun setelah anak istrinya pergi, sang ayah tidur kembali. Dia selalu menjadi contoh dalam kata-kata tapi tidak dalam perbuatan. Beda halnya dengan Paulus yang muncul sebagai teladan dalam kata-kata, tapi juga dalam perbuatan. Nasihat Paulus ini untuk beberapa orang mungkin menganggapnya sebagai egosentris, namun karena dia menganjurkan mengikuti teladannya, tentu diapun hidup mengikuti teladan Yesus ( 1Kor 11,1). Hasilnya, teladan Paulus membuahkan Timoteus dan Efaprodithus.&lt;br /&gt;4. Di Filipi, Paulus memperingati jemaat itu untuk hidup benar, maka selanjutnya dia memberi dorongan bagi jemaat dengan lebih dahulu melakukannya sebagai teladan bagi jemaat. Artinya, Paulus tidak sekedar mengatakan tentang kebenaran tapi dia hidup dalam kebenaran itu, sebagaimana pengajaran Kristus yang diikutinya. Paulus hendak menyatakan supaya mereka selalu bergembira (ay.1) menghadapi situasi sulit, jangan bermuram durja oleh masalah, karena jika kita memfokuskan diri pada penderitaan yang kita alami, maka setan akan merenggut kegembiraan kita (ay.2). Paulus juga mencerahkan pikiran jemaat dengan menggambarkan kehidupan kristen (3-14) dan dengan tegas bersikap dalam menghadapi situasi apapun, (15-17) dalam menghadapi situasi dunia. Maka dalam ay 17, Paulus menegaskan ‘ikutlah teladanku,...’ artinya jangan mau terpengaruh oleh ajaran apapun selain ajaran yang bersumber dari Kristus. &lt;br /&gt;5. Di Gereja Filipi ada kelakuannya yang menjadi batu sandungan yang ditunjukkan menjadi seteru salib Kristus. Tidak jelas siapa mereka, tapi hidupnya rakus dan tidak bermoral dengan memanfaatkan kekristenan untuk membernarkan cara hidup mereka. Paulus menganjurkan bahwa hidup yang menentang salib Kristus tidak ada kebenaran di dalamnya, maka jauhkanlah diri dari sikap demikian, tapi teladanilah ‘aku’ dalam kata perbuatan. Demikian ajakan Rsul Paulus.&lt;br /&gt;6. Dalam ay 18-19: dengan air mata Paulus mengingatkan jemaat itu supaya menjadi bagian dari pekerjaan Allah di dunia, di mana tidak membuat perlawanan terhadap Kristus, karena sangat banyak orang menjadi seteru salib Kristus. Hal ini menunjukkan bahwa selain kegembiraan dan perkembangan rohani direnggut, ancaman lain adalah ajaran yang menganjurkan agar menjadi lawan dari hukum kasih yaitu ketundukan pada salib Kristus. Munculnya pengajaran yang menyesatkan umat Tuhan tentu mendukakan hati Paulus. Paulus hendak menekankan bahwa musuh salib adalah kelompok yang tidak patuh kepada Yesus yang membawa salib ke dunia. Tidak jelas apakah mereka dari kelompok orang kristen atau di dari luar kristen, tapi konsekwensi dari kehadiran kelompok ini adalah merusak iman percaya kepada Salib Kristus. &lt;br /&gt;7. Mengapa Paulus menolak kelompok yang mengajarkan seteru salib, karena dalam hidup kelompok ini, tidak ada kehidupan, karena sikap mereka membuat kebinasaan, bahkan bisa membuat mereka menjadi mati dini akibat penolakan yan terus menerus akan kebenaran salib. Dalam ay 2, ada 3 kelompok yang perlu diwaspadai, yaitu: ‘Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,’ Paulus dalam iman kepada Yesus yang membawa salib ke dunia menegaskan bahkan untuk menyebut mereka pun adalah memalukan (Ef 5,12). Kelompok ini hanya memberi kesenangan sementara, kesenangan apa yang membuat mereka nikmat di dunia ini, tanpa peduli hal yang rohani. Setiap tindakan mereka tidak melibatkan hal yang rohani. Mereka mempertuhan makanan, memulikan aib (seksual), dan tujuan mereka hal duniawi. Ketaatan ritual mereka sudah beralih tempat dari Tuhan, sebab perkara-perkara dunia menjadi tujuan mereka.  Hampir total hidup mereka diserahkan pada yang fisik.&lt;br /&gt;8. Paulus tidak setuju jika manusia memanjakan diri sendiri dengan hanya memuaskan nafsu belaka. Dia melihat gambaran manusia yang memberhalakan diri dengan tidak percaya pada salib Kristus. Untuk mencermati ini, Paulus membawa jemaatnya pada pemahaman eskhatologis, bahwa hidup kita sekarang bukan untuk kesenangan duniawi, tapi ada kehidupan di depan; dibalik apa yang kita jalani. Itu sebabnya dalam ay 20. Paulus menegaskan kewarganegaraan kita bukan di dunia ini, tapi di surga, di tempat mana kita menantikan Juruselamat kita. Kewarganegaraan surgawi ini jauh lebih penting dari persinggahan di dunia yang sedang kita jalani sekarang. Karena tujuan kita tidak hanya di dunia yang sementara ini, maka kita jangan memberi tempat di hati kita menyembah ilah lain, selain dari pada Yesus Kristus. &lt;br /&gt;9. Paulus menegaskan ‘ikutilah teladanku...’ berarti sebagaimana Paulus berpegang pada ajaran Kristus yang dia imani, marilah kita juga mengimani Yesus sebagai Tuhan dan pemberi kehidupan, berpegang pada Tuhan yang sanggup memberi kegembiraan bagi kita.Semua orang yang percaya perlu belajar hidup sebagai orang asing dan peziarah di tanah ini (Heb. 11:13). Tanah ini bukan milik kita, bukan tujuan akhir kita, maka jangan kita sampai menjadi seteru salib hanya karena memperebutkan kesenangan di tanah persinggahan sementara ini. Kegembiraan Paulus tanpa harta duniawi karena dia dapat membayangkan bahwa dia akan kembali kepada pemilik sejati dan pemberi kegembiraan sejati yaitu Yesus Kristus pembawa sukacita dunia.&lt;br /&gt;10.  Kita sebagai jemaat tidak hanya meneldani Yesus, tapi terpanggil juga menjadi teladan bagi yang lain. Dalam Pendahuluan khotbah (1 Raja 2, 1-4), seorang ayah perlu menjadi imam dan teladan bagi anak-anaknya, demikian juga seorang kristen agar menjadi teladan bagi yang belum mengenal kuasa salib, supaya dunia tidak menunjukkan kuasanya atas isi alam semesta ini. Hidup kita bukan di dunia ini. Maka isilah yang baik, sementara kita tinggal di dunia ini.&lt;br /&gt;11. Dalam sebuah wawancara dengan Paul Bradshaw, Rick Warren mengatakan:&lt;br /&gt;Orang-orang bertanya kepada saya, apa tujuan dari hidup? Dan jawab saya adalah: secara ringkas, hidup adalah persiapan untuk kekekalan. Kita diciptakan untuk hidup selama-lamanya, dan Tuhan menginginkan kita untuk bersama-sama dengan Dia di surga. Suatu hari jantung saya akan berhenti, dan itu akan menjadi akhir dari tubuh saya tapi bukan akhir dari saya.&lt;br /&gt;12. Maka saat Kristus datang kedua kalinya, tubuh kita yang hina akan diubah seperti tubuhNya yang penuh kemuliaan. Perbandingan kedua badan ini sangat menyolok, yang satu hina, buruk, lemah dengan berbagai pengaruh jahat, penuh dosa. Sedangkan tubuh yang diubah adalah tubuh mulia; tubuh baru yang berkilau sebagai anak Tuhan. Transformasi ini akan terjadi, entah kita hidup atau sudah meninggal, saat Tuhan datang kembali (1 Kor 15,51-54; 1 Tes 5, 9-10). Perubahan yang menkjubkan ini akan terjadi sebab Allah yang punya kekuasaan yang luar biasa, yang menundukkan segala kuasa di alam semesta ini yang melakukannya. Inilah pengharapan umat percaya perubahan dari yang fana ke kekal dari kematian menuju kehidupan kekal. Amin. Selamat mengikut Yesus, selamat menjadi teladan!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-4040337987224099634?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/4040337987224099634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/10/filipi-3-17-21.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4040337987224099634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4040337987224099634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/10/filipi-3-17-21.html' title='Filipi 3, 17-21'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-5202149246109295945</id><published>2010-09-25T01:27:00.002-07:00</published><updated>2010-09-25T01:29:59.597-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='26 Sept 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Yohanes 8,1-11</title><content type='html'>"Keterbukaan Yesus pada Semua Orang"&lt;br /&gt;1. Ketika membaca perikope ini ada orang bertanya, ‘apakah Yesus menyetujui dosa dalam hal ini perzinahan, sehingga Dia tidak menghukum orang berdosa; sementara Hukum Musa mencatat bahwa umat Tuhan di larang berzinah?! Pertanyaan ini alasan Ahli Taurat dan orang Farisi membawa seorang perempuan yang kedapatan berzinah kepada Yesus. Mereka hendak mencobai Yesus mengenai konsistensiNya dalam melakukan Hukum Musa sekaligus hokum Kasih. Bagaimanakah Yesus bertindak jika diperhadapkan dengan situasi demikian?&lt;br /&gt;2. Ada sisi kehidupan manusia dalam menghadapi situasi ini, yang pertama gambaran orang farisi dan ahli taurat yang melihat sisi buruk dari orang lain/berpikir negative tentang orang. Mereka berusaha mendapatkan suatu tuduhan atau dasar mana mereka dapat menjatuhkan Yesus yang selalu bersikap baik, terbuka pada semua sifat manusia. Mereka menganggap sikap itu sebagai kemunafikan, sehingga mereka menguji Yesus tentang konsistensi dalam mengasihi umat saat kedapatan melakukan dosa. Mereka hendak menjebak Yesus tentang sikapNya pada orang berzinah. Jika Yesus menghukum sesuai hukum Musa, maka Yesus akan kehilangan nama baik yang penuh kasih dan sahabat orang berdosa. Hal ini adalah wajar sebab jika timbul masalah hukum mereka boleh membawa ke Rabbi. Sisi lain, gambaran Yesus yang terbuka dan menerima keberadaan manusia. Penerimaan ini membuat manusia terbuka dalam pengampunan, sehingga tidak mudah memberi hukuman bagi orang bersalah. Yesus juga selain mengampuni mengingat supaya tidak kembali ke dosa yang sama, tidak melakukan kesalahan yang sama.&lt;br /&gt;3. Sikap pertama tadi menunjukkan bahwa orang Farisi dan ahli Taurat menunjukkan bahwa ada pertentangan antara ajaran mereka dengan apa yan diajarkan Yesus. Ketika Yesus terbuka pada semua orang, hal itu dianggap pencemaran terhadap kekudusan, sehingga mereka sering menguji Yesus jika sedang bersama dengan orang lain yang dianggap tidak kudus, seperti perempuan Samaria, pemungut cukai, orang Samaria yang baik hati. Dll. Tetapi sikap ini tidak membuat Yesus menjadi undur berbuat baik, Yesus yang tidak diterima kalangan agamawan Yahudi tidak menjadi gentar melakukan pengutusan yang diterima dari BapaNya. Sikap mereka tidak memperngaruhi sikap Yesus dalam menjalankan tugasNya.&lt;br /&gt;4. Baru-baru ini saya mengenal seseorang yang mengundurkan diri dari jabatan bendahara gereja hanya karena laporannya kurang berkenan di hati beberapa orang. Tindakan mengundurkan diri, adalah sikap ketidakbertahanan melakukan kebaikan hanya karena dikritik, tidak diterima dan kurang berkenan di hati orang. Sering sekali kita bersikap sesuai dengan penilaian orang lain, sehingga apa yang Tuhan mau dari kita menjadi tidak terlaksana. &lt;br /&gt;5. Yesus mengubah cara pikir kita dalam bersikap di tengah kehidupan yang tidak semua pihak boleh menerima kerja dan usahan kita, tetapi dalam situasi itu pun Yesus tidak terpangaruh, tidak mundur melakukan kebenaran.&lt;br /&gt;6. Perempuan berdosa itu siap untuk menerima hukuman sesuai dengan hukum Musa, karena dosa zinah adalah dosa yang dianggap sangat serius. Bagi orang Yahudi lebih baik mati daripada melakukan penyembahan berhala, pembunuhan dan perzinaham. Maka ketika orang Farisi dan Ahli Taurat membawanya ke Rabbi (Yesus), dia ikut, siap untuk menerima hukuman. Sesuai hukum Musa, mereka jelaskan hukuman bagi perempuan itu, tapi Yesus tidak melakukanNya dan meminta orang yang tidak berdosa di antara orang banyak itu yang pertama melakukanNya. Pertanyaan Yesus pada mereka, sekaligus pertanyaan bagi kita: ‘Siapakah diantara kamu yang tidak berdosa?’&lt;br /&gt;7. Rasul Paulus berkata, bahwa tak seorang pun manusia yang tidak berdosa, semua berdosa. Artinya, Yesus juga berpikir demikian, bahwa kedatanganNya k dunia adalah membawa manusia berdosa ke jalan kebenaran. Dia rela menjadi tumbal dosa untuk kemuliaan umatNya. Oleh karena itu, tak seorang pun manusia berhak menghukum saudaranya yang berdosa, sebab penghukuman itu adalah hak Allah, dan Allah telah mengutus Yesus ke dunia supaya dunia tidak binasa, supaya orang berdosa tidak mati di dalam dosaNya. Artinya, Yesus hendak mencerahkan pikiran orang banyak itu bahwa semua manusia adalah umat berdosa dan kedatanganNya adalah untuk mengampuni orang berdosa.&lt;br /&gt;8. Disamping itu, Yesus juga tidak mau konflik secara terbuka dengan orang farisi dan ahli taurat mengenai penghukuman. Sejenak Dia berdiam diri, membungkuk dan menulis di atas pasir untuk menunjukkan bahwa Yesus kurang setuju dengan cara mereka mempermalukan perempuan itu di depan umum. Atau saja Dia menahan rasa malu seperti yang dialami perempuan hina itu. Dia menderita seperti perempuan itu. Disamping itu, Yesus ingin menyadarkan farisi dan ahli taurat dengan mengulang hukuman merekabahwa hukuman itu sangat sadis. Padahal Yesus pernah mengajarkan, kalau ada kedapatan berdosa, baiklah dia dipanggil dan ditanya oleh imam hanya empat mata, kalau dia menolak bolehlah memanggil saksi, jika masih menolak baru ditanyakan di depan jemaat. Tapi ahli taurat telah membawa penzinah ke depan umum dan segera menjatuhkan hukuman.&lt;br /&gt;9. Yesus bahwa semua manusia tidak sanggup melakukan hukum taurat jika dari dirinya sendiri, oleh karena itu Dia datang ke dunia. Alasan itu membuat Yesus memahami bahwa dosa harus diampuni dan diingatkan untuk tidak melakukannya lagi. Persoalan sering terjadi saat kita merasa diri paling benar seperti Farisi dan ahli taurat. Ketika kita merasa benar, kita akan selalu melihat orang lain salah, menggemborkan kesalahan orang lain ke semua orang. Inilah hal buruk dari manusia, menganggap diri lebih benar dari orang lain, sehingga hanya melihat keburukan dari orang lain.&lt;br /&gt;10. Orang banyak itu pergi dan tidak melakukan hukuman yang mereka rancang, ketika sebuah realita dipertanyakan pada mereka. Yesus menyadarkan orang banyak itu bahwa mereka juga adalah orang berdosa. Dengan demikian mereka menjadi tidak berani bertindak anarkhis pada orang berdasa yang sama dengan mereka. &lt;br /&gt;11. Yesus bukan setuju dengan perangai orang berdosa, tapi menginginkan perubahan manusia meninggalkan dosa dan hidup pada kebenaran. Itu pesan terakhir dari Yesus kepada perempuan itu agar pergi dan tidak mengulang kembali dosanya. Perkataan Yesus menjadi pembelajaran bagi kita, bahwa penghukuman adalah hak Tuhan, kita bertugas melakukan kebenaran dan mendukung orang untuk selalu berkembang ke arah yang baik. Ayat 11 adalah konsep berpikir Yesus yang tidak menjatuhkan hukuman bagi orang yang mau diperbaharui. "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."&lt;br /&gt;12. Kita adalah umat tebusan Tuhan, kita juga tidak ada yang luput dari dosa, oleh karena selalu bersikap mengampuni dan melakuakan kehidupan yang diampuni dengan saling terbuka, menerima dan mengasihi. Artinya, selama kita hidup di dunia ini, Tuhan memberi kesempatan bagi kita untuk bertobat dan Tuhan terbuka menerima kita untuk diubah ke arah yang semakin baik. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-5202149246109295945?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/5202149246109295945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/09/yohanes-81-11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/5202149246109295945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/5202149246109295945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/09/yohanes-81-11.html' title='Yohanes 8,1-11'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-4053190740998000511</id><published>2010-09-11T05:59:00.000-07:00</published><updated>2010-09-11T06:03:21.345-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='12 September 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>1 Korintus 12, 14-27</title><content type='html'>“Bersatu dalam Perbedaan”&lt;br /&gt;1. Gambaran tubuh manusia adalah penjelasan sederhana untuk memaknai kesatuan dalam perbedaan. Bentuk dan fungsi anggota tubuh yang berbeda tidak menjadikan tubuh terpecah-pecah, sebaliknya justru saling mendukung, saling memerlukan untuk mencapai tujuannya. Ketika perut lapar, otak bergerak memerintahkan tangan untuk memasukkan makanan ke mulut, gigi mengunyah dan ditelan melalui leher. Hasilnya manusia kenyang, sehat dan bisa meneruskan kerja. Artinya, satu dengan yang lain saling menolong dan memerlukan untuk mencapai kesatuan.&lt;br /&gt;2. Pernah muncul pertanyaan, ‘mengapa Tuhan menciptkan Adam dan Hawa secara berbeda? Apakah untuk menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan tidak bisa bersatu, atau laki-laki lebih tinggi kelasnya dari perempuan?’ seorang teman Pendeta menjawab pertanyaan ini dengan sederhana, coba kalau semua perempuan sama, bagaimanakah kita mengenal yang mana istri kita dan mana istri orang. Kalau semua sama persis, tentu situasi bisa runyam, apalagi kalau sampai ada yang menggadeng perempuan yang bukan sitrinya, tapi karena perempuan itu berbeda-beda, maka tidak terjadi kekacauan karena masing-masing mengenal yang mana istrinya. Dalam perbedaan itulah justruk nampak keindahan persekutuan Adam dan Hawa dengan perbedaan yang mereka miliki, mereka menjadi saling melengkapi. Demikian juga tubuh kita, coba kalau semua mata, tidak ada telinga, hidung, mulut dan yang lainnya, betapa menakutkan orang itu, tetapi Tuhan mengatur sedemikian rupa sehingga terlihat harmoni, dengan perbedaan itu terjadi keteraturan sehingga sistim kerja menjadi sinergis. &lt;br /&gt;3. Mata tidak ditempatkan satu di dahi dan satu lagi di belakang kepala, tapi sejajar, sehingga harmonis dan pandangannya bisa jauh dan jelas karena dua lebih baik daripada satu. Mulut tidak dua, karena dapat menyebabkan kerusakan, kalau dua mulut saling bicara dengan tema yang berbeda. Artinya, Tuhan menempatkan semua secara baik supaya tidak terjadi perselisihan antar satu organ tubuh dengan organ lainnya (ay. 25).&lt;br /&gt;4. Demikianlah hendaknya Gereja, ada banyak anggota jemaat yang berbeda latar belakang, ada Batak, Nias, jawa, ada yang baik, jahat, pintar, bodoh, kaya dan miskin dipersekutukan dalam Gereja dengan karunia/kharismata/kharis yang berbeda pula. Ada yang bisa berdoa, pintar bernyanyi, pintar berkhotbah, pintar menasihati, rajin mengunjungi orang sakit, dll. Kalau dalam perikope khotbah ini, ada 9 disebut karunia dalam diri anggota jemaat. Seperti: (ay.8) Roh memberikan karunia berkata-kata dengan hikmat, berkata-kata dengan pengetahuan. (ay. 9) beriman, menyembuhkan (Ay.10) mengadakan mujizat, bernubuat, membedakan bermacam-macam roh. Berkata-kata dengan bahasa roh, dan menafsirkan bahasa roh. Sebagai pendukung lainnya kita juga boleh membandingkan dengan 1 Kor. 12:28-29; Roma 12:6-8; Efesus 4:11. Semua karunia itu berbeda pada setiap orang (12:11; bnd. I Petrus 4:10-11).&lt;br /&gt;5. Perbedaan itu bukan untuk menjadi kesombongan, tetapi untuk menciptakan kebaikan dan kemuliaan bagi Allah. Apakah Gereja bisa berkembang, jika hanya paduan suara yang dikembangkan dan tidak diasah karunia lainnya. Kepelbagaian yang dimiliki masing-masing orang perlu dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mempersatukan seluruh jemaat. Artinya karunia yang berbeda, adayang menonjol, yang lain tidak, tetapi yang menonjol tidak mungkin hanya dengan kekuatannya bisa tercipta gereja yang kuat, pasti ada dukungan dari yang kecil-kecil sehingga menghasilkan buah yang banyak.&lt;br /&gt;6. Billy Graham seorang pengkhotbah besar dari Amerika pernah berkata; ‘jika aku bisa seperti sekarang, bisa menjadi pengkhotbah besar, itu tidak hanya usahaku sendiri, tetapi ada banyak orang dibalik semua itu, yaitu mereka yang selalu berdoa untukku, setiap kali aku hendak melakukan pelayanan’. Kekuatan doa orang sekitar walaupun kelihatannya tidak berarti, tidak nampak, tapi dampaknnya luar biasa, doa mereka menghasilkan pengkhotbah besar. Coba kita pintar berkhotbah, tapi koster gereja tidak mempersiapkan altar yang bersih, sound sistim yang baik, tentu khotbah kita akan sia-sia, karena suara kita tidak menjangkau pendengar. Berbeda dengan gereja-gereja sekarang, berharap muncul pengkhotbah yang baik di gereja, khususnya HKBP, tapi kita tidak mendukung karunia mereka dengan karunia yang kita miliki, yaitu doa-doa jemaat, sebaliknya kita mencari celah bagaimana mempermalukan pengkotbah itu, jika saja kedapatan ada yang salah dari khotbahnya, kita mencari peluang melemahkan pengkhotbah dengan menghina sebagai pengkhotbah yang kurang baik.&lt;br /&gt;7. Paulus mengingatkan jemaat di Korintus yang ketika itu menyombongkan karunia yang ada padanya dengan menghina karunia orang lain. Kesombongan menyebabkan perpecahan antar anggota jemaat, padahal karunia itu adalah pemberian Allah dan semua saling membutuhkan. Maka Paulus menganjurkan supaya jangan menganggap apa yang diterima dari Tuhan lebih berguna dari yang diterima orang lain. Jari tangan dan kaki memang kecil, tetapi tanpa jari-jari, apakah tangan bisa berbuat? Lidah memang kecil tapi tanpa lidah apakah mulut dapat bicara? Kepala besar tanpa otak yang lebih kecil di dalam kepala boleh kah kita memaknai banyak hal? Yang besar dan kecil saling memerlukan dalam kerangka memuliakan Allah dan membangun hubungan baik dengan sesama.&lt;br /&gt;8. Perpecahan sering terjadi dalam hubungan manusia. NKRI harus mampu saling menerima dengan berbagai perbedaan rakyatnya kalau mau bertahan. Kita tahu, bahwa ada banyak suku yang ingin dimerdekakan dan tidak mau bersatu dalam wadah NKRI karena merasa tidak nyaman tinggal bersama. Merasa tidak diperdulikan dan dianggap kelas dua. Sadar atau tidak, kita merasa lebih berkelas dari masyarakat Papuaa, walau mereka mempunyai karunia yang besar membangun Negara ini. Maka untuk memecah persatuan ada demonstrasi, perang suku, dll. Perpecahan bisa juga terjadi antar personal, di daerah-daerah, sering terjadi perebutan tanah sampai ke pengadilan dan hasilnya kalau ditanya, ‘kami menang, tapi tanah kami jual untuk biaya perkara’. Artinya, perpecahan tidak pernah berdampak baik, walaupun kalau di gereja semakin banyak perpecahan, semakin banyak gereja yang berdiri. Karena itu kita perlu saling memakai karunia yang kita terima membangun persekutuan bukan melemahkan orang lain. Jangan karena kita pintar berorasi, kita terus bicara tidak mau mendengar dan isi orasi kita melemahkan saudara yang lain. Hendaklah kita pakai karunia berkata-kata kita bukan mempengaruhi orang lain memusuhi saudaranya, tapi menguatkan kelemahan saudara kita. &lt;br /&gt;9. Hidup yang bersekutu sangat riskan dengan perpecahan, maka persatuan adalah kebutuhan semua bangsa. Yesus dalam doaNya meminta kepada Bapa, ‘supaya mereka menjadi satu… sama seperti KITA yang adalah satu’ (Yoh 17). Maka sebagai pengikut Tuhan, tentu kita berharap supaya ‘semua’ menjadi satu. Kebutuhan ini dibentuk dalam wadah seperti, gereja sedunia, gereja luther sedunia, Gereja seasia, PGI, MAWI, ICMI, HMI, GMKI, GAMKI, dll. Arisan ‘marga’, ‘parsahutaon’, dll. Semua itu dibentuk dalam membangun persatuan. Namun persekutuan yang dibentuk untuk mewakili pikiran manusia bisa terpecah karena dorongan egoisme, fanatisme dan kesombongan. &lt;br /&gt;10. Untuk membangun Gereja yang bersekutu dengan baik, yang mensejahterakan kehidupan dan memuliakan Tuhan, semua karunia akan dipakai untuk saling mendukung, saling menolong, tidak menganggap diri lebih baik dari yang lain. Yang lemah ditolong yang kuat, yang kuat disempurnakan yang lemah. Istilah Marthin Luther: “kamu menjadi kita; aku menjadi kau’. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-4053190740998000511?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/4053190740998000511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/09/1-korintus-12-14-27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4053190740998000511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4053190740998000511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/09/1-korintus-12-14-27.html' title='1 Korintus 12, 14-27'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-2155232402987821190</id><published>2010-08-28T09:44:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T09:47:07.235-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='29 Agustus 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kotbah Minggu'/><title type='text'>Imamat 19,16-18</title><content type='html'>1. Mother Theresia, ibu lambang perdamaian dan kasih, pernah berkata: “Tebarkanlah kasih ke mana pun engkau pergi: pertama-tama di rumahmu sendiri, dan menyebar ke sekitarmu dan ke semua orang di semua tempat. ...Jangan pernah membiarkan seseorang datang kepadamu lalu pergi begitu saja tanpa merasa lebih bahagia dan lebih baik.Ungkapan kasih dan kebaikan hati Tuhan yang hidup melalui kasihmu; kebaikan hati di wajahmu, kebaikan hati di matamu, kebaikan hati di dalam senyummu, kebaikan hati di dalam salam hangatmu, sehingga dengan demikian engkau dapat memenangkan dunia ini bagi Kristus, dengan kasih.&lt;br /&gt;2. Penulis-penulis modern banyak menganjurkan agar kita mengembangkan cara berpikir yang positif dalam menjalani hidup. Salah satunya adalah: katakan untuk sesuatu yang sulit bahwa ‘aku bisa’, maka kau akan bisa. Jika yang positif kita pikirkan tentang diri kita dan sesama maka, yang baik akan semakin berkembang di tengah hidup kita. Bila firman Tuhan berkata dalam ay. 16 mengatakan, ‘jangan...’ itu berarti, supaya membatasi diri dalam bersikap, berpikir dan bertindak negatif tentang orang lain. Jangan menyebarluaskan gosip, mengucapkan sesuatu yang tidak benar, yang bisa mencelakan orang lain dengan fitnah yang kau sebarkan. Salah satu korban dari fitnah adalah Tuhan Yesus, di mana para Imam Yahudi memfitnah Yesus. Yesus menanggung fitnah mereka sampai mati di kayu salib. Fitnah dapat menghancukan hidup seseorang, karena itu jangan menyebarkannya, jangan mengancam hidup mereka dengan kebohonganmu. &lt;br /&gt;3. Ada banyak hal-hal yang kita terima dari orang lain yang melukai dan menyakiti hati kita. Terkadang hal baik yang kita maksud, ditanggapi dengan tidak baik, bahkan dianggap sesuatu yang buruk. Kita difitnah, disebut orang yang merusak hidupnya. Apakah sikap kita terhadap tindakan orang yang mencelakai diri kita? Menurut hukum Yahudi, gigi harus diganti dengan gigi, mata ganti mata. Artinya kejahatan harus dibalas dengan kejahatan. Tetapi firman Tuhan mencoba mencerdaskan sikap dan pikiran kita merespon sikap orang lain dalam kehidupan kita, di mana diajarkan supaya kita jangan membenci secara diam-diam, merancang pembalasan atas perbuatannya. Terhadap orang-orang yang melukai kita, sebaiknya kita mengasihinya, merancang hal yang baik baginya dengan menegurnya secara terus terang, mengingatkannya atas kekurang-mengertiannya.&lt;br /&gt;4. Bagaimana mengasihi musuh-musuh kita? Apa yang dapat kita lakukan terhadap mereka? Sebuah pertanyaan praktis, namun sulit dilakukan. Untuk mengasihi; tebarkan senyum bagi semua orang, sebagaimana dikatakan Mother Theresia; jangan membalaskan kejahatan yang mereka perbuat. Jika kita membalasnya dengan membunuh dia, isteri atau putra/inya mungkin akan membunuh kita. Keluarga kita juga akan membalaskannya, sehingga dendam menjadi mata rantai kejahatan. Demikian terus dendam akan berkesinambungan. Sebaiknya kita mengasihi musuh, sebab itulah cara terbaik untuk membunuhnya! Jika kita mengasihi musuh, dia akan menjadi teman bagi kita. Maka permusuhan akan lenyap selamanya. Mengasihi musuh akan memiliki banyak teman: dari keluarganya: isterinya, anak-anaknya, sanak keluarganya dan teman-temannya juga. Berteman dengan satu orang akan mendapatkan banyak teman. Bermusuhan dengan satu orang akan mendapat banyak musuh. Yang 'rugi' diri kita, jika kita membenci musuh kita.&lt;br /&gt;5. Dalam bukunya ‘beneath the cross of Jesus’, A. Leonard Griffith bercerita tentang seorang pelajar pertukaran dari Korea di University of Pennsylvania yang dipukul oleh sebelas orang anak remaja dengan pipa besi hingga mati, sesaat setelah selesai mengeposkan surat kepada orang tuanya. Seluruh penduduk Philadelphia meneriakkan balas dendam, jaksa wilayah berencana menjatuhkan hukuman mati bagi terdakwa. Datanglah surat yang ditandatangani orangtua korban dan 20 orang sanak saudara yang mengatakan bahwa rapat keluarga memutuskan untuk membuat petisi bahwa tindakan terbaik dari hukum mereka adalah membimbing anak itu setelah keluar penjara dengan memberi pendidikan, agama, pemberdayaan dan kemasyarakatan. Niat tulus ini dinyatakan dengan menyisihkan sebahagaian uang mereka untuk biaya pendidikan mereka. Saat tidak membalskan rasa sakit hati, kita akan dipindahkan dari posisi korban menjadi posisi pemenang.&lt;br /&gt;6. Ay 17 ini menunjukkan bahwa hukum Musa tidak hanya dihubungkan dengan sikap/tindakan dari luar diri kita, tapi juga dalam hati kita. Bukan hanya yang kelihatan, di mana kita tersenyum ketika kita bertemu dengan orang yang kita benci, tapi menaruh dendam dalam hati. Maksud firman ini adalah, bahwa bukan hanya di luar kelihatan kita manis, tapi di dalam hatipun jangan merancang yang jahat bagi musuh kita, sebaliknya tetap mengsihi dan mendoakannya. &lt;br /&gt;7. cara kedua adalah menegor dengan terus terang. Istilah Tuhan Yesus, katakan ya kalau ya; tidak kalau tidak, lebih dari itu berasal dari si iblis. Kejahatan bukan dbiarkan, tapi harus ditegur degan harapan yang tulus untuk perubahan.&lt;br /&gt;8. Mendoakan, mengasihi dan merancang yang baik untuk orang yang menyakiti kita adalah hal yang sulit. Bahkan pemahaman Yahudi dalam Matius 5, 43 dikatakan, ‘kasihi sesamamu, bencilah musuhmu’. Itu sikap alamiah dari manusia. Hanya menjadi perenungan bagi kita; ‘apakah perbedaan kita sebagai orang percaya, dan orang yang diselamatkan, dibandingkan dengan mereka yang belum menerima kasih karunia Tuhan Yesus?’&lt;br /&gt;9. Memahami kasih Tuhan yang agung maka, kita terpanggil supaya kita tidak menaruh dendam atau membenci orang yang menyakiti kita, sebaliknya, akan mendoakan dan menegurnya secara terus terang, sehingga sikap kita tidak mendatangkan dosa bagi kita. Banyak hal-hal yang kurang baik yang kita pikirkan membuat kita jatuh dalam dosa, tetapi ajaran Musa menganjurkankan supaya pikiran kita tentang diri kita dalam hubungan dengan sesama, tidak mendatangkan dosa. Ay.17 ini menganjurkan agar kita menegur (memarahi) dengan tulus untuk kebaikannya bukan mempermalukan, itu sebabnya Yesus pernah berkata, jika ada yang kedapatan melakukan kesalahan, panggil dia bicara empat mata, kalau dia menolak, panggil satu saksi, jika masih bertahan dalam kesalahannya baru dihadapan semua jemaat. Artinya, menegur/menasihati tidak pernah bertujuan menghancurkan atau mempermalukan, menasihati tanpa menyimpan sakit hati. Artinya, teguran kita bertujuan membangun kehidupan orang yang menyakiti kita supaya tidak jatuh. Dalam keluaran 23,5 bahkan jika keledai kau temukan jatuh karena beban berat, angkatlah dia. Apalagi manusia? &lt;br /&gt;10. Apapun sikap jahat orang terhadap kita, jangan pernah menaruh dendam atau merancang pembalasan, tapi kasihilah dia seperti dirimu sendiri. Dalam Matius 5,44 lebih luas lagi, bukan hanya sesama kita -yang dekat dengan kita, seide, semarga, atau sekelompok dengan kita- yang perlu dikasihi, tapi juga di luar dari kelompok, yang berbeda bahkan yang membenci dan memusuhi kita harus dikasihi. Orang yang memfitnah, menjelek-jelekkan sekalipun harus kita kasihi.&lt;br /&gt;11. Mengapa kita harus mengasihi? Alasan kita mengasihi sesama seperti diri sendiri adalah:&lt;br /&gt;• Bila kita melakukan kesalahan, sangat mudah memaafkan diri kita dari kesalahan itu, sebagaimana keinginan kita untuk diri kita, demikianlah orang lain berkeinginan untuk dirinya, maka semudah kita memaafkan diri kita, demikianlah kita memaafkan diri orang lain, sehingga kenyamanan yang kita rasa dapat dirasakan orang lain.&lt;br /&gt;• Hidup kita adalah hidup yang dikasihi oleh darah Yesus Kristus. Kita tidak akan memahami kasih yang kita terima sebelum kita pernah mengasihi orang lain. Suatu hari seorang anak berusaha menyelamatkan ayah-ibunya yang terkurung di rumahnya yang terbakar. Si anak tidak berhasil, ayah dan ibunya meninggal termakan api. Dia menyesali ketidakmampuannya dengan mengurung diri dan membiarkan wajahnya yang termakan api tidak dioperasi. Dia tidak mau menemui istri yang mengasihinya karena dia merasa bahwa wajahnya yang buruk akan mempengaruhi istrinya dalam mengasihinya. Sampai suatu hari istrinya menemui seorang ahli bedah dan meminta kepada dokter itu agar merusak wajahnya untuk bisa bertemu dengan suaminya. Dokter itu menolak, tapi pergi menemui suaminya dan memintanya untuk membuka pintu. Suami itu menolak untuk bertemu dengan siapapun. Lalu sang dokter menceritakan permintaan istrinya untuk merusak wajahnya supaya dia diterima. Mendengar itu, suaminya tergerak dan segera membuka pintu. Dia juga mau dibedah, wajahnya bersih karena cinta istrinya. Demikianlah kasih Yesus pada kita, dia mau menyerahkan nyawanya, merusak diri untuk bertemu dengan umatNya, supaya kita dibersihkan dari dosa. &lt;br /&gt;• Jika hidup kita penuh kasih, tindakan kita ingin membangun kehidupan yang baik, tentu hidup kita menjadi hidup yang berkenan di hadapan Allah. Hidup seorang yang berkenan di hadapan Tuhan, akan menerima sukacita karena hidup yang benar, jujur, penuh kasih akan merasa nyaman menjalani kehidupan, bahkan orang yang memusuhinyapun diperdamaikan oleh Allah padanya. (Amsal 16,7).&lt;br /&gt;12. Kasih mengubah banyak hal yang tidak dapat dijangkau oleh pikiran dan kekuatan manusia. Kasih penuh perdamaian, membuat kita terbuka pada semua orang, menyadarkan kita akan dosa kita, sehingga kita mau memaafkan kekurangan orang lain. Kasih  mendewasakan diri dalam bertindak, sehingga tidak membalas yang jahat dengan jahat, sebaliknya, membalaskan kejahatan dengan kebaikan, memberi pipi kanan, ketika pipi kiri ditampar, mendoakan orang yang merancang kejahatan bagi kita dan mengasihi musuh kita seperti kita mengasihi sesama kita.&lt;br /&gt;13. Yesus mengubah tafsiran oarang Farisi yang mengatakan ‘membenci musuh’. Dengan mengubah nilai spritual pengikutnya ketika mengatakan kebalikan tafsiran Farisi dalam Mat 5,43 menjadi kasihilah musuhmu (44). Khotbah di bukit ini menekankan bahwa hanya Allah yang berhak menghakimi, membalas kejahatan yang kita lakukan, sebab Dia lah Allah yang mengenal semua ciptaanNya. Kata ‘Akulah Allah’ dalam ay 16 &amp; 18 menunjukkan bahwa Dia lah satu-satunya Allah yang mengenal ciptaanNya, Dia yang tahu apa yang perlu bagi ciptaanNya dan hanya Tuhanlah, Tuhan semua bangsa yang menunjukkan jalan keselamatan bagi ciptaanNya, supaya semua beroleh selamat, tidak ada yang binasa oleh sikap alami manusia, dengan membalas kejahatan dengan yang jahat. Pernyataan Allah adalah jalan masuk manusia pada kekekalan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-2155232402987821190?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/2155232402987821190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/08/imamat-1916-18.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/2155232402987821190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/2155232402987821190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/08/imamat-1916-18.html' title='Imamat 19,16-18'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-8182588785646766185</id><published>2010-07-31T09:11:00.000-07:00</published><updated>2010-07-31T09:16:26.421-07:00</updated><title type='text'>Matius 7,1-5</title><content type='html'>“Jangan Menghakimi supaya Kamu tidak Dihakimi” &lt;br /&gt;1.‘Kenalilah dirimu!’, Demikian Socrates mengatakan untuk lebh cerdas mengenal diri sendiri dalam menjalani hidup. Dengan mengenal diri, kita akan lebih hati-hati bersikap, cerdas bertindak dan tidak memandang orang lebih rendah dari kita. Rasul Paulus dalam Roma 12,3-5 mengatakan, kenali dirimu, dalam kerangka memakai talenta yang kita miliki untuk kebaikan sesama, untuk pekerjaan pelayanan Tuhan. Maka apa yang baik dalam diri kita, yang sumbernya dari Tuhan hendaklah digunakan untuk kebaikan, bukan menindas, melemahkan yang lain. Dalam pendahuluan khotbah (Mzm 49, 7-9), bertindak adil untuk semua orang, tidak menghina dan menghakimi kelemahan mereka (cth miskin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang Ratu yang selalu melihat dirinya dalam cermin. Setiap kali dia bercermin, dia akan bertanya pada cermin itu:”Siapakah perempuan paling cantik di dunia ini?’ cermin yang punya kekuatan menjawab, bahwa ‘sang ratu’ yang paling cantik. Suatu ketika, cermin itu melihat putri tiri sang ratu, dan ketika ratu bertanya siapa perempuan yang paling cantik, cermin itu berkata jujur, bahwa putri tiri ratu perempuan paling cantik di dunia. Mendengar itu, ratu marah, dia memecah cermin itu karena tidak berpihak padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah manusia, selalu memakai apa yang dia pikirkan dan menjadikan dirinya standart kebenaran dalam menilai orang lain. Sifat yang merasa diri lebih baik dan benar akan melihat yang lain salah dan jelek. Sikap ini bisa merusak dan mengacaukan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perikope ini, khotbah di bukit (5-7), ada banyak manusia dari berbagai kalangan, imam, pedagang, pegawai, orang tua, guru dll. Dalam perbedaan status social dari kelompok pendengar, tentu bisa terjadi saling merasa diri benar dan melihat kelemahan orang lain. Imam/orang Parisi melihat dirinya lebih baik dari pedagang atau pekerja lainnya, sedangkan yang lain melihat mereka melihat imam/Parisi munafik, tidak hidup sesuai pekerjaan mereka. Maka terjadilah pertikaian, saling menghakimi sesuai dengan pikiran dan standart kebenaran mereka. Yesus menegaskan  dalam perikope ini, supaya satu dengan lain tidak saling menghakimi, tidak melihat kesalahan orang lain untuk menjatuhkan mereka, tapi kenalilah diri sendiri, bertindak sesuai standart kekristenan, yaitu dipandu oleh Firman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penilaian yang baik dibutuhkan tidak hanya dalam memahami orang, namun juga dalam menghadapi keputusan-keputusan yang sering kali menuntun kita pada atau menjauhkan kita dari Bapa Surgawi kita. Bila orang Kristen saling menghakimi, maka gereja akan terpecah-belah karena saling menghakimi adalah cara Iblis memecah-belah tubuh Kristus. Itulah yang dipahami oleh sebagian orang Kristen. &lt;br /&gt;Hakim adalah pekerjaan mengadili. Bila kita menghakimi orang bisa tidak tepat karena itu bukan tugas kita dan subjektivitas kita yang muncul karena semua penilaian bermuara pada diri sendiri. Anak saya yang bungsu, ketika berusia 2 tahun, setiap melihat laki-laki dewasa bercelana jeans, akan berkata bahwa itu penjahat. Suatu hari, kami sedang duduk-duduk di mall, tiba-tiba dia berkata, ‘mama, awas penjahat lewat’, saya pucat ketakutan mendengar teriakan anak saya, saya takut pria berkucir dan berjeans itu mendengar. Anak saya sudah punya standart tentang pria dewasa melalui pakaiannya. Demikian lah kita bisa salah menilai seseorang jika kita memakai standart dan kebenaran kita. Oleh karena itu, Yesus meletakkan prinsip dasar dalam ay 1, untuk tidak menghakimi dan memberi prinsip teologia mengenai penghakiman (ay.2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ay. 1 “Janganlah kamu menghakimi, supaya tidak dihakimi’. Yesus berpikir bahwa para murid satu sama lain bukan hakim atau pemeriksa yang sesuai standart penghakiman yang benar, oleh karena itu, Yesus mengklarifikasi agar mereka tidak saling menghakimi, tidak menjadi batu sandungan bagi sesama (Rom 14, 10-14; Yakobus 4,11-12). Yesus tidak bermaksud mengatakan bahwa segala sesuatu atau setiap orang dapat diterima tanpa kritik. Dia juga tidak bermaksud bahwa semua orang, baik sebagai orang tua, pemimpin gereja, penguasa, guru atau apapun, salah ketika mereka mengkritik orang yang ada di bawah pemeliharaan mereka. Mengkritik bisa asal dengan keinginan hati yang baik. Maksud Yesus adalah supaya muridNya tidak mengambil pekerjaan Allah, yaitu menghakimi, sebab penghakiman adalah hak Allah. Artinya ketika kita menghakimi orang yang menurut standart kita salah, kita telah merampas hak Allah, mengambil tempat Allah.&lt;br /&gt;Bila kita menghakimi seseorang, maka dalam Ay. 2 dikatakan, dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, itu juga dipakai untuk kita. Mengapa Yesus mengingatkan muridNya untuk tidak saling menghakimi? Karena dengan menghakimi, persoalan tidak selesai. Apa yang dia lakukan, akan terjadi seperti itu padanya. Maka orang tua selalu mengingatkan anak-anaknya melakukan yang baik, karena apa yang kita lakukan akan terjadi juga pada kita. Orang yang masuk dari jendela, akan keluar dari jendela. Saya pernah mendengar cerita, seorang suami meninggalan istrinya tanpa kepastian dan pergi dengan perempuan lain. Ketika dia tua, dia sakit, dia kembali pada istrinya. Istrinya meninggal, tidak ada yang mengurusnya lagi, hatinya sedih atas perlakuan masa lalunya, tapi yang membuatnya paling sedih bukan masalah yang dihadapinya, tetapi karena putri satu-satunya ditinggal pergi suaminya. Seperti yang dia lakukan, terjadi kembali di rumahnya, kepada anaknya. Untuk mengantisipasi kejadian seperti ini, Yesus secara tegas mengingatkan para murid untuk bersikap benar, tidak mengambil tugas Allah dengan menghakimi, sebab penghakiman seperti yang dilakukan akan terjadi padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang manusia cenderung melihat kesalahan yang dilakukan orang lain (ay 3). Kesalahan kecil yang dilakukan orang lain, kita umbar, sementara kesalahan besar yang kita lakukan seolah tidak ada apa-apanya. Oleh karena itu, kita perlu bercermin, apakah sikap kita sudah benar. Selumbar (Ingrris ‘speck’ Junani: Karphos: titik) di mata orang lain bisa kita lihat dari jarak jauh (seberang lautan), sementara balok (Inggrik log; plank, Yunani: dokos: kayu yang sangat besar digunakan sebagai penyanggah/penopang dalam pembangunan rumah) yang menutupi mata sendiri tidak dilihat. Yesus menggunakan peribahasa hiperbol untuk menunjukkan bahwa menghakimi seseorang jelas kurang tepat karena semua manusia punya kelemahan dalam versi yang berbeda. Tindakan ini menunjukkan bahwa masalah mengritik orang lain adalah masalah besar dalam hidup manusia, karena kita tidak akan berubah, tetapi berharap orang lain berubah. Dalam ay 3 ini, Yesus meminta murid, supaya jika ada kedapatan berlaku salah, baiklah kita memimpin ke jalan yang benar (Gal 6,1), bukan menghakimi mereka, seolah-olah kita benar, tidak ada kesalahan yang kita lakukan sepanjang hidup kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang ada yang munafik ingin memperbaiki orang lain, mengoreksi orang lain, tetapi dirinya sendiri tidak dapat terjamin mengenai kebenaran dan kejujuran. Maka dalam ay 4, dikatakan Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Tugas murid bukan menjadi sensor untuk saudaranya, tetapi memeriksa diri. Pemazmur berkata: ‘selidikilah aku ya Tuhan’, sebab manusia jarang mengkritik dirinya, tetapi mudah mengkritik orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menghakimi saudaranya, menganggap diri benar, disebut sebagai orang munafik (5). Yesus berkata pada orang mereka: ‘Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu,.." Yesus menyuruh supaya lebih dahulu mengeluarkan balok dalam mata sendiri, sehingga penglihatan makin tajam untuk membangun orang lain keluar dari kelemahan mereka menuju ke jalan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran ini diberikan Yesus kepada para murid yang mengikutiNya supaya tidak terjadi pengelompokan antar sesama. Yesus hendak membangun persekutuan, kesatuan antar sesama dalam keberagaman, termasuk dalam kelemahan dan kekuatan yang dimiliki seseorang, sebab kerajaan Allah adalah karakter damai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-8182588785646766185?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/8182588785646766185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/07/matius-71-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8182588785646766185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8182588785646766185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/07/matius-71-5.html' title='Matius 7,1-5'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-6765031906521570163</id><published>2010-07-20T19:28:00.001-07:00</published><updated>2010-07-20T22:01:38.430-07:00</updated><title type='text'>Mengawali sebuah Perjalanan</title><content type='html'>21 hari setelah tinggal di Depok, setelah membereskan sekolah anak-anak, setelah menata barang-barang yang sampai hari ini belum tuntas, setelah mulai terjun dalam pelayanan, setelah membuat sketsa rencana masa depan untuk keponakanku Dian, Tuhan membuka jalan, menjawab doa, memberi rejeki lewat usahaku yang sudah mulai berjalan, tapi masih sulit untuk mulai menulis, mengisi blog membayar janji untuk seorang suami yang mengharapkanku bisa menulis khotbah tentang kehidupan Rumah Tangga kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi menjelang siang ini, aku mencoba mengawali, tapi belum menemukan judul, belum mendapat ide untuk boleh menghindangkan santapan rohani yang membangun kehidupan rumah tangga, yang tak seorang pun terlecehkan, yang tak seorang pun tercecer, tapi boleh meneguk kesegaran, memebebaskan beban batin shingga boleh rukun di tengah keluarga oleh perbedaan yang terjadi antar suami istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi menjelang siang ini aku ingin memenuhi janjiku tentang hidup suami istri yang takut akan Tuhan, kubuka alkitabku, kubaca Efesus 5, 21 yang berbunyi:"dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini mengawali sebuah perjalan dalam Rumah Tangga Kristen.&lt;br /&gt;Ada seorang suami yang berlatar belakang budaya yang kuat, harus dihormati, kedudukan yang lebih tinggi. Dia ingin hidup dengan seorang istri yang mencintainya, tunduk kepadanya dan selalu mempunyai kedudukan lebih rendah dari suami. Ketika istri menjadi lebih tinggi secara finansial, maka suami mulai merasa tersisih, merasa tidak dihormati dan mulai protes terhadap komunitas, protes kepada Tuhan dengan meninggalkan peribadahan, dengan tidak mengikat diri pada perjanjian kesetiaan dalam suka dan duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam benak saya muncul pikiran: "Apakah kesalah seorang istri yang mempunyai pencaharian lebih banyak dari suami?" Apakah itu menganggu sistim rumah tangga? Suami saya berkata, itu menjadi salah ketika istri yang mempunyai uang lebih banyak, mendekti atau menggurui suami karena uangnnya, atau suami yang ingin lebih hebat dari istri tetapi sulit mencari pendapatan yang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kondisi keuangan yang baik di tengah rumah tangga, persoalan muncul ketika orang yang punya uang tidak dapat menikmati uangnya dengan sukacita, dia membelanjakan uangnya untuk menindas orang lain, dia berfoya-foya kala orang miskin tidak dapat makan. Kekayaan bisa menjadi kutuk bagi orang yang tidak menggunakan dengan benar, tetapi akan menjadi berkat kala kita menggunakannya untuk kebahagian orang lain dan sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup rumah tangga kadang bisa menjadi sulit kala masing-masing anggota rumah tangga berbeda pemahaman tentang uang. Ketika uang membuat posisi berubah, keluarga bisa kacau. Saat istri yang merasa membiayai kehidupan keluarga, maka suami bisa merasa tidak bermakna dan menjauhkan diri dari kelompok atau bahkan menggugat Tuhannya, maka istri dengan kondisi yang lebih baik akan merendahkan diri di dalam takut akan Tuhan, sehingga dia dapat berkarya, berkiprah tapi sekaligus menjadi istri dan ibu yang dihormati dan dikasihi suami dan anak-anaknya. Hanya persoalan sering muncul ketika suami mempunyai rasa minder, rendah diri (bukan rendah hati dalam takut akan Tuhan), maka semua yang baik bisa menjadi kacau, maka untuk memperbaiki kondisi jiwa yang mengalami 'trouble' ini dibutuhkan inisiatif istri untuk selalu bertanya pada suami tentang perjalanan rumah tangga. Hal ini hanya dapat terjadi ketika istri adalah istri yang merendahkan hati dalam takut akan Tuhan, tanpa rasa tertekan, tanpa rasa ditindas dalam melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai istri hormatilah suamimu dengan takut akan Tuhan, di mana istri hormat dalam kerangka memuliakan Tuhan, bukan memuliakan suami sehingga mau diberlakukan sewenang-wenang, tapi tetap dalam koridor kebenaran, dan suami kasihi istrimu seperti Kristus mengasihi jemaatNya, memberi diri, mengorbankan ego, status sosial demi membangun kehidupan keluarga. Melakuakan kebenaran Firman ini akan mencerdaskan dan mencerahkan cara pikir dan cara pandang suami atau istri menjalan hidup Rumah Tangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat rukun-ribut" (meminjam istilah Bapak Pdt DR Andar Ismail), di tengan suka dan duka Rumah Tangga, Tuhan memberkati dalam membangun jemaat kecil dalam Rumah Tangga Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk seseorang yang merasa menjadi 'kurang berharga' dalam perjalanan keluarga oleh karena 'sesuatu' yang membatasi hubungan internal suami-istri, 'tetaplah jadi suami yang mengasihi istri, seperti Kristus mengasihi jemaat, tetaplah jadi suami dan ayah yang setia menjalani tugas, sebab Tuhan ada di pihak yang benar' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-6765031906521570163?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/6765031906521570163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/07/mengawali-sebuah-perjalanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/6765031906521570163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/6765031906521570163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/07/mengawali-sebuah-perjalanan.html' title='Mengawali sebuah Perjalanan'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-5397749269101271659</id><published>2010-05-07T10:28:00.000-07:00</published><updated>2010-05-07T11:04:46.649-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='09 Mei 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Bilangan 14, 11-20</title><content type='html'>"Doa Syafaat"&lt;br /&gt;1. Doa merupakan bagian penting dalam hidup manusia. Doa meneguhkan jiwa yang rapuh menguatkan harapan yang lemah menegakkan iman yang terkulai. Menurut catatan dalam 1 Timoteus 2,1-7 doa mempunyai 4 unsur, yaitu: &lt;br /&gt;- Pemohonan (deesis):suatu permintaan, karena adanya kebutuhan dalam diri seseorang yang diharapkan dapat dipenuhi. Permohonan tidak hanya ditujukan pada Tuhan, juga bisa pada seseorang.&lt;br /&gt;- Doa sembahyang (proseukhe): yang ditujukan kepada Allah dalam.ibadah dan penyembahan. Dalam doa ini, terjadi penyambahan dari manusia kepada Allah dalam doa dan penyembahan.&lt;br /&gt;- Doa 'permohonan' (enteuksis) = doa syafaat, manusia bertemu dengan Allah untuk memohon 'sesuatu' untuk kebutuhan orang lain,makhluk hidup dan keutuhan ciptaan. Dalam doa syafaat, tenunjukkan doa yang universal, doa yang mampu menjangkau banyak hal, bahkan orang yang kita musuhi, dan kita enggan minta maaf, dalam doa kita dapat menjangkau, termasuk pemerintah yang tidak bersikap adil dapat dijangkau dalam doa syafaat, sebagaimana disuarakan Rasul Paulus kepada Timoteus agar mendoakan pemerintah.&lt;br /&gt;- Doa syukur (eukharisti) : ucapan syukur atas kebersamaan Allah dengan manusia menjalani hidup, melewati pesoalan, melintasi badai, jurang dan kepahitan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Musa memohon kepada Tuhan agar jangan membalaskan kesalahan bangsa Israel yang tidak bersyukur atas semua yang baik yang sudah Tuhan nyatakan dalam hidup mereka, sejak dari Mesir. Musa berdoa syafaat untuk keselamatan bangsa itu. Dan Allah mendengar permintaan (baca permohonan) Musa, dengan mangampuni bangsa itu, membebaskan mereka. Doa Musa sangat berkuasa, karena dia hidup benar dihadapan Allah. Menurut Yakobus, bahwa doa orang benar sangat besar kuasanya (5,16b).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apakah isi doa kita? Apakah kita berdoa hanya untuk kepentingan diri kita, kelurga kita atau orang-orang dekat dengan kita? melalui perikop ini, kita diajar untuk mampu keluar dari diri kita, melihat kebutuhan orang lain, mengasah kepedulian sosial dan cinta lingkungan. Doa bukan sekedar meng-inventarisasi segala kebutuhan, memohon Allah hanya memperhatikan kepentingan kita, sehingga kadang-kadang kita jadikan Allah sebagai 'satpam' kita, 'tukang parkir', dan hal sepele lain, sehingga lupa mengarahkan permohonan kita bagi kepentingan orang banyak, negara, pemerintah dan korban bencana alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Pada minggu rogate ini (9 mei 2010), kita diajak berdoa bersama, berdoa syafaat untuk bangsa kita yang mengalami dekadensi moral, mendoakan pemerintah untuk cerdas memaknai tugas dan tanggung jawab memimpin rakyat yang banyak mengalami kesusahan. Mendoakan penguasa dan pengusaha agar cinta lingkungan, tidak menebang kayu secara sembarangan, tidak merusak alam untuk kepentingan pribadi, mengeksploitasi alam dan manusia untuk memperkaya diri, sehingga mengorbankan rakyat miskin dan bodoh. kita berharap, Tuhan mengampuni umat yang tidak menjaga keutuhan ciptaan, kedamaian dan keadilan. Kita diajak berdoa, untuk relawan yang cinta kehidupan, yang mempunyai kepekaan sosial, sehingga memberi diri berjuang, menyuarakan hak rakyat. &lt;br /&gt;Secara khusus berdoa untuk korban banjir bandang di samosir, di mana lima orang korban jiwa adalah jemaat HKBP yang ada di Resort Palipi. Tidak sekedar doa, tapi juga mendukung secara dana melalui persembahan ke depan untuk membantu kebutuhan di tempat bencana it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Musa, Rasul Paulus keluar dari diri mereka, dari kepentingan mereka, supaya semua bangsa beroleh keselamatan dari Tuhan malelui keselamatan yang dibawa Tuhan Yesus ke dunia ini. Mari kita mengurangi kebejatan, kerusakan alam, ketidakadilan dan pertikaian dengan menjadi pendoa-pendoa melalui doa syafaat, doa penyembahan, doa permohonan dan ucapan syukur, supaya semua bangsa beroleh keselamatan. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat minggu Rogate. Wujudkan doamu, dengan ambil bagian dalam tindakan kemanusiaan untuk memuliakan Tuhan yang membawa kita keluar dari dosa, maut dan kematian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-5397749269101271659?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/5397749269101271659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/05/bilangan-14-11-20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/5397749269101271659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/5397749269101271659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/05/bilangan-14-11-20.html' title='Bilangan 14, 11-20'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-1728415565032005712</id><published>2010-04-15T18:46:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T18:47:31.924-07:00</updated><title type='text'>Lukas 17, 11-19</title><content type='html'>“Dampak dari kesembuhan”&lt;br /&gt;1. Seorang ayah membawa anaknya yang sakit ke RS. Karena biaya tidak ada, dia membawa anak itu pulang ke rumah. Si ayah berkata dalam hati :’Dari kiri, kanan, muka, belakang tidak adala pertolongan untuk anakku ini, tapi aku percaya, dari atas akan turun pertolongan, dari Tuhan yang maha kuasa’. Ayah itu berdoa dengan sungguh-sungguh untuk anaknya yang sakit, dan mujizat kesembuhan pun terjadi anak itu sehat. Beberapa tahun kemudian, anaknya kembali sakit. Hidup mereka telah berubah, mereka telah menjadi orang kaya. Dia membawa anaknya ke RS, dan ayah itu berkata: ‘Cepat ambil tindakan, berikan obat paling baik dan dokter paling bagus. Berapapun biayanya, saya siap membayar!’. &lt;br /&gt;2. Ketika kita sedang lemah, tidak punya kekuatan, kita akan mencari siapa yang dapat kita andalkan, namun bila kita merasa kuat dan mampu mengatasi segala hal, kita akan mengandalkan diri kita dan kekuatan kita. 10 orang kusta dalam perikope ini bersama-sama menemui Yesus, walaupun mereka berbeda latar belakang, tapi tragedi yang sama, yaitu sama-sama menderita sakit lepra, mereka dapat bersatu. Yahudi dan Samaria, tidak ada pertemuan dalam komunitas, namun, dalam penderitaan, mereka bisa bersama. Artinya, hanya penderitaan yang sama yang dapat membuat kita memahami apa yang dialami orang lain. Segala batas-batas akan dilewati untuk membangun kebersamaan di jalur yang sama.&lt;br /&gt;3. Dari jauh (kurang lebih 45 m jarak orang kusta dengan orang sehat sesuai dengan ketetapan penguasa), mereka minta kesembuhan kepada Yesus. Mereka sangat terisolir, sehingga tidak di masukkan dalam kelompok masyarakat. Tergerak;ah hati Yesus oleh belas kasihan, sesuai tradisi Yaduhi, Yesus menyuruh mereka menunjukkan diri kepada imam. Dengan melakukan syarat itu, mereka sembuh. Bersihlah tubuhnya dari sakit kulit itu. perasaan terisolir membuat sembilan orang yang sembuh itu bersukacita, maka mereka asyik dengan sukacitanya dan menunjukkan diri pada masyarakat bahwa mereka telah menjadi bagian komunitas yang sehat dan bersih. Mereka takjub dengan kesembuhan itu dan asyik dengan kegembiraannya. Seorang Samaria dari antara ke-10 itu melihat dirinya sembuh dan memuliakan Allah, dengan suara nyaring memuji Tuhan dan bersungkur di kaki Yesus. Dia memfokuskan kegembiraannya pada sumber anugerah dan bersyukur untuk anugerah itu.&lt;br /&gt;4. Hidup adalah pilihan dan selalu ada yang kita prioritaskan. Sembilan orang yang sembuh itu memprioritaskan kegembiraannya pada dirinya sendiri, sehingga lupa pada kekuatan ekternal, kekuatan yang datang dari luar dirinya, sedangkan yang seorang memprioritaskan kegembiraannya pada kekuatan eksternal dan memuji kekuatan itu dengan ucapan syukur. Dua kelompok yang berbeda, yang sama-sama menerima belaskasihan, tetapi berbeda memaknai anugerah itu. kelompok yang memaknai anugerah sebagai kemurahan Tuhan, dia akan mengisi hidupnya dengan kebaikan dan ucapan syukur, sebaliknya bila anugerah yang Cuma-Cuma itu dianggap murahan, dia akan tinggi hati dan tidak mau bersyukur, memuji kelebihan dari luar dirinya.&lt;br /&gt;5. Martin Luther mengatakan bahwa hanya orang yang rendah hati yang mau bersyukur. Orang tinggi hati tidak akan mau mensyukuri apa yang dia terima. Maka seorang Sama yang bukan ‘bangsa pilihan Allah’ merasa takjub dengan belas kasihan Yesus. Dia tersungkur di kaki Yesus adalah tanda kerendahan hati, di mana suatu pemahaman lahir dalam dirinya, bahwa kesembuhan itu tidak mungkin dia dapat jika karena label yang dia punya. Dia tidak akan mendapat bagian dari kasih karunia Allah bila mengandalkan suku bangsanya. Tapi kemurahan Tuhan sajalah membuat dia sembuh, maka responnya adalah memuliakan Tuhan sumber kesembuhan, bersyukur pada kasih setiaNya. Sembuh adalah hasil kerja Allah yang dianugerahkan padanya. Kesembilan temannya merasa bahwa apa yang mereka terima merupakan kewajiban Yesus menyembuhkan mereka sebagai bagian dari ‘bangsa pilihan’. Jika mereka sembuh itu karena mereka adalah bangsa pilihan. Pemilihan itu memapankan mereka, sehingga krisis yang terjadi akibat kesalahan dari pemilih, dan dipulihkan merupakan hak yang layak mereka terima. Kemapanan sering membuat kita menjadi sombong, lupa bahwa hidup kita adalah pemberian. &lt;br /&gt;6. Bersyukur adalah sikap hidup yang rendah hati yang menyadari bahwa tidak ada yang dapat kita andalkan dari diri kita sendiri. Menurut seorang ahli, bahwa kata ‘think’ dan ‘thank’ berasal dari kata yang sama. Orang yang memakai ‘think’ pikirannya, akan mampu mengucapkan ‘thanks’ mampu bersyukur untuk hidupnya. Orang yang memikirkan, menghitung-hitung berkat Tuhan yang ada padanya, akan mensyukuri. ‘think’ mendorong hati ber ‘thanks’. Artinya, hanya ‘orang bodoh’ yang tidak bersyukuruntuk apa yang baik yang diterimanya.&lt;br /&gt;7. Dua hal membuat seseorang sanggup berterimakasih, yaitu menyadari/mengenal yang dia terima dan hidup dalam kerendahan hati. Sebaliknya yang menganggap diri kuat dan mampu, bisa harapannya tidak tercapai bisa mengakibatkan kejatuhan dan apatis, tapi bila mampu akan menjadi sombong. Bersyukur bukan teori, bagaimana kita bertindak mewujudkan hidup yang menerima karunia dengan mencerminkan perbuatan Tuhan dalam pekerjaan-pekerjaan kita.&lt;br /&gt;8. Seorang ayah yang kehidupan ekonominya pas-pasan, suatu malam datang ke Gereja dan membersihkan gedung gereja. Saya bertanya mengapa beliau malam-malam membersihkan gereja? Dia bukan anggota jemaat, hanya simpatisan yang banyak memberi tenaga dan pikirannya untuk gereja. Ayah itu menjawab, bahwa hari ini, putra sulungnya telah lulus sarjana dari salah satu Universitas Negeri di JATENG. Dia telah berjanji, jika anaknya lulus, dia akan membersihkan seluruh gereja sebagai ucapan syukurnya kepada Tuhan, karena dia tidak mempunyai sesuatu yang bisa dia beri sebagai ucapan syukur. &lt;br /&gt;9. Ada banyak cara orang menyatakan rasa syukurnya pada Tuhan. Tapi satu hal yang harus kita ingat, bersyukur adalah kesadaran dan kerendahan hati bahwa semua yang terjadi adalah atas belaskasihan Tuhan semata, bukan karena kuatku, kebaikanku atau apapun yang kita miliki, tai karena Kristus telah memberi diri bagi dunia ini, maka penuh lah dunia ini dengan kasih setia Tuhan (miserikordias Domini). &lt;br /&gt;10. Jika kita sedang menderita, berserulah pada Tuhan, minta pertolonganNya dan Dia akan bertindak. Tenangkanlah hatimu dalam pengharapan, jika pertologan itu seolah belum nyata, nantikanlah pertolongan tangan Tuhan yang kuat, sebab ketika kita diam menanti pertolonganNya, Dia sedang bekerja membawa kita keluar dari masalah, menolong kita mencari jalan keluar, memberi kesembuhan untuk sakit penyakit kita dan menopang seluruh kelemahan kita. Diam dengan tenang membiarkan Tuhan yang bekerja untuk kita. (bnd. Ratapan 3, 22-26: Epistel). Tuhan Yesus memberkati! Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-1728415565032005712?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/1728415565032005712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/04/lukas-17-11-19.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/1728415565032005712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/1728415565032005712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/04/lukas-17-11-19.html' title='Lukas 17, 11-19'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-8527829279483461494</id><published>2010-04-15T17:33:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T17:35:31.773-07:00</updated><title type='text'>Nyanyikanlah Nyanyian Baru bagi Tuhan</title><content type='html'>“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya”. Yesaya 42,10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nyanyian dan musik merupakan jati diri manusia. Sebagai orang Kristen, kita mewarisi lagu-lagu yang menakjubkan, yang menunjukkan kedaysatan perbuatan Allah, Lagu-lagu yang membawa pesan pengharapan yang menyegarkan jiwa, lagu-lagu yang menunjukkan jati diri kristen sebagai orang yang ditebus Allah. &lt;br /&gt;2. Jhon Newton, yang pada usia 7 yahun telah melayani Tuhan bersama ibunya yang saleh, pada usia 17 tahun mengikuti ayahnya berlayar. Dalam pelayaran itu, ia meninggalkan segala atribut agama dan  menyembah iblis. Hidupnya penuh dengan penderitaan, dia disiksa di penjara, bekerja di kapal dan menjual budak Afrika. hanya karena cintanya pada Mary, kekasihnya, membuat dia tidak bunuh diri. Suatu ketika dia bermaksud pulang ke Inggris dengan menaiki kapal, tetapi ombak menerjang kapal itu, dia berpikir, bahwa ini terjadi sebagai kutuk kepadanya, sebagaimana terjadi pada Yunus. Perjalanan yang mengerikan itu berakhir dengan selamat. Peristiwa ini mengembalikannya pada kesadaran bahwa hanya anugerah Tuhan yang besar menyelamatkan hidupnya melewati perjalanan panjang yang mengerikan itu. Dia berbalik dan menulis lagu yang sangat terkenal, ‘amazing grace’, lagu yang mengambarkan keluarbiasaan anugerah Tuhan yang mengambilnya dari tempat sampah, di mana yang hilang ditemukan, yang buta melihat. Jhon newton diperbaharui oleh kasih Tuhan, sehingga sepanjang hidupnya dia menyanyikan nyanyian baru, menyanyikan anugerah Tuhan yang besar. &lt;br /&gt;3. Nyanyian baru menggambarkan terjadinya perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru. Maka bernyanyi tidak sekedar melatih vokal dan cara bernyanyi yang baik, bukan hanya mengarang lagu-lagu baru, tapi bagaimana nyanyian itu mempengaruhi seseorang sehingga berbeda dalam memahami anugerah Tuhan yang besar.&lt;br /&gt;4. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, adalah lagu kabangkitan dalam alkitab, ketika seseorang telah belajar dan telah melihat kekuatan dan kebaikan Allah menyelamatkan manusia, bertindak memberi kelepasan dari musuh-musuh, dari maut dan kematian. Maka Yesaya memangggil setiap orang untuk memuji Tuhan, karena kasih setiaNya memenuhi seluruh bumi.&lt;br /&gt;5. Apakah manfaat dari nyanyian/pujian? * Pujian, selain menggembirakan orang yang beryanyi, juga dapat menggambarkan suasana surga, di mana Allah dan manusia diperdamaikan. * Orang yang memuji Tuhan dengan nyanyian akan mempunyai kekuatan ganda melewati persoalan, sanggup menanggung beban berat dan hampir putus asa, karena kata-kata pujian dari firman Tuhan, menghibur jiwa yang terbeban. &lt;br /&gt;6. Horatio Spafford menciptakan lagu “It Is well with my soul?”, setelah dia mengalami kejadian traumatik. Pertama kematian putra satu-satunya thn 1871. Tak lama setelah itu, terjadi kebakaran besar-besaran di Chicago yg menghancurkan keuangannya. Thn 1873, ia berencana bepergian bersama keluarganya dengan kapal Ville Du Havre,  namun karena tiba-tiba ada pekerjaan penting, dia menyuruh mereka pergi duluan. Sampai suatu hari dia menerima telegram dari istrinya di Wales, yang berisi dua kata : Saved. Alone. Kapalnya yg ditumpangi istrinya  bersama ke-4 putrinya tenggelam. Horatio bergegas mengunjungi istrinya mengarungi samudera atlantik. Suatu malam kapten kapal memanggil Horatio dan menunjukkan lokasi tenggelamnya ville Du Harve. Dia memandangi lokasi itu, hatinya tersayat. Dia melampiaskan kesdihannya dengan menulis syair lagunya dengan pujian atas salib yang mengampuni seluruh dosanya, atas kebangkitan yang memberinya pengharapan akan kehidupan di balik kematian.&lt;br /&gt;7. * Nyanyian juga menundukkan tabiat kasar dan tak terpelihara, memperhalus budi, dan mengalami pembaharuan menjadi hidup yang lemah lembut. &lt;br /&gt;8. Bagi masyarakat Yahudi, nyanyian pujian menyatakan kepercayaan mereka kepada Tuhan. Maka ketika orang Yahudi maju ke medan perang, mereka bersorak-sorak dan menyanyikan nyanyian pujian untuk menyatakan iman mereka tentang Allah yang menyertai mereka, dan Tuhan menghadang musuh yang menyerang mereka (2 taw 20,22). Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, adalah credo/pengakuan iman, bahwa umat menyadari perbuatan tangan Allah yang kuat, anugerah yang begitu luar biasa menyelamatkan manusia, sehingga tahu, bahwa semua yang ada dalam diri manusia bersumber dari Dia. &lt;br /&gt;9. Allah berjanji (41,1-42,9) tentang datangnya keselamatan dan pehukuman bagi yang menentangnya. Maka dalam Yesaya 42, nampak suatu kepastian tentang keselamatan itu. Janji ini mengingatkan Yesaya untuk mengajak semua ciptaan menyambut keselamatan yang dibawa ke dunia dengan puji-pujian. Menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan karena janji keselamatan yang dinyatakan, mensyukuri kelepasan, menyanyikan anugerahNYa atas keselamatan yang diberi. &lt;br /&gt;10. Nyanyiankanlah nyanyian baru, bukan hanya syair,irama atau notasi baru, tetapi pertemuan dengan Tuhan yang mengubah hidup dan cara pandang memaknai kedatangan Kristus ke dunia, sehingga  hubungan manusia dengan Tuhan menjadi baru, di mana penderitaan tidak mengurangi kesetiaan dalam mengikut Tuhan. Kita akan menyanyikan nyanyian baru, karena Tuhan berperang melawan musuh-musuh, berperang melawan kelemahan kita, berperang melawan dosa dan maut. Dibangkitkan bersama kebangkitkanNya untuk memakai seluruh organ tubuh kita memujinya. Dalam ay 10-14, disebutkan bahwa semua yang Tuhan beri akan memuliakan Dia dengan pujian. Manusia dari ujung ke ujung memujiNya, samudera bergemuruh menyatakan penghormatannya, pulau kota dan desa, ikut bergembira, bahkan kota Kedar, kota keturunan Ismail ikut serta memuliakan Tuhan! &lt;br /&gt;11. Lagu baru bangkit dalam diri manusia, ketika seseorang telah belajar tentang kekuatan dan kebaikan Tuhan. Pujian dan penghormatan diberikan kepada Allah, karena kekuatanNya dapat mengalahkan musuh dan membuat Cyrus mengembalikan mereka ke tanah mereka, tanah Kanaan!&lt;br /&gt;12. Bukti dari penyelamatan Allah dapat terlihat dalam pancaran wajah kita, terdengar dalam suara kita dan tercermin lewat pekerjaan-pekerjaan tangan kita. Bukti itulah nyanyian baru yang akan kita nyanyikan dalam perjalanan hidup kita di tengah dunia ini.&lt;br /&gt;13. Dick Boyd, memerankan Ebenezer Scrooge dalam pertunjukkan ‘a christmas carol’, karya klasik dari Charles Dickens, selama 30 tahun berturut-turut. Dia berperan sebagai orang tua yang sinis dan pelit. Secara dramatis, dia diubah pada malam Natal menjadi seorang yang ramah dan murah hati. Perubahan itu nampak jelas dari wajah dan pancaran sinar matanya, dari suaranya terdengar gambaran hidup seorang yang murah hati.&lt;br /&gt;14. A Christmas Carol mengingatkan kita akan anugerah Allah, di mana Dia datang ke dunia, mati dan bangkit untuk membawa perubahan dan pembaharuan dalam diri manusia. Kebangkitan Yesus memenangkan umatNya dari maut dan kematian, sehingga lagu-lagu orang yang diselamatkan selalu bertemakan pujian dan syukur, yang dinaikkan dalam nyanyian baru. Paskah membawa kemenangan sekaligus pembaharuan bagi umatNya.&lt;br /&gt;15. Kiranya sukacita penebusan senantiasa bersinar melalui kita, di hari Paskah ini dan akan bersinar di seluruh sisa tahun kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-8527829279483461494?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/8527829279483461494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/04/nyanyikanlah-nyanyian-baru-bagi-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8527829279483461494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8527829279483461494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/04/nyanyikanlah-nyanyian-baru-bagi-tuhan.html' title='Nyanyikanlah Nyanyian Baru bagi Tuhan'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-7660672050257292991</id><published>2010-03-31T11:29:00.000-07:00</published><updated>2010-03-31T11:30:45.964-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2 April 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jumat Agung'/><title type='text'>Lukas 23, 26-32</title><content type='html'>‘Salib: Ambil Bagian dalam Karya Keselamatan’&lt;br /&gt;1. Secara tipikal, cuaca Palestina panas dan kering. Walaupun matahari pagi sangat menggigit kulit ketika sedang berjalan di bawa sinar matahari  dan akan menembus langsung kulit, saat melintasi daerah itu. Berjalan di terik matahari, akan menguras banyak tenaga, di samping mengalami dahaga. Yesus yang memikul salib dari ruang sidang menuju bukit Golgata sangat kelelahhan dan mengeringkan tenggorokan, sehingga mengurangi kekuatan memikul salib, di mana salibNya juga sangat berat. Dia  jatuh, kelelahan. Hal ini menjadi perhatian tentara Romawi, sehingga ketika mereka melihat seorang yang bernama Simon, yang datang dari Kirene di Afrika Utara, untuk merayakan Paskah di Yerusalem, dia ditahan (bhs Batak disoro = dipaksa, ditekan) dengan menaruh salib Yesus, di atas bahunya untuk dipikul sambil mengikuti Yesus. Ada banyak orang yang mengikuti, tetapi simon menjadi pilihan untuk mempercepat saat penyaliban sekaligus meringankan Yesus yang kelelahan.&lt;br /&gt;2. Simon dari Kirene dipilih bukan kebetulan karena dia ada di sana, tetapi Tuhan sudah merancang dia menjadi bagian dari penderitaanNya. Dia dipilih untuk menyatakan bahwa yang tidak diperhitungkan oleh manusia (berasal dari Afrika Utara; mungkin budak dan berkulit hitam, atau orang Yahudi yang merantau sehingga dianggap sebagai kelas bawah), dipakai Tuhan untuk mewujudkan rencanaNya. Pilihan Tuhan terhadap seseorang merupakan indikasi bahwa Tuhan mampu dan berkuasa atas diri manusia, sebab manusia adalah ciptaanNya dan Dia lah pencipta segala sesuatu. Yang menjadi pertanyaan, mengapa Yesus dikalahkan oleh penguasa? Mengapa Yesus kalah oleh orang yang diciptaNya?&lt;br /&gt;3. Ketika hukum dibuat untuk kepentingan penguasa, maka hukum itu akan diinjak-injak. Secara hukum, Yesus benar. Pilatus, sebagai ahli hukum tidak menemukan kesalahan padaNya, tetapi Dia dihukum. Ada mafia pradilan untuk menjebak Yesus, ada penggunaan kekuasaan secara sewenang-wenang, sehingga kebenaran kabur. Kebenaran diganti oleh uang dan kekuasaan. Kondisi seperti ini membuat banyak rakyat miskin/kecil menderita. Walau mereka benar, namun karena tidak sanggup, mereka menjadi korban kekuasaanan. Yesus bukan kalah, Yesus bukan tidak mampu. Dengan satu firman, Dia dapat menghancurkan pengadilan tersebut (bnd. Yoh 18, 4-6), tetapi Dia tidak melakukan, sebab Dia harus tersalib. Dia menderita, supaya ketidakmampuan kita, diteguhkan. Dia memikul salib dikawal tentara dengan barisan yang membawa plakat yang menyatakan kesalahanNya yang bertuliskan INRI. Kuasa itu juga yang dipakai untuk menahan Simon, yang tidak tahu menahu dengan persoalan yang terjadi. Kuasa Romawi yang menduduki Palestina, di mana kekuasaan itu dapat dipaksa untuk kepentingan penguasa.&lt;br /&gt;4. Mengapa Salib? Salib adalah lambang penderitaan, maka salib Yesus hendak memperjelas, bahwa terjadi ketidakbenaran yang berakibat penderitaan. Maka jika kita memajangkan salib di dinding rumah, atau tergantung di leher dan telinga kita, itu bukan sekedar assesoris, bukan supaya orang tahu bahwa kita pengikut Kristus yang disalib, tapi lebih dari itu, bahwa salib itu mengingatkan kita bahwa kebenaran harus ditegakkan, penderitaan harus dilewati. Salib, di mana Allah bertindak secara misterius untuk menunjukkan keajaiban.&lt;br /&gt;5. Ketika flim ‘The Passion of the Christ’, yang disutradarai Mel Gibson ditayangkan, tontonan ini, membuat banyak orang  menangis melihat penderitaan Yesus. Banyak penonton yang menguras air mata karena cambuk dari besi yang tajam digunakan mencambuk tubuh Yesus. Air mata itu, adalah air mata para perempuan yang mengikuti perjalanan salib Yesus. Air mata Maria, ibu yang melahirkanNya. Tidak ada suara perempuan yang menentang kesewenang-wenangan kekuasaan dan ketidakadilan, hanya tangisan bentuk perlawanan mereka, bahwa itu bukan kesalahan Yesus. Air mata itu adalah air mata untuk penderitaan Yesus. &lt;br /&gt;6. Di tengah derita yang dialami Yesus, dia mengingatkan perempuan itu, mengingatkan kita, supaya jangan derita Yesus yang ditangisi. Yesus adalah korban dan Dia siap untuk itu. Yesus dikorbankan karena dosa manusia, maka Yesus berkata: ‘dirimu dan anak-anak’ : ‘dosamu dan dosa anak-anakmu’ yang harus ditangisi. Kadang-kadang kita hanyut pada penderitaan Yesus, tetapi kita tidak menyadari bahwa dosa kitalah yang ditanggungnya.&lt;br /&gt;7. Yesus juga memilih perempuan yang mandul, yang tidak pernah menyusui sebagai orang yang lebih berbahagia. Bagi Yahudi, perempuan mandul adalah hal yang memalukan, maka perempuan seperti ini bisa diceraikan suami, tetapi Yesus memilih perempuan mandul, untuk menyatakan, bahwa deritaNya sebagai anak telah menekan dan melukai hati Maria, ibuNya. Maria yang tidak dapat bertindak untuk membebaskanNya dari derita. Maria yang hanya bisa menangis dan menyiksa diri karena penderitaan anakNya.&lt;br /&gt;8. Seorang ibu yang anaknya meninggal setahun yang lalu, berkata kepada saya, ‘mengapa saya sulit sekali melupakannya? Mengapa saya belum pulih dengan kematiannya? Mungkin saya berbeda kalau kehilangan suami, karena saya seorang ibu, yang melahirkan dia dari rahimku, dia adalah bagian tubuhku. Dia anak yang diambil dari daging-dagingku, gumpalan darahku yang menjadi janin,  sehingga kematiannya sangat menyanyat hati, karena sebahagian tubuhku telah mati’. Demikianlah, pemikiran dan perasaan ibu terhadap anak-anak mereka, maka ketika tahun 70, ketika orang Yahudi mengalami kesengsaraan, para ibu banyak yang menderita, atau saat bencana menimbun anak-anak, maka ibu yang mandul akan semakin sedikit menangis. &lt;br /&gt;9. Menangislah, tapi bukan atas apa yang dialami Yesus, walaupun sengsaranya memilukan hati, menangislah untuk diri kita dan anak-anak kita. Fokus dari tangisan kita, adalah dosa-dosa kita, supaya melalui pengenalan diri, kita semakin diperbaharui untuk lebih bertindak benar dan baik dalam menjalani kehidupan. Yesus hendak berkata, supaya kita menyimpan air mata kita untuk diri kita dan anak-anak kita, sebab banyak penderitaan yang akan kita alami di dunia ini, oleh anak-anak kita yang semakin sulit menerima ajaran Kristus, terlibat narkoba, ikut arus zaman yang menyenangkan diri mereka. Untuk derita-derita itulah kita menangis.&lt;br /&gt;10. Kita tidak dapat mengandalkan diri kita. Ketika kita diperhadapkan pada kekuasaan kita tidak bisa bertindak. Bila kekuasaan bisa berlaku sewenang-wenang, terhadap kayu hidup dengan kondisi yang baik, hasil dari berkat Tuhan, apalagi pada kayu yang mati, dengan kondisi yang buruk, hasil dari penghukuman? Bila Kepada Yesus yang baik, yang memeberi makan yang lapar, menyembuhkan yang sakit, mengampuni dosa orang yang bersalah dan membangkitkan orang mati, bisa terjadi ketidakbenaran, apalagi bagi pengikutNya? Kita tidak perlu terkejut dengan pembakaran gereja, penganiayaan terhadap orang percaya, atau jabatan yang tidak dapat kita duduki walau kita sudah tepat untuk itu, karena mempercayai Yesus Kristus. Kesulitan secara sistemik sudah terjadi bagi orang Kristen, namun teruslah pikul salibmu, sambil mengikut Yesus, seperti Simon dari Kirene.&lt;br /&gt;11. Simon dari Kirene memberi keteladanan. Dia tidak lari dari persoalan yang dilimpahkan padanya. Sebaliknya dia menolong yang mengalami kesusahan, membantu yang menderita. Artinya, banyaknya kesusahan di dunia ini, bencana alam di mana-mana, menjadi panggilan bagi kita untuk ikut menolong mereka dari kesusahan yang mereka alami. Simon ikut ke Golgata, tempat tengkorak, di mana Yesus berkarya menolong hidup kita, maka marilah kita yang mengikut Yesus, memikul salib, mengulurkan pertolongan bagi mereka yang kesusahan. Tuhan memberi kesempatan bagi kita untuk ambil bagian dalam penyelamatan, sebagaimana Simon ikut memikul salibNya.&lt;br /&gt;12. Hidup dan mati kita hanya sekali, maka pilihlah mati bersama Yesus, walaupun harus menjalani derita di dunia ini, sebab mati terhormat dengan tidak menjual keyakinan, prinsip, hati nurani dan tidak menjual diri lebih indah dibanding mati dengan kelimpahan kuasa, harta dan jabatan, tetapi menjual iman percaya kita. Hidup itu berharga, tapi bila salib datang, maka kita harus memikul, bukan menentengnya, karena salib tidak bergagang. Memikul salib itu sulit, tapi itu akan membuat kita semakin kuat dan dewasa, tidak mudah jatuh dan setia melakukan kebaikan.&lt;br /&gt;13. Bersama Yesus kita akan memakukan semua dosa-dosa kita, seperti dua orang lain yang ada di kiri kanan Yesus. Keduanya mewakili kita orang berdosa, dan Yesus mengambil semua derita mereka, dengan salib yang dipikulNya. Perjalanan salib Yesus dengan penderitaan yang dialami, adalah kehidupan bagi kita, maka ketika salib kita rayakan, itulah saat bagi kita memakukan segala dosa kita untuk diperbaharui semakin baik dan teguh dalam iman. Dua orang yang berdosa di samping Yesus, adalah yang diselamatkan oleh Yesus yang benar menjadi berdosa untuk mereka dan kita. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-7660672050257292991?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/7660672050257292991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/03/lukas-23-26-32.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/7660672050257292991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/7660672050257292991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/03/lukas-23-26-32.html' title='Lukas 23, 26-32'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-1126273000986282305</id><published>2010-03-25T10:13:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T10:57:20.875-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>"Ya Bapa, ke dalam tanganMu, kuserahkan nyawaKu!'</title><content type='html'>1. Mengenang penderitaan Yesus di kayu salib, pada minggu passion ini, kita akan memasuki peristiwa di mana Yesus menyerahkan hidupNya pada Bapa. Salah satu perkataan terakhir Yesus di salib dalam Lukas 23, 46 : Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya. Mengajak kita untuk setia paaNya dalam suka maupun duka. Perkataan ini telah memberi kita kekuatan Iman untuk bertahan dan kuat dalam kesulitan dan tantangan yang kita hadapi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengingatkan kembali pemaham kita akan peristiwa itu, mungkin kita boleh menghadirkan kembali ringkasan flim yang  pernah kita tonton ‘The Passion of the Christ’, yang disutradarai oleh Mel Gibson. Film yang menceriterakan penderitaan Tuhan Yesus secara amat dashyat dan sangat mengerikan. Dia dicambuk dengan cambuk yang ujungnya besi tajam, benda yang menghancurkan dan merobek tubuh Tuhan yang suci dan kudus. TubuhNya yang luka terinfeksi karena kena ludah, di mana didalamnya ada ribuan bakteri yang menambah luka itu makin nyeri.   Pemandangan itu sangat memilukan dan menyanyat hati. Akan tetapi, Tuhan yang tidak bersalah, menanggung derita itu, dengan tabah dan tekun sampai mati di kayu salib. Petrus membahasakannya (1 Petrus 2, 24):  ‘Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Buku "The Passion of Christ" karya Martin R. De Haan II juga  menulis delapan renungan singkat seputar sengsara Kristus. Tulisan yang mengajak pembaca merenungkan saat-saat sengsara Kristus menjelang kematian-Nya. Tulisan yang membuat pembaca meneteskan air mata, jauh lebih dalam jika ditayangkan di flim. Tuhan semesta alam mengalami penderitaan. Dia kritis, nafasnya tidak normal karena derita yang dialami, jantungnya membengkak sampai kehilangan kesadaran. Dia sangat kesakitan, tetapi dalam ketidaksadaran itu, Dia menyerahkan nyawaNya kepada Bapa. Kemampuan itu terjadi karena semasa hidupNya, Dia dipenuhi Firman Tuhan, maka ketika kesadaran hilang, Dia dapat meneyrahkan hidupNya pada Tuhan. Renungan-renungan dalam buku ini dapat membawa hati kita tidak hanya pada rasa takjub yang penuh haru, tetapi juga rasa syukur di sepanjang hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Terkadang ada orang yang tidak nyaman membicarakan pengorbanan Yesus, terutama gambaran yang begitu detail tentang penyiksaan atau penyaliban yang Dia jalani. Namun sebagai manusia yang lemah, kita perlu memahami dan menghargai pengorbanan dan penderitaan Yesus, yang sukarela Dia lakukan untuk semua generasi. Maksudnya, agar kita mengetahui bahwa tujuan semua penyaliban itu untuk kepentingan kita, karena dosa kita, maka kita perlu Memasuki dan memahami makna Jumat Agung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Peristiwa Salib, mengajak kita secara serius merenungkan penderitaan Yesus. Dia mau menanggung semua derita, karena kasih-Nya yang begitu besar pada dunia ini. Dia rela menanggung derita, agar kita bisa keluar dari cengkeraman kuasa dosa. Dia mau mati, supaya kita hidup. Dia memperdamaikan kita kepada Allah, supaya kita dan dipersatukan kembali dengan Allah Bapa di Surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Ketaatan Yesus pada Bapa membuat Dia menanggung derita. Seandainya Dia mau, Dia bisa menolak. Dia bisa menghancurkan dan membunuh para prajurit yang mau menangkap-Nya hanya dengan sepatah kata, karena firmanNya berkuasa.  Hal itu nyata dari dialog Yesus dengan prajurit yang mencariNya untuk didakwa sebagai orang yang bersalah. Mereka semua mundur dan jatuh ke tanah ketika dia mengatakan, "Akulah Dia." (Yoh. 18, 4-6).Tetapi itu tidak dilakukanNya. Dia masuki hadirat Allah, Dia tunduk pada rancangan Allah untuk keselamatan dunia ini. Yesus tidak menggunakan kuasa yang ada padaNya melindungi Diri-Nya. Dia rela menjadi manusia yang tak berdaya, lemah, rapuh dan membiarkan Diri-Nya ditangkap, dibelenggu dan disiksa oleh tangan-tangan manusia yang kejam karena kasih-Nya yang dalam bagi dunia. Dia tidak memakai kuasa yang dimiliki untuk lari dari masalah yang dihadapiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Penderitaan Yesus, sekaligus mengajar kita untuk juga siap, tabah, kuat dan berani menghadapi segala penderitaan. Yesus telah memberi kita kekuatan untuk bertahan dalam derita dan kematian. Kita pun orang Kristen mestinya tak mudah berputus asa atau mengeluh, tetapi mempunyai kekuatan Iman menghadapi kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Dalam kehidupan dan pekerjaan kita, tentu ada berbagai pergumulan yang kita alami, sebagai umat percaya. Kita dituntut untuk cermat dalam pekerjaan kita, kita dituntut untuk meningkatkan kinerja di instansi atau perusahaan di mana kita bekerja, meningkatkan laba. Dipaksa kerja untuk terus eksis. Kita bekerja keras, tetapi tidak mendapat promosi, sebagaimana pernah dialami seseorang yang telah lulus menjadi dirjen, tapi dicoret namanya hanya karena dia seorang kristen. Kita mengeluh sebagai karyawan yang dipersalahkan atas turunnya laba, padahal merasa bekerja para pegawai sebagai bawahan, sesuai yang diperintahkan para pimpinan. Ada juga yang merasakan bagaimana dia bekerja, kayak orang edan yang tidak kenal waktu. Sabtu Minggu masih masuk, kerja sampai larut. Rapat malam-malam. Semua turun ke jalan untuk jualan, dan seterusnya. Yang kadang-kadang keluarga menjadi terlupakan. Kita juga bekerja keras untuk anak-istri/suami, tetapi kita terluka oleh laku mereka.  &lt;br /&gt;-  Apapun keluhan yang kita alami, yang membebani kita sebagai  pekerja, sebagai anggota keluarga dan masyarakat, mari kita serahkan semua hidup kita ke dalam tangan Bapa, sebab masalah-masalah yang kita alami tidak dapat kita atasi dengan kekuatan kita, bahkan Yesus di tengah derita yang dialami, Dia  menyerahkan hidupNya pada Bapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen, salib harus melekat dalam diri kita, sehingga orang Kristen mau berkorban untuk gereja, keluarga, masyarakat, negara, bangsa bahkan dunia. Dengan memikul salib, kebahagiaan orang kristen dengan berbuat baik terhadap sesama terus mengalir. Penderitaan tidak membuat orang yang diselamatkan berhenti berbuat baik, tetapi semakin tunduk dan patuh pada kehendak Tuhan, sebagimana dilakoni seorang ibu yang mempunyai pohon persik yang mengenaskan untuk dipandang, di pekarangan rumahnya. Pohon yang menghasilkan  sedikit daun dan bunga pada musim semi, dan tak pernah berbuah sampai matang. Suatu ketika pemilik rumah hendak menebang pohon itu, namun tetangga sebelahnya yang suka bertengkar dan bergosip, suka membuat tetangganya marah, memohon untuk tidak menebang pohon itu, karena pohon itu menjadi pelindung bagi mereka saat matahari memancarkan sinarnya yang terik. Pohon itu mereka butuhkan karena melindungi mereka pada terik matahari lewat jendela yang bersebelahan dengan pohon itu. Sebenarnya pemilik pohon itu dengan mudah boleh balas dendam atas sifat yang tidak baik dari tetangga itu, namun sebagai orang kristen, dia tidak menebang pohonnya. Putri pemilik pohon itu menyaksikan, pada musim semi berikutnya pohon itu menghasilkan daun hijau yang rindang dan segar, dan bunga berubah menjadi buah yang matang, masih dan segar. Ibunya memanen pohon persik untuk pertama kalinya, membagi ke semua tetangga, bahkan mengalengkan buah itu untuk tahun berikutnya. Namun ketika tetangganya pindah, pohon itu kembali kepada habitusnya, pohon yang mengenaskan. Putri pemilik pohon persik itu menyimpulkan bahwa kebaikan yang konsisten di tengah ketidakbaikan akan bersinar dan menghasilkan buah yang manis pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Itulah yang dilakukan Tuhan Yesus untuk dunia. Dia rela mati di kayu salib untuk menebus kejahatan manusia. Dia memancarkan kebaikanNya di tengah ketidakbaikan kita. Kehidupan manusia yang semakin egois, tidak peduli dengan sesama, diambil. Oleh karena itu, melalui peringatan Passion ini, kita anak-anak Tuhan supaya berbagi dengan sesama, memikul salib, mengikut Yesus, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Tidak seorang pun yang ingin menderita. Yesus juga tidak mencari penderitaan, bahkan Dia berkata: ‘jika bisa, lalukanlah cawan ini dariKu!’ namum bila penderitaan itu datang, pantang Ia lari. Bila penderitaan memang adalah harga yang harus Ia bayar untuk hidup yang berarti, itu pula yang akan dibayarNya. Maka bila kita mengalami penderitaan, jangan lari, tapi serahkan semuanya kepada Tuhan, katakan: ‘Ya Bapa, ke dalam tanganMu, kuserahkan hidupku!’ Amin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selamat memasuki jumat Agung, memasuki penderitaan Yesus Kristus, Tuhan kita!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-1126273000986282305?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/1126273000986282305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/03/ya-bapa-ke-dalam-tanganmu-kuserahkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/1126273000986282305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/1126273000986282305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/03/ya-bapa-ke-dalam-tanganmu-kuserahkan.html' title='&quot;Ya Bapa, ke dalam tanganMu, kuserahkan nyawaKu!&apos;'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-4459683958906439529</id><published>2010-03-23T18:03:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T18:05:32.575-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Tuhan sumber segala Penghiburan</title><content type='html'>Renungan dan hasil pergumulan jemaat Tuhan yang diilhami tulisan dan kesaksian orang percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Yeremia 17,14 Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku! Debbie Debora Catherina Maringka atau Debbie Wantah, yang telah beristrirahat, setelah sejak tahun 2002, dia berjuang melawan penyakit ‘ovarian cancer’. Dengan hati yang tegar, ia dapat menerima bahwa penyakitnya itu secara manusiawi tidak dapat ia hadapi untuk lebih lama lagi tapi secara iman ia telah menang. Kanker tak dapat memisahkan ia dari kasih akan Tuhan Yesus. Walau fisiknya tidak mendapat kesembuhan, tetapi kanker yang dideritanya, tidak membuatnya undur dari imannya. Ia  menjadi berkat bagi orang lain hingga saat-saat akhir hidupnya bahkan setelah ia dikuburkan. Iman, pengharapan dan kasihnya kepada Tuhan tetap akan menjadi berkat bagi orang yang mengenalnya. Ia telah menerima kesembuhan dan keselamatan kekal karena dia mati di dalam Tuhan Yesus yang diimaninya.&lt;br /&gt;- Nabi Yeremia dalam pergumulannya yang dialami, berdoa kepada Tuhan untuk disembuhkan dan diselamatkan. Syair ini merupakan salah satu pengakuan Yeremia. Dia meminta kesembuhan dan keselamatan, sekaligus memuja Tuhan dan mempercayaiNya. Imannya kepada Tuhan menjawab doanya dengan berkata maka aku sembuh, maka aku selamat. Mengapa Yeremia mampu menjawab doa dan harapannya? Karena dia tahu, Tuhan adalah kepujianku! Ketika Tuhan menjadi kepujian bagi kita, kita akan tahu bahwa Tuhan akan memberi jawaban indah atas doa permohonan kita. Kita akan memasuki hadirat Tuhan, melewati tirai yang begitu tebal. Debbi Wantah juga mengalami keselamatan dalam Tuhan karena mati dalam Tuhan yang diimani.&lt;br /&gt;- Seorang penulis renungan harian kristen yang mendapat banyak berkat rohani dan membaginya lewat pendalam alkitab, suatu hari berhenti menulis karena anak perempuannya berumur 17 tahun meninggal dalam kecelakaan mobil. Saat menyaksikan pemakaman putrinya, dia kehilangan pengetahuan tentang Allah, tentang surga dan kasih setian Tuhan atas kehidupan mereka. Lama dia berhenti menulis. Kata-kata yang selama ini dia gunakan menopang orang lain sulit dia temukan untuk mengangkatnya dari dukacita dan penderitaan. Dia membutuhkan tangan Tuhan, membutuhkan komunitas kristiani menumbuhkan harapannya. Dukungan dan doa saudara-saudaranya membangkitkan semangatnya untuk menulis dan mendalami alkitab kembali, sampai dia memasuki tulisan Rasul Paulus dalam 2 Kor 1, 3, yg mengatakan ‘Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan’  Dia disembuhkan oleh Allah yang selalu hadir dalam kesulitan dan penderitaan kita, memberi penghiburan atas dukacita kita. &lt;br /&gt;- Raja Daud juga mengalami dukacita dalam 2 Samuel 18, 33 yang menerima kabar baik, atas keadilan Allah yang menyerahkan musuhnya ke tangannya, namun secara tak terduga mengalami dukacita putranya Absalom, mati dalam perang. Dia meratapi putranya, berkerudung kesedihan, bahkan berkata, seandainya aku menggantikanmu untuk kematian itu. Dia punya harapan yang luar biasa atas putranya, tapi dia diperhadapkan pada kenyataan bahwa putranya telah tiada. Di waktu lain juga, putranya dari Betsyeba juga mati ketika bayi. Dia meratapinya, karena ia kehilangan putra mahkota. Namun setelah pemakaman, dia mandi, dia masuk pada pengampunan Tuhan dalam hidupnya sehingga boleh bergembira, sebab Tuhan mengganti ratap tangis dengan kegirangan.&lt;br /&gt;- Terkadang timbul pertanyaan, Apakah Tuhan bertindak tidak adil dengan peristiwa kematian yang terjadi? Apakah Tuhan meninggalkan kita? Jika kita menderita karena sebuah kekuatan di luar diri kita, kita perlu mengasah kepekaan untuk menangkap maknanya dalam kehidupan ini. Penderitaan bukan pertanda ketidakhadiran atau ketidakpedulian Tuhan. Jika kita tidak merasakan kehangatan sinar mentari, itu sama sekali tidak berarti kekuatan matahari sudah berkurang. Awan dan hujan adalah kebutuhan kita juga. Di saat-saat semua tidak berjalan seperti kita harapkan, itu bukan pertanda kealpaan kuasa dan penyertaan Allah. Ia mengajar kita melihat karya dan pertolonganNya secara baru.&lt;br /&gt;- Kita tidak dapat menduga apa yang terjadi dalam hidup kita. Kejadian yang tidak kita duga membuat kita harus terus mempercayai Tuhan, mengandalkan dia, dan mengisi hidup dengan sukacita dan pengharapan. Dalam Yakobus 4,14 dikatakan: “Apakah arti hidupmu? Hidupmu  itu  sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” Hanya sementara, maka mari kita mengisi kesementaraan dengan mengimani tindakan Tuhan, meski terkadang yang terjadi sesuatu di luar logika kita, yang sulit diterima akal. Kita terpanggil untuk tetap bertahan di tengah krisis yang terjadi.&lt;br /&gt;- Ada kalanya kita tidak mengerti akan kenyataan yang kita alami atau kita saksikan dialami oleh orang lain. Dalam sebuah kesaksian seorang ayah yang telah merawat dan membesarkan anaknya. Setelah remaja, anak itu meninggal, dia marah kepada Allah. Dia menggugat Allah. Dia berkata, ‘kalau toh, Tuhan harus mengambilnya, mengapa Kau memberinya padaku, membiarkan aku mendidik, membesarkan, memiliki dan mengasihinya? Tuhan, engkau tidak adil. Sering sekali kita kehilangan sensifitas dalam memaknai keadilan Allah, sehingga kita mempertanyakan tindakanNya. Namun kita harus ingat apa yang dikatakan Khalil Gibran bahwa anak adalag titipan Tuhan, bukan pemilik, maka tugas orang tua, memelihara, merawat dan mengasihi untuk dipertanggung jawabkan, ketika ia kepada pemilik kita tidak akan menggugat Allah, tetapi memuji Tuhan seperti Ayub.&lt;br /&gt;- Kita tahu, bahwa Ayub adalah seorang yang luar biasa memaknai kasih Tuhan ketika mengalami dukacita. Dia kehilangan semua hartanya dan  ke-10 putra/i meninggal ditimpa angin puting beliung dari 4 penjuru mata angin. Dia  dapat menerima kejadian itu sebagai bagian dari kehidupan manusia, walaupun setelah kematian anak-anaknya, dia menjadi kehilangan kekuatan. Dia mengoyak jubahnya, mencukur rambutnya, sujud dan menyembah dan berkata katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"  (1,21). Ini kesimpulan dari kedasyatan yang dialaminya, sehingga dia bisa kuat dan tenang melawan semua godaan yang mengajak dia meninggalkan Tuhan. Kesimpulan dari penderitaanNya adalah memuji Tuhan, karena Tuhan punya rencana yang indah dibalik semua peristiwa yang dialami manusia. Seperti Abaraham yang  melangkah dengan pasti menuju masa depannya, karena Dia tahu, Tuhan tidak akan mencelakakannya, Tuhan telah mempersiapkan segala yang dia perlukan, termasuk domba sebagai pengganti Ishak (Kej 22,13) menjadi korban bakaran. Tuhan merancang masa depan yang penuh harapan bagi orang percaya padanya (Yeremia 29,11).&lt;br /&gt;- Di tengah aneka pertanyaan yang mungkin memenuhi benak kita, mari kita lihat semua peristiwa kehidupan dalam kerangka kasih sayang Tuhan. Jika kita menderita bukan karena kesalahan kita, kita perlu bersabar sambil terus berseru minta tolong kepada Tuhan. Jika kita menderita karena kesalahan kita, kita harus kembali. Kita harus berubah, sambil tetap berseru meminta pertolongan Tuhan. Allah yang mendengar teriakan minta tolong umat Israel karena penindasan di Mesir (Kel 3:7) maupun penderitaan karena kekerasan hati mereka (Nehemia 9:27) adalah Allah yang sama, yang mendengar seruan kita hingga hari ini. &lt;br /&gt;Terakhir, seorang guru menyaksikan tentang muridnya yang gagap yang setiap malam pesta tahunan selalu berperan sebagai mb (manusia bisu), suatu waktu meminta kepada sang guru supaya diberi peran sebagai mb, bukan manusia biu tapi manusia berbicara. Guru itu tidak tahu peran apa yang harus diberika padanya, sampai dia menemukan ide untuk memberinya kesempatan membaca puisi. Guru mencari puisi yang mudah dicerna dan diucapkan sang murid, namun tidak menemukannya. Akhir dia menciptakan sebuah puisi yang mudah dengan mengusahan huruf yang sulit diucapkan. Lalu dengan giat si murid berlatih dengan gurunya. Pada malam pesta sekolah, ketika pembawa acar mencurigai dia tidak mampu, dia membacakan puisi dengan penyampaian yang baik. Peristiwa ini sangat menakjubkan semua penonton yang sudah mengenalnya sebagai pemeran mb (manusia bisu). Hal yang kita lihat adalah, jika kita keluar dari masalah yang kita hadapi, kita memfokuskan pandangan kita pada salib Kristus, maka kita akan menang melewati penderitaan itu, kita akan bersuka cita di bali derita yang kita alami, sebab Tuhan hadir di saat kita terluka, dia menopang dan menolong kita (Mzm 54,6).&lt;br /&gt;Peristiwa-peristiwa bersama dengan Tuhan memampukan kita bisa mengatakan bahwa Allah tidak berubah. Dia tetaplah Bapa surgawi yang penuh kasih, "Allah sumber segala penghiburan" (2 kor 1,3). Dia tetap Allah yang menjadi sumber harapan saat menghadapi dukacita yang tak terduga. Dia akan menyembuhkan luka-luka kita dan memberi keselamatan bagi jiwa kita, karena Dialah kepujian kita. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-4459683958906439529?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/4459683958906439529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/03/tuhan-sumber-segala-penghiburan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4459683958906439529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4459683958906439529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/03/tuhan-sumber-segala-penghiburan.html' title='Tuhan sumber segala Penghiburan'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-4100582505262219237</id><published>2010-03-10T16:11:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T16:13:33.215-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='14 Maret 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Yesaya 54, 7-10</title><content type='html'>‘Konsistensi dari Kesetiaan’&lt;br /&gt;1. Pengarang Christmas Carol, Charles Dickens, mencapai keberhasilan dengan perjuangan panjang. Dia sering mengalami kejang perut karena rasa lapar yang melilit. Agar bisa makan,pada usia 10 tahun dia bekerja di gudang kumuh yang banyak tikusnya untuk menempel label botol, sementara Ayahnya, mendekam di penjara. Di loteng atas dia tidur, suatu tempat yang jauh dari nyaman bersama dua orang temannya, anak jalanan. Di tempat kumuh itu, dia bercita-cita jadi penulis, diam-diam  hasil tulisan dia poskan pada malam hari agar tidak ditertawakan. Beberapa kali tulisannya ditolak, sampai suatu ketika tulisannya dipublikasikan tanpa dibayar. Tulisannya membawa perubahan baru, sang editor menyemangatinya untuk terus berkarya, sampai dia mencapai sukses yang besar. &lt;br /&gt;2. Dalam hidup ini, banyak penderitaan yang kita alami, bila kita punya semangat dan pengharapan, kita akan terus berjuang keluar dari penderitaan. Bila kita putus asa, maka kita mencari jalan pintas. Menurut penelitian, karena tekanan ekonomi yang semakin berat, semakin banyak pula orang yang bunuh diri, karena melihat hidup sebagai kepahitan.&lt;br /&gt;3. Bangsa Israel juga mengalami kepahitan di pembuangan Babel. Mereka terbuang karena berpaling kepada berhala. Penderitaan yang mereka alami, jelas terlihat oleh Allah, maka firman Tuhan disampaikan oleh Yesaya dalam kerangka melihat sukacita di balik derita yang mereka alami. Dosa yang memisahkan mereka dari Allah, di mana Allah sangat murka dengan kehidupan berhala mereka. Allah memelihara dan mengontrol bangsa itu, tetapi dosa memecahkan hubungan baik Allah dengan manusia, sehingga Allah marah dan membuang mereka. Dia menyembunyikan wajahNya, sebab Dia kudus. KemurkaanNya seolah-olah meninggalkan bangsa itu, tetapi hanya sesaat lamanya, kemudian Dia mengambil kembali, mengumpulkan anggota-anggota yang berserakan.&lt;br /&gt;4. Kasih setia Allah selalu mengalir menuntun dan memelihara hidup manusia. Jika kita mengalami penderitaan, kita merasa Tuhan seolah-olah meninggalkan kita. Tuhan selalu mengontrol kita, walau kita berjalan di jalan yang salah. Dia murka dan memalingkan wajahNya oleh kejahatan kita, tetapi konsitensi kesetiaanNya mengalahkan rasa murka Allah, sehingga kita diajak kembali padaNya. Kesetiaan Allah melampaui segala luka derita kita, maka janganlah kita diam dalam penderitaan itu, tetapi keluar dengan terus semangat dan berharap atas kasih setiaNya.&lt;br /&gt;5. Baru-baru ini saya membaca sebuah berita tentang seorang pemuda berusia 20 tahun mengalami tabrakan dan koma selama 23 tahun. Selama masa koma, ibunya tidak berhenti menanamkan pengharapan dalam imannya, bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Dia juga tidak pernah berhenti berkomunikasi dengan anaknya, walau hanya komunikasi satu arah. Dia selalu membisikkan kata-kata, bagaimana ibunya sangat mencintainya, menceritakan apa yang dialami ibunya dan mengatkan bahwa akan terus hidup. Suatu ketika, ayahnya meninggal, si ibu berlari ke rumah sakit dan memberitahukan di telingan anaknya, bahwa ayahnya telah meninggal dunia. Ibu itu juga tidak pernah bosan merawat anaknya, melap tubuhnya, memberi juice dan semua kebutuhan anaknya. Setelah 23 tahun, pada  usia si ibu 73 tahun dia melihat anak itu menggerakkan tangannya. Anak telah sadar, si ibu membawanya ke tempat terapi. 3 tahun kemudian anak itu dapat berkomunikasi lewat computer untuk mengingatkan semua temannya bahwa dia masih hidup, belum mati. Suatu hari dia menulis untuk ibunya, ‘ ibu maafkan aku, bahwa aku tidak dapat menemanimu, ketika ayah meninggal dunia’. Ibunya menangis. Walapun waktu itu telah berlalu, tapi itu menjadi bukti, bahwa apa yang dibisikkan di telinga anaknya, semua dia dengar dan ketahui. &lt;br /&gt;6. Pengharapan akan masa depan yang baik, adalah janji kesetiaan Tuhan pada umatNya (29,11). Dia tidak akan mengulang air bah terjadi, meski manusia terus hidup dalam ketidakbenaran. WajahNya tidak akan dipalingkan dari kita, supaya kita boleh menikmati kebaiakan Tuhan. Allah tidak akan murka lagi atas ketidaksetiaan kita, tetapi mengutus hambaNya memberi keselamatan pada kita. Maka ketika derita melanda kita, jangan berhenti berharap, jangan berjalan di tempat itu, keluarkan dirimu dari derita, terus bermimpi, sebab Allah selalu menyertai hidup kita. &lt;br /&gt;7. Janji tanpa air bah adalah bukti terjadinya zaman baru, di mana kita dibebaskan dari murkaNya, dan mengajak kita kembali ke rumah kebenaran. Janji itu, diikuti sumpah, dimana yang dijanjikanNya tidak akan mengalami perubahan sampai selama-lamanya, sebagaimana Allah bersumpah kepada Abraham untuk memeberikan tanah Kanaan (bnd Yosua 1,3). Janji Tuhan akan memberi damai sejahtera, di mana kutuk ditarik kembali. Tidak ada kutuk atau murka, telah diganti dengan damai sejahtera, penuh sukacita. Perjanjian ini tidak dilakukan dua pihak, melainkan hanya dari pihak Allah yang menyatakan kasih setiaNya yang tak akan berkeseudahan. Dengan janjiNya, maka umatNya akan selalu dalam lindungan kasihNya. Walaupun gunug beranjak dan bukit bergoyang, tetapi kesetiaan Tuhan tidak beranjak dari umat Israel. Janji damai ini dikatakan kepada Isreal, tetapi terbuka luas kepada semua umat manusia, temasuk kita pada zaman ini, karena perjanjian pada Nuh menyangkut keseluruhan hidup di bumi. &lt;br /&gt;8. Kita menjadi umat pilihanNya. Dia memberi Yesus Kristus, ganti dosa kita. Murka Allah tidak datang lagi, kutuk telah diganti dengan damai. kesetiaanNya kekal selama-lamanya. Itu berarti, penderitaan yang kita alami di dunia, tidak seberapa dibanding kesetiaan yang dijanjikanNya, oleh karena itu, seperti nama minggu kita, yaitu minggu letare = bersukacitalah! Dimana kita diajak untuk selalu bergembira. Meski kita kehilangan suami/istri atau anak, di PHK, tidak dapat pekerjaan dan jodoh, ditekan secara perekonomian, susah karena anak-anak, ketidakanyamanan tinggal dan beribadah, dan lain sebagainya, tetaplah bergembira di dalam Tuhan, sebab kesetiaan Tuhan selalu mengikuti kita sepanjang masa. Dia akan membuka jalan, dan memberi solusi atas masalah yang kita hadapi, oleh karena janji setiaNya. Oleh karena itu, mari kita hidup dengan bersyukuri, mengisi dengan sukacita. &lt;br /&gt;9. Bila kita terjerat duka, mari kita keluar, dari duka itu, jangan tertanam di dalamnya, yang dapat membuat kita kehilangan semangat dan daya juang. Keluar dari  penderitaan, hidup dalam pengharapan, bersyukur akan segala hal, karena Kristus yang mati dalam derita panjang, dibangkitkanNya untuk membawa masa baru dalam hidup kita, masa di mana kematian akan digantikan dengan kehidupan kekal. &lt;br /&gt;10. Rasul Paulus dalam epistle kita minggu ini juga menyaksikan bagaimana dalam penderitaan dia dapat bersukacita ( 2 Korintus 1, 3-7). Kesaksian ini menunjukkan bahwa mengalami penderitaan, tidak membuatnya berhenti berkarya. Apakah dia berhenti bersyukur dan bersukacita? Tidak. Dia tidak kehilangan rasa syukur dan sukacita, karena dia telah memaknai hidup bersama Tuhan. Pemaknaan ini menguatkannya memberi penghiburan pada orang-orang yang menderita. Dia dapat memahami kepahitan yang dialami manusia, namun tidak membuatnya lemah, sebab penderitaan, semakin menguatkannya menyuarakan kesetiaan Tuhan yang memberi Kristus sebagai tumbal dosa kita. kesetiaanNya di dalam Kristus, meneguhkan iman percaya kita melewati puncak yang menghancurkan, namun tidak pernah hancur, sebab kasih setianya bersama kita.&lt;br /&gt;11. Allah kaya dengan rahmat, dia memberi diri dalam Yesus Kristus, membuka mata yang buta, yang lumpuh berjalan, yang bisu bicara, yang mati hidup, yang jatuh diangkat, yang gagal dipulihkan, yang sakit disembuhkan, yang menangis, air matanya dihapuskan, yang menderita,dihiburkan, yang berduka, disukakan, yang berdosa diampuni. Itulah Allah kita. Bila derita menekan, dan bebanmu berat, Allah tahu semua itu. Mungkin kita berpikir Allah meninggalkan kita dan memalingkan wajahNya dari kita, tetapi Dia ada diantara kita, dia terbuka secara luas kepada semua suku bangsa (luka 4, 19), Dia memberkati orang-orang yang bersukacita dalam pengaharapan. Dia mengikat diriNya dengan suatu perjanjian baru, dengan darah perjanjian, di mana dalam darah itu ada pengampunan, yang membawa langkah kita menuju kekekalan dan menata hidup kita setia melewati hidup kita yang sementara. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-4100582505262219237?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/4100582505262219237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/03/yesaya-54-7-10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4100582505262219237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4100582505262219237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/03/yesaya-54-7-10.html' title='Yesaya 54, 7-10'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-1163224390176159026</id><published>2010-03-05T09:17:00.000-08:00</published><updated>2010-03-05T09:19:03.070-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='07 Maret 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Yohanes 2, 1-10</title><content type='html'>Mujizat Yesus yang Pertama: ‘Air Diubah Menjadi Anggur’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Suatu waktu, saya pernah mengikuti pesta perkawinan. Sebuah pesta besar di gedung terbesar di kota itu. Pada pesta itu, hampir setengah undangan tidak makan, karena kurang makanan. Di situasi yang memalukan itu, banyak dari undangan yang memukul-mukul piring dengan sendoknya utuk menunjukkan bahwa makanan kurang, bahkan ada yang memberi envelope kosong dengan menulis, ‘karena kami tidak makan’, uang kami pakai untuk membeli makan.&lt;br /&gt;2. Ketika ada orang mengalami kekurangan, biasanya manusia sering mempermalukan dan menunjukkan kekurang orang tersebut. Kita merasa bangga jika orang lain tahu akan kekurangan seseorang. Tetapi lain halnya dengan Maria, ibu Yesus yang hadir di sebuat pesta perkawinan di Kana. Dia menuntup kelemahan dari yang punya pesta dengan menceritakan masalah yang dihadapi di pesta tersebut.&lt;br /&gt;3. Di sebuah kota kecil di Kana, sekitar 9 km dari selatan Nazareth, di Galilea, ada sebuah pesta kawin. Pesta perkawinan, merupakan pesta sukacita, dan pesta persekutuan, sehingga pesta kawin  biasanya dirayakan selama 7 hari atau seminggu penuh. Dengan waktu yang begitu lama, tentu sangatlah membutuhkan makanan dan anggur yang banyak. Kemungkinan bisa kurang, untuk orang miskin dan pekerja keras, rata-rata penduduk kota itu. Tanpa anggur di suatu pesta kawin bagi masyarakat Kana, mengakibatkan pengantin akan dipandang, dengan sangat hina. Ketika terjadi kekurangan anggur di pesta kawin itu, Maria, ibu Yesus yang ada di pesta itu, merasa terbeban, lalu mendatangi Yesus yang juga hadir sebagai undangan, dan menjelaskan kejadian tersebut. Maria tahu bahwa Yesus mampu memberi jalan keluar atas masalah yang dihadapi di pesta itu&lt;br /&gt;4. Menanggapi persoalan yang terjadi di pesta itu, Yesus berkata pada Maria dalam ay. 4: Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Yesus menyebut Maria sebagai perempuan (women: Yunani: Gunai). Sebutan ‘perempuan; bukan ibu, kemungkinan menunujukkan hubungan baru antara mereka (umat) dengan Dia sebagai pelayan. Bukan dalam konotasi negatif. Jadi Yesus bukan tidak menghormati ‘ibu;nya, tetapi untuk menjelaskan bahwa Yesus bukanlah ‘anak’ Maria, yang dapat berbuat apa saja dan kapan saja. Yesus tahu kapan harus bertindak dalam menyelamatkan orang yang mengalami kesusahan. Jadi, tidak ada intervensi dalam tugas penyelamatan yang diembanNya. Disamping itu, Yesus juga menunjukkan bahwa tindakanNya dikontrol oleh BapaNya, di mana Dia tidak bertindak di luar rancangan Allah, sehingga Dia menyebut, ‘saat-Ku belum tiba.&lt;br /&gt;5. Dalam hubungan kita dengan Tuhan, sering kita memaksa Tuhan melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan kita. Tapi jawaban Yesus pada Maria, mengajar kita, bahwa Tuhan tahu kapan bertindak, Tuhan tahu menjawab persoalan yang kita hadapi tepat dan indah pada waktunya.&lt;br /&gt;6. Maria memahami ke-siapa-an Yesus. Dia menerima pernyataan Yesus, tidak tersinggung atau gusar dengan respon Yesus. Dia justru mengatakan pada para pelayan untuk melakukan apa yang diperintahkan Yesus. Pelayaan itu diminta untuk membangun kerjasama dengan tunduk pada perintah Yesus, karena Dia akan bertindak segera. Maria tidak tahu kapan waktu melakukan mujizat, tapi Maria tahu bahwa Yesus adalah Mesias. Maria mengenal kemampuan dan kuasa Yesus, karena Yesus adalah Putra Allah, di mana Dia tidak akan membiarkan ciptaanNya menerima penghinaan karena kemiskinan. Maria juga tahu, bahwa Yesus akan melakukan sesuatu untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi pengantin itu. Oleh karena itu, Maria tidak mempersoalkan kata-kata Yesus, tapi sebagai perempuan, sekaligus ibu, dia tahu bahwa Yesus adalah manusia yang punya kepedulian menyelamatkan manusia dari rasa malu. Maria menunjukkan imannya pada Yesus. &lt;br /&gt;7. Inilah perbedaan kita dengan Maria, di mana kita mudah tesinggung jika kita menerima respon yang tidak sesuai dengan keinginan hati kita. Saya mengenal seseorang yang pindah dari gereja tertentu karena pelayan gereja itu terlambat membesuk anggota keluarganya yang sakit. Kita ingin melihat orang lain segera menjawab masalah kita, cepat melakukan tugasnya. Jika tidak kita akan marah dan tersinggung dengan kinerja mereka. Iman Maria melatihnya untuk sabar menanti pertolongan Tuhan.&lt;br /&gt;8. Iman Maria dijawab Yesus dengan memerintahkan para pelayan, mengisi air penuh ke tempayan-tempayan yang ada di sekitar itu. Tempayan itu, adalah tempat air untuk membersihkan kaki para tamu sebelum masuk rumah dan mencuci tangan sebelum makan, sesuai dengan tradisi Yahudi. Yesus bertindak, ketika waktuNya telah tiba, dan tindakan Yesus tidak pernah terlambat. Ketika tempayan itu penuh, Dia memerintahkan pelayan mencedok dan memberi pada pimpinan pesta. Kejadian yang luar biasa terjadi, pengantin mendapat pujian dari pemimpin/ pembawa acara, di mana dia mengeluarkan anggur terbaik di akhr pesta, ketika cita rasa sesorang telah tumpul terhadap rasa anggur karena sudah banyak minum. Yesus memberi anggur yang terbaik, yang rendah alkohol. Dia memberi TIROSH (anggur segar yang diperas dan diendapkan di tandan tanpa fermentasi) bukan MUST (Wine) yang mempunyai kadar alkohol. Yesus memberi yang terbaik bagi orang yang diaksihiNya, bahkan diriNya diberi untuk mengeluarkan manusia dari maut dan kematian. Peristiwa air menjadi anggur, adalah mujizat pertama yang dilakukan Yesus. Peristiwa di mana orang yang lemah dikuatkan, yang hampir dihina dipuji.&lt;br /&gt;9. Diundang ke suatu pesta merupakan penghormatan bagi seseorang, maka undangan hendaknya menunjukkan keramah-tamahan, karena keramahtamahan adalah tugas suci. Undangan mendukung yang punya pesta  dan ingin menolong, sehingga ketika terjadi kekurangan dalam pesta, undangan berusahan menolong, tidak merugikan atau mempermalukan yang punya pesta. Yesus menolong keluarga yang hampir dipermalukan, Dia memberi jalan keluar bagi orang yang berkesusahan. Dia menunjukkan cinta kasih bagi masyarakat hina untuk dipermuliakan di hadapan Allah.&lt;br /&gt;10. Pesta di Kana adalah pesta orang-orang sederhana, pesta di mana Allah menyatakan kuasaNya dengan menolong orang lemah. Maka undanglah Yesus dalam setiap pergumulanmu, hadirkan Dia dalam kesusahanmu, maka jalanMu akan terbentang luas, karena Allah ambil bagian dalam masalah yang kita hadapi.  Allah tidak pernah membuat kita kecewa. Apapun masalah yang kita hadapi, jika bertemu dengan Yesus, bergaul akran denganNya, kita akan merasa nyaman dan terbebaskan, karena Allah mampu membuat yang tidak ada menjadi ada, Dia sanggup menolong dan memberkati kita, Dia memberi labih dari apa yang kita minta, karena Dia tahu apa yang kita butuhkan. Dialah penolong dan perisai kita, gantungkanlah hidupmu pada pertolongan tanganNya yang kuat (bnd. Mzm 115, 9-15), karena pertolongan yang dibawa Kristus ke hidup orang yang takut padaNya, memberi kita sukacita yang melimpah, sampai ke pada anak-cucu ditambahkanNya berkatNya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-1163224390176159026?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/1163224390176159026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/03/yohanes-2-1-10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/1163224390176159026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/1163224390176159026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/03/yohanes-2-1-10.html' title='Yohanes 2, 1-10'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-4526112958476239448</id><published>2010-02-28T17:06:00.000-08:00</published><updated>2010-02-28T17:07:44.653-08:00</updated><title type='text'>13th Wed Anniversary</title><content type='html'>Hari ini, Minggu 28 Pebruari 2010, tepat 13 tahun perkawinanku dengan Pdt Samuel Simanjuntak. Dikarunia tiga orang anak. 2 Putri, Carol Natasia Sarigodbless Simanjuntak (11 thn 5 bln), Cintani Yohana Taruliroha Simanjuntak (9 thn 3 bln)  dan seorang putra, Chrisatya Hotasi Jeremia Simanjuntak (5 thn 3 bln). Aku merasa perempuan paling beruntung, memiliki tiga anak yang manis, pintar dan baik (untuk saat ini) dari suami yang ‘sangat’ baik, peduli, lembut, dan tidak bias jender. 13 thn menjadi istri membuatku lebih sehat, semangat dan kuat karena suami yang mendorongku terus berkarya dan berbuat untuk kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesame.&lt;br /&gt;Untuk hari ini, tidak ada yang istimewa, bahkan untuk mengucapkan selamatpun tidak sempat, karena kesibukan masing-masing. Pagi hari kami harus memberangkatkan Carol yang mau retreat dari sekolah ke Malang, suami harus mempersiapkan pelayanan ke Gereja Karo. Sepulang gereja kami langsung mengikuti acara bona taon Simanjuntak Sitolu Sada Ina di Convention Hall, di mana saya memimpin ibadah, dilanjutkan ke bona taon Silahisabungan di Gedung Wanita, Kalibokor.&lt;br /&gt;Di Pesta Bona Taon ini, saya merayakan 13 tahun pernikahan kami, dengan kebaya francis hijau, dipadu songket tarutung berwarna merah.  Kuulang khotbah pernikahan kami dari Roma 15,5 pada ibadah Simanjuntak. Kalau 13 tahun lalu Ds MSE Simorangkir mengkhotbahkan itu di gereja HKBP Pangururan, tentang kerukunan Rumah Tangga, maka pada pesta bona taon hari ini, aku mengembangkannya menjadi hidup rukun di tengah punguan marga, di mana terkadang terjadi gesekan antar ‘na mardongan tubu’. Setelah tulang Sihotang manortor, kami melanjutkan perayaan ini ke pesta bona taon Silahisabungan. Begitu kami tiba di depan pintu gendung, saya mendengar suara sekretaris punguan yang kebetulan pembawa acara, meminta saya bernyanyi. Hahahaa… ini dia, yang paling kusenangi dalam pesta bona taon, bernyanyi diiringin Siahaan Musik yang sudah mengenal nada suaraku dengan tepat. Saya dengan suami menyanyikan lagu Nahum Situmorang ‘lupa pe angka na lupa’. Pembawa acara belum puas, beliau meminta saya kembali menyanyikan ‘uju di ngoluki’, lagu yang saya nyanyikan tahun lalu di pesta bona taon silahisabungan, lagu yang selalu membuat orang-orang menitikkan air mata.&lt;br /&gt;Acara hari ini berakhir dengan sukacita. Kami pulang, tapi tidak dapat makan bersama, karena waktu untuk PA NHKBP telah menanti di gereja. Tidak itu saja. Meski hati kami terang benderang, kegelapan menyambut kami. Jalan kotor oleh daun-daun, ada pohon tumbang, ada atap rumah yang terbang.  Angin puting beliung melanda daerah Dukuh Kupang. Aku dan dua anakku, tertidur dalam keadaan lapar, karena persediaan makanan di rumah kosong. Untung jam 21, ada sms dari inang Simanjuntak, Deltasari, undangan makan di kwetiaw Medan. Hahahah……..akhirnya hari inipun berakhir dengan sukacita dalam Tuhan, karena semua pekerjaan berjalan baik dalam anugerah dan pemeliharaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy wedding’s day, Tuhan Yesus memberkati!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-4526112958476239448?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/4526112958476239448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/02/13th-wed-anniversary.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4526112958476239448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4526112958476239448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/02/13th-wed-anniversary.html' title='13th Wed Anniversary'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-7293592769164888975</id><published>2010-02-26T16:25:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T17:25:35.740-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='28 Peb 2010'/><title type='text'>Nehemia 9, 26-31</title><content type='html'>"Doa Pengakuan kepada Tuhan Maha Pengampun"&lt;br /&gt;1. Allah menciptakan semua baik. Oleh manusia yang diberi daya pikir dan daya kreasi, memakai anugerah ini untuk tujuan hidupnya sendiri yang kadang melukai hati sesama dan tidak memuliakan Tuhan. Ketika manusia memakai semua anugerah pada kepentingan dirinya, maka, pembrontakan mulai terjadi. Manusia mulai mendikte Allah, mengesampingkan kekuatanNya, menganggap remeh ibadah dan penyembahan. Manusia jatuh pada arogansi da kesombongan, menolak utusanNya bahkan Allah sendiri, dengan mencipta kekuatan sendiri dengan memberhalakan diri dan anugerah yang diterimanya.&lt;br /&gt;2. Perikope ini merupakan refleksi atas sikap hidup bangsa Israel yang senantiasa berbalik dari Allah yang Maha kuasa. Mereka mengasingkan diri dari bangsa sekitar, dan mengaku dosa kepada Allah. Bangsa Israel mengenal esensi Allah dengan baik, yang penuh pengampunan. Hal ini diungkapkan dalam doa dan pujian mereka tentang karakter dan kondute Allah yang digambarkan kebesaranNya sebagai pencipta bumi (ay.6), Pemberi anugerah dengan memanggil Abraham sebagai orang beriman dan tanah Kanaan sebagai pemenuhan janji Allah (ay.7-8). Dia Jugalah Allah yang melihat perbudakan bangsa Israel di Mesir, yang mendengar teriakan minta tolong mereka dan yang menolong mereka ke luar dari kuasa Firaun (9-11). Pengulangan pengenangan ini, membuat mereka dalam iman mengucap syukur atas semua janji setiaNya yang mendukung umatNya masuk ke dalam anugerah yang disediakan bagi orangNya.&lt;br /&gt;3. Nehemia bersama Ezra hendak mengajarkan bangsa itu agar memasuki hadirat kekudusan Allah dengan mengenang dan mengingat bagaimana Allah bertindak menyelamatkan mereka dari ketidakpastian menuju kepastian yang kekal. Jika nenek moyang mereka angkuh dan tidak menuruti perintah Tuhan dalam menjalani hidup, bahkan para nabi yang diutus untuk membawa mereka ke dalam kebenaran menjadi dikorbankan, maka pada generasi baru ini, hendaklah mereka percaya hanya pada kekuatan Allah yang membawa mereka keluar dari perbudakan Mesir.&lt;br /&gt;4.Kedamaian dan kesetiaan Tuhan sering dipermainkan bangsa itu. ketika mereka aman dari tangan musuh, bangsa itu menetang Allah dan menolak Nabi-nabiNya. Pertentangan yang dibuat manusia pada Allah akan membawa mereka ke tangan musuh, maka mereka akan menjadi santapan musuh. Mereka akan menderita, menjerit minta tolong, karena diperbudak oleh kesombongan mereka sendiri. Pada masa kesesakan mereka akan mengingat Tuhan, dan meminta tolong padaNya. Tuhan mendengar mereka serta memberi keamanan bagi mereka. &lt;br /&gt;5. Rasa aman yang kita miliki dalam menjalani hidup, sering membuat kita menjadi sombong, merasa kuat dan mengandalkan diri sendiri. Tanpa sadar kita membuat pertentangan dengan Allah sumber kenyamanan kita. Sebagaimana bangsa Yehuda yang mengalami kesusahan karena berpaling dari Allah, maka kita juga diingatkan untuk terus menyadari bahwa kita tidak memiliki apapun yang layak kita banggakan dan yang dapat menyelamatkan diri kita. Kita hanya manusia yang dicipta dan Allah pencipta kita. Kita perlu belajar dan sadar bahwa konsekwensi dari pembrontakan terhadap Allah adalah adalah kesusahan, karena upah dosa adalah maut. Israeal yang selalu meninggalkan Allah mengalami kesusahan dan hidupnya menderita. Dalam kesesakannya, mereka berteriak minta tolong.&lt;br /&gt;6. Allah setia dengan kasihNya. Dia konsisten dengan kebaikan ciptaanNya, maka Dia setia mendengar teriakan minta tolong umat, Dia setia dengan cintaNya kepada umat. Kesetiaan Allah adalah dasar dari semua penciptaan dan pengampunan yang di bawa Yesus ke dunia ini. KesetianNya tidak berkesudahan, dan menuntun manusia ke arah hidup yang baik. Dia mengutus hambaNya untuk mewartakan kebenaran injilNya, dan membawa umat tersesat berbalaik pada Tuhan. Kebaikan Tuhan patut kita syukuri, bukan untuk dipermainkan, sebab Allah tidak mau dipermainkan.&lt;br /&gt;7.Mengapa manusia menjadi sombong dan melupakan kebaikan Tuhan? Menurut pskolog, peng-aku-an yang berlebih, membuat seseorang melupakan sekitar. Artinya, hidup yang memfokuskan segala sesuatu kepada diri sendiri, sering melupakan sumber pemberi diri, melupakan sekitar dan hanya melihat diri sebagai pusat dari semua. Maka ketika orang seperti ini memasuki suatu ruangan akan berkata: 'Aku datang!', Ucapannya mengarahkan semua pandangan ke dia, bahwa dialah pusat semua, dialah yang terpenting. Dan hal ini sangat berbeda jika dia berkata : 'Senang bisa bertemu dengan kalian di tempat ini.' Seseorang yang menonjolkan diri, tanpa sadar, dia juga meniadakan sumbernya, karena dia hanya melihat dirinya.&lt;br /&gt;8. Nabi Nehemia, mengembalikan ingatan kita bahwa tidak ada yang boleh kita tonjolkan dari diri kita karena Tuhanlah pencipta bumi, Dia yang memanggil Abraham, Bapak orang beriman itu, Dia juga yang memenuhi janjiNya dengan memberi tanah Kanaan. Maka kemballa pada Tuhan, terimalah pengampunan yang di bawa Yesus dengan darah kudusNya, sebab Allah yang penuh kasih sayang sangat setia mendengar teriakan minta tolong kita, dan Dia setia mengampuni kita, jika kita mengaku dosa kepadaNya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-7293592769164888975?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/7293592769164888975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/02/nehemia-9-26-31.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/7293592769164888975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/7293592769164888975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/02/nehemia-9-26-31.html' title='Nehemia 9, 26-31'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-1292224836558203968</id><published>2010-02-19T15:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T15:54:53.236-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='21 Peb 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>1 Timoteus 6, 11-16 "Menjadi Teladan"</title><content type='html'>1. Dalam sebuah nama, ada harapan pemberi untuk masa depan pemilik nama tersebut. Ketika orang tua Batak memberi nama ‘lindung’ kepada anak, orangtuanya berharap, bahwa ‘lindung’ kelak dapat menjadi pelindung bagi keluarga, dll. Bagi orang Yahudi nama merupakan identitas keluarga. Namun, sering juga terjadi penyimpangan, diberi nama A, namun  karakternya tidak sesuai dengan namanya. Maka memberi nama, selalu dibarengi doa dan harapan supaya namanya sesuai dengan karakternya. &lt;br /&gt;2. Timoteus adalah hasil dari penginjilan Paulus, dan mengenalnya menjadi seorang kristen yang baik. Paulus menganggapnya sebagai anak rohani dan menyebutnya sebagai manusia Allah (man of God). Dengan sebutan itu, Paulus berharap bahwa Timoteus bisa menjadi pemimpin spritual dan teladan bagi orang percaya. Paulus ingig, Timoteus menjadi gambar dan banyangan Allah (man (person) of God : ay 11). Sebutan, sekaligus komitmen kepada Allah. Sebutan ini merupakan penghormatan tertinggi yang diberi Paulus kepada Timoteus. Ibarat seseorang yang menerima nobel, maka penerima nobel akan berjuang terus dengan penghormatan yang diterima. Dialah satu-satunya penyandang nama itu dalam PB, (bnd. Dalam PL: Musa dalam Ul 33,1; Daud dan Elia). Disamping panggilan khusus tersebut, diharapkan juga, dengan nama itu dia menunjukkan karakteristik seorang yang berhubungan dengan Tuhan, karena itu, perlu ada tindakan khusus yang menghasilkan buah-buah Roh (Gal 5,22-23). Disebut manusia Allah berarti tidak mengurus atau terikat pada masa lalu yang merusak, tidak menghabiskan waktu dengan pekerjaan iblis yang bertentangan dengan kekristenan, tetapi akan mengejar yang baik, yang berguna dan mendatangkan damai sejahtera, seperti keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.&lt;br /&gt;3. Esensi dari pemimpn yang disebut manusia Allah adalah mengerjar hal-hal yang baik, yaitu :&lt;br /&gt;• Dua tujuan umum sebagai karakteristik seseorang yang berhubungan dengan Allah yaitu, &lt;br /&gt;- Keadilan : Dikaiosune,  Suatu sikap umum untuk dapat berbuat secara adil, di mana memberi kepada manusia dan Allah apa yang menjadi hak masing-masing. Orang berbuat adil adalah orang yang menunaikan kewajibannya kepada Allah dan sesama. Keadilan adalah semua sikap dan tindakan menunjuk pada harmoni sesuai dengan panggilan Allah.&lt;br /&gt;- Ibadah  : Godliness, kesalehan, suatu sikap yang mengarahkan hidup pada Allah dalam suatu kesalehan dan ketundukan. Suatu kesadaran bahwa seluruh yang ada padanya bersumber dari Allah, maka tidak akan berhenti beribadah, menyembah yang mengasihinya. Karakter dan kelakuan menggambarkan citra Allah. &lt;br /&gt;Kedua hal ini berkaitan dengan iman (pistis), yang seumur hidupnya, sampai ajal tiba akan selalu setia beriman kepada Allah.&lt;br /&gt;• Dua sikap khusus tentang kehidupan kekristenan,&lt;br /&gt;- Kasih   : Kasih adalah sikap khusus dari orang kristen, di mana kepentingan diri tidak diutamakan demi kebutuhan orang lain. Tidak ada perbedaan kekristenan dengan orang yang dari dunia ini. Yang membuat orang kristen menjadi berbeda karena ada kasih (agape: memikirkan kepentingan orang lain), suatu kebajikan yang terus bertahan, walaupun dicobai tidak akan jatuh. Dicaci tidak membalas, tapi terus mengasihi hingga terluka.&lt;br /&gt;- Setia  : Bertahan dalam iman dan kebenaran. Cobaan dunia tidak membuat berpaling dari Allah, tidak meningkari iman di tengah banyaknya nikmat dunia. Suatu sikap yang terus menerus bertahan meski dalam keadaan yang merugikan. Kasih dan kesetiaan membuat manusia tetap mengingat bahwa Tuhan adalah sumber kehidupannya.&lt;br /&gt;• Dua tindakan khusus dengan cara yang benar, dalam hubungannya pada dunia yang memusuhi. Bagian ketiga ini merupakan kebajikan yang berhubungan dengan perilaku kehidupan, yaitu,&lt;br /&gt;- Kesabaran : Hupomone: kesabaran, tidak menjadikan kita diam menanti apa jawaban Tuhan, tetapi daya tahan dan daya juang untuk mencapai kemenangan. Kesabaran tidak berubah sampai tujuan tercapai walau mengalami kesengsaraan. Rasa lapar tidak membuat seorang yang sabar mencuri, tetapi akas setia dalam iman berjuang mencari sesuap nasi. Menurut penelitian, di amerika daya juang ini telah hilang, karena telah mudah meraih apa yang ada dihadapannya, tidak lagi punya tujuan yang lebih besar, sehingga tidak sabar dengan hal yang sulit. Mungkin kesabaran ini juga sudah hilang dari kekristenan, sehingga tidak ada tindakan khusus yang dilihat dunia dari kita. Menjadi teladan adalah impian Paulus melalui Timoteus, tetapi juga melalui masyarakat kristen saat ini, di mana penderitaan tidak menaklukkan orang kristen, tetapi terus bertahan sambil berjuang meraih berkat Tuhan.&lt;br /&gt;- Kelembutan : Paupatheia :jiwa yang tidak pernah meledak menjadi kemarahan oleh kesalahannya sendiri, tapi juga mampu menahan amarah akibat kesalahan orang lain. Jiwa yang lembut tidak mampu melukai orang lain, mau mengampuni ketika dia terluka, tetapi juga tegas melawan segala ketidakbenaran. Jiwa yang rendah diri, tetapi bangga karena panggilan Kristus ada padanya. &lt;br /&gt;Semua hal ini merupakan sebuah gambar dari banyangan manusia Allah. Timoteus sebagai manusia Allah akan melakukan segala karakter kekristenan, karena Dia adalah gambar dan banyangan Allah di tengah dunia yang memusuhi kekristenan. Bagaimanakah dengan kita?&lt;br /&gt;4. Dunia ini penuh dengan roh-roh yang mencoba membawa kita pada hidup dunia. Paulus mengingatkan teman mudanya agar melakukan pertandingan iman, karena musuh yang melakukan pengejaran terhadap kekristenan dan menjadi penentang kekristenan adalah roh-roh dunia, yang tidak kelihatan. Perlu ada lompatan iman dalam melawan-melawan roh-roh dunia, yaitu dengan dengan teguh pada karakter kekristenan seperti yang diuraikan di atas, karena ke situlah kita dipanggil, panggilan pada kehidupan kekal. Pertumbuhan iman tidak otomatis, tetapi bagaimana kita meresponnya dengan melatih diri secara spritual dan disiplin, seperti berdoa, belajar firman, mengimani, dan taat. Dengan latihan yang terus menerus, pertumbuhan spritual akan semakin baik dan matang.&lt;br /&gt;5. Kehidupan kekal adalah satu hal dari tujuan hidup manusia. Bukan kesementaraan, maka kita akan bertanding menentang setiap yang sementara, yang merusak perjalanan kita menuju kekekalan. Dunia bertujuan untuk yang duniawi, tapi kehadiranNya bertujuan untuk kekekalan (Yoh 10,10). Untuk mencapai tujuan hanya dapat dilalui melalui iman. Kekuatan kita menentang roh dunia, hanya dengan iman yang teguh. Dengan iman itu pulalah Timoteus dapat menyaksikan baptisannya dalam air lebih dari sebuah dogma.&lt;br /&gt;6. Paulus menguatkan Timoteus untuk selalu setia dalam perjanjian yang dia saksikan di hadapan Allah yang benar dan jemaatNya, bahwa Allah yang memberi kehidupan pada semua yang hidup adalah Allah yang memberi kepenuhan baginya.&lt;br /&gt;7. Tuhanlah yang memberi dan mempercayakan kita menjadi hamba-hambaNya di dunia ini, Dia juga yang memperlengkapi kita dengan karunia-karunia. Dialah satu-satunya yang dapat menaklukan maut, maka tetap tinggal di dalam Dia, dalam memperjuangkan nilai-nilai kekristenan. Pakailah kekuatan dari Tuhan melawan seteru, bertandinglah dengan imanmu! Dialah Tuhan yang patut menerima kehormatan dan kemuliaan, maka hasilkan buah yang baik, kejarlah karakter kekristenan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-1292224836558203968?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/1292224836558203968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/02/1-timoteus-6-11-16-menjadi-teladan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/1292224836558203968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/1292224836558203968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/02/1-timoteus-6-11-16-menjadi-teladan.html' title='1 Timoteus 6, 11-16 &quot;Menjadi Teladan&quot;'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-7520174632557344774</id><published>2010-02-17T16:19:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T16:30:18.182-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah untuk Pemua/i TIROSH'/><title type='text'>Tak lekang oleh Waktu : Mzm 136,1</title><content type='html'>Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setiaNya. Mazmur 136,1&lt;br /&gt;Hari ini dunia merayakan valentine’s day. Ada yang berpesta ria dengan teman-temannya, ada yang merayakan dengan keluarga, ada yang hanya berduaan seperti orang dimabuk asmara, ada merayakan dengan ibadah seperti kita saat ini. Apapun yang dilakukan orang merayakan hari kasih sayang, satu hal yang harus kita ingat bahwa Tuhan lebih mengasihi kita, kasihNya pada kita, pada dunia untuk selama-lamanya, kasihNya tidak berkesudahan, tidak lekang oleh waktu. Maka marilah kita belajar tentang valentine dari perspektif iman kristen melalui nats yang tertulis dalam Mazmur 136, 1 “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya”.&lt;br /&gt;Pemazmur mengajak umat manusia bersyukur, mensyukuri kebaikan-kebaikan Tuhan, di mana Ia telah memberi diri, berkorban dan memulihkan kita dari maut dan dosa supaya kita menerima yang baik. Panggilan ini merupakan bentuk pengakuan sebab Allah sungguh-sungguh mengasihi kita, dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;Bagaimanakah cinta Allah akan dunia ini? Menurut catatan Injil Yohanes, ‘karena begitu besar kasih Allah pada kita, akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan anakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya, tidak binasa, melainkan berolh hidup yang kekal’ (Yoh 3, 16). Kasih yang besar itu, tidak berkesudahan, meski Dia mati dan terluka, kasihNya terus mengalir dan tak berhenti.&lt;br /&gt;Dalam khotbah ini, saya ingin mengangkat dua peristiwa hidup yang mencinta, hidup yang tidak dibatasi ruang dan waktu, hidup yang menderita karena cinta. Cinta yang tak lekang dari waktu.&lt;br /&gt;• Charles Lamb pernah begitu mencintai seorang perempuan, tetapi ia melupakan keinginannya untuk menikah ketika ia melihat keluarganya yang begitu membutuhkan pertologannya. Ia menjadi malaikat pelindung bagi seisi rumahnya, khususnya bagi Mary, saudara perempuan yang mengalami gangguan mental. Suatu ketika Mary mengamuk dan menikam ibunya hingga meninggal. Sejak itu Charles memutuskan untuk menjadi ‘penjaga’ Mary. Dan beberapa orang menyaksikan bagaimana Charles bergandeng tangan dengan Mary berjalan menyeberang, membawa saudaranya ke RS jiwa.&lt;br /&gt;• Dikisahkan, suatu hari, Bunda Teresa berkeliling dari gang ke gang di&lt;br /&gt;kampung-kampung Calcutta.”Bunda Teresa!”, teriak seorang pengemis yang sambil menggesotkan kakinya mendekat pada Bunda Teresa.”Ini untukmu. Aku ingin memberikannya padamu,”kata pengemis itu sambil memberikan semangkuk uang receh rupee hasil jerih payahnya mengemis hari itu. Mother Teresa menolak halus dan berkata,”Mengapa, Bu? Bukankah ini untuk makan ibu hari ini?” Pengemis itu memandang Bunda Teresa dengan mata berkaca-kaca. Dia memang belum makan dari pagi. Teresa memperhatikan baju yang lusuh dan kulit berbalut tulang yang berlutut di depannya. Bunda Teresa mendekat.”Tapi, Bunda”, bujuk pengemis itu, ” ada yang jauh lebih menderita dari pada aku. Terimalah, Bunda.Berikan uang inikepadanya.”, kata si pengemis itu penuh harap. Bunda Teresa tidak berani menolak. ”Baik, baik. Aku terima. Terimakasih”, ucap Bunda Teresa, menepuk bahu pengemis itu, tanda menghargai jerih payahnya.&lt;br /&gt;Satu pesan dia tangkap dari hadiah sang pengemis itu. Betapa ia memberikan hartanya dengan segala cinta demi membahagiakan orang lain. Inilah mencintai sampai terluka. Pengemis itu tidak mengindahkan keringat, keletihan dan luka goresan di jalanan berdebu dan panas, yang dialaminya hari itu. Ia memberikan dengan cintanya. (’Mencintai hingga terluka’ buku Julianto Simanjuntak yang terinspirasi dari Mother Teresa yang sangat dikenal dengan gerakannya di Calcutta).&lt;br /&gt;Mencintai bukan menekankan hasil, tapi proses. Mencintai membutuhkan ujian yang terus menerus, maka keberhasilan cinta tidak ditentukan pemberi dan penerima, juga bukan pada hasil, tetapi cinta yang terus menerus mengalir, mencari sasaran. Hal ini dilakukan oleh Tuhan, memberikan dengan cinta, sehingga dalam mazmur 136 dikatakan, untuk selama-lamanya kasih setianya, istilah dipakai Pengkhitbah: tidak berkesudahan kasih setiaNya. Selalu ada! Yang luar biasanya, Yesus tidak menghiraukan harga diri-Nya demi memberi cinta kepada manusia. Cinta yang penuh dengan luka dan penderitaan, dilakukan-Nya dengan taat, karena Kasih Alla akan dunia ini. Ketaatan Yesus yang mencintai kepada Bapa dilakukan, agar rencana Allah untuk keselamatan dunia terjadi. Relasi dengan dua kisah di atas adalah: kadang kita pun bisa  mengalami luka dan meyesakkan hati, luka jiwa dan beban yang semestinya tidak kita tanggung: kita mencita dengan sungguh-sungguh, tapi tidak diperdulikan, tidak digubris. Saya teringat seorang perempuan yang ’katanya’ saling mencintai dengan seorang pemuda. Mereka merajut cinta, berbagi dan saling memberi. Mereka menabung bersama dan membeli rumah. Tetapi ketika perlengkapan rumah tangga sudah tersedia, lelaki menikah dengan perempuan lain. Peremupuan muda itu marah, dia terluka, dia marah pada dirinya dan  menghukum dirinya untuk tidak menikah dengan siapapun. &lt;br /&gt;Mencinta tidak menghukum diri, tidak menyengsarakan orang yang mengasihi kita, tetapi kita akan terus mengasihi yang lain ketika cinta pertama kita tersumbat pada sasarannya, mengarahkan pada cinta lain, dan terus akan berkorban kalau itu harus terjadi. Kita tidak akan memutuskan hubungan dengan pasangan yang bersikap semena-mena pada kita, memberi cinta dan perhatian pada anak-anak kita yang menjadi pecandu narkoba, atau mungkin minggat dari rumah karena korban facebook,  mendampingi suami yang pemabuk atau penjudi, menjadi guru seorang anak yang berjiwa pemberontak, dll. Cinta akan membuat kita tetap bertahan jika harus melalui jalan demikian. &lt;br /&gt;Dalam hal ini, kita akan belajar bagaimana kekuatan cinta, di mana cinta bukanlah sekedar perasaan, keinginan atau pikiran. Cinta bukanlah sekedar harapan atau&lt;br /&gt;cita-cita dalam diri kita. Cinta adalah keterampilan. Cinta sejati adalah cinta&lt;br /&gt;yang di hidupi dan di miliki lewat berbagai ujian. Cinta sejati justru di ujian&lt;br /&gt;oleh peristiwa dan orang, yang menaburkan hal-hal yang bertentangan dengan&lt;br /&gt;cinta itu sendiri.&lt;br /&gt;Sering kita berpikir bahwa mengasihi itu adalah hal di mana kita menjadi orang penting bagi yang kita kasihi dan menerima yang baik dari mereka yang kita kasihi. Kita  sering kecewa bila tidak menerima cinta yang wajar. Tapi alkitab dalam pengkhotbah 3,22-23 mengisahkan kenyerian hidup dalam mencintai. Kisah cinta dalam pengkhotbah adalah kisah paling menyedihkan di dalam Alkitab, kisah ini telah menjadi inspirasi dari salah satu himne yang penuh pengharapan di abad ke-20 yang dibuat menjadi sebuah Hymne oleh Thomas Chilsholm (1866-1860) dengan judul ‘Besar setiaMu, Tuhan”.&lt;br /&gt;Nabi Yeremia menjadi saksi kengerian itu, ketika orang Babilonia melakukan penyerangan ke Yerusalem pada tahun 586 SM. Bait suci Salomo runtuh menjadi puing-puing, jantung kehidupan masyarakat pun turut lenyap. Pada masa itu, orang-orang telantar; tanpa makanan, tanpa tempat bernaung, tanpa kedamaian, dan tanpa pemimpin. Mereka kehilangan pengharapan. Namun, di tengah-tengah penderitaan dan kepedihan itu, salah seorang nabi mereka menemukan alasan untuk berharap. Yeremia menulis, "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu" (Ratapan 3:22,23). &lt;br /&gt;Cinta dan Pengharapan sangat berkaitan erat. Cinta yang dirasakan Yeremia secara pribadi dari Tuhan yang menjadi sumber pengharapannya. Janji Tuhan yang penuh cinta menjadi pegangannya untuk menenangkan hati umatnya, di mana janjiNya akan menyertai, menolong mereka (Yes 41,10). Cinta membuat kita menjadi betah berbuat baik, senang melihat orang gembira, dan berusaha memberi yang terbaik bagi sekeliling kita. Itulah kekuatan cinta, dia lebih kuat dari maut, karena cintaNya pada dunia ini, Dia mengalahkan maut dan kematian. Cinta kita akan terus mengalir tidak lekang oleh waktu.&lt;br /&gt;Cinta yang kita terima dan rasakan dalam diri Yesus Kristus, itulah cinta yang akan kita pegang, kita wujudkan dalam hubungan dengan sesama. Cinta akan terus berkobar meski kita terluka, cinta penuh penderitaan, tapi berdampak kebahagiaan. Maka kalau saya memakai busana hitam di hari Valentine ini, bukan saya menafikan romantisme warna pink, tapi saya mau mengubah diri untuk terus mencintai walau pun hingga terluka. Amin. &lt;br /&gt;(Dari berbagai sumber).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-7520174632557344774?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/7520174632557344774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/02/tak-lekang-oleh-waktu-mzm-1361.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/7520174632557344774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/7520174632557344774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/02/tak-lekang-oleh-waktu-mzm-1361.html' title='Tak lekang oleh Waktu : Mzm 136,1'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-6761687934441084352</id><published>2010-02-12T16:30:00.001-08:00</published><updated>2010-02-12T16:31:59.380-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='14 Peb 2010'/><title type='text'>1 Timoteus 3, 1-7</title><content type='html'>Menjadi Teladan dalam Karakter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menjadi teladan merupakan kebutuhan di tengah kehidupan manusia, baik seorang anak terhadap orangtuanya, masyarakat kepada pemerintah dan jemaat kepada pemimpin gereja. Maka, ketika ada seorang pendeta melakukan pelecehan sex, secara otomatis ‘citra’ pendeta di mata jemaat berkurang, karena tindakan personal ini, dilihat sebagai tindakan general. Hal ini terjadi, karena seorang pemimpin Gereja adalah yang diangkat dari kelompok penatua menjadi pemimpin di kelompok itu. Di HKBP disebut sebagai ‘uluan ni Huria’. (dari kata presbuteros = uskup secara jabatan dan episkopos = penilik; mengawasi dalam tugas). Jadi dalam alkitab dua kata ini sekaligus digunaka untuk jabatan dan tugasnya di tengah gereja. &lt;br /&gt;2. Pemimpin ini diangkat dan ditetapkan di depan jemaat dalam kerangka menegaskan bahwa jabatan dan tugas mereka bukan rahasia, tapi terbuka untuk diketahui semua orang. Untuk menjadi seorang pemimpin harus mengikuti jalur tertentu, dari calon (Pendeta, Guru Huria, Bibelvrow, diakones dan Sintua). Setelah mengikut masa pencalon dan ujian-ujian baru mereka disahkan menjadi penilik karena tugas mereka bukan untuk dirinya, tapi bagi jemaat Tuhan.&lt;br /&gt;3. Memimpin dalam melakukan tugas di tengah gereja adalah panggilan surgawi, karena tugas ini bukan dipertanggung-jawabkan kepada manusia, bukan ditentukan manusia, tetapi dipertanggujawabkan kepada Allah dan melakukan pekerjaan sesuai dengan ‘poda tohonan’ masing-masing pekerja. Pemimpin gereja mempunyai tugas ganda menjadi pemimpin dan pelayan secara bersamaan. Pemimpin jemaat yang dipercayakan oleh Tuhan dan melayani jemaat itu, sehingga tidak ada yang tersesat. Oleh karena itu seorang penilik diharapkan mempunyai integritas, berkarakter dan kredibel di dalam iman. Maka, pilihlah pemimpin yang sudah tangguh, matang dan berkarakter, jangan yang baru, supaya tindakannya tidak sombong, arogan dan menganggap rendah yang dipimpin.&lt;br /&gt;4. Saya punya pengalaman dengan banyak pendeta resort yang muda dan melayani di perkotaan. Dia menunjukkan sikap seperti pejabat, ‘kurang rendah hati’ dalam sikap dan bicara. Saya mengatakan dalam hati, ‘inilah karakter pelayan Allah yang terlalu cepat di angkat memimpin di resort’, sikap pejabat, tapi kurang kinerja, sebab ternyata orang muda di perkotaan banyak jajan di luar HKBP, karena perut mereka terus lapar. Maka ketika Yohanes dan Yakobus berharap posisi yang strategis, Yesus berkata, itu bukan hakKu, tapi tunjukka kinerja yang dapat mengangkatmu ke posisi tersebut. Artinya menjadi penilik atau menjabat di tengah gereja harapan orang adalah kinerja. Maka jemaat melihat pendeta resort lebih tinggi statusnya dari pendeta huria. Pendeta resort lebih layak dihormati dari pendeta huria, walau dalam hal kerja pendeta huria lebih berkarakter. Maka ketika ada seseorang memberi bantuan kepada pendeta di satu distrik tertentu, yang membagi membuat klasifikasi antara pendeta dengan pendeta diperbantukan, karena jabatan dilihat sebagai prestasi dan kelebihan. Maka menjadi pemimpin dalam perikope ini diharapkan yang sudang matang dan tangguh bukan yang baru bertobat, supaya tidak sombong karena menganggap diri penting, (ay 6).&lt;br /&gt;5. bisa saja ada beberapa penilik yang menyimpang dari panggilannya. Dia bekerja untuk menyenangkan hati manusia, sehingga dia melakukan tugasnya sesuai dengan nilai-nilai manusia. Rich Warren dalam buku God’s answer to life’s difficult question menjelaskan bahwa pekerjaan pelayan Tuhan bukan menyenangkan hati manusia, jika hati si A dibuat senang, maka si B akan menuntut hal yang sama, maka kita tidak bisa menuruti semua kemauan jemaat yang kita pimpin. Maka pelayan gereja bekerjalah untuk menyenangkan hati Allah, karena dengan melakukan itu, pelayanan akan berjalan sesuai kehendak Allah. Mungkin ketika kita melakukan apa yang menyenangkan hati Allah, bisa saja jemaat setuju, atau bisa juga tidak setuju dan memusuhi kita, tapi setiap penilik jemaat yang menyenangkan hati Allah, akan berkarakter yang baik, menjadi teladan bagi jemaatnya. &lt;br /&gt;6. Gereja mula-mula mengetahui beratnya hidup seorang pemimpin jemaat. Dia dituntut untuk waspada dan menjaga diri dari kehidupan duniawi. Pemimpin jemaat tinggal di dunia, tapi diharapkan berbeda dengan dunia. Tidak mempunyai istri/suami lebih dari satu, tidak peminum, pemarah, dan bukan hamba uang. Karena pekerjaan pemimpin jemaat tidak aktual ketika khotbah itu tidak dilakukan dalam kehdupan keseharian, maka pemimpin harus bijaksana, ramah, pendamai dan suka berbelas kasih. Persoalan yang sering muncul adalah pembelaan diri bahwa pendeta juga manusia, pendeta juga punya perut, punya anak dan punya ambisi. Semua itu benar, tetapi ketika gereja tidak mencukupi kebuthan peniliknya, janganlah membenarkan tindakan suap dan korupsi, tetapi bijaksanalah seperti Rasul Paulus yang membuka usaha tukanng dan dagang, sehingga tidak menjadi beban bagi jemaat, dan membuat dia menjadi kuat dalam menasihati. Bagaimana mungkin jemaat percaya pada Tuhan yang kaya sesuai dengan khotbah para pendetanya, jika pendeta itu dari pintu ke pintu jemaat mengeluh tentang kemiskinan dan kebutuhannya? Bagaimana mungkin jemaat menghormati perkawinannya, jika pemimpinnya berpoligami/poliandri? Bagaimana mungkin jemaat melihat Yesus yang lemah lembut, kalau pemimpin hanya untuk mempersoalkan hal kecil bisa marah dan memaki?&lt;br /&gt;7. Karakter seorang pemimpin ditentukan oleh hidup dan pergaulannya dengan Allah. Bila pemimpin itu hidup seturut dengan kemauang Allah, maka akan nampak dalam sikap hidupnya, tetapi orang yang hidup dengan pikran-pikirannya akan menuntut orang berkarakter, tetapi sang pemimpin tidak menunjukkan karakter pemimpin di dalam Tuhan Yesus.&lt;br /&gt;8. Pemimpin mempunyai ruang lingkup yang luas dalam pelayanan, dimulai dari rumah tangga, gereja dan masyarakat. Untuk melakukan semua tugas ini hiduplah dengan rendah hati seperti Musa. Dia mau menerima petunjuk dan petuah dari mertuanya Yitro. Dia sadar keterbatasannya sebagai manusia, maka untuk tidak jatuh ke berbagai pencobaan, dia masuki ketidakterbatasan Allah dengan memandang semua umatNya sebagai ciptaan Tuhan, sehingga mau brbagi tugas, karena Tuhan memberi talenta kepada semua orang. Penyatuan semua talenta dari umat akan mencapai kesempurnaan pelayanan, karena Kristus Raja Gereja memberi Roh kebijaksanaan dan pengendalian diri. &lt;br /&gt;9. Menjadi pemimpin kristen adalah pemimpin yang dihormati semua orang, karena itu, seorang pemimpin kristen harus menjada diri untuk tetap kudus seperti Kristus yang mengutusnya. Tidak bercacat, suami/istri dari satu orang, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, bukan peminum, bukan pemarah, melainkan peramah, pendamai dan bukan hamba uang. Tuhan memberkati para hambaNya, sehingga tidak satupun jemaat yang hilang dalam tanggungjawab yang diberikan Tuhan pada semua hambaNya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-6761687934441084352?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/6761687934441084352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/02/1-timoteus-3-1-7.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/6761687934441084352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/6761687934441084352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/02/1-timoteus-3-1-7.html' title='1 Timoteus 3, 1-7'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-3720046302139759663</id><published>2010-02-05T22:07:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T22:08:48.177-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='31 Jan 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kotbah Minggu'/><title type='text'>Mazmur 128</title><content type='html'>‘Hidup yang berbahagia’&lt;br /&gt;1. Masyarakat Batak akan disebut orang yang berbahagia, bila mempunyai jabatan, kekayaan, anak-anak (laki-laki dan perempuan), yang sukses dan berpendidikan tinggi. Maka banyak cara diusahan untuk mencapai kebahagia itu.&lt;br /&gt;2. Kondisi keluarga yang baik, rezeki yang melimpah jabatan yang baik tentu menjadi penting bagi semua orang, tidak hanya orang Batak, karena kita merasa kondisi hidup kita merupakan jawaban Tuhan bagi kita. Maka siapakah yang tidak suka disebut orang yang berbahagia? &lt;br /&gt;3. Dalam bahasa Ibrani Asheey (blessed, berbahagia, na martua): berkaitan dengan kelepasan/keselamatan, sukacita, kenyamanan, dan hidup sejahtera. Itu artinya, keberuntungan, panjang umur, keluarga yang baik, berkaitan dengan kebahagiaan manusia. Jika kebahagiaan ini, kita temukan, maka akan menjadi semakin nikmat dalam menjalani kehidupan. Dan Tuhan menyukai semua umat manusia hidup dalam kebahagian. Dua hal pnting harus kita ingat dan jalankan dalam menemukan kebahagian tersebut, yaitu: Takut akan Allah dan Hidup menurut jalanNya.&lt;br /&gt;4. Orang yang takut akan Tuhan akan berbahagia, tapi yang tidak menaruh hormat pada Tuhan dan berpaling pada orang angkuh akan celaka (Mzm 40,5; Amsal 28,4). Dalam ay. 1a ini jelas terlihat kaitan antara rasa takut dan kebahagiaan. Di sisi lain ada kecelakaan bagi yang tidak menaruh hormat pada Tuhan.&lt;br /&gt;5. Hidup pada jalan yang ditunjukkanNya, adalah orang yang berjalan dalam kebenaran, sesuai dengan kehendak Tuhan, tidak menyimpang ke kiri dank e kanan, tidak tunduk pada kemauan dunia.&lt;br /&gt;6. Cenderung orang memahami, kebahagiaan itu bersumber dari dirinya. Kalau kita mempunyai kekuatan, daya jang dan berhasil, kita merasa sudah sempurna dan berbahagia, tetapi kenyataan banyak orang yang sukses tapi penuh rasakwatir, ada orang kaya, tidak bisa tidur karena takut hartanya hilang, ada orang yang berlimpah makanan di rumahnya, tapi tidak bisa dikonsumsi, karena berbagai penyakit dalam tubuhnya. Maka, menurut pemazmur, bukan apa yang kita miliki, atau capai capai, tapi bagaimana kita mempunyai persekutuan yang erat dan baik dengan Tuhan, maka semua yang kita capa di jalanNya, akan membuat kita nyaman, bahagia dan tidak khwatir tentang mada depan kita.&lt;br /&gt;7. Panggilan pemzmur, supaya kita memasuki hadirat Allah dalam ketundukan dan ketaatan. Musak dengan hormat atas kemulianNya. &lt;br /&gt;8. Takut akan Allah dapat kita pahami dalam dua hal, yaitu: &lt;br /&gt;• Hormat, tercengang, kagum atas semua perbuatanNya. Untuk perbuatan tanganNya yang penuh kekaguman itu, membuat kita menjadi benar-benar memuji dan memuliakanNya. Mengingat perbuatanNya membuat kita merasa lapang, karena jalan Tuhan jalan membawa kita keluar dari persoalan, bukan jalan buntu, tapi jalan yang memampukan kita mengatasi persoalan seberat apapun.&lt;br /&gt;• Gemetar bertemu dengan Dia, yang jijik terhadap dosa. Maka takut akan Tuhan akan menjadikan kita hidup kudus, menyingkirkan dosa dan tidak seturut dengan dunia.&lt;br /&gt;9. Denga dua hal di atas, umat manusia akan menerima kebahagiaan sejati, karena hidupnya seturut dengan jalan yang ditunjukkan Tuhan, jalanNya benar, tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan, karena rasa takut pada Tuhan.&lt;br /&gt;10. Hidup dalam jalan Allah, mengikuti cara kerja Allah dan tidak berpangku tangan, tetapi selalu berkarya dalam mengusahakan kebaikan. Pekerjaan menghasilkan anggur yang baik,mendidik anak dalam kebenaran, sehingga berkat (blessed) Tuhan membawa dampak dalam kesehariaan. Istri yang baik (bnd. Amsal 31, anak-anak yang tidak mempermalukan, tetapi yang juga menjadi anak yang takut pada Tuhan, sehingga berbudi luhur, tuluh dan bijaksana, dan hasil kerja yang membuat tidur kita nyenyak, tidak kwatir dan bimbang.&lt;br /&gt;11. Itulah rankuman kebahagian menurut mazmur 128 dan dampak baiknya dalam kehidupan, oleh karena itu, seruan pemzmur bagi kita, supaya di tengah banyaknya ketidakbenaran yang kita hadapi, masalah korupsi, kolusi, penyalhgunaan kekuasaan tidak membawa kita menjadi orang yang menentang Allah, yang membuat kita berpaling pada semua yang duniawi, tetapi biarlah kita menjauhkan diri dari semua yang membuat kita kena murka Allah, masuk pada jalan-jalanNya dengan hiduo yang takut akan Dia.&lt;br /&gt;12. Tuhan memberkati kita bejuang di tengah dunia yang fana ini. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-3720046302139759663?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/3720046302139759663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/02/mazmur-128.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/3720046302139759663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/3720046302139759663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/02/mazmur-128.html' title='Mazmur 128'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-4363515438369625884</id><published>2010-01-28T16:19:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T23:49:31.419-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Persahabatan</title><content type='html'>Pukul enam pagi. Dua wanita bermantel sedang berjalan-jalan di pagi hari. Mereka berjalan kaki sambil mengobrol tentang persahabatan dengan orang-orang penting dalam hidup mereka: suami, anak-anak, teman kerja. Sesekali mereka saling menepuk bahu, menghentikan langkah, saling memandang, lalu tertawa. Seorang lelaki tua, berusia sekitar tujuh puluhan, memakai topi ski oranye menyala, berjalan melewati kedua sahabat itu, tersenyum dan berkata, 'kalian seperti sedang menari ballet bersama.' Memang benar, sabagi sahabat, mereka menari dalam harmoni, saling mendengarkan, menguatkan dan memberi masukan. (Anonim. Dari  In the Company of friends).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah perjalanan dalam membangun persahabatan.&lt;br /&gt;Saya membangun pesahabatan dengan memulai perjalanan dari kota kecil yang cantik di tepi danau toba. Saya mengelilingi Pangururan dari sejak lahir hingga menamatkan SMP. Bermain air di danau toba, mendaki ke perbukitan, berlari-lari ke aek rangat, keliling samosir dengan naik kapal. Dari Pangururan yang teduh (tapi tidak lagi untuk sekarang), kuteruskan perjalananku  ke Medan membangun asa di SMA K Cahaya. Masa remaja yang penuh perjuangan, tanpa ayah dan ibu. Tanpa prestasi yang luar biasa, aku berjalan menuju STT_HKBP Pematangsiantar. Membangun hidup dengan belajar berbagi. Asrama putri STT-HKBP, mengalahkan ego untuk boleh menetapakn langkah yang seirama dengan yang lain. &lt;br /&gt;Ada banyak orang yang singgah, pergi, kembali dan tak pernah bertemu dalam kurun waktu itu. Tetapi ada juga yang tinggal dan melekat di hati untuk seterusnya. Ada yang menorehkan luka, tapi lebih banyak meninggalkan suka, dengan berbagi cerita, saling menepuk bahu, saling memandang lalu tertawa. Ada yang pergi selamanya, ada yang menemaniku sepanjang hari dalam tawa dan tangis. Pematangsiantar bukan tempat perhentian. Di Sibolga Nauli aku mulai tugas pengutusan, sesuai dengan SK penugasan. Di sana saya kadang tertawa, kadang senyum, tapi juga menaham banyak hal yang tidak kusukai, sampai akhirnya aku harus meneteskan air mata, karena harus meneruskan langkah ke Padalarang, Bandung. Menikmati aroma yang berbeda,tapi tetap dengan tawa  dan canda, tetap dengan siklus perjalanan seorang anak manusia. Di Tanjung Medan, Tano Tombangan, Padangsidempuan, mengubahku untuk lebih dewasa memaknai hidup. berhadapan dengan dunia yang sangat berbeda dengan latar belakangku. Seorang perempuan muda, berusia 27 tahun harus memimpin orangtua yang telah banyak makan asam garam, memimpin laki-laki batak yang sarat dengan feodalisme. Perjalanan yang dengan susah payah kubangun. Kadang suka, kadang duka, kadang kecewa, kadang marah, tapi persahabatn harus dibangun dengan dasar iman yang teguh. Sesekali aku singgah ke Tarutung mengujungi suami dan anak-anakku, sesekali aku pulang Pangururan, menitipkan anakku ke ompungnya, karena ada tugas lain di luar daerah. Sungguh sebuah perjalanan yang menyenangkan, mengingatkanku untuk hidup yang penuh perjuangan. Dari Tanjung Medan kuteruskan asa, menuju Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Menikmati berkat Tuhan dengan pengutusan study lanjut program pasca-sarjana Sosiologi Agama, yang dibiayai Lutheran World Federation. Sungguh suatu waktu yang berat menjadi seorang mahasiswi dengan dua putri. Tidak itu saja, aku masih harus berjalan ke Semarang, Cilacap, Solo, Yogyakartai, Magelang, Klaten, Boyolali  dan daerah Jawa Tengah lainnya meneruskan tugas panggilanku sebagai pendeta. Di Magelang, aku ikut menemani suami sebagai istri pendeta sambil menulis tugas akhir. Di Magelang, sejarah baru lahir, Chrisatya Hotasi Jeremia, putra kami lahir. Apakah cukup melelahkan? Ternyata tidak. Aku meneruskan langkahku dengan tugas sebagai istri, ibu, istri pendeta, pendeta non struktur (freelance), dan membangun ekonomi keluarga dengan membuka usaha dagang. Aku mengantar jemput anak-anak ke sekolah dengan membawa buku sofie marthin dan tupperware, menanyakan orang tua siswa, apa ada yang membutuhkan? aku pergi ke arisan Silahisabungan dan Simanjuntak, dengan membawa sarung tenun ulos dan songket palembang, serta kain kebaya, siapa tahu ada yang berminat. Semua perjalanan itu kuisi dengan membangun persahabatan, yang kadang memberi tawa, kadang menorehkan luka. Di magelang aku menguras tabungan membantu beberapa perempuan membangun ekonomi dengan memberi modal, tapi tak seorang pun yang berhasil, modal mereka justru dipakai untuk membayar utang-utang mereka. &lt;br /&gt;Kini, 3 tahun kurang 2 minggu aku menelusuri kota Surabaya, dari gereja yang satu ke gereja lainnya, dari sektor satu sampai ke sektor empat, dari punguan ina ke punguan marga, dari arisan yang satu ke arisan yang lainnya, dari retreat sekolah minggu hingga retreat orang dewasa. Membangun persahabatan, membangun sebuah harmoni. Mungkin ada yang lewat dan mengkritik langkahku yang tidak seirama, ada juga yang tersenyum, tertawa, menghibur, memuji dan mengejek, tapi aku terus meneruskan tugas-tugasku, menambah usaha dagang dengan menjual pulsa elektrik, mendukung usaha Dosen-dosen Universitas Ciputra, Surabaya (tempat adikku mengajar) dengan urunan membantu petani kunyit di Jatim. Persahabatan itu masih terus berjalan. Aku membangun persahabatab dalam dunia nyata juga dalam dunia maya. Aku ikuti irama langkah orang-orang di sekitar, tapi terkadang aku membuat langkah baru, supaya putaran kakiku tidak merusak harmoni lagu dan gerak.&lt;br /&gt;Persahabatan itu masih berjalan dan akan terus berjalan................ sampai waktu ajal tiba, sambil merenungkan Amanat Agung Tuhan Yesus: " Pergilah beritakalah injil....., aku menyertai engkau sampai akhir zaman!' (Matius 28, 19-20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang memasuki hidup kita dan segera pergi. Beberapa orang tinggal sejenak dan meninggalkan jejak di hati. Dan kita tidak pernah menjadi orang yang sama lagi lagi. (anonim).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-4363515438369625884?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/4363515438369625884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/01/persahabatan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4363515438369625884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4363515438369625884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/01/persahabatan.html' title='Persahabatan'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-6579279107599638424</id><published>2010-01-21T15:49:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T15:50:45.520-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='24 januari 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kotbah Minggu'/><title type='text'>Ulangan 6, 4-9</title><content type='html'>“ Syema, Yisre’el”&lt;br /&gt;1. Kata syema berarti, dengarlah. Kata ini diucapkan Musa pada pidato pembukaan pengajaran, agar mendengar apa yang hendak diajarkan yang menjadi pedoman hidup bangsa Israel. Dengarlah... membutuhkan ketekunan dan keseriusan. Menjadi pendengar yang baik, harus mendengarkan lawan bicara tanpa memotong atau menggurui, sehingga dapat memahami apa yang didengar. Jika dalam ay. 4a dikatakan syema Yisre’el, berarti orang itu dituntun tekun/serius terhadap apa yang dikatakan. Dalam mendengar kita harus fokus pada apa yang sedang dibicarakan.&lt;br /&gt;2. Pengajaran apakah yang harus mereka dengar? Dalam ay 4b disebutkan bahwa Tuhan Allah itu, Esa.  (dalam bahasa asli ada tiga arti untuk kata esa, yaitu: Esa, unik dan melulu), artinya, supaya Tuhan sajah yang melulu dikasihi. Kata melulu lebih tepat karena bukan soal penentangan terhadap ilah, di mana dikatakan tidak ada ilah selain Allah, tapi bagaimana kita mengimani dan mengasihi secara total (melulu) hanya kepada Tuhan yang kita kenal dalam diri Yesus Kristus. satu hal yang jelas dinyatakan bahwa Tuhan itu Esa, inilah perkenalan Allah kepada kita. Tidak ada kekuatan lain, tidak ada siapapun yang akan menjadi Allah diluar diriNya, maka kita akan bergantung sepenuhnya kepadaNya.&lt;br /&gt;3. Karena Allah itu adalah esa, maka bangsa itu, harus melulu, mengasihi Tuhan Allah. Artinya, dari seluruh eksisensi diri kita akan menagasihi, menghormati Dia. Musa menjelaskan kasih itu,  dalam tiga bentuk, yaitu:&lt;br /&gt;• Dengan segenap hati : lev: Seluruh perasaan, hati dan pikiran kita melulu hanya mengasihiNya. Dalam kondisi apapun perasaan kita agar hanya mengasihi Tuhan saja.&lt;br /&gt;• Dengan segenap jiwa : nefesy : leher, nafas, hidup. Mengasihi Tuhan harus dari totalitas hidup kita, setiap helaan nafas kita harus mengasihi Dia.&lt;br /&gt;• Dengan segenap kekuatan : Dengan kemauan dan kehendak yang sungguh-sungguh rela dan tunduk pada kehendak Tuhan. Bukan karena paksaan tapi karena kasih yang bulat mengikuti kehendakNya.&lt;br /&gt;4. Ajaran ini merupakan perintah yang harus diperhatikan, harus diajarkan berulang, tidak jemu-jemu dan tidak berhenti. Berulang-ulang dalam rangka menajamkan spritual, sehingga tidak pernah melupakan Tuhan yang membawa mereka keluar dari mesir. Menurut ahli kemampuan seseorang mengingat maksimal dua tahun. Karena sikap pelupa manusia, maka harus diajarkan berulang-ulang dari generasi ke genarasi. Apapun pelajaran bila tidak diulang, maka akan hilang. Sama halnya dengan sesuatu yang kita kerjakan, bila tidak menjaga dan merawat maka tidak akan memanen hasilnya.&lt;br /&gt;5. Perintah ini juga harus selalu dibicarakan, setiap waktu, dan dalam situai apapun. Ada banyak anak yang melawan orang tua, bahkan memukul, kenapa demikian? Karena mereka tidak mengingat firman Tuhan, maka perlu kita menghidupi perintah TUHAN dengan membicarakan dan mengajarkan berulang-ulang. Maka firman Tuhan yang dibicarakan hari ini akan menentukan seseornag bagaimanakah bersikap. Itu sebabnya dikatakan dalam Amsal 29, 17:. “Didiklah anak-anakmu, maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu”. Dalam kesempatan yang lain Salomo juga berkata, “Didiklah anak-anakmu pada jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya-pun ia tidak akan menyimpang dari jalannya” (Amsal 22:6).&lt;br /&gt;6. Mengasihi tidak ketika kita sedang berbahagia, tetapi dalam keadaan duka pun jangan kita menghilangkan rasa kasih kepada Tuhan dengan mengasihi diri sendiri. Maka kita kasih itu mengisi hidup kita, kita akan terus menerus diam dalam kebenaran firman. Seseorang pernah berkata bahwa dia mengasih saudaranya, tetapi ketika saudara itu berselingkuh dia tidak menegur, sebaliknya ,membela bahwa suami saudaranya itu kurang romantis, sehingga mengganggu suami orang lain. Kasih bukan mendukung apa yang dilakukan yang yang kita kasihi, tapi bagaimana dia boleh mengenal kesalahannya karena kita mengarahkan hatinya mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatannya dengan menjaga kekudusan perkawinan. Sama dengan pohon, bila sejak kecil diikat kepada tongkat yang lurus, maka besarnya akan lurus lurus, namun bila sudah sempat bengkok sulit diluruskan, atau bisa jadi patah. Jadi pelan-pelan, mulai membicarakan firman Tuhan sejak dini kepada anak-anak kita atau sekitar kita. Rumah bukan hanya sekedar untuk tempat istirahat, tempat berlindung dari panas terik matahari dan dari hujan, tetapi juga sebagai tempat bagi anggota keluarga untuk berkumpul, menyanyikan pujian, berdoa dan mempelajari firman Allah&lt;br /&gt;7. Mengajar anak-anak pendidikan agama (Firman Tuhan) secara berulang merupakan tanggungjawab orang tua untuk kebaikan anak-anak. Tanggung jawab orang tua tidak hanya mengajarkan bagaimana pintar, bagaimana kaya, bagaimana meraih masa depan, tetapi penncapaian itu semua tentu akan didasari Firman Tuhan. Orang tua perlu mengajarkan seorang menjadi orang pintar yang takut akan Tuhan, bagaimana menjadi kaya, tapi tidak sombong dan peduli pada orang lain, kerja keras sebagaimana Firman Tuhan, tapi jangan lupa istirahat, jang lupa pada orang lain, bagaimana meraih masa depan ? tentu dalam kebersamaan dengan Tuhan yang adalah yang awal dan yang akhir (alpha dan Omega).&lt;br /&gt;8.  Apa pun bidang pelajaran (B. Indonesia, matematika, sains, geografi), semua akan berlandaskan Firman Tuhan, sebab ketika bidang per-bidang, yang kita pelajari, misalnya ketika belajar agama 100 % bermoral, lonceng masuk pelajaran olahraga sepertinya menghilangkan nilai-nilai spritualitas. Maka bukan citra membuat seseorang menjadi orang tua , tetapi orang tualah menciptakan citranya sendiri di tengah keluarga.&lt;br /&gt;9. Hubungan dengan Allah, akan membangunhubungan dengan keluarga/anak-anak. Allah memberikan anak-anak kepada orang tua untuk diperhatikan, mulai dari kandungan. Pada usia kandungan 5-9 bulan, seorang ibu stress akan berpengaruh pada anaknya waktu lahir. Anak 1 tahun melihat ibunya menangis, anak ikut nangis. Sejak anak-anak diajar yang baik, pada dewasanya akan memegang nilai yang dia terima. Maka bila setiap anak sekolah minggu di gereja lipat tangan, tutup mata ketika berdoa, karena dasar-dasar berdoa sudah diajarkan orang tua di rumah, di mana berbicara dengan Allah harus hormat. Namun ketika ada anak berdoa, maka telinga temannya di sentil (pilos), dipukul, atau lari-lari, tentunya makna berdoa kemungkinan belum diajarkan di rumah, maka Orang tua akan mengajarkannya berulang-ulang, bukan hanya sekali waktu tanggal 1 Januari, tetapi konsisten terus menerus.&lt;br /&gt;10. membicarakan waktu duduk dirumah, sedang nonton TV, main Internet. Atau sedang berjalan-jalan ke mall. Artinya,    bukan mengganggu perjalanan kita, tetapi bagaimana kita mengisi waktu kita dengan hal yang baik. Termasuk juga waktu berbaring, inilah yang kita jadwalkan dengan membacakan cerita Alkitab, atau kita hafalkan beberapa nyanyian, doa dan kata-kata yang bermuatan nilai-nilai moral. Malam tidak berarti selesai, sesudah bangun pun akan terus diajarkan tentang firman Tuhan.&lt;br /&gt;11. Terkadang tehnologi sudah mengambil alih pembicaraan keluarga, tidak ada kesempatan lagi memperbincangkan yang diimani kepada anak-anak, maka sebenarnya kehidupan tentang TUHAN akan melekat dalam kehidupan orang percaya. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (Efesus 6:4).&lt;br /&gt;12. Musa mempunyai cara untuk menunjkkan kasih kita pada  Tuhan, sehingga terus-menerus kasih itu menyala, yaitu dengan mengikatkan sebagai tanda di tangan dan lambang di dahi. Apa yang hendak disampaikan oleh Musa? Diikat di tangan agar kita terus mengingat perbuatan tangan Tuhan yang menolong kita di sepanjang hidup kita. Melekatkan di dahi, diantara kedua mata, agar firman Tuhan terus dalam pikirkan kita, sehingga kita berada dalam terang firmanNya di sepanjang perjalanan hidup kita. Saat ini memang kita tidak lagi mempunyai tanda seperti apa yang dikatakan oleh Musa dalam ay 8-9. tetapi kita punya tanda salib yang kadang kita gunakan sebagai anting, mainan kalung atau digantungkan di dinding rumah. Yang mau dikatakan bahwa lambang-lambang itu bukan hanya ornamental belaka, tapi itu suatu lambang, bagaimana kita mengingat Tuhan Yesus telah mati di salib dalam membawa kita keluar dari maut. Aneh toh, kita memakai salib dari emas, tetapi tanpa takut kita melakukan dosa. Berselingkuh dengan Salib di dada, salib yang dekat di hatinya!&lt;br /&gt;13. Menjadi umat Allah perlu keseriusan. Ay.4 merupakan pengakuan Yudaisme yang wajib diucapkan setiap pagi dan malam. Kalimat ini perlu kita adaptasi menjadi bagian dari pengakuan (credo) kita, bahwa kita mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan kita. Mengasihi tidak melulu hanya perasaan, tapi kebulatan/ketotalan hidup mengikuti perintahNya. Ketika keluarga Yahudi mengaku setiap pagi dan malam, maka pengakuan itu akan menuntun mereka menjadi setia pada Tuhan. Tidak mungkin ada orang yang berkata ‘aku mengasihi Tuhan’, tetapi tindakannya memusuhi atau membuat hati Tuhan sedih. Maka syarat memahami perintah itu adalah mendengar, mengajarkan berulang-ulang dan membicarakan setiap saat dan dalam semua situasi.&lt;br /&gt;14. Kita harus ingat bahwa keberhasilan manusia ditentukan, hubungan pribadi yang diikat kepada Tuhan dengan mengasihiNya. Dalam istilah Yahudi disebut ‘Bezrat Hasyem’ : dengan pertolongan Tuhan. Maka setiap yang dilakukan harus fokus, sebagaimana yang digambarkan oleh seorang penulis buku tentang pengalamannya dengan seorang Rabbi, di mana, waktu Rabbi itu berdoa ikat kepalanya jatuh, tetapi tidak mengganggu dia, dia terus berdoa. Focus dalam ibadah akan mempengaruhi sikap kita dalam menjalai hidup.Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-6579279107599638424?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/6579279107599638424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/01/ulangan-6-4-9.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/6579279107599638424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/6579279107599638424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/01/ulangan-6-4-9.html' title='Ulangan 6, 4-9'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-5489792850604304555</id><published>2010-01-20T15:32:00.000-08:00</published><updated>2010-01-20T15:34:09.278-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 januari 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Yohanes 17, 20-23 : "Kesatuan"</title><content type='html'>1. Yesus mendoakan umat manusia, yang percaya dan yang akan percaya. Doa Tuhan Yesus supaya ‘mereka menjadi satu’. Inilah harapan Tuhan Yesus dari kita. Dia tidak berdoa untuk kesucian kita supaya bertahan atau bertumbuh dalam iman, tapi Dia berdoa untuk kesatuan, yang menjadi harapan, sepanjang kehidupan gereja. Maka, perlu merancang bagunan Gereja yang menunjukkan kesatuan (koinonia).&lt;br /&gt;2. Gereja itu gambaran kesatuan, maka umat yang berkoinonia di dalamnya, tidak baik untuk mereka-reka yang kurang baik yang menyebabkan perpecahan. Juga tidak tepat membiarkan gereja terpecah, karena Tuhan Yesus berkata: ‘yang menyatukan adalahtemanKu, yang mencraikan, musuhKu’. &lt;br /&gt;3. Kenapa Gereja perlu berastu? Karena gereja prototipe surga. Gereja yang pecah merupakan indikasi neraka, sebab gereja tidak akan dapat memberitakan injil kebenaran dengan situasi yang berkelompok, tapi pengijilan (marturia) akan sukses jika gereja satu, karena daya magnit kekristenan sejak mula-mula adalah kesatuan dalam iman, kasih dan pengharapan.&lt;br /&gt;4. Bagaimana kita merespon doa Tuhan Yesus ini? Respon kita dengan membangun dan menjaga kesatuan antar umat kristen, menanamkan kebersamaan dengan saling menerima, terbuka dengan satu gereja dengan gereja lainnya, dan saling memahami berbagai perbedaan teologia, dogma dan liturgi. Satu, dalam berbagai perbedaan karena Krisus yang menikat dalam penyelamatan yang di bawaNya ke semua umat, sehingga kebersamaan dan kerja sama yang baik antar kristen akan mengubah dunia!&lt;br /&gt;5. Tujuan Tuhan Yesus berdoa adalah untuk melengkapi kesatuan, supaya dunia tahu, bahwa ‘Allah yang mengutus AKU’. Artinya, Tuhan Yesus hendak menyatakan, bahwa kesatuan gereja menyampaikan pesan penting kepada dunia tentang misi, di mana Allah mengutus Yesus mengasihi kita dengan mati di kau salib.&lt;br /&gt;6. Pertikaian, perkelahian, dan perpecahan antar umat dapat mengurangi efektivitas kita sebagai jemaat untuk bersaksi. Sebaliknya, kerja sama sebagai suatu jemaat untuk Kristus, membantu meyakinkan orang-orang non-kristen mengenal dan memahami kebenaran kekristenan! Dengan demikian, kita sebagai orang kristen perl waspada dalam bertindak, apakah tindakan pikiran dan perbuatan kita membangun kebersamaan atau justru menanamkan permusuhan, kebencian dan perpecahan? Karena itu, jangan tanamkan bibit perpecahan dalam dirimu, karena akan berdampak pada orang yang ada di sekitarmu!&lt;br /&gt;7. Banyak yang membuat gereja dapat mengalami perpecahan, tetapi perlu kita ingat bahwa sejak berdiri gereja (kristen) di dunia ini, hidup kekristenan tidak langsung aman dan tenang, sebaliknya, penuh dengan pembantaian, pembakaran dan pengejaran. Kekaisran Romawi pernah membakar hidup orang-orang kristen, tetapi hal itu tidak memadamkan atau memecah orang kristen, malah membuat mereka makin teguh dalam iman memberitakan kekristenan, karena mereka diikat oleh kasih Yesus yang telah menyelamatkan mereka dengan darahNya.&lt;br /&gt;8. Penderitaan gereja saat itu, penyegelan, tidak mendapat izin membangun gereja atau apapun ketidakadilan yang diterima gereja, jika kita tetap satu dalam iman diikat oleh kasihNya, tentu itu tidak akan menyurutkan semangat kebersamaan  dan tidak menghancurkan pengharapan kita,  atau memadamkan api Roh dalam diri kita, tetapi akan semakin menyala-nyala dalam memberitakan kebenaran injil. Menjadi kristen tidak jauh berbeda dengan apa yang dialami oleh sang Guru yang menderita di kayu salib, tetapi ketuguhan menanggung derita menunjukkan kesatuaanNya dengan Bapa yang mengutus Dia. Itu sebabnya muncul istilah darah martyr menjadi benih/tunas gereja. Di atas darah para martyr, bukan di atas luka, gereja berdiri. Nyawa menjadi taruhan dalam membangun gereja yang berkoinonia berbasis penginjilan.&lt;br /&gt;9. Dengan banyaknya tantangan gereja, maka perlu hidup yang saling membantu, saling menerima dalam memperjuangkan perjalan gereja. Kesatuan merupakan kekuatan untuk saling mendoakan dalam menghadapi berbagai pergumulan gereja, khusus jemaat kita HKBP dengan penutupan rumah ibadah di HKBP Tambun, Bekasi. &lt;br /&gt;10. Penderitaan jangan membuat kita jatuh dalam dosa, sebaliknya semakin memperkokoh kita dalam iman untuk memberitakan injil, supaya dunia ini percaya bahwa Dia yang datang adalah yang diutus Bapa, Dia ada di dalam Bapa, dan Bapa ada di dalam Dia. Melalui pemberitaan injil, dunia akan mengenal Dia yang datang dari Bapa.&lt;br /&gt;11. Dari doa Tuhan Yesus, kita tahu, bahwa kesatuan itu sangat sulit, terbukti dari sejarah gereja mula-mula sampai kini, gereja peka dengan konflik internal. Banyak gereja yang berdiri karena perpecahan internal, termasuk Katolik-Protestan. Apalagi di zaman sekarang, dengan begitu mudahnya membuat gereja dengan nama baru, hanya dengan mengumpulkan 10 orang jemaat, atau karena ambisi pribadi. Tuhan Yesus tahu dengan keanekaragama itu, tetapi itu tidak alasan menjadi tidak satu dalam membangun iman di tengah dunia ini. Perbedaan suku, nama gereja, dogma atau apapun itu bukan alasan menganggap diri lebih baik dari yang lain. Janganlah perbedaan menjadi memisahkan orang percaya dalam meneruskan misi Yesus di dunia ini.&lt;br /&gt;12. Kesatuan umat percaya, pertanda bahwa Tuhan benar-benar telah mati, bangkit dan naik ke surga, dan turun ke bumi dalam Roh untuk tinggal di dalam kita, sebagamana Dia di dalam Bapa, Bapa di dalam Dia dan “KITA” di dalam’mereka’! kesatuan itulah yang akan meyakinkan dunia ini, yang akan percaya kepada Yesus. Dia yang diam di dalam kita, menjadi kemuliaan kita dalam mengikut Dia, menruskan misiNya, maka sambut lah doa Yesus dan katakan amin untuk kesatuan umat percaya di dunia ini. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-5489792850604304555?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/5489792850604304555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/01/yohanes-17-20-23-kesatuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/5489792850604304555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/5489792850604304555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/01/yohanes-17-20-23-kesatuan.html' title='Yohanes 17, 20-23 : &quot;Kesatuan&quot;'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-2189215784523148151</id><published>2010-01-14T16:23:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T16:26:01.144-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='10 jan 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Matius 12, 46-50</title><content type='html'>"KeTuhanan Kristus"&lt;br /&gt;1. Semua orang yang belajar Hukum Taurat bagian kelima yang menyatakan "Hormatilah ayah dan ibumu...." akan mengusahakan berbuat baik dan yang menyenangkan bagi orang tuanya. Maka ada istilah orang Batak yang mengatakan, orang yang melawan atau menyangkal orang tua disebut 'si Mardan'. Maka ketika Yesus berkata dalam perikope kita bahwa Ibu dan saudaraNya adalah yang melakukan kehendakNya, bisa saja bertentangan bagi Hukum Taurat kelima ini, tapi Yesus sedang bertindak dari sisi ke-Tuhan-anNya. Yesus bukan menolak Maria dan saudara-saudara sedagingNya, tapi sedang mewujudkan Firman Tuhan. Hal terbukti ketika Yesus di kayu salib, Dia memikirkan ibuNya, dengan memberi tugas pada Yohanes murid kesayanganNya untuk menjaga dan memelihara hidup Maria.&lt;br /&gt;2. Di sisi lain firman ini pernah menjadi trend di beberapa aliran kristen, yang meninggalkan keluarga untuk mengikut Tuhan, seolah-olah keluarga menjadi penghalang hubungannya dengan Tuhan, sehingga menjadi memisahkan diri dari orang tua dan menentang adat dan aturan keluarga. Ke-Tuhan-an Yesus (The lordship of Christ) menegaskan bahwa beriman bukan alasan mengabaikan atau membenci orang tua. Ke-Tuhan-an Kristus sering berbenturan pada konsep budaya. Tapi Yesus tidak pernah menolak, Dia terbuka dan baik pada semua orang (Mzm 145,9a).&lt;br /&gt;3. Tuhan dalam seluruh kehidupanNya tidak pernah menolak kehidupan manusia, tetapi Dia membangun persekutuan, membangun keluarga Allah (Family og God) dengan menegaskan pada murid yang mengatakan padaNya bahwa Ibu dan saudaraNya mencariNya, bahwa hubungan darah dan daging bukan fungsi sebenarNya kedatanganNya ke dunia, tetapi melampaui itu, Dia datang untuk hubungan spritual, hubungan antara Tuhan dan pengikut, maka yang menjadi bagian dari keluarga Allah adalah mereka yang mau tunduk padaNya, dia yang mau melakukan kehendakNya.&lt;br /&gt;4. Cerita pendek dari pengarang terkenal Rusia, Leo Tolstoy diadaptasi menyimpulkan pekerjaan Yesus di dunia ini : "Martin seorang pri pembuat sepatu, tinggal di sebuah kota kecil. Di suatu malam, dia bermimpi dan mendengar suar yesus yang berkata akan datang berkunjung ke rumahnya besok malam. Sejak pagi harinya, Martin mempersiapkan diri menyambut Yesus yang akan mengunjunginya dengan berbenah dan menyiapkan segala sesuatu untuk diberi pada 'sang tamu'. ketika Martin sedang membersihkan rumahnya, tiba-tiba ada yang mengetok pintu rumahnya, dia bergegas dengan jantung berdebar-debar membuka pintu rumahnya dan melihat seorang pengelana berdiri kehausan dan meminta secangkir air darinya. Martin memberi dan setelah tamu itu pergi, dia meneruskan pekerjaannya. Saat dia berberes-beres sambil bertanya dalam hati, kapan Yesus datang, dia mendengar tangisan seorang anak di luar rumahnya. Dia keluar dan melihat seorang anak yang tersesat ditinggal oleh ibunya. Martin mengantar anak itu ke alamat yang diberi anak itu dan mempertemukan dengan keluarganya. setelah dia kembali ke rumah dia melihat satu bayangan di teras rumahnya. Dia tergopoh-gopoh, jangan-jangan Yesus yang sudah datang.Ketika dia tiba, dia melihat seorang ibu sedang duduk mennatinya. ibu itu menangis dan menceritakan bahwa anak sakit panas, Martin membantu merawat anak itu, mengompres dan meramu obat dan meminumkan bagi anak itu. Setelah anak itu tertidur, Martin pulang. Tiba di rumah malam sudah larut. Dia sudah kelelahan. Sambil beranjak ke tempat tidur, dia kecewa karena Yesus tak kunjung datang. Dalam tidurnya malam itu, martin bermimpi, dan mendengar Yesus dengan penuh kasih.: 'AnakKu, terimakasih untuk teh hangat tadi siang. Terimakasih untuk mengantarKu pulang. Dan terimakasih atas pertolonganmu. Aku berterimakasih sudah menerima kebaikanmu, ketika Aku menjadi tamu di rumahmu!'.&lt;br /&gt;5. Cerita Tolstoy adalah pikiran Yesus tentang keluarga Allah. Bukankah Martin telah menjadi bagiab Allah dalam tindakannya dalam kepengikutan dengan melakukan kehendakNya?&lt;br /&gt;6. Marilah kita menjadi keluarga Allah dengan tunduk dan mau melakukan kehendakNya, bukan sekedar kristen, tetapi kristen yang mewujudkan firman Tuhan di dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-2189215784523148151?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/2189215784523148151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/01/matius-12-46-50.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/2189215784523148151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/2189215784523148151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2010/01/matius-12-46-50.html' title='Matius 12, 46-50'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-2053504657484545807</id><published>2009-12-26T14:58:00.000-08:00</published><updated>2009-12-26T14:59:45.852-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu. 27 Desember 09'/><title type='text'>Lukas 2, 27-35</title><content type='html'>Mataku telah Melihat Keselamatan yang dari Allah!&lt;br /&gt;1. Tepat Hari Natal, 25 Des “09, salah seorang teman Facebook saya menulis dalam statusnya bahwa karena Dia tidak melihat pertolongan Yesus dalam hidupnya, dia mau pindah agama. Selanjutnya, saya tidak tahu, apa komentar dari pembaca, tapi saya berpikir satu hal, sulit sekali orang melihat Yesus yang datang ke dunia ini. Sulit melihat bahwa nafas hidup kita adalah pertolongan Tuhan, anugerah yang gratis Tuhan beri pada semua umat. Disisi lain saya juga berpikir, ketika masalah menerpa dan sulit bangkit dari masalah itu, seolah-olah Tuhan tidak ada, dan kita mengalihkan pandangan kita dari Tuhan yang datang ke dunia mengambil semua persoalan hidup kita.&lt;br /&gt;2. Simeon, seorang lelaki tua, yang hidupnya benar dan saleh (ay.250 yang sedang menantikan penghiburan umat Israel. Dia yakin bahwa janji keselamatan akan tiba bagi Israel yang berkeluh kesah dalam hidupnya. Ketulusan dan kesalehannya memotivasinya untuk terus berharap bahwa israel, bahkan seluruh umat akan beroleh keselamatan sesuai janji yang dinubuatkan para nabi. Sebuah pengharapan ditentukan oleh kepercayaan kita pada yang kita imani. Maka pengenalan yang baik, akan membuat kita penuh pengharapan menjalani kehidupan.&lt;br /&gt;3. Ketika Yesus dibawa oleh orang tuaNya ke bait Allah melakukan aturan agama Yahudi, Simeon yang telah dituntun Roh masuk ke Bait itu bertemu dengan Yesus. Perjumpaan dalam iman, membuat seseorang mampu mengenal siapa yang ditemui. Simeon yang sudah tua, melihat dalam diri bayi Yesus suatu pencerahan bahwa kegelapan telah berakhir, penyelamatan telah tiba, Kristus, sang Mesias yang dinantikan telah lahir di dunia. Ada sukacita, ada harapan baru, bahwa Israel akan beroleh kegembiraan dengan kelahiran Mesias yang dijanji. Simeon memujiNya (ay 29-32)&lt;br /&gt;4. Satu hal yang saya catat dalam pertemuan ini adalah bahwa Simeon merombak pola pikir yang sempit, di mana orang tua sulit menerima anak kecil. Waktu seorang anak berkata kepada yang lebih tua, supaya jangan mengatakan kata-kata yang kurang sopan, maka yang tua berkata: ‘ sttt... anak kecil tau, apa?’. Orang dewasa sulit menerima padangan, pendapat dari yang dibawa usianya, walau mungkin dia lebih benar. Tapi Simeon mengubah pandangan itu bahwa yang kita anggap tidak layak dapat menjadi layak. Dalam diri bayi mungil itu, Simeon melihat keselamatan yang datang dari Tuhan. &lt;br /&gt;5. Kesulitan kita menerima Yesus yang lahir di dunia, karena kita menerima dengan kerangka berpikir manusia. Isreal hanya menerima Mesias yang menjadi Raja dunia, bukan seorang Bayi mungil yang lahir di kandang domba, betlehem. Ketika kelahiran itu hina, maka sulit memahami kemungkinan Dia mampu menyelamatkan dunia dari kekuatan pedang musuh. Bagi Simeon bukan soal gagah perkasa, tapi Roh yang menuntun dia untuk tidak berlogika atas kelahiran Kristus melalui rupa hamba.&lt;br /&gt;6. Simeon menaikkan pujian dan memastikan masa depannya di dalam Dia yang datang ke bumi. Di usia tuanya, yang akan mengakhiri perjalanan hidup, dikatakan: ‘..Biarkan aku pergi dalam damai sejahtera...’ sebuah kalimat kepasrahan bahwa tidak ada lagi kedamaian yang diperoleh di dunia ini, oleh apapun, kecuali damai bersama Kristus. Simeon menfokuskan pandangan dan hidupnya di dalam Dia yang membawa keselamatan. ‘mataku telah melihat...’ adalah pernyataan, bahwa di sepanjang hidupnya tidak ada keselamatan kecuali di dalam Tuhan Yesus, Juru S’lamat dunia! Kesejahteraan itu adalah kesejahteraan yang melampaui maut, di mana pertemuan mereka telah menentukan masa depannya. Tidak ada lagi ketakutan, karena maut telah dikalahkan!&lt;br /&gt;7. Kesulitan manusia di dunia yang penuh persoalan hidup adalah melihat Tuhan yang datang ke dunia, membawa sukacita, pengharapan dan keselamatan. Maka bila ada orang berkata belum melihat Tuhan, itu adalah ungkapan kerinduan untuk bertemu kepada pemberi damai. Seperti rusa merindukan, demikian lah kita merindukan Tuhan menjawab persoalan hidup kita, namun kita tidak menemukan karena kita meninginkan Tuhan yang gagah perkasa, yang membawa pedang mengalahkan musuh.&lt;br /&gt;8. Apakah yang dapat membuat kita boleh mengenal dan memahami kehadiran Allah dalam hidup kita? Calvin, pernah berkata; ‘Jika ingin mengenal dirimu, kenalilah dulu Allah.’ Artinya, selama kita berorientasi dari diri kita, maka kita sulit mengenal Allah. Sebaliknya, jka Allah dalam firmanNya yang telah menjadi daging sebagai orientasi kita untuk melakoni hidup, kita akan tahu apa yang patut, yang berkenan pada Allah. Kita akan tahu arah langkah kita. Jangan menjadikan diri sebagai tolak ukur dalam menjalani hidup, karena kita tidak cerdas melihat tindakan kita, kita selalu merasa benar, tepat dalam segala hal, tetapi ketika pertemuan kita dengan Tuhan menjadi patokan untuk bertindak, kita akan tahu arah langkah kita, di mana RohNya akan menuntun kita masuk ke hadiratNya, seperti Simeon yang tidak mengangadalkan diri, yang tidak menyombongkan diri sebagai bagian dari bangsa pilihan Allah. Simeon keluar dari sikap orang Jahudi yang merasa diri telah terselamat atas pilihan Allah pada mereka. Pertemuan Simeon kepada Bayi yang lahir itu, megingatkannya bahwa keselamatan itu ada pada orang yang berkenan padaNya, yang merespon kebaikan Tuhan. Kenalilah Allah, supaya kita mengenal diri kita sendiri.&lt;br /&gt;9. Pada saat Dia datang akan terjadi : 1}. Manusia anyak jatuh pada penghukuman, bukan karena Allah menghukumnya, tetapi dengan kasih Allah menjadikan manusia menghukum diri sendiri atas ketidaktaatannya. 2). Banyak yang bangkit karena Tuhan mengulurkan tangan mengangkat umat yang terjatuh. Manusia memang hanya membutuhkan tangan yang terulur,sepert kata Seneca, 3). Terjadi perbantahan akan kehadianNya, di mana ada yang menolak dan menerima, Yesus sebagai Mesias.&lt;br /&gt;10. Umat manusia yang telah mengalami pertolongan Tuhan dalam kehidupannya akan, berkata, aku telah melihat pertologan Tuhan, maka biarkanlah aku perdi dengan damai sejahtera.......Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-2053504657484545807?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/2053504657484545807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/12/lukas-2-27-35.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/2053504657484545807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/2053504657484545807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/12/lukas-2-27-35.html' title='Lukas 2, 27-35'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-5025751274019283322</id><published>2009-12-23T23:51:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T23:52:05.389-08:00</updated><title type='text'>Natal : Pemulihan dan Kepedulian</title><content type='html'>Sepanjang bulan Desember 2009, saya mengikuti beberapa kali kegiatan natal, dari mulai yang sederhana sampai yang wah. Dari mulai mencari dana sampai membuang dana. Dari mulai yang cacat sampai yang sempurna. Itulah natal yang saya ikuti, di sekolah anak-anak, di ‘punguan’ Marga, kantor, ‘parsahutaon’, panti asuhan, dan Gereja.&lt;br /&gt;Saya juga mengikuti perjalanan natal sepanjang bulan Desember dari mulai mempersiapkan khotbah-khotbah natal sampai berbelanja di mal-mal. Dari mulai memasang pohon natal ukuran mini di rumah sampai ukuran besar di Gereja. Mulai dari membongkar dan bersih-bersih di rumah sampai memasang panggung di gereja. Mulai dari latihan koor sampai melatih koor. Dari mulai memberi hadiah natal sampai menerima hadiah natal.&lt;br /&gt;Semua memakan waktu, tenaga, pikiran, dan dana. Kadang menyenangkan, kadang melelahkan. Kadang ingin tertawa, kadang ingin marah. Semua terjadi dalam peristiwa natal. &lt;br /&gt;Setelah 24 hari perjalanan itu, saya merenungkan satu hal. Adakah Kristus dalam peristiwa natal tersebut? Adakah makna yang bisa dipetik orang dari kehidupan orang yang merayakan natal?&lt;br /&gt;Suatu hari saya khotbah natal di ‘punguan’ Marga. Saya melihat anggota punguan begitu teduh dalam mengikuti ibadah. Tapi ketika ibadah selesai, satu dengan lain tidak saling berbagi. Ketika saya mengkhotbahkan tentang Yesus yang memberi diri untuk manusia, ada orang yang tidak mau membagi yang dia miliki. Di tempat lain saya berkhotbah tentang tujuan Natal, tapi begitu ibdah selesai mereka melakukan yang bertentangan dengan tujuan natal. Sewaktu saya mengikuti ibadah natal sekolah minggu, seorang ibu berbicara dari mulai khotbah sampai selesai khotbah, sibuk mengurus konsumsi dan tali asih yang mau dibagi. Saya jadi berpikir; jangan-jangan tidak masalah Kristus tidak ada di pesta natal, tapi akan menjadi masalah besar, jika pohon natal dan assesorisnya tidak ada. Jika tidak diberi tali asih ke para janda-duda dan anak yatim. Akan menjadi masalah besar jika tidak ada makanan pada perayaan natal.&lt;br /&gt;Lalu apakah Natal? Apakah kemajuan perekonomian, sehingga mal-mal menjadi ramai dari tanggal 1 Desember, atau telah menjadi ajang hiburan dan peng-komersilan lambang-lamban natal? Atau seperti anak-anak saya yang tiap pagi membuka kaus kaki merah yang digantung di dinding rumah, melihat hadiah apa yang diberi St. Claus di pagi tgl 1-24 di bulan Desember?&lt;br /&gt;Kristus yang datang ke dunia adalah Kristus yang membawa pembaharuan, mendobrak tradisi dan mengalirkan kasih ke dunia yang gelap. Kristus menyatakan diri di tempat yang tidak diperhitungkan masyarakat, yaitu kadang domba. Dia disambut oleh para gembala yang tidak punya status sosial, lahir dari Maria, seorang perempuan yang tidak diperhitungkan dalam masyarakat. Semua yang ditolak masyarakat menjadi bagian dari kelahiran Yesus ke dunia, supaya dunia tahu, bahwa Yesus yang lahir adalah Allah yang mengasihi semua, yangtidak membeda-bedakan, dan yang peduli kepada semua ciptaanNya. Yesus yang lahir adalah Yesus yang sederhana, yang teduh yang jauh dari keramaian dan hiruk-pikuk metropolitan. Dia yang adalah kasih memberi diri pada dunia yang tidak layak dikasihi, menyelamatkan orang yang seharusnya dihukum, membebaskan yang tertawan untuk dipermuliakan di hadapan Allah. Dia yang tersisihkan, ditolak dan dicerca mengangkat yang tersisih menjadi bagian Allah dan dipermuliakan di hadapan BapaNya. Itu lah Natal, ketika Allah mengukurkan tangan ke dunia, dan manusia menyambut tangan Allah. Natal tangan yang saling bersambut, sehingga tercipta perdamaian. Natal bukan pesta pora, di mana  permusuhan terus berlangsung, dendam dan benci tidak berkesudahan. Natal adalah hati yang menyapa, hati yang peduli, hati yang ambil bagian dalam penderitaan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di natal kudus ini sapalah temanmu bukan dengan assesoris atau kemawahan natal, bukan dengan pernak-pernik, tapi dengan hati, karena hati adalah kerelaan memberi diri untuk sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Natal 25 Des 2009. Tuhan memberkati!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-5025751274019283322?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/5025751274019283322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/12/natal-pemulihan-dan-kepedulian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/5025751274019283322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/5025751274019283322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/12/natal-pemulihan-dan-kepedulian.html' title='Natal : Pemulihan dan Kepedulian'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-2430119123471075537</id><published>2009-12-19T14:58:00.000-08:00</published><updated>2009-12-19T15:01:06.816-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu. 20 Desember 09'/><title type='text'>"Anugerah Pemulihan dari Allah"</title><content type='html'>1. Nitzche pernah berkata bahwa Allah telah mati. Pernyataan ini hendak menjelaskan bahwa manusia ingin menjadi Allah, dan meniadakan kehadiran Allah dalam hidupnya. Sikap ini menjadi gamabaran sikap hidup umat Tuhan, yang sering menghujat, menghina dan meniadakan Allah dalam hidupnya. Maka ketika terjadi persoalan pelik, manusia bukan mencari Tuhan, tapi mengandalkan kekuatannya sendiri. Manusia ingin menjawab persoalannya dengan caranya sehingga terjadilah peralihan perhatian. Allah menjadi tersisih, manusia berperan kuat.&lt;br /&gt;2. Ketika bangsa Israel mengalami masalah dengan asyur yang pada masa itu sangat kuat, mereka ingin menyelamatkan diri dari cengkeraman kekuasaan Asyur. Mereka bukan mengandalkan Tuhan, tapi meminta pertolongan Mesir yang dianggap mampu menolong mereka dari kekuatan Asyur. Peralihan perhatian ini membuat mereka mengkhianati Allah, mereka menjadi menyembah ilah-ilah yang dianggap sanggup membebaskan mereka. Persoalan bukan selesai, semakin pelik, karena mereka bukan menang sebaliknya mereka dibuang ke Asyur.&lt;br /&gt;3. Hidup yang sulit kadang-kadang membuat kita kurang cerdas memahami kebaikan Tuhan. Membuat kita berpaling dari Tuhan. Seorang jemaat yang sakit sangat percaya kepada keahliah dunia medis, maka dia sangat tekun mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan itu tanpa mau menyimpang, seolah kekuatan ilmu pengetahuan dapat menyelamatkannya dari penyakit ganas yang ada di tubuhnya. Apakah Dia menjadi sembuh? Keuangan semakin habis. Dia beralih ke pengobatan tradisional, bahkan cenderung percaya pada pengobatan yang tidak ilmiah. Tapi sembuhkan? Apapun kekuatan di dunia tidak membebaskannya.&lt;br /&gt;4. Kejahatan dan pengkhianatan kita, secara manusiawi layak dihukum, tetapi kita boleh pahami bahwa Allah tidak membalas setimpal dengan apa yang kita perbuat. Dia tidak membalas kejahatan kita, tapi menanti saat yang tepat Dia menyatakan anugerahNya ke Sion, menyatakan cinta kasihNya pada umat kesayanganNya.&lt;br /&gt;5. Perikope ini adalah gambaran tentang berkat Tuhan yang akan tersedia di hari kedatanganNya memulihkan bangsa Israel. Dalam ay. 18, Tuhan menantikan waktu itu, saat umatNya juga sedang menanti kehadiran Tuhan membebaskan mereka dari keluh kesah, dari kegelapan, dari ketertindasan. Ada kaitan yang menonjol di saat dua pihak dalam suasana penantian. Satu pihak menanti untuk memulihkan bangsaNya, di pihak lain menanti dipulihkan oleh TuhanNya.&lt;br /&gt;6. Memang saat umat Tuhan beralih dariNya, kasih yang sedang berlangsung tersumbat oleh pengkhianatan umat yang dikasihiNya. Dan Allah menanti pemulihan terjadi bag umatNya. Apakah yang hendak dipulihkan? Kehidupan yang tidak cerdas memahami kebaikan Tuhan. Allah ingin menyatakan bahwa Dia sangat mengasihi umatNya. Bahwa Tuhan, sungguh tidak ingin melihat umat menangis. Memang bila kita megalihkan perhati ke gunung, laut meminta pertolongan, kasih kita akan semakin dingin, hidup kita akan semain gersang. Air mata akan terus mengalir.&lt;br /&gt;7. Sion yang diam di Yerusalem, tidak akan terus menangis, Tuhan akan menghapus air mata mereka. Dukacita, penderitaan akan dihapuskan, segala masalah akan diselesaiksn pada saat yang dinantikan oleh Tuhan tiba. Alasan Allah, karena Dia, sangat mengasihi dan menyanyangi mereka. Jika sebelumnya terjadi penderitaan, diberi roti dan air serba sedikit, bukan karena sumber berkat itu membenci, tetapi kasihNya ingin mendidik mereka untuk selalu bersyukur atas semua kebaikan dan pemeliharaan Tuhan atas kehidupan mereka.&lt;br /&gt;8. Apakah tindakan Tuhan bagi umat yang menangis? Bagi Indonesia yang terus menerus mengalirkan air mata, bagi pribadi yang menderita, bagi Gereja yang diberlakukan dengan tidak adil. Apakah Allah berpaling dari air mata kita? Ay 18, menjelaskan Dia sangat mengasihi kita, Dia tidak pernah meninggalkan umatNya. Dalam Mazmur 23,6 dikatakan, kebaikan dan kemurahan Tuhan mengikuti aku sepanjang masa. Allah hanya menanti waktu yang tepat untuk bertindak. Tuhan berkarya, indah dan tepat pada waktunya.&lt;br /&gt;9. Jika hari Tuhan yang mereka nantikan tiba, maka terjadilah pemulihan. Bangsa itu tidak hanya berpikir tentang apa yang mereka butuhkan, tetapi bagaimana hidup mereka memuliakan yang dinantikan, di mana dikatakan, para pengajar tidak lagi menyembunyikan kebaikan Tuhan, tidak menyembunyikan diri dari kebenaran. Mata bangsa itu akan terus melihat DIA yang datang, telinga mereka akan mendengar perkataanNya, perkataan yang menuntun mereka untuk mengikuti jalan Tuhan, melakukan kehendak Tuhan dalam segala situasi, baik ketika menganan maupun mengiri. Mereka juga menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya Allah mereka, menolak segala berhala, bahkan menganggap najis patung-patung yang dilapis perak dan emas, yang dibuat tangan mereka dan mereka sembah.&lt;br /&gt;10. pemulihan hubungan terjadi, ketika kash karunia Allah diberi kepada orang yang tidak patut menerima. Penghargaan kepada orang yang tidak layak di hargai, pembebasan kepada yang patut dihukum, penyelamatan kepada mereka yang patut binasa. Kemurhanan Allah bersifat menyelamatkan, bukan membinasakan. Semua terjadi bukan karena kemampuan manusia berbuat baik, tapi karena Tuhan yang memberi sinar matahari dan hujan pada waktu bagi orang baik dan orang jahat.&lt;br /&gt;11. Dalam pemulihan itu, mereka akan menikmati hasil ladang dan ternak yang menikmati padang rumput yang subur. Perubahan total terjadi kala penantian Tuhan dan manusia bertemu dalam hubungan pemulihan. Tiada kekurangan, air pun akan mengalir, yang bersumber dari gunung tinggi dan bukit, sungguh kegelapan akan menjadi terang benderang, karena hari itu telah tiba. Berbahagialah yang menantikanNya.&lt;br /&gt;12. Masa advent adalah masa rahmat Tuhan, masa untuk kembali kepada kebenaran, kepada Allah sebagai Tuhan, satu-satunya yang patut disembah. Masa Advent saat mana anak-anak Tuhan mengandalkan Allah, dalam segala situasi.&lt;br /&gt;13. Tuhan yang bangkit adalah Tuhan yang hendak menyalurkan kasihNya. Dia datang dengan prakarsa keselamatan, maka nantikan waktu Tuhan dan tidak memaksakan waktu manusia, karena Tuhan yang mengasihi kta adalah Allah yang setia dan adil, Allah yang perduli pada kehidupan kita.&lt;br /&gt;14. Kiranya sukacita Advent, mengubah hidup kita makin mengarhkan padangan dan pendengaran kita pada Tuhan yang datang ke dunia menjadi manusia. Selamat Advent, selamat menanti hariNya Tuhan. &lt;br /&gt;15. Sai  mulak...sai mulak.ho na lao jalang i...........Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-2430119123471075537?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/2430119123471075537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/12/anugerah-pemulihan-dari-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/2430119123471075537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/2430119123471075537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/12/anugerah-pemulihan-dari-allah.html' title='&quot;Anugerah Pemulihan dari Allah&quot;'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-2690391173989298493</id><published>2009-12-12T15:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-12T15:26:24.524-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu. 13 Desember 09'/><title type='text'>Lukas 13, 23-30</title><content type='html'>“Berjuang, Meraih Berkat Tuhan”&lt;br /&gt;1. Kehidupan kekeristenan merupakan kehidupan yang harus diperjuangkan karena penuh dengan liku-liku. Perjalanan bagaikan seatu pendakian membutuhkan perjuangan untuk mencapai ke puncak. Menjadi kristen penuh koskwensi dalam mengikut Tuhan. Pikul salib, bercucuran darah. Yang bertahan akan masuk melalui pintu yang sesak, yang tidak berjuang akan kehilangan kesempatan masuk.&lt;br /&gt;2. Orang menduga mengikut Tuhan itu gampang, tidak berbelit, karena telah ditebus dengan darah yesus. Pikran ini membuat sebagian orang kristen tidak menjaga kekudusan kepengikutan, tidak berjuang untuk hidup dalam kesetiaan. Mereka berpikir bahwa mereka pasti menjadi pewaris, karena terpilih dengan penyucian dara Yesus, sebagaimana murid-murid yang menduga bahwa pilihan Allah atas bangsa Israel sebagai umat pilihan menjadi jaminan pewaris kerajaanNya. Tetapi apakah jawaban Yesus kepada ketika ada orang bertanya, ‘Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?’ Pertanyaan ini seolah-olah hendak berkata, ‘apakah hanya Israel yang ditentukan masuk surga, sebagai bangsa pilihan?’ Jawaban Yesus sangat berbeda dari pikiran orang-orang yang ada di situ. Yesus berkata: ‘ berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!’&lt;br /&gt;3. Pernyataan Yesus bukanlah sebagai jawaban, bahwa kita dapat memperjuangkan diri kita, atau menyelamatkan diri. Kadang-kadang kita berpikir, bahwa apa yang kita peroleh hasil perjuangan kita, sehingga kita memberi persembahan, kita berharap dengan persembahan itu kita menjadi dilayakkan di hadapanNya. Sesungguhkan hidup kita ada dalam kasih karunia, maka persembahan, kerajinan kita beribadah bukan untuk mengumpulkan poin supaya masuk sertifikasi, tetapi apaun kebaikan yang kita lakukan merupakan dorongan iman untuk menyatakan kemurahan yang kita terima dari Tuhan. Persembahan kita adalah respon atas kebaikan Tuhan, sehingga kita sebagai orang percaya tidak takut memberi, karena Tuhan lah yang empunya kekayaan, dan Dia yang memelihara kehidupan kita.&lt;br /&gt;4. Apakah yang diperjuangkan? Menurut catatan alkita bahwa yang perlu kita perjuangkan adalah mempertahankan kesetiaan kita, di tengah banyaknya masalah yang kita hadapi sebagai umat. Berkat Tuhan telah tersedia, berkat itu mengalir terus menerus dalam kehidupan kita. Tugas kita memberi kafasitas ruang luas untuk tempat berkat Tuhan, dan bagaimana kita berjuang meraih berkat-berkat itu. Ketentuannya ada di dalam kuasa dan kasihNya. &lt;br /&gt;5. Keselamatan adalah bagian dari anugerah Tuhan. Anugerah ditujukan pada semua orang, anugerah terbuka luas untuk semua, tetapi persoalan timbul, ketika anugerah itu disia-siakan.anugerah itu gratis, tapi bukan murahan. Anugerah itu mahal, perlu ketekunan dalam mempertahankan anugerah yang sudah dikaruniakan kepada kita masing. &lt;br /&gt;6. Jika Tuhan berkata pada kita saat ini, apakah jawaban kita? Mungkin kata akan berkata seperti orang-orang itu; ‘aku telah makan dan minum di hadapanMu. Aku telah melakukan perintahMu. Aku telah mendengar ajaranMu. Apa jawaban Yesus? Aku tidak mengenalMu, enyahlah dari hadapanKu. Di zaman kita ini banyak yang berpikir seperti orang-orang tersebut. Dengan tercatat sebagai anggota jemaat, sebagai orang kristen, dia berpikir telah selamat walau tanpa perbuatan. Ada yang berkata, bukankah dulu telah saya telah ikut menyumbang pembangunan gereja? Bukankah dulu saya telah memberi perpuluhan. Bukahkah dulu saya telah memberi anak miskin makan? Bukankah dulu saya telah dibaptisMasa lalu yang dikerjakan dikira telah membayar lunas darah Yesus, sehingga banyak orang yang beromantisme menanti kedatanganNya. Saya jadi terimgat cerita Nazrudin ketika pernah ditolong seorang temannya, ketika ia jatuh kecebur di kolam renang. Setiap kali sang teman bertemu dengannya, temannya itu berkata: ‘bukankah dulu aku pernah menolongmu waktu kau hampir tenggelam di kolam? Nazrudin akan menjawab ‘Ya, terimakasih’. Pertanyaan dan jawaban yang berulang itu membosankan Nazrudin, sehingga suatu ketika, saat dia bertemu dengan sang teman di kolam renang, Nazrudin melompat dan berkata ‘jangan tolong aku, supaya aku tidak lagi berterima kasih padamu’. Satu hal yang kita lakukan tidak cukup mempertahankan anugerah yang dialirkan Tuhan dalam hidup kita, tetapi anugerah itu perlu perjuangan, peru kerja keras, perlu ketekunan, sehingga tiada ada yang dapat mengambil mahkota kita.&lt;br /&gt;7. Hal kerajaan sorga, seumpama prajuirt berjuang di medan perang. Kokoh dalam iman, disiplin dalam ibadah, tekun dalam penderitaan, pasrah terhadap situasi. Hidup kita adalah perjuangan dalam melintasi perbukitan yang terjal, penuh cururan keringat dan kerja keras. Anugerah keselamatan telah tersedia, untuk meraihnya dibutuhkan ketekunan. Apakah penderitaan semakin mengasah ketajaman iman kita, atau justru membuat iman kita melempen dan berbalik dari anugerah yang tersedia itu. Kita tidak dapat membela diri, ketikan hati itu tiba, tapi Tuhan memberi kesempatan untuk terus menerus mempertahankan mahkota kita.&lt;br /&gt;8. Kesempatan terbatas, dibutuhkan tindakan cepat untuk melewati pintu itu. Seperti sebuah gedung di Palestina, ketika pintu telah tertutup, pintu tidak dibuka lagi, walau kita berteriak-teriak pada malam hari, minta pintu dibukakan,pintu itu akan dibuka. Perjuangan kita bukan di tempatNya, tetapi bagaimana kita terus memegang teguh iman percaya kita melintasi dunia yang penuh kekacauan ini.&lt;br /&gt;9. Kita tidak diterima dengan kesenangan sesaat di dunia ini, kita diterima dengan hidup yang benar dalam proses perjalanan menuju kekekalan.&lt;br /&gt;10. Menurut cerita, Ratu Viktoria selalu berkunjung ke rumah para perempuan tua untuk minum teh bersama, pada suatu waktu tertentu. Suatu ketika dia bertanya kepada salah seorang dari perempuan itu, ‘apakah yang dapat kulakukan kepadamu? Perempuan tua itu berkata, ‘aku bisa bertemu dengan Ratu di surga’ Ratu berkata, itu pasti terjadi, karena darah Yesus telah membasuh kita. Seorang ratu, yang telah memiliki kesenangan dunia, masih tetap membutuhkan darah Yesus, darah yang menyelamatkan. Untuk tetap diam dalam darah penyelamatan itu, tidak satupun yang dapat mempertahankan dengan apa yang dia miliki di dunia ini. Tidak seorangpun yang dapat memperjuangkan dengan mengandalkan yang dimilkinya. Hanya darah Yesus, satu-satunya, keselamatan manusia. Usahakan untuk bertahan dalam hidup pemberian Tuhan, susah ataupun senang. Jangan bersyukur hanya ketika dalam sukacita, tetaplah mengucap syukur akan segala hal. Jangan bergembira dengan kesenangan sementara, tetapi masa depan kita bukan dunia ini, singsingkan lengan menuju kerajaanNya. Kehendak Yesus bagi umatNya,  bertahan dengan semua liku-liku yang dihadapi, tidak jatuh ketika beban berat dipikul, tidak putus asa ketika persoalan hidup menimpa.&lt;br /&gt;11. Akan terjadi kejutan-kejutan di surga. Yang dianggap penting di dunia, dapat menjadi yang paling hina, mereka yang tidak diperhatikan boleh menjadi yang terdepan di karejaan Allah. Pertama tidak menjamin, kadang-kadang yang terakhir boleh menjadi yang pertama. Artinya, pertemuan dengan Tuhan, membutuhkan keseriusan, tidak tawar menawar, jangan menolak undangan, supaya Tuhan tidak berkata: ‘enyahlah dari hadapanku!’ hubungan dengan Yesus bukan koneksi, tetapi relasi. Amin.&lt;br /&gt;12. Selamat Advent ketiga, berjuang bersama Yesus meraih masa depan yang telah tersedia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-2690391173989298493?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/2690391173989298493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/12/lukas-13-23-30.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/2690391173989298493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/2690391173989298493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/12/lukas-13-23-30.html' title='Lukas 13, 23-30'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-4593486843488211527</id><published>2009-12-05T16:22:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T16:25:56.893-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu. 6 Desember 09'/><title type='text'>Maleakhi 3, 1-4</title><content type='html'>'Menjadi Utusan Tuhan"&lt;br /&gt;1. Diutus berarti menjalankan kehendak yang mengutus. Ketika saya kanak-kanak, saya sering diutus ibu saya ke seseorang mengambil uang kain, karena ibu saya selain guru, juga seorang pedagang kain. Maka saya akan berkata sesuai apa yang dikatakan ibu, sebagai pengutus. ‘kata ibu, minta uang kain,…’&lt;br /&gt;2. Dalam menyelesaikan persoalan, sering dipilih seseorang untuk siutus menjalankan mandat dari pengutus, seperti Maleaki dalam Perjanjian Lama dan Yohanes dalam Perjanjian Baru. Keduanya adalah utusan untuk menyatakan rencana Allah, supaya rencana kebaikan itu dapat mensejahterakan umatNya.&lt;br /&gt;3. Diutus untuk menyatakan kedatangan Tuhan ke dunia, tentu akan memberi semangat baru, bagi yang mendengar, karena akan tercapailah yang dirindukan. &lt;br /&gt;4. ketika yang kita cari, yang kita rindukan tiba-tiba muncul, akan muncul kegembiraan dan semangat yang menyala-nyala. Telah bertemu dengan yang sudah lama dirindukan. Apalagi jika ada utusan untuk memberitahukan pertemuan itu.&lt;br /&gt;5. Maleaki diutus untuk menjawab persoalan umat Tuhan ketika itu, di mana mereka sudah dalam kegentaran, karena Allah kelihatan semakin jauh dari mereka, tidak perduli lagi akan kehidupan mereka. Perikope ini hendak mengingatkan mereka, bahwa Allah terus ada bersama mereka, Dia peduli dan bekerja di tengah-tengah mereka menyediakan keselamatan dan kesejahteraan.&lt;br /&gt;6. Allah yang ambil bagian dalam hidup manusia terus menerus berkarya untuk keselamatan mereka. Terkadang kita juga mengalami penderitaan sebagai orang beriman, dianiaya, gereja di bakar seperti yang terjadi jumat malam (4 Desember 09) jam 20.00 di HKBP Natal, resort Mandailing. Tetapi yang berharap pada Tuhan akan selamat.&lt;br /&gt;7. Selain merasa dijauhi oleh Allah, pada masa itu, juga banyak yang menolak Tuhan, menolak Firman, sebagaimana juga terjadi pada Yesus, munculnya kelompok yang  menolak kehadiranNya, menolak Dia sebagai Mesias.&lt;br /&gt;8. Siapakah yang bertahan ketika Yesus datang untuk kedua kalinya? Siapakah yang bertahan berdiri di hadapanNya, karena Dia seperti api tukan pemurni logam dan sabun tukang binatu. Siapakah bertahan dengan pemurnian dan pembersiahan dari darah Yesus?&lt;br /&gt;9. Api dan sabun adalah lambang pemprosesan Tuhan bagi umatNya, di mana masing-masing orang pada kedatanganNya yang kedua akan dicuci bersih dan dibakar untuk dibentuk ulang sesuai rencanaNya, oleh karena itu kedatanganNya bukan menuju pada kehidupan yang senang belakan, tetapi ada kalanya, kita dimurnikan, dibakar, disikat untuk mengeluarkan segala noda yang tertmpel dalam hidup kita.&lt;br /&gt;10. Ketika ada pergumula dan persoalan hidup yang kita hadapi, di minggu advent ke-2 ini, masing-masing kita dipanggil untuk terus menerus siap sedia, memberi tempat bagi karya Allah, sebab bila Ia telah datang, tidak ada kesempatan untuk bertobat. Inilah waktu bagi orang percaya memasuki hadiratNya sambil terus melakukan pekerjaan Tuhan.&lt;br /&gt;11. Orang Israel kembali dari pembuangan, tidak langsung menempati rumah besar, lumbung yang berisi pada, semua serba tidak jelas, tapi Nabi Maleakhi berseru Dia akan datang, Dia akan menyucikan semua umat untuk menjadi bagian dari kerajaanNya.Maka terimalah utusannya, dan jadilah utusan Tuhan melakukan kebaikan, memberitakan kedatanganNya di dunia yang penuh kekacauan ini. Amin.&lt;br /&gt;12. Selamat advent, selambut menyambut utusan Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-4593486843488211527?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/4593486843488211527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/12/maleakhi-3-1-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4593486843488211527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4593486843488211527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/12/maleakhi-3-1-4.html' title='Maleakhi 3, 1-4'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-8148357187304336051</id><published>2009-11-28T09:56:00.000-08:00</published><updated>2009-11-28T10:00:06.651-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='29 Nop 2009: Advent I'/><title type='text'>Bilangan 24, 15-17</title><content type='html'>1. Di era tekhnologi informatika ini, ketika logika lebih diutamakan, sulit menerima nubuatan jika tanpa pembuktian. Pembuktian menjadi  sangat penting dalam mempengaruhi orang lain mempercayai yang kita anut. Menjadi kristen harus dapat membuktikan Allah secara logika, membuktikan bahwa Allah telah menjadi manusia. Pemikiran demikian sangat membentuk orang memahami Allah sebagai Allah yang berkuasa. Pemikiran ini pula, membuat manusia lebih tertarik kepada agama yang dapat membuktikan kuasa Allah, melalui penyembuhan, melalui kesuksesan, dll. Tanpa pembuktian menjadi sangat sulit menerima suatu ajaran tertentu.&lt;br /&gt;2. Bileam menubuatkan tentang kedatangan Mesias dengan simbol bintang yang muncul dari Yakub dan tongkat yang timbul dari keturunan Israel. Nubuatan ini pun menjadi pertentangan, bahkan bagi para penafsir. Ada yang mengatakan bahwa bintang itu adalah Mesias yang dijanjikan, tetap ada juga berpikir bahwa itu adalah Daud yang pernah menjadi Raja Israel dari keturunan Israel. Bagi  orang beriman, nubutan ini adalah penantian akan datangnya Raja yang akan membebaskan mereka dari kekuatan musuh.&lt;br /&gt;3. Pengharapan merupakan peristiwa penting dalam kehidupan orang beriman. Saat di mana, seseorang menanti impian dan keinginannya terwujud. Pengharapan itulah yang muncul dalam diri bangsa Israel, ketika mereka lemah dan dilecehkan bangsa lain. Pengharapan itu timbul, saat terjadi pengwahyuan Allah melalui Bileam bin Beor, tentang terbitnya ‘bintang’ dari Yakub dan timbulnya ‘tongkat’  keturunan Israel. &lt;br /&gt;4. Tongkat dan bintang adalah lambang kekuasaan yang akan memberi kekuatan bagi bangsa-bangsa. Saat bangsa Israel menjadi tidak begitu penting dalam pandangan bangsa lain, dalam hubungannya dengan dunia luar (hubungan internasional), di mana kekuasaan bangsa lain sedang bertumbuh, dan kekuatan mereka melemah. Janji itu akan datang kekuasaan baru yang akan memenangkan mereka, di mana Allah bertindak membangun kerajaan baru untuk menjadikan mereka menjadi bangsa besar, bagian penting bagi bangsa lain.&lt;br /&gt;5. Bileam menjadi alat Tuhan mengucapkan sanjak tentang bintang yang terbit dari Yakub dan tongkat kerajaan yang akan timbul dari Israel. Sanjak ini menunjuk pada masa depan bangsa Allah, di mana kekuasaan besar akan menaungi mereka. Cahaya bintang yang terbit akan membebaskan mereka dari kegelapan, tongkat yang teguh akan membimbing jalan mereka. Sanjak ini terjadi bukan prakarsa Bileam sebagai pribadi, tetapi prakarsa Allah dalam menyatakan kuasaNya di dunia. Nubuatan tidak bersumber dari manusia, tetapi dari dorongan Roh kudus yang berdiam dalam diri manusia,  sehingga lidah dan bibir Bileam dapat mengungkapkan kebenaran Allah, walau sesungguhnya dia merancang kata-kata kecelakaan untuk bangsa Israel, sesuai dengan keinginan Raja Moab. Tapi yang keluar dari mulutnya adalah kebenaran, pekerjaan Allah dalam memelihara kehidupan bangsaNya. &lt;br /&gt;6. Bileam menyuarakan maksud Allah, bukan maksud manusia, dia tidak tergoda dengan suap dari penguasa Moab ketika itu, sebab hatinya lebih terpaut pada kekuatan Roh Allah, sehingga suaranya adalah suara kebenaran. Harta, emas dan uang tidak membuat dia menjadi tunduk pada manusia, sebab emas perak dan uang, bukan jaminan untuk hidup di dunia yang membenci bangsa Allah, tetapi jaminan hidup adalah janji Tuhan bahwa akan datang Raja yang membebaskan dan menghidupakannya umat dalam perjalan menuju masa depannya. &lt;br /&gt;7. Ay. 16, menjelaskan bahwa nubuatan Bileam terjadi setelah terbuka matanya dan telah mendengar firman Allah. Bileam dapat merasakan dan mengenal yang Mahatinggi, ketika roh bekerja dalam dirinya, membuka mata dan telinganya. Pekerjaan Roh ini memampukannya melihat dan mendengar maksud Allah atas kehidupan bangsaNya. Tersingkapnya rahasia Allah dalam diri seseorang, terjadi  karena kuasa Roh Kudus bekerja, memberi hikmat kepada manusia dalam mengerti akan masa depannya.&lt;br /&gt;8. Bileam belum melihat peristiwa itu terjadi, tetapi ada keyakinan bahwa bintang itu akan terbit dari Yakub dan tongkat itu akan timbul dari Israel. Perbuatan Allah harus diimani bukan dilogikakan. Meski belum terbukti, tapi pengenalan akan keMahakuasaan Allah membuat hati kita percaya dan mengimani. Allah kita adala ya dan amin.&lt;br /&gt;9. Abraham pun, tidak melihat perbuatan Allah dalam hidupnya. Abraham tidak melihat keturunan yang dijanjikan Allah seperti bintang di langit banyaknya. Tapi Abraham menyakini janji itu, dan memegang imannya teguh. Iman itu dia pegang sampai mati, dia percaya bahwa perbuatan Allah akan terjadi, walau dia tidak melihat. Imanlah yang membawa dia keluar dari kampung halamannya menuju tempat yang akan diberitahukan Allah. Dia percaya pada firman Allah walau tidak mengerti. Keyakinan seperti inilah yang dinubuatkan Bileam. Dia belum melihat tentang bintang dan tongkat yang diwahyukan Allah, namun dia sudah bervisi (memandang) kejadian itu, meski bukan dari dekat. Dia bervisi pada ribuan tahun kemudian tentang Mesias yang datang ke bumi. Iman seperti ini berbeda dengan Thomas yang tidak dapat percaya sebelum melihat bukti dari kebangkitan Yesus, sebelum melihat bekas paku di telapak tangan dan kaki Yesus.&lt;br /&gt;10. Pada minggu advent pertama ini, Tuhan menjanjikan bahwa bintang itu akan terus bersinar menuntun kita menuju masa depan, seperti bintang timur yang menuntun orang Majus menuju kadang domba, melihat bayi Yesus yang lahir. Tongkat kekuasaanNya akan terus tegak memenangkan kita dalam pertarungan melawan kuasa-kuasa si jahat. Bintang itu tidak akan redup, tongkat itu tidak akan patah, karena Dialah yang Mahatinggi, yang melampaui segala kuasa di bumi dan di langit.&lt;br /&gt;11. Pergumulan kita sebagai umat percaya di dunia ini boleh saja membebani dan membuat kita bergumul. Kita menderita dengan ketidak-pastian hukum, ketidak-adilan sosial, penindasan secara politis dan ekonomi, ketidak-nyamana tinggal di tempat di mana kita tercatat sebagai warga negara, ketidak-bebasan beribadah di negara beragama. Kita dilecehkan seperti warga negara kelas dua, dengan tidak memberi izin membangun gereja. Kita dilarang beribadah di gereja yang sudah kita dirikan atas berkat Tuhan. Kita meraung ketika rumah ibadah kita ditutup dengan paksa. Akankah kita menjadi undur mengimani Tuhan sebagai yang Mahatinggi? Akankah kita meragukan terbitnya bintang timur yang menuntun kita di jalan yang berliku? Akankah kita berhenti menyuarakan kebenaran? &lt;br /&gt;12. Bileam adalah gambaran orang percaya, teguh dalam kebenaran, mengimani janji Tuhan, percaya bahwa Tuhan pasti datang. Advent adalah penantian akan kedatangan Tuhan dalam tindakan dan karyaNya memenangkan orang-orang percaya. Tuhan akan datang membawa kita memasuki lingkaran takhtaNya, di mana kita akan berhadapan dengan takhta itu, dan malaikatNya menyanyikan gita surga dari orang-orang yang menang. Penantian akan kedatangan Mesias yang dijanji, menguatkan kita untuk terus bertahan di dunia yang penuh penderitaan. Penantian itu membuat kita kuat melintasi jalan yang berliku, dan kita akan menang, sebab ketika Allah bertindak, siapa yang dapat menghalangiNya (Wahyu 22,16-20). Itulah iman, percaya akan kedatangan Mesias, bahwa Dia memenangkan orang percaya, membawa keluar dari dunia yang penuh dengan kekacauan. Amin. Selamat advent, Tuhan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-8148357187304336051?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/8148357187304336051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/11/bilangan-24-15-17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8148357187304336051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8148357187304336051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/11/bilangan-24-15-17.html' title='Bilangan 24, 15-17'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-4441554733493226387</id><published>2009-11-20T18:25:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T18:27:25.601-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='22 Des 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Yohanes 11,25-26</title><content type='html'>“Apakah kamu percaya?”&lt;br /&gt;1. Hari ini saya mendengarkan kesaksian keluarga, tentang muzijat yang Tuhan nyatakan dalam hidup keluarga mereka. Pada usia delapan bulan kehamilan si ibu, dia terserang demam berdarah. Resiko adalah kematian ibu dan bayi bila trombosit di bawah 30rb. Namun Tuhan berkehendak lain, operasi boleh berjalan yang mustahil dilakukan pada orang yang memliki trombosit rendah, bayi yang divonis mati, beberapa saat kemudian, ketika keluarga sedang membicarakan acara penguburan, dokter menyatakan bahwa bayi itu hidup dan minta maaf karena sebelumnya telah dikatakan meninggal. Dokter itu tercengan, sambil menyandarkan tubuhnya di pintu kamar mayat berkata:’kog bisa ya?’.&lt;br /&gt;2.  Tuhanlah kebangkitan dan hidup, maka tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, semua boleh terjadi, kalau Tuhan telah menyatakan kuasa kehidupanNya.Bila kita berpikir bahwa kematian adalah akhir dari semua kehidupan. Mati stop atas hidup. Maka Yesus yang adalah kebangkita dan hidup berkata lain, bahwa di balik kematian itu, ada kehidupan.&lt;br /&gt;3. Pada minggu ini, sesuai dengan kalender tahun gerejawi, sebagai kalender akhir tahun Gereja. Sebahagian Gereja Prostestan, khususnya yang berlatar belakang suku Batak, akhir tahun gereja ini dipakai juga sebagai saat mengenang orang-orang yang mendahului kita pergi ke rumah Bapak (“Parningotan ni angka na monding”). Dengan membacakan nama-nama yang meninggal sepanjang tahun gereja ((Nop-2008-Nop 2009) ini, hendak mengingatkan orang percaya bahwa kita juga akan meninggal seperti mereka. Im Memoriam: ingatlah akan hari kematianmu, benahi diri menyambut kedatanganNya. &lt;br /&gt;4. Di akhir tahun Gereja ini banyak orang yang bersedih mengenang mereka yang dikasihinya, yang telah mendahului mereka, seperti Marta dan Maria, saudara Lazarus, di mana saudara lelaki mereka ini telah meninggal empat hari lalu saat Yesus mengunjungi mereka. Marta dan Maria meyakini bahwa Yesus sanggup memberi khidupan bagi Lazarus, seandainya Yesus lebih cepat datang. Kedua bersaudara itu juga percaya sebagaimana keyakinan Yahudi ortodoks bahwa ada kehidupan di balik kematian masa kini kita. Mereka berharap bukan kehidupan kelak, tapi kehidupan kini, seandainya Yesus bersama mereka.&lt;br /&gt;5. Pernyataan mereka dijawab Yesus: dengan ‘"Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa  percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" Yesus tidak bermaksud bahwa semua orang akan hidup selamanya atau akan bangkit secara jasmaniah seperti Lazarus pada hari keempat, tapi suatu pemikiran tentang kehidupan ke dua, hidup dalam pemeliharaan Allah di rumah kekekalan. Orang kristen akan mengalami kematian jasmani seperti orang lain, tapi kita mengimani makna hidup di dalam Yesus melebihi arti yang jasmaniah. &lt;br /&gt;6. Bila kematian adalah stop dari kehidupan dalam pemahaman duniawi kita, tapi bagi orang percaya kematian menjadi awal baru, awal kehidupan di rumah kekal. Maka tidak heran kalau Daud dalam mazmurnya (Mzm 23,6; 27,4) berkata: aku rindu berdiam di rumah Bapak, karena tujuan hidupnya bukanlah di dunia ini tapi ke rumah yang kekal. &lt;br /&gt;7. Pemikiran Yesus tentang kematian, dalam dosa: “Jika seseorang mati di dalam dosa, dia akan kehilangan sesuatu yang berharga dalam kehidupan, Aku dapat menghidupkan ia kembali’. Firman ini meneguhkan kepercayaan kita bahwa kehidupan masa depan kita ditentukan oleh kemurahan Tuhan belaka. Kehidupan kita masa depan bukan hasil perjuangan kita, tetapi bagaimana kita merespon kebaikan Tuhan di masa kini dengan mengisi hidup kita dengan yang baik, sehingga kita boleh bersama orang yang percaya dan memenangkan pertarungkan di dunia bersekutu di depan takhta Bapak (bnd. Epistel: Wahyu 7,9-17).&lt;br /&gt;8. Yesus berkata pada Marta dan Maria: “Akulah kebangkitan dan hidup”. Pernyataan ini menjamin hidup kita, tapi sekaligus mengingatkan kita supaya tidak menangisi kematian itu, sebab melalui Yesus masih ada pertemuan raya di rumah Bapak, sebagaimana nyanyia dalam BE ‘sai masipaidaan do na porsea i, dung sahat be langkana tu hasonangan i, tu hasonangan i...’. Kematian bukanlah akhir, walau kita stop melakoni hidup, tapi di balik kematian ada hidup, dan kita sampai ke tempat pertemuan itu melalui Yesus yang membawa keselamatan dengan kebangkitanNya sebagai awal kebangkita semua orang.&lt;br /&gt;9. Im Memoriam: Ingatlah kematianmu, benahilah dirimu, sambutlah Dia, JuruSlamatmu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-4441554733493226387?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/4441554733493226387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/11/yohanes-1125-26.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4441554733493226387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/4441554733493226387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/11/yohanes-1125-26.html' title='Yohanes 11,25-26'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-6268286022005053815</id><published>2009-11-13T18:16:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T18:17:26.792-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='15 Nopember 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>2 Timoteus 1, 6-13</title><content type='html'>Menjadi Saksi&lt;br /&gt;1. Seorang teolog pernah berkata di akhir hidupnya: ‘Saya menyesal selama ini saya terlalu banyak membahas tentang iblis. Seandainya hidup ini saya isi dengan membahas, memikirkan dan menulis tentang Yesus Kristus, betapa banyak orang yang terselamatkan’. Pengakuan ini mengingatkan orang-orang kristen agar mengisi hidupnya dengan baik, benar dan sesuai dengan karunia Allah yang diterima. &lt;br /&gt;2. Kadang-kadang kita juga mengalami kehidupan yang terlalu banyak memikirkan yang negatif tentang hidup, tentang orang lain, sehingga waktu untuk yang positf menjadi sedikit. Seorang motivator etos kerja pernah berkata: bangunlah pikiranmu dengan yang positif, maka tindakanmu otomatis akan berlaku positif. Artinya, pertumbuhan spiritual orang yang berpikir positif akan semakin cerdas dan tajam dalam memaknai hidup. Tapi saya sering melihat orang yang selalu melihat sisi negatif dari sesamanya. Ketika ada orang menulis nats Firman Tuhan di status facebooknya, tiba-tiba ada orang yang menanggapi, ‘apakah firman yang kau tulis itu sudah sesuai dengan tindakanmu, atau itu hanya kemunafikan?’ Aneh, ketika seseorang pun membiasakan diri dengan membaca Firman, kita melihat itu sebagai yang negatif, sehingga muncullah orang-orang kristen yang hanya memperdebatkan Firman Tuhan , bukan menghidupinya. Padahal, saya merasa masih ada yang berpikir negatif dalam memahami Firman Tuhan, sehingga cenderung sisi negatif pemberita Injil yang dibicarakan, bukan injil itu.&lt;br /&gt;3. Paulus yang mengisi hidupnya dengan yang baik dan benar, yang berpikir secara postif tentang keselamatan dan anugerah Tuhan, setelah dia mengenal Kristus, di akhir hidupnya pun, di mana dia sedang berada di penjara Roma, tetap mengucapkan, membicarakan kebaikan. Dia tidak mempersoalkan derita yang dialami dalam memberitakan injil, atau kelemahan fisiknya karena berada di penjara pada masa tuanya, sebaliknya dia menasihati Timoteus, anak rohaninya supaya tetap mengobarkan karunia Allah dalam dirinya. Supaya terus semangat atas penyertaan Roh yang menguatkan menyala-nyala dalam hidupnya. Walaupun hidup Paulus hampir berakhir, dia tetap mengingatkan Timoteus dalam surat kirimannya, agar jangan malu, takut dan gentar dalam memberitakan Injil. Paulus memang sangat mengenal Timoteus sebagai seorang yang muda, dengan  pembawaan pendiam, pemalu dan agak penakut. Paulus menguatkan dalam kasihnya pada Timoteus agar tidak pernah undur mengobarkan karunia Allah yang dicurahkan padaNya, walaupun dia akan meninggalkan Timoteus bekerja sendiri dalam memberitakan injil.&lt;br /&gt;4. Ada tiga catatan penting yang dituliskan Paulus untuk Timoteus: &lt;br /&gt;• Mengobarkan Karunia Allah : Kerasulan (tumpang tangan menjadi hamba) merupakan tanggung jawab. Bila Timoteus telah menerima tugas dan tanggung jawab itu, maka dia akan terus semangat dalam tuntunan ROH yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban dalam dirinya. Dia akan mengobarkan karunia itu dalam menjalankan tugasnya, dalam memberitakan injil, karena Allah tidak mengaruniakan roh ketakutan padanya, Roh keberanian. Paulus menyemangati Timoteus agar tetap semangat, walau mungkin di hadapannya penuh tantangan.&lt;br /&gt;• Jangan malu: Tidak sedikit orang yang malu menyaksikan Tuhan. Tapi tidak sedikit juga yang bangga menjadi orang kristen. Mungkin kita pernah melihat dan mendengar, ketika ada artis atau atlit yang memenangkan pertandingan, dan berkata dengan berani tanpa rasa malu, ‘Terima kasih Tuhan Yesus’. Kalimat itu sederhana, tapi memuat suatu penginjilan besar, bahwa apapun yang dia miliki, apaun yang dimenangkan, itu bukan karena kekuatannya, tapi karena Kristus memberi talenta, memberi keberanian, memberi hikmat dalam memperjuangkan anugerah yang terus mengalir dalam hidup manusia. Kalimat itu merupakan pernyataan yang tegas dalam moment yang tepat tanpa ragu-ragu memperkenalkan Tuhan yang mereka imani. Tidak harus dengan cara yang sama kita menyaksikan Tuhan yang kita imani, tapi kita terpanggil dan bertanggung jawab dalam tugas dan kesempatakan kita masing-masing memberitkan dan menyaksikan Tuhan yang memelihara dan menganugerahi kita karunia.&lt;br /&gt;• Panggilan Kudus: Tiap-tiap orang terpanggil untuk menyatakan bahwa Dia menyelamatkan dan memanggil kita menjadi saksi-saksi. Panggilan itu, bukan karena berdasarkan perbuatan kita, tapi berdasarkan maksud dan kasih karuniaNya dalam Yesus Kristus sebelum permulaan zaman, dengan mematahkan kuasa maut, untuk mendatangkan hidup yang tak binasa. Untuk memberitakan itu, kita terpanggilan dalam panggilan kudus menjadi saksi, pemberita injil, rasul dan guru.&lt;br /&gt;5. Dari tiga catatan di atas, perlu kita ingat, bahwa Tuhan memperlengkapi kita dengan roh keberanian, roh yang membangkitkan kekuatan kasih dan roh mentertibkan diri (Sofronismos: Pengendalian diri dalam menghadapi kefanikan atau hawa nafsu). Inilah ciri khas kekristenan; keberanian terus menerus karena keyakinan bahwa Tuhan bersama-sama dengan orang yang melakukan tugas panggilannya. Kekuatan dan keberanian oleh Roh membuat kita tidak malu, setia dalam iman melewati berbagai persoalan, sehingga sanggup melewati titik yang menghancurkan, bukan menjadi hancur. Kekuatan itu juga mempertahankan kasih berjalan dalam diri kita, sehingga tidak mudah putus asa dan undur tetapi tetap semangat dengan berlaku tertib. Apapun yang kita hadapi, tidak mengendurkan semangat, sebab roh pengendalian diri menguatkan kita dalam memahami tindak ketidak benaran yang kita hadapi.&lt;br /&gt;6. Tidak dapat dipungkiri bahwa kesetiaan pada injil akan menghadapi banyak kesulitan, dan Timoteus harus menghadapi ini, tetapi sebagaimana Paulus telah alami dia mengatakan bahwa injil adalah injil keselamatan, injil pengudusan. Injil tidak hanya menyelamatkan manusia dari dosa masa lalu, tapi sekaligus memanggil untuk hidup dalam kekudusan. Barclay dalam buku tafsirannya mengangkat dua contoh tentang injil yang menyelamatkan dan menguduskan:&lt;br /&gt;• Seorang penjahat New York, terakhir dipenjara karena perampokan dan kekerasan, hendak merampok lagi, tapi sebelum bertemu dengan sekutunya, dia mencopet dompet seseorang. Ketika diperiksa isi dompet itu, dia menjadi muak karena berisi alkitab Perjanjian baru. Sambil menunggu teman-temannya, dengan malas-malasan dia membuka-buka alkitab itu dan membacanya. Ada banyak kalimat yang membuat dia terpukau, sehingga ia membaca dengan sungguh-sungguh. Beberapa jam kemudian, dia menemui teman-temannya, dan memutuskan hubungan dengan mereka.&lt;br /&gt;• Seorang pemuda Arab di Aleppo, bertengkat sengit dengan mantan temannya. Ia menceritakan kejadian ini kepada seorang pemberita injil dan mengakatan sangat benci pada temannya itu dan akan membalasnya, bahkan kalau perlu akan membunuhnya. Suatu hari pemuda itu bertemu lagi dengan penginjil itu dan menyuruhnya membeli kitab Matius. Untuk menyenangkan hati penginji itu dia membeli tapi tidak membacanya. Ketika dia akan tidur malam, kitab itu jatuh saku celananya, dia memungut dan mulai membaca; ketika sampai pada kalimat: kamu telah mendengar yang difirmankan pada nenek moyang kita dulu, ‘jangan membunuh...’: tetapi aku berkata, setiap orang yang marah pada saudaranya akan dihukum. Firman itu membuatku teringat pada teman yang kubenci, aku gelisah luar biasa, sampai aku bertemu kembali pada ayat yang mengatakan, ‘datanglah kepadaKu, hai kamu yang letih lesu dan berbeban berat,  karena Aku akan memberi kelegaan kepadamu’. Sukacita dan kedamaian memenuhi hatiku dan kebencian pun lenyap.&lt;br /&gt;7. Dua contoh di atas hendak mengingatkan kita bahwa Injil tidak hanya menyelamatkan, tapi memasuki hidup kita untuk keluar dari hawa nafsu masuk ke dalam panggilan kudus dalam kehidupan yang benar sebagai penampakan kesaksian kita pada dunia sekitar. Artinya injil didengar, dipahami, diubah dan siap untuk meninggalkan dosa masuk pada pengampunan Kristus untuk boleh menjadi pengampun. Injillah yang mengubah mantan narapidana New York dan seorang pemuda di Aleppo. Injillah yang menguduskan hati pemuda di Apello sehingga mau mengampuni.&lt;br /&gt;8. Injil adalah anugerah, ketika injil disaksikan itu berarti kita menyampaikan maksud Allah kekal akan kehidupan manusia dan dunia ini. Kita menerima injil untuk kita saksikan bagaiaman injil telah menyelamatkan dan menguduskan hidup kita, sehingga dalam panggilan kudus itu, kita menjdai berani menyatakan pengalaman kita pada orang bebal, orang bermata tapi tidak melihat, orang yang bertelinga, tapi tidak mendengar. Ke tengah-tengah kumpulan orang bebal dan jahat sekalipun (Yes 43,8-13) kita tidak akan takut menyaksikan kuasa anugerah yang kita alami, karean Dia lah Tuhan, yang sebelum dan sesudahnya tidak ada seperti Dia. Dialah Tuhan yang menguatkan dan memberi tumpangan tangan pada kita, sehingga tidak takut untuk menyaksikan pengalaman iman kita bersamaNya.&lt;br /&gt;9. Tuhan memilih kita menjadi hamba dan saksiNya (Yes 43,10), itu berarti Tuhan mengamugerahi kita dengan kedasyatan yang luar biasa kepada bangsa-bangsa bebal, kepada bangsa yang mengukir batu dan kayu untuk disembah, dan Tuhan akan menguatkan dan menyertai kita. Tak seorang pun yang bisa menghalangi kesaksian kita atau keluar dari tanganNya ketika Allah telah bertindak. Oleh karena itu beritakanlah injil baik atau tidak baik waktunya. Katakanlah kesaksian yang benar dan jujur atas sebuah kejadian yang kau alami, sehingga tidak ada korban saat kita menyimpan kebenaran itu. &lt;br /&gt;10. Bila injil telah menjadikan Paulus menjadi guru dan Rasul, maka kita juga akan menjadi utusan Tuhan di dunia ini, khusus di negara kita yang penuh dengan rekayasan ini untuk mengatakan kebenaran Kristus. Kita terpanggil dengan injil yang menguduskan menjadi saksi kristus di mana pun kita berada. Selamat menyaksikan anugerah Tuhan Yesus Kristus, Tuhan me&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-6268286022005053815?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/6268286022005053815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/11/2-timoteus-1-6-13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/6268286022005053815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/6268286022005053815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/11/2-timoteus-1-6-13.html' title='2 Timoteus 1, 6-13'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-350058503212475434</id><published>2009-11-06T09:50:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T09:52:16.371-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='08 Nop &apos;09'/><title type='text'>Yesaya 58,4-12</title><content type='html'>“Puasa, Suatu Pembelajaran tentang kebenaran Hidup”&lt;br /&gt;1. Suatu waktu, saya pernah melihat lelaki tua yang rajin berpuasa berebut makanan dengan beberapa orang yang lebih muda darinya di acara pesta adat. Saya melihat dari jauh, sungguh memalukan di usia senja harus berebut makanan, bersaing dengan yang muda karena tidak dapat menahan rasa lapar. Dia mempertaruhkan dirinya untuk sepiring nasi, padahal dia sering lapar karena berpuasa. Itu mungkin latar belakang mengapa Paulus pernah berkata, kalau mau ke pesta, ikatlah pinggangmu dengan kencang supaya kalau lapar tidak berebut seperti orang rakus.&lt;br /&gt;2. Puasa merupakan bagian dari peribadahan hampir semua agama. Kekristenan juga mengenal puasa (Yunani: nesteia: ne=tidak; istea=makan. Lukas 18,12), bahkan Yesus sebagai Guru besar orang Kristen itu pun berpuasa selama 40 hari, 40 malam. Dengan berpuasa Yesus hendak menyampaikan pada pengikutNya supaya * bersikap merendahkan hati; * menyatakan rasa kasih pada Tuhan; * mendisiplinkan tubuh dari keinginan daging (menyangkal diri), menaruh simpati pada sesame yang miskin; *Meminta jawaban dari Tuhan untuk masalah yang kita hadapi. *Mengusir setan. Jadi, puasa bukan sekedar tidak makan dan tidak minum, tetapi dengan puasa, kita mengerti penderitaan orang yang lapar karena tidak ada makan atau karena kemiskinan; dengan berpuasa kita kuat melawan godaan, kita tidak akan memperebutkan makanan, tetapi mau menunggu, antri sesuai dengan barisan, karena saat kita lemah akan banyak menggoda iman kita, tetapi apakah kita dapat mengendalikan diri? Saat berpuasa kita boleh menyisihkan makanan yang harusnya kita makan untuk dibagikan bagi orang yang berkekurangan.&lt;br /&gt;3. Umat Jahudi juga melakukan puasa. Ada persoalan yang muncul saat berpuasa, yaitu terjadi perbantahan, perkelahian dan memukul dengan tinju. Ada tindak kekerasan saat melakukan ibadah puasa. Allah hendak menyatakan puasa tidak sekedar tidak makan dan tidak minum, tetapi melampaui dari itu, di mana dengan berpuasa kita menjadi kuat menahan nafsu amarah, meskipun kita lapar dan haus, bahkan saat di gurun pasir. Memang seseorang yang lapar akan mudah jatuh ke pencobaan, makanya sering kita dengar, karena lapar orang mau menyikut, mencuri, bahkan membunuh. Tetapi dengan berpuasa (dari kata puasa dalam bahasa Ibrani: Tsum, inna natsyo: merendahkan diri di hadapan Allah. Imamat 16,29+31; 23, 27-32), lapar tidak membuat kita menjadi marah, sebaliknya akan semakin rendah hati, lemah lembut dan memikirkan orang yang belum makan.&lt;br /&gt;4. Ketika terjadi kemorosotan iman dan moral orang Israel yang telah masuk ke Yerusalem, setelah kembali dari pembuangan Babel, Yesaya menyampaikan pada bangsa itu, supaya kembali pada peribadahan yang benar, membenahi iman dan tidak hanya mementingkan diri sendiri. Memang mereka rajin melakukan ritual ibadah, termasuk berpuasa, tetapi ibadah itu tidak membawa dampak dalam pembangunan iman mereka. Mereka beribadah, tetapi rumah Tuhan yang hancur tidak dibenahi sebaliknya, rumah mereka yang lebih dahulu di bangun. Ibadah demikian tidak dikehendak oleh Tuhan yang membawa mereka keluar dari pembuangan, bahkan dalam ay.8 dikatakan, suara mereka tidak di dengar jika ibadah itu hanya rutinitas yang tidak membawa baik dalam hidup mereka dan lingkungan mereka. Koor yang telah dilatih bertahun-tahun dan sangat indah tidak di dengar Tuhan kalau itu hanya sekedar numpang manggung di gereja. Itulah yang dikatakan Nabi Amos dalam pasal 5; ‘Aku benci ibadahmu, Aku benci persembahanmu, jika tanpa keadilan’. &lt;br /&gt;5. Tuhan sungguh menghendaki ibadah puasa, di mana pada hari puasa menjadi hari merendahkan diri, membuka belenggu kelaliman, melepaskan tali untuk memerdekakan orang yang teraniaya, memecah rotimu untuk orang lapar serta memberi pertolongan bagi orang miskin (ay. 5-7). Saat berpuasa akan nampak dalam dirinya terang seperti fajar, lukanya pun akan pulih karena telah dimenangkan dengan perbuatan baik dan kepedulian terhadap lingkungan. &lt;br /&gt;6. Banyak orang Kristen tidak terlalu terikat dengan ibadah puasa oleh karena berbagai alas an, tetapi ada yang tekun dan saleh dalam peribadahannya. Apapun pilihan seseorang itu boleh diterima sejauh kekristenan itu terus menggemakan kebenaran di tengah kelaliman yang terjadi.&lt;br /&gt;7. Di Negara kita muncul berbagai istilah saat ini tentang bobroknya moral dan hokum Negara. Ada yang menjadi saksi dusta dengan berbagai rekayasa untuk suatu scenario yang mendukung kebebasan dari hukuman, ada yang disebut sebagai mafia peradilan, dsb. Yang menjadi pertanyaan, sebagai umat beragama apakah sumbangsih kita untuk emmbongkar kelaliman ini? Apakah makna kita dalam membebaskan orang yang teraniaya? Mungkin sebagian sudah mengatakan bahwa sudah ada yang berwewenang untuk itu, sebagaian ambil bagian dengan mendukung kelompok tertentu dalam sebuah gerakan agar keadilan ditegakkan, dsb. Tetapi, saat ini kita terpanggil agar ibadah, doa dan puasa kita boleh membawa dampak untuk kepedulian social, untuk suatu kehidupan yang mau berbagi. Istilah yang digunakan Rasul paulus dalam 2 Korintus 9,6 agar mengingat hokum tabor tuai, menabur sedikit, sedikit yang dituai, menabur banyak, melimpah tuaiannya. Menabur dalam kasih akan mendapat damai sejahterah, menabur dalam daging akan dihancur oleh keinginan dagingnya.&lt;br /&gt;8. Puasa bukan untuk didemonstrasikan, tetapi sebuah keheningan, meditasi, dan berdiam diri merendahkan hati, tunduk secara hormat pada Tuhan. Ketika puasa didemonstrasikan, maka dia akan menunjukkan muka murung seperti orang lapar, sebaliknya, ketika puasa menjadi keheningan, dia akan tetap segar dan lincah melakukan kebaikan (ay 10), sehingga hidupnya bagi sesama seperti terang yang terbit pada kegelapan. Di keheningan yang berbuat itulah Tuhan mendengar suaranya, mendengar keheningannya, karena Tuhan yang menuntunnya melewati jurang maut, dan membebaskannya dari godaan yang mengitari hidupnya.&lt;br /&gt;9. Inilah ibadah sejati, ibadah puasa yang berkenan di hadapa Tuhan: terbuka memberi pertolongan dalam doa dan perbuatan, dalam kata dan pikiran, dalam ibdah dan pekerjaan. &lt;br /&gt;10. Selamat beribadah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-350058503212475434?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/350058503212475434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/11/yesaya-584-12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/350058503212475434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/350058503212475434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/11/yesaya-584-12.html' title='Yesaya 58,4-12'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-3418666410551578073</id><published>2009-10-30T17:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T17:41:06.815-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='1Nop &apos;09'/><title type='text'>Roma 3, 1-3</title><content type='html'>“Berubah Oleh Pembaharuan budi”&lt;br /&gt;1. Melalui Nats Roma 12, 1-3 ini, kita diajak agar hidup sesuai dengan kehendak Tuhan dalam kemurahan yang kita terima, sehingga mampu merespon kebaikan Tuhan dengan mempersembahkan persembahahan yang hidup, yang berkenan pada Allah, yaitu tubuhmu, tempat curahan Roh Kudus, supaya kita bisa dan menjadi berbeda/tidak serupa dengan dunia ini. &lt;br /&gt;2. Roma 12-16 merupakan nasihat Paulus pada jemaat Roma, di mana secara keseluruhan surat Roma menceritakan tentang Kristus sebagai kebenaran. Perikope ini diawali dengan perkataan, demi kemurahan Allah, aku menasihatkan kamu. Kemurahan  Allah adalah kasih karunia yang kita terima. Allah sering menggantikan kemarahan dengan kemurahan untuk membawa kita pada jalan kebenaran.&lt;br /&gt;3. Hidup kita adalah hidup yang dikasihi, hidup oleh karena kemurahan belaka. Apakah yang boleh kita lakuakan untuk merespon kebaikan Tuhan dalam hidup ini? Kita perlu membuat ibadah yang sejati, yaitu mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan berkenan pada Allah.&lt;br /&gt;4. Banyak orang kristen berpikir bahwa persembahan adalah memberikan perpuluhan, persembahan syukur, dll, sehingga sering terjadi perbedaan akal budi dengan tubuh. Hati memberi, tapi tubuh berlaku bejat. Dan itu yang dikatakan seorang kristen yang menjadi ilmuwan yang sukses ketika diawancarai mengapa dia bisa sukses. Padahal dia seorang kristen yang sejati. Dia menjawab, ‘sederhana saja, kalau hari minggu, ketika saya mendengar khotbah saya melupakan bahwa saya seorang ilmuwan, kalau hari senin – sabtu, kalau saya bekerja di laboratorium ketika saya bekerja, saya melupakan saya ini seorang kristen. Beres bukan?’ &lt;br /&gt;5. Tapi apakah demikian kebenaran hidup kristen di tengah dunia ini? Bukan! Kapan, di mana saja kita akan tetap menunjukkan identitas kekristenan kita. Kekristenan itu full-timer, bukan part time. Jika kita menjadi kristen part time, maka akan terjadi, pada hari minggu, kita luar biasa lembutnya, baik dan manis menyapa orang, tetapi pada hari lain, dia sangat menjengkelkan bagi keluarganya, lingkungan kerja dan masyarakat. Jadi mempersembahkan tubuh adalah beribadah yang sejati (dari kata asli)&lt;br /&gt;6. Perbedaan orang yang menerima kemurahan Tuhan bukan soal pakaian yang rapi dan konservatif, rambut yang rapi dan sopan, bersih dan klimis. Perbedaannya ialah kita tetap hidup dalam kesetiaan pada Tuhan di tengah kekerasan dunia ini. &lt;br /&gt;7. Menurut pemikiran Charles darwin, seorang biolog kondang mengatakan bahwa  hidup ini penuh dengan persaingan yang keras. Setiap makhluk harus berjuang luar biasa untuk bertahan hidup. Siapa yang kuat dia yang hidup. Maka untuk bisa survive dalam hidup ini, dunia membolehkan sikut sana sikut sini. Itu adalah perjuangan. &lt;br /&gt;8. Nietzsche, seorang filsuf  Jerman sangat dipengaruhi teori Darwin ini. Dia melihat, di mana-mana yang lemah di makan yang kuat. Untuk bisa bertahan hidup harus tunduk pada yang kuat. Orang miskin di Indonesia harus tunduk pada keputusan pemerintah, menerima bantuan tunai langsung untuk mempertahakan hidup beberapa saat, meski pun itu tidak membangun eksistensi kemanusiaan mereka, sebab jika mereka melawan akan dihancurkan dengan sistem politik ekonomi yang tidak mereka pahami.&lt;br /&gt;9. Dan ini yang dikatakan Paulus berbeda dari dunia. Berani tampil beda, adalah anjuran yang diperintahkan Rasul Paulus di ayat 2 ini. Jelas keberanian tampil beda harus didasari oleh pola pikir yang baru, yang diperbaharui oleh Tuhan. Tampil beda, berbeda dari cara pandang dunia, di mana dosa sudah masuk ke dalam dunia (Rom 5:12). Jadi orang kristen perlu mengisi hidup dengan benar dan cerdas, agar mampu mengkritisi dan menyikapi persoalan hidup dengan kuat. Memang banyak orang mengatakan itu kebodohan, tidak apa-apa, bukankah salib itu disebut sebagai kebodahan, tetapi kristus harus melaluinya untuk keselamatan manusia? Demi kemurahanNya, Dia disebut bodoh? &lt;br /&gt;10. Kita boleh mengangkat Daniel sebagai contoh. Dia tinggal di istana raja yang tidak seiman dengan dia. Dia dikelilingi pegawai istana yang membencinya karena dia berbeda dengan dunia ini. Meski banyak yang mengincarnya untuk mencari kesalahannya, tapi dia menunjukkan kesetian pada Tuhan dan kerja keras pada pekerjaannya on duty. Disiplin dan bertangung jawab secara tugas. &lt;br /&gt;11. Memang banyak orang meragukan, dapat sukses dengan berlaku jujur dan benar apalagi dalam usaha dagang atau bisnis. Kalau kita jujur kita akan bangkrut. Itu prinsip orang kristen yang menjadi pengusaha. Tapi apakah benar demikian? Seorang pengusaha sukses pernah bersaksi, dia pernah kalah tender untuk penggalian tambang berlian di martapura, kalimantan. Dia harus berjuang untuk bisa bangun dari keterpurukannya. Dia meminjam uang membayar para karyawan dan memulihkan perusahaan, karena uang mereka sudah sempat masuk dalam pengurusan penggalian. Tapi berkat ketekunan dalam doa, dan kerja keras serta on duty dalam tugas, di luar perhitungannya, dia menerima tugas untuk meneruskan proyek penggalian tambang berlian di mertapura. Karena sesuai denga  proposal, dia yang layak menerima tugas itu. &lt;br /&gt;12. Itu yang dikatakan Pdt. Dr Eka Darmaputra, tunjukkanlah nilai lebih kita sebagai kristen, bukan hanya dengan hasilnya, tetapi juga dengan caranya. Hasil memuaskan dengan cara yang sehat dan bersih. Iman dan akal sehat. &lt;br /&gt;13. Maka jangan serupa dengan dunia ini, adalah nasihat agar kita jangan oleh belaian dunia ini masuk pada pengaruhnya yang kotor dan jahat, di mana di dunia ini penuh dengan pergolakan, dosa dan pemberontakan. Tapi bukan juga mengasingkan diri dari dunia ini, atau keluar dari dunia ini. Doa yesus dalam Yoh 17,15 dikatakan, ‘Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia...’ Hidup di dunia, tapi dengan cara pandang yang berbeda dengan dunia ini. Kalau dunia berkata, hotel yang baik harus ada perempuannya, tetapi orang kristen sudah membuktikan bahwa mitos itu harus dihapus dengan pelayanan yang baik kreatif dan innovatif. Pelayanan yang berbeda dari dunia, tapi memuaskan konsumen. &lt;br /&gt;14. Biar pun seluruh indonesia KKN, tiak perlu kita menyesuaikan diri sistim dunia ini, karena ada orang kristen yang sukses dalam karir dan jabatan, walaupun dia tidak menyogok untuk mendapat jabatan. Memang itu sulit, tapi kita harus berjuang dalam hidup ini dengan keyakinan bahwa Roh Tuhan yang turun ke dunia ini, bukan sekedar menunjukkan kemaha kuasaan Allah, tetapi menuntun, mengajar dan membimbing kita untuk cerdas, beriman dan berakal di dunia yang penuh kesesakan bagi umat Tuhan. &lt;br /&gt;15. Saat ini, kita diajak untuk memperbaharui budi. Be transformed. Berubah bukan karena kekuatan kita, tapi itu bagian dari pekerjaan Roh Tuhan yang ada di dalam kita. Dia menarik kita dari yang negatif ke arah yang positif. Hidup dalam pengawasan Roh Kudus dan masuk dalam dunia yang tidak berubah secara rohani. Kita berubah dari sifat yang duniawi, menjadi esensi yang dikendaki Tuhan, di mana perubahan itu bukan soal penampilan luar tetapi berhubungan dengan pertobatan.&lt;br /&gt;16. Hidup adalah karena kasih karunia belaka, kita tidak perlu terlalu melambung, mencapai sesuatu yang jauh di luar kemampuan kita, bila kita hanya memikirkan yang terlalu tinggi, sehingga tidak melakukan sesuai dengan talenta yang kita miliki. Padahal untuk masing-masing orang, Tuhan memberi talenta dan kemampuan. Jika talena itu kita asah dan kembangkan, maka kita akan kuat dan bertahan dalam dunia yang penuh pergolakan ini.&lt;br /&gt;17. Menjadi kristen perlu kerendahan hati, sehingga kuat menghadapi kegagalan. Tapi bukan menjadi tidak berbuat apa-apa. Keanggotaan kita terwujud dari karunia yang kita miliki. Berbagi tugas. Karunia bukan membangun hubungan hanya dengan Tuhan, tetapi juga dengan sesama untuk masuk dalam ibadah yang benar.&lt;br /&gt;18. Karunia bisa membahayakan, karena bisa terjadi penonjolan diri. Hanya kasih lah yang mencegah terjadinya kesombongan. Maka mengakhiri perikope ini, Paulus menasihati untuk saling mengasihi, dengan berlaku baik dan menjauhi yang jahat. Kasih itu adalah agape, bukan kepura-puraan. Kasih kekristenan adalah cerminan kristus yang datang di dunia yang jahat ini. Kita menjadi kuat, dengan bersenjatakan kasih dalam melawan kejahatan (hanya 15 menit kuat seseorang marah, kalau kita tidak menanggapi, dia akan melebur).&lt;br /&gt;19. Alamat kasih itu adalah semua orang. Bukan hanya kristen, sebab Kristus datang untuk semua orang. Penghormatan bukan untuk yang kuat, taoi kita seperti bekejar-kejaran menghormati sesama kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-3418666410551578073?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/3418666410551578073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/10/roma-3-1-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/3418666410551578073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/3418666410551578073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/10/roma-3-1-3.html' title='Roma 3, 1-3'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-8513651958249682371</id><published>2009-10-26T19:16:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T19:17:43.054-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi sosial'/><title type='text'>Pesta Huria, sebagai Pesta Panen: Pesta Gotilon/unduh-unduh</title><content type='html'>Apakah Pesta Huria/gotilon dalam tradisi kekristenan di tanah Batak? &lt;br /&gt;Pesta jemaat (gotilon) merupakan ungkapan syukur atas berkat  dan kasih karunia Tuhan yang menjaga, memelihara kehidupan umatNya. Ucapan syukur ini dilakukan melalui pesta panen, sebagaimana Umat Israel yang diiringin nyanyian dan tarian. Selain pesta panen sebagai pesta besar di Israel, mereka juga mengenal pesta besar lainnya, yaitu pesta hari pengumpulan hasil/Hari Raya Pondok Daun. &lt;br /&gt;Tulisan ini sengaja dibuat sebagai bahan perenungan, khususnya untuk jemaat HKBP Dukuh Kupang, Surabaya, karena 25 oktober ’09, HKBP Dukuh Kupang merayakan pesta Huria/Gotilon dengan kegiatan cerdas cermat bible dan buku ende, olah raga: tennis meja dan catur, serta koor antar sector. Disamping itu, pada umumnya gereja-gereja Batak juga mengadopsi acara perayaan ini sebagai cara mengucapkan syukur pada Tuhan atas penyertaanNya sepanjang tahun dalam hidup dan pekerjaan umatNya. Bagi gereja Jawa atau Kristen yang tinggal di jawa merauakannya dengan pesta unduh-unduh. &lt;br /&gt;Pada waktu pesta panen, hasil pertama dari pemberian Tuhan (buah sulung dari tananam dan peliharaan, atau gaji) di bawa ke Bait Suci, Imam meletakkan persembahan buah sulung jemaat di altar. Hal ini mengingatkan bagaimana dahulu bagaimana dahulu Umat Israel mengalami kelaparan, yang membawa mereka ke Mesir, di sana mereka ditindas sebagai budak. Dari penindasan dan rasa lapar itulah Allah mendengar teriakan minta tolong mereka, Allah membebaskan mereka. Belas kasihan Allah terhadap umat yang menderita itu dinyatakan dengan janji akan memberi mereka tanah yang subur, penuh madu dan susu, tanah perjanjian tanah Isreal di Negeri kanaan. Peristiwa bersejarah inilah membuat setiap orang dan seisi rumahnya akan bersukaria dan sujud di hadapan Allah atas semua kebaikannya (Ulangan 16, 9-12; 26). Haruslah umat Tuhan bersukaria dan memberikan persembahan dengan sukarela, sesuai dengan berkat yang diberikan oleh Tuhan.&lt;br /&gt;Hari Raya Pondok Daun (Pengumpulan hasil tanah) dikaitkan dengan masa pengembaraan umat Israel di Padang Gurun. Saat mereka belum mempunyai rumah tetap. Perayaan ini merupakan panen anggur (Ulangan 16,13-17), pengucapan syukur umat Tuhan atas panen mereka. Para perayaan ini, umat akan tingggal di pondok-pondok mencerminkan perlindungan Allah atas umat Israel selama mengembara di Padang Gurun (Imamat 23,39-43).&lt;br /&gt;Tradisi pesta Huria/gotilon dilaksanakan HKBP dengan menyadari bahwa berbagai pemberian yang baik dan anugerah yang sempurna bersumber dari Tuhan. Dia memberkati manusia dengan berlimpah walau manusia itu sering membrontak padaNya. Tradisi ini diadopsi dari kebiasaan umat Tuhan, di mana persembahan yang di bawa dari hasil panen/kerjanya dibawa sebagai persembahan yang diterima para penatua (sintua) dan diletakkan di altar gereja (Altar gereja dipahami secara teologis sebagai areal sorgawi). Persembahan ini adalah persembahan kepada Allah (bnd. Kain dan Habel yang membawa persembahan kepada Allah dari hasil panen mereka).&lt;br /&gt;Pada perayaan pesta gotilon, para ibu membawa hasil panen dari sawah/ladangnya, kaum bapak memberikan envelope berisi uang dari hasil penjualan panen atau ternaknya, pemuda/remaja dan sekolah minggu membawa ‘silua’ (persembahan berbentuk barang, seperti Orange chrush, limun, roti, dll.) setelah itu semua persembahan hasil panen (uang dan barang) didoakan dalam doa persembahan pesta gotilon. Barang-barang itu kemudian dikembalikan kepada jemaat dalam bentuk ‘lelang’. &lt;br /&gt;Ada yang menarik dari peristiwa lelang ini, di mana bahan yang dilelang bukan masalah sesuai dengan selera jemaat barang yang dilelang atau sesuai harga pasar. Tetapi karena ini merupakan persembahan, secara teologis jemaat menerima hasil lelang dengan harga yang mahal dan barang yang belum tentu sesuai selera si pelelang. Artinya jemaat dengan sikap teologis menerima hasil lelang sebagai cara memberi persembahan meskipun berbeda dengan harga pasar dan selera. &lt;br /&gt;Ketika warga jemaat digerakkan oleh Roh Kudus memberi sesuatu yang berguna bagi GerejaNya, maka itu terjadi dalam rangka memuliakan Tuhan sebagai sumber rejeki. Dalam pesta gotilon dengan melelang bahan-bahan dapat juga terjadi karena dipengaruhi tradisi ‘marsiadap-ari’ (saling menolong) dalam budaya kerja masyarakat Batak, di mana jemaat memahami bahwa untuk mendukung dana operasional gereja, jemaat saling memberi atau menukarkan barang-barang yang dipersembahkan dalam bentuk uang. Tradisi inilah sampai sekarang yang masih berlangsung dalam mendukung keuangan HKBP, di mana semua jemaat dari sekolah minggu hingga orang tuaberperan aktif menggali dana untuk keperluaan Gereja Tuhan di bumi. Maka HKBP boleh menjadi jemaat yang mandiri secara dana dan daya dengan tradisi yang melekat di hati jemaat, walau mungkin bagi orang yang tidak memahami tradisi ini melihat dari perspektif yang berbeda. Selain pesta lelang, jemaat juga akan makan bersama. Masing-masing keluarga akan membawa nasi dan minumamnya, sementara lauknya disediakan oleh Gereja (walaupun  di HKBP yang diperantauan, gereja telah meyiapkan semua sajian makan siang jemaat).&lt;br /&gt;Pesta huria/gotilon merupakan kesempatan yang indah bagi setiap warga jemaat untuk bersyukur kepada Tuhan, menyatakan kuasa Allah yang berlangsung dalam pekerjaan. Allah hadir saat menabur benih, menyiram dan memberi pertumbuhan. Dia lah yang memberi matahari, hujan dan embun untuk pertumbuhan tanam-tanaman. Oleh karena itu wajarlah jika manusia mempercayakan dirinya kepada Tuhan, sebab Dia yang mengawai dan mengakhiri tugas kita (BE 373,1-3: yang dinyanyikan setiap pesta gotilon sebagai ucapan syukur umat).&lt;br /&gt;Pada minggu ini (25-10-09) Jemaat HKBP Dukuh Kupang merayakan pesta gotilon; Tuhan memberi ruang, menghayati iman atas karya Ilahi yang memberkati hidup jemaat dan pekerjaan umat sepanjang tahun 2009 ini. Uangkapan syukur yang bagaimanakah yang kita sampaikan pada Dias umber berkat kita? Apakah yang yang pantas kita berikan ke gerejaNya? Jemaat tidak lagi bertani atau beternak, tapi kasih Tuhan menghantar kita boleh tinggal dan hidup dengan berbagai jenis pekerjaan di Kota Surabaya sekitarnya. Jemaat tidak lagi membawa persembahan berupa barang hasil panen, tapi jemaat diajak mengucap syukur dari seluruh kehidupannya: roh, jiwa, nyawa, hidup dan harta milikku semua. Kuserahkan padaMu untuk selama-lamnya (BE 204,2: Yang sekaligus lagu wajib dalam festival Koor). &lt;br /&gt;Untuk boleh memahami pesta ini, jemaat harus tahu tentang teologia persembahan, di mana persembahan adalah ungkapan syukur dan pengakuan iman akan keberadaan Allah sebagai sumber segala sesuatu. Dia Tuhan pemilik kehidupan dan semua yang ada dalam hidup manusia. Bila masing-masing orang mengimani, menyadari dan mengaminkan kasih Tuhan dalam hidupnya, memberi persembahan sebagai ucapan syukur atau respon atas kebaikan Tuhan, maka itu jugalah dasar bagi kita ‘meminta’ dari Tuhan, karena kita telah benar-benar mengenal Dia. Karena itu, janganlah kita mempercayakan diri pada manusia, pada kuasa yang dimiliki manusia di dunia yang fana ini, tetapi percayakanlah hidupmu sepenuhnya pada Tuhan, dan Dia akan memberi jalan bagimu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selamat berpesta panen, Tuhan Yesus memberkati! Horas…….horas……horas……..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3491589923506615832-8513651958249682371?l=partungkoan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://partungkoan.blogspot.com/feeds/8513651958249682371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/10/pesta-huria-sebagai-pesta-panen-pesta.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8513651958249682371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3491589923506615832/posts/default/8513651958249682371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://partungkoan.blogspot.com/2009/10/pesta-huria-sebagai-pesta-panen-pesta.html' title='Pesta Huria, sebagai Pesta Panen: Pesta Gotilon/unduh-unduh'/><author><name>partungkoan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119500151581163</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_SS0dQQkhz9w/SYOuLEK4hZI/AAAAAAAAAAM/fizCoa2X6QU/S220/meli+034.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3491589923506615832.post-1298678188838408005</id><published>2009-10-23T20:33:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T20:37:14.293-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='25 Oktober 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Minggu'/><title type='text'>Yosua 1,6-9</title><content type='html'>“Kuatkan dan Teguhkanlah hatimu!”&lt;br /&gt;1. Memulai suatu tugas, atau tanggung jawab yang diembankan pada seseorang, dapat membuatnya gugup, gamang, takut dan kehilangan kekuatan. Mungkin akan muncul pertanyaan; ‘Sanggupkah aku melakukannya?’ Ketika seseorang diangkat sebagai pejabat di pemerintahan, maka istri yang merasa tidak mampu, mempersiapkan diri dengan belajar kepribadian supaya sanggup berdiri di depan umum dengan cantik dan percaya diri.&lt;br /&gt;2. Tangung jawab atau tugas membuat kita ingin tampil baik dan berhasil mencapai target yang sudah ditugaskan untuk kita capai. Hanya sering terjadi, kita bekerja menjadi tidak hati-hati, tidak sesuai hukum atau aturan permainan yang ditentukan demi mencapai target, sehingga bila target tidak tercapai, terjadi ketakutan; takut diturunkan dari jabatan, takut tidak jadi dipromosikan dan mungkin bisa pada tingkat stress karena beban dalam melakukan tugas. (bnd. 100 hari pertama kinerja para kabitnet bersatu jilid 2)&lt;br /&gt;3. Apakah dasar kekuatan kita dalam menjalankan tugas yang kita terima? Rich Warren dalam sebuah tulisannya mengatakan bahwa yang pertama kita ketahui dalam menjalankan tugas kita adalah apa tujuan kita bekerja. Menurut Warren tujuan kita adalah kekekalan, bukan kesementaraan, maka bila tujuan kita adalah kekekalan, kita akan memuliakan Tuhan dalam tugas kita, tidak lagi mengandalkan kekuatan, bukan hanya untuk mencapai target belaka. Dalam flim Facing the Giant ditemukan seorang guru olah raga yang gagal, ketika telah mengetahui tujuan hidupnya, di mengubah Paradigma dan pandangan hidupnya secara drastis, dia bukan lagi ‘target oriented’ melainkan menjadi ‘process oriented’. Dengan belajar dari pengalaman hidup, dia tahu bahwa  tujuan utama dalam hidup bukanlah target atau hasil yang bisa dicapai, tetapi bagaimana melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya – sebagai Ibadah kepada Tuhan.&lt;br /&gt;4. Melakukan tugas, bukan soal apa yang kita ketahui,atau keahlian apa yang kita miliki, tapi bagaiaman menggunakan talenta atau keahlian itu dalam menjalankan tugas sesuai aturan yang ditentukan Allah. Bagaimana kita melakukan tugas itu di tengah dunia, tugas itu boleh berarti bagi orang lain, dan Allah tetap dimuliakan. Dalam percakapan seorang Pastor Michael Bassano, seorang missionari sukarelawan dari Amerika, dengan pasien penderita HIV/AIDS di sebuah kuil Budha di Thailand: sang pasien yang kakinay dipijit karena tidak berjalan berkata pada sang pastor, ‘sekarang kau memijit kakiku, nanti kalau kita di surga, aku akan memijit kakimu’ Pastor itu menjawab, ‘Jangan tunggu melakukan kebaikan sampai kau di surga, tapi lakukanlah apa yang dapat kau lakukan sekarang, ketika kau masih hidup’. Dialog ini, merupakan peneguhan bagi setiap pekerja untuk tidak menunggu melakukan tanggung jawab imannya, tapi memulai sejak tugas itu kita terima, sebab surga tidak lagi membutuhkan kebaikan kita, surga sudah penuh kebaikan.&lt;br /&gt;5. Ketika terjadi proses peralihan tugas dalam perebutan tanah Kanaan antara Musa yang telah mati kepada Yosua dalam memimpin bangsa itu, terjadi ketidak-pastian dan keragu-raguan, maka Allah berfirman: ‘Seperti yang kulakukan pada Musa pendahulumu, bahwa aku menyertainya, Aku pun menyertaimu. Karena itu, kuatkan dan teguhkanlah hatimu!&lt;br /&gt;6. Janji Tuhan adalah ya dan amin. Janji itu adalah peneguhan bahwa Dia tidak akan membiarkan kita sendiri dalam menjalani tugas yang diembankan pada kita, Dia menyertai, Dia menguatkan, Dia meneguhkan. Saat kita lemah, Dia menguatkan, saat kita ragu, dia meneguhkan, saat kita tidak mempunyai apapun, dia memperlengkapi. Janji itulah yang dikatakan pada Yosua dalam tugas perebutan tanah kanaan. Janji itulah garansi/jaminan bagi Yosua bahwa mereka akan menduduki dan pemilik tanah itu. Semua yang kau lewati, bahkan yang kau injak menjadi milikmu. Yosua menerima tugas itu dengan menyeberangi sunga Yordan.&lt;br /&gt;7. Dalam ay 2b-3, dikatakan bahwa Tuhan  sendiri lah yang memberikan tanah itu menjadi milik Israel. Perebutan terjadi, karena tanah itu masih diduduki penduduk asli negeri itu. Dalam rangka menghalau mereka, Tuhan mengingatkan Yosua, agar bertindak hati-hati, seusai hukum yang telah diberi Musa, jangan menyimpang ke kira dan ke kanan.&lt;br /&gt;8. Syarat ini sangat sederhana, soal kepatuhan akan kehendak Allah dalam mencapai tujuan. Jika syarat ini diberlakukan dalam setiap tugas-tugas kita, tentu akan menghaslakan yang baik, dan jani Tuhan mengatakan pada Yosua, engkau akan beruntung! Persoalan sering timbul ketika dalam tugas kita mengandalkan strategi dan kemampuan dalam menjalankan tugas. Kita memakai cara kita dan bertindak sesuai dengan apa yang kita pikir baik. Seandainya tugas kenegaraan diberi untuk kita pikul, maka kita akan mempersiapkan diri dengan mempelajai apa kelemahan musuh, apa al
